
Dia masih terngiang dengan pernyataan pedas Rita padanya bahwa dia tahu niat Ney melakukan itu semua hanya untuk menaikkan pamornya saja. Bila di masa nanti Rita jadi dengan Alex, bila ada yang tidak berkenan dia bisa sebebas mungkin merundung lagi Rita dengan alasan kebaikan.
Ney tentu tersentak, dia tidak bisa berkata apa-apa bahkan saat Rita menggelengkan kepalanya dengan mengatakan penyesalan kenal dengannya semasa SMP.
Bila pendapat Rita salah, seharusnya Ney bisa membantah keras atau melakukan pembuktian kalau pikiran Rita salah tapi ... tidak ada. Dia hanya diam dan terlihat sangat kaget, sampai tidak bisa berkomentar apa-apa.
Itu yang Rita harapkan, untuk membantah bahwa apa yang dia amati salah. Teramat berharap tapi hmmm semua pendapatnya ternyata malah tepat sasaran.
Perkataan Rita masih sangat dia ingat, "Aku sangat menyesal. Karena tidak pernah menggubris apa kata teman-teman di SMP kita soal kamu. Bahwa sejak dulu kamu itu Fake, kamu berkata aku kesepian sebenarnya kamulah yang kesepian hanya karena gengsi, kamu lemparkan apa yang kamu rasa ke aku,"
"Yang sebenarnya apa yang kamu katakan saat bully aku, dan secara terus menerus aku perlu ke psikiater, itu sebenarnya adalah tentang kamu semua. Karena aku normal dan kamu tidak. Secara tidak sadar kamu mengatakan, bahwa aku tidak pantas jadi teman kamu. Aku sudah tahu itu sedari dulu, banyak kelakuan kamu mengarah ke Un-friend,"
Apa yang dia pikirkan saat pertemuan itu langsung buyar!! Setelah mendengar penuturan Rita kepadanya. Ney ingin menjelaskan namun todak ada kalimat apapun yang keluar dari mulutnya, dia terlalu shocking soda.
"Yang butuh psikiater itu kamu bukan aku yang sudah normal. Kamu terlalu banyak berhalusinasi dengan siapapun termasuk Alex hanya untuk bisa terlihat olehnya atau aku? Kalau teman asli, semua kelakuan itu tidak seharusnya ada. Bukan, bukan memanasi atau menggoda aku, tapi memang kamu tak suka bila aku dengan Alex. Alex juga cerita kalau kamu mengancam ke dia soal perilaku dia, kamu tidak perlu ikut campur dari awal," kata Rita saat itu.
"Tapi dia lho yang duluan cerita ke aku jadi aku kan..." kata Ney memandangi Rita.
"Sadari lah kalau dia menguji kamu. Dia juga ada cerita ke sahabatku yang lain dan mereka menolak ikut campur. Kamu? Terus masuk kan? Karena kamu iri, bukan KEPO tapi sangat iri dengan apa yang aku dapat. Ya kamu memang punya niat baik tapi hanya 1%, lainnya aku yakin kamu memiliki rencana agar aku bisa menjadi budak kamu kan. Jujurlah Ney, aku sudah muak dengan kebohongan kamu," kata Rita menatap dengan tajam.
Ney menelan ludah. Dan.. "Ya! Aku memang iri dan cemburu sama kamu, aku pikir kamu Nerd perempuan yang bahkan tidak bisa berteman dengan banyak orang! Yang menyukai seseorang hanya berani lewat surat kan? Ngaku deh. Kamu itu memang Nerd!" Katanya sambil menantang.
Rita santai. "Kamu satu SMA dengan aku? Kalau kamu mau tahu, tanya saja sahabatku berapa kali aku menyatakan cinta pada laki-laki," jawab Rita dengan santun.
__ADS_1
Arnila dan Ney melongo. Rita tertawa sinis menatap mereka.
"Jadi orang jangan sok tahu dengan mengatakan paling tahu segalanya tentang mereka. Kamu itu tidak pernah tahu aku yang sebenarnya. Lagian SMP Nerd, SMA? Kuliah? Memangnya akan sama? Banyak kan film soal cwe Nerd berubah jadi artis? Itu sama dengan aku. Intinya Ney, kamu itu pikirannya sangat sempit ya menilai orang. Bukan tidak ada yang bisa bertahan sama kamu tapi kamu itu sangat memuakkan!" Kata Rita membuat Arnila berusaha menahan Rita tapi malah menghela nafas.
Yups, Rita yang sebenarnya sangat tersembunyi tergantung bagaimana orang yang ada di hadapannya. Kalau orang itu semacam Ney, ya dia akan berubah menjadi Ney. Kalau orangnya seperti Arnila, dia akan berubah menjadi Arnila. Benar-benar seorang cermin.
Alex? Karena bebal, Rita menjadi dirinya supaya tidak seperti Alex. Tapi setiap Rita menjadi dirinya, Alex akan lebih menyakiti perasaannya. Rita sering menangis karena kelakuan dan perkataannya.
Jika Rita menjadi Alex, Alex akan menghinanya dengan buruk sebagai Fake dan bertindak seperti Ney, membuat Rita banyak-banyak memblokirnya. Membuat Alex merasa sangat bersalah dan kesepian. Alex laki-laki super bodoh memang.
Rita menatap Ney saat itu dengan pandangan menekan dan sangat tajam, dingin dan datar sekali membuat Arnila dan Ney tegang. Ney dengan menantang menatap sorot mata Rita yang sangat berbeda.
Ney jelas-jelas melihat kesedihan, penyesalan dan kesakitan pada dirinya ya hanya dirinya. Ney menundukkan kepala Rita dapat melihat setetes air mata dan dia menghela. Hampir menetes namun wajahnya bukan orang yang terlihat sangat sedih, berbeda dengan orang yang benar-benar bersalah atau terharu.
Bagaimana ya? Wajah biasa tapi ada tetesan air mata. Aneh tidak sih? Seperti menguap karena mengantuk ya seperti itu, itulah yang sering Rita lihat dari diri Ney. Faker. Menangis senjata Ney agar terlihat sebagai korban bukan pelaku kejahatan.
Benar saja setelah itu, Ney kembali jalan seperti biasa dan Rita terasa seperti ditipu sekian lama. Akhirnya daripada jalan sama dia, Rita memilih pulang dan Ney kaget. Mengejarnya dan Rita menepis tangannya, "Dasar palsu!" Setelah itu memang tidak ada lagi ajakan main.
Kali ini pun akan sama saat itu Arnila sedang di stand untuk beli makanan. Rita sudah sangat hafal, masalahnya Ney bukan tipe anak cengeng dan benar saja. Ney melihat sekelompok orang yang akan datang ke arahnya lalu menangis terisak dengan keras.
Benar saja mereka menatapnya agak aneh, Rita menghela nafas dan dengan suara agak keras dan judes, agak teriak.
"Jangan mulai berpikir ya kamu bisa menjebak aku dengan trik murahan kamu dengan menjebak aku sebagai orang jahat. Aku sudah hafal ya kebiasaan kamu yang menarik banyak orang dan memandang aku sebagai penyihir jahat. Kenapa? Kamu beraninya berdiri di belakang orang lain dan mulai menyalahkan aku. Begitu kan!? Perilaku itu aku sudah sering lihat ya sejak SMP! Kamu akan menangis keras lalu berkata menantang, sebagai pertanda aku yang jahat. IYA KAN?" Tanya Rita menatap Ney.
__ADS_1
Ney sontak kaget mendengarnya apalagi suara Rita memang keras. Air mata pura-pura masih bertahan di pelupuk mata dan dia memandang kesal pada Rita.
"Boleh. Kamu minta saja perlindungan mereka kita lihat apa yang akan mereka katakan kalau aku tunjukkan semua chat kamu selama merundung aku," kata Rita dengan aura kemarahan yang besar.
Arnila dan semua orang menatap ke arah mereka dan bergegas makan tanpa menatap lagi. Sekumpulan orang tadi pun langsung berubah arah dan berpura-pura tidak melihat mereka.
Ney mati kutu Rita tahu semua taktiknya dan terlihat memang sudah muak. Saat itu dia mendengar apa kata-kata orang yang tadi menuju arahnya untuk makan disana.
"*Hah? Jadi kita ini mau dijadikan saksi untuk kesalahannya?"
"Pergi saja yuk. Kelihatannya disini ada kasus kalau orang yang rambutnya pendek itu memang cari kambing hitam, gawat kita,"
"Tapi orang itu di rundung? Auranya saja menakutkan begitu,"
"Sepertinya dia salah lawan deh. Biasanya kan orang pendiam auranya lebih ganas daripada orang ceria*,"
Ney hanya bisa menunduk lebih dalam, kedua tangannya menggenggam. Rita tahu itu sikap dia sudah kalah, saat Ney menundukkan kepala dia tidak melihat tetesan ajr mata kesedihan dari Rita.
Rita segera menghapusnya dan mengedipkan kedua matanya agar tampak biasa lagi. "Kamu selalu berpikir aku sangat bodoh lalu mulai melempar semua yang kamu lakukan soal Alex. Asal kamu tahu saja Alex sudah tahu kelakuan kamu bagaimana. Aku sudah katakan semuanya dengan mengirimkan semua chat, saat kamu mencari tahu info soal dia," kata Rita menatap Ney.
Ney mengangkat kepalanya. "Apa!? Kenapa kamu cerita?"
Rita tertawa sinis dan jahat padanya. "Supaya dia tahu siapa yang sebenarnya kepo soal latar. Dan tidak salah paham soal aku, kamu yang memaksa aku buat tahu semua kini yang kecewa siapa? Yang cemburu siapa? Yang memanfaatkan aku dan dia siapa? Dia tidak suka aku terlalu dekat kamu bukan karena cemburu tapi, karena kamu tipe orang palsu yang hanya butuh Status," kata Rita.
__ADS_1
Ney sama sekali tidak menjawab apapun, dia hanya... tidak bisa berpikir lagi. Semuanya hanyalah ujian, seberapa berharganya Ney bagi Rita menurut Alex. Dia menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan soal Ney.
Bersambung ...