
"Couldn't you have interfered? ( Bisa tidak sih kamu tidak ikut campur? )" Tanya Ney yang sudah rese harus membaca ceramah dari Alex. Mana dia juga sering dapat ceramah dari Arnila panjang lebar soal Rita begitu juga Rita.
"Couldn't you not interfered us too? ( Bisa tidak sih kamu tidak ikut campur tentang kita juga? )" Tanya Alex berbalik pada Ney. Dirasanya Ney juga terlalu mau ikut campur padahal tanpa dirinya pun, Alex yakin Rita bisa berdiri sendiri. Apalagi Alex melihat Ney ikut bergabung dengan komunitas yang Alex ikuti juga, kalau Rita sih oke saja tapi Ney? Mau apa dia?
"l'm not bothering you ( Aku tidak mengganggu kamu kok )," Ney sudah mulai kesal. Sampai kapan dia harus ditanya seperti agak diteror? Tapi salahnya juga yang terlalu kepo soal urusan Rita karena Ritanya sendiri cuek.
"Then why did you send her photo my cousin's? ( Lalu kenapa kamu kirim foto sepupuku kepadanya? )" Tanya Alex lagi. Untunglah selama ini Alex diam - diam memonitoring gerakan Rita. Kalau tahu, pasti akan dibanting Rita nanti.
"Well... that... ( Yah... itu...)" kata Ney yang sulit memberikan alasan lain. Dia mengibaskan poni depannya lalu tidak bisa mencari alasan lain, harus dikurangi rasa keponya.
"Stop making excuses and you know what? You're the one embarassing yourself. Why are you still meddling? ( Berhentilah banyak beralasan dan kamu tahu? Kamulah yang membuat malu diri sendiri. Buat apa kamu masih ikut campur? )" Tanya Alex yang gemas sekali pada Ney.
Selama ini apa yang dia lakukan hanyalah untuk menginformasikan kepada Rita menurutnya kalau dia lakukan sekeras mungkin, Rita akan menghargainya namun apa yang didapatkan ternyata kebalikannya. Ditambah lagi Alex yang mengetahui kalau Ney selama inilah yang selalu menyuruh Rita melakukan sesuatu diluar yang dia sukai. Pantas saja Alex merasa aneh, Rita itu agak lemot tapi kok bisa lancar tahu semua makna kalimatnya. Ini perihal tahun lalu ternyata oh ternyata ada dalang di balik semuanya.
"Hey! Rita herself invited me to be able to translate your language, okay? ( Hei! Rita sendiri yang ajak aku untuk bisa menerjemahkan bahasa kamu ya )," kata Ney bete. 'Tahu seperti ini buat apa deh aku susah payah cari tahu soal Alex untuk Rita. Ternyata Ritanya sendiri sama sekali tidak buyuh info dari aku! Mana aku juga sampai berkorban ikut komunitasnya Alex yang dimana isinya sama sekali tidak terjangkau. Otak member sana benar - benar menguraz energiku!'
Yang dimaksud komunitas Alex bukan komunitas orang kaya atau orang terkenal seperti sangkaannya Ney selama ini. Tapi orang - orang yang kadar otaknya sangat tinggi alias ber - IQ di atas 200. Yah, bagaimana tidak keblenger kan ya Rita saja rata - rata menghadapi sudah banyak tepar apalagi si Ney.
"Just translating sentences not interpreting then you just interfere until you find all about me! And I really don't like that!! ( Hanya menerjemahkan kalimat bukan mengartikan lalu kamu seenaknya ikut campur sampai kamu mencari soal aku semuanya! Dan aku sangat tidak suka itu!! )" Tegas Alex kepada Ney dan juga kepada Rita. Karena kemarin dia merasa sepertinya Rita mencari juga tapi hanya sebentar.
Ney langsung kesal dan juga kebingungan dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia sangat kurang berhati - hati, dia mulai memukul kasurnya dan sangat bete. Dia juga tentu saja melaporkannya pada Rita. Dan untungnya saat itu Rita sedang duduk santai di depan Cafe.
"Kenapa dia? Dimarahin Alex. Haaa... berbuat apa lagi sih?" Tanya Rita sambil manyun. Pukul 6 memang waktunya Rita istirahat setelah pulang dari kuliah. Setelah sholat Maghrib, dia lalu bekerja sampai jam 9 malam. Dan tentunya minta ijin ibu dan Diana untuk menginap sehari.
"Si Alex arahin gue nih! Gue kena marah dari lu sekarang si Alex. Kok hidup gue begini banget ya?" Tanya Ney di WA.
"Yaa orang hidup pasti ada ujiannya dimarahin sini sana.. Kalau tidak mau, jangan suka cari masalah. Kenapa kamu dimarahin dia?" Tanya Rita sambil rebahan di tempat karyawan.
"Ya aku terlalu semangat cari info soal dia sih," kata Ney. Dia agak sedikit lega tampak Rita tidak sejutek minggu lalu.
"Ya siapa suruh kamu segitu hebohnya," kata Rita.
__ADS_1
"Gue lakuin ini buat lu tapi malah tidak ada rasa terima kasih," kata Ney bete.
"Hah? Tidak salah? Aku selalu ya tiap kamu bantu selaluuu bilang terima kasih. Mau bukti? Nih!" Kata Rita mengirimkan kembali semua chat. Dan ada 20 kata Terima Kasih membuat Ney terdiam. Lalu teringat kalau Alex sering menyalahkannya yang katanya tidak tahu terima kasih lalu mengirimkan chat itu pada Alex juga, Rita membuka blokiran Alex.
Tentu saja sedetik kemudian Alex terkejut dari tempatnya ada notifikasi kalau Rita baru saja mengirimkan pesan. Lalu dibukanya dan dia senang bukan main tapi juga keheranan. Untuk apa Rita mengirimkan foto rekaman chatnya dengan Ney, tapi akhirnya mengerti dibawahnya terdapat keterangan.
...'Awak ni kerap terka saya takde boleh ada seronok usaha sorang. Dorang fikir nih cemana bila sorang tu pon taknak ada bagi rasa terima kasih. ...
Boleh silap tuh bila saya ramai cakap cam tu?
Dorang cakap kat saya taknak cakap 'Thanks''
... ( Kamu ini selalu berpikir saya tidak pernah menghargai dia. Kamu selalu berpikir bagaimana bisa saya tidak pernah mengucapkan terima kasih padanya. Apa pernah dia bicara begitu saat saya membantunya? Dia saja tidak pernah bilang "Thanks" ) ...
Lalu saat Alex henfak membalas, kolomnya sudah di setting off lagi oleh Rita. Lemaslah Alex tapi dia mengerti Rita masih belum bisa menerimanya kembali, Alex ingin meminta maaf karena amarahnya yang lalu.
"Oh..." itu balasan Ney dia malu juga ternyata Rita selalu berterima kasih padanya tapi dia sendiri jarang. Jadi siapa sebenarnya yang tidak punya sopan santun?
"Terima saja resikonya, aku sama sekali tidak pernah meminta kamu untuk mencari tahu soal dia kan. Aku yang kenalan lama sama dia, biar dia sendiri yang cerita soal dirinya bukan lu. Lu tidak ada hak bilang ini itu, karena lu terlalu kurang bisa aku percaya sih. Aku merasa kamu punya niat lain jadi biarkan saja Alex," kata Rita. Dia meminta ijin untuk membeli makan malah di tengah kota, Manager mengijinkannya lalu dia pergi bersama beberapa rekan kerjanya.
"Yang kenyang, ada cemilannya, minuman. Paket kali ya," jawab Rita. Akhirnya mereka dengan pilihannya masing - masing membeli makan malam.
"Kamu itu sebagai orang yang disuka sama dia masa sih tenang saja tidak tahu apa - apa?" Tanya Ney merasa aneh.
"Dia jauh dimana, aku jauh dimana. Biarkan sajalah kok kamu yang repot sih? Aku saja santai. Tidak usahlah kamu urus - urus soal aku lagi, aku saja tidak mengurus kamu kan," kata Rita yang tengah menunggu pesanan. Rekannya meluhat selintas tampak Rita begitu serius.
"Kenapa? Serius banget," katanya keheranan.
"Ini orang kepo banget sama urusan orang. Aku yang kenal dia yang heboh. Malas!" Kata Rita sambil tertawa.
"Oalaaa ikut campur urusan kamu? Sepertinyabada kesan iri," kata yang lain.
__ADS_1
"Iya memang. Tapi biarkanlah orangnya susah kalau diberi tahu dia harus kena imbas dulu baru sadar," kara Rita. Semuanya laku tertawa setelah selesai, mereka mencari toko puding, mereka juga tahu Rita sangat suka puding.
Ney yang membacanya juga entah kenapa agak lega tapi dia kecewa. Selama ini ternyata usahanya mencari info malah membuat Rita tidak peduli. dia juga berpikir kalau Rita sama sekali tidak pernah mempermasalahkan soal Alex apapun!
"Ya sudah kalau begitu kamu jangan minta bantuan aku lagi ya! Aku tidak akan bantu kamu!" Kata Ney marah.
"Hah? Aku hanya minta bantuan kamu jadi translator tapi mana? Tugas yang aku kasih kamu tidak makan sendiri, iri sendiri, bicara aku ini itu pada Alex tidak sesuai kenyataan. Kamu pikir bisa aku tetap percaya? Mana hasil translator? Kamu malah kepo sama masa lalu dia, keluarga dia, harta. Ya Allah Ney..." kata Rita. Selama ini yang dia dapatkan bukan penerjemah bahasa Alex tapi hal lain. Dan Rita tidak butuh itu.
"Kok yang kamu bilang sama sih dengan yang kata Alex? Kalian sebenarnya berencana juga ya menjebak aku kan?" Tanya Ney.
Rita termangu ternyata Alex pun merasakan hal yang sama. Lah iya! "Ohh jadi dia juga bilang begitu ya wajarlah memang terasanya begitu. Nah Alex sudah bilang hal yang sama, ya hentikan saja. Buat apa sih penasaran sama latar orang? Bagaimana kuliah kamu sudah beres?"
"Ya belumlah aku masih banyak diskusi tapi ya begitulah orang - orangnya menyebalkan! Kamu sendiri sekarang sibuk apa?" Tanya Ney yang sedang rebahan santai. Meskipun kecewa berat tampaknya Rita memang sedang tidak memikirkan soal Alex lagi.
"Aku lagi kerja di Cafe, buat cari uang tambahan," kata Rita yang baru saja kembali ke markas Cafe.
"HAH!? Lu kan belum lulus jangan - jangan lu palsuin ijazah ya? Kalau begitu sih sama saja seperti gue," Tanya Ney yang kaget.
"BAHAHAHAHA aduuh maaf ya jangan samakan kewarasan gue sama lo! Gue kan bisa pakai ijazah SMA. Mereka juga butuhnya lulusan itu," jelas Rita.
Sontak Ney punya ide, ternyata sambil kuliah Rita juga bisa bekerja. "Rita, masih ada lowong tidak? Aku mau dong tapi jangan yang sama pekerjaannya dengan kamu. Yang bonafid dikit carikan ya!" Pinta Ney pada Rita.
'Mana ada yang bonafid kerja di Cafe.' Tapi lalu Rita berpikir kalau tidak salah Bos butuh sekretaris Cafe. Akhirnya Rita tanyakan pada bosnya.
"Oh! Iya memang butuh sih tapi mana mungkin ada yang mau, Ri soalnya hanya butuh untuk 3 bulan saja sih," kata Bos Cafe.
"Ada nih Sekretaris Cafe tapi butuhnya hanya 3 bulan lu mau ga? Kalau mau aku kasih alamatnya ya, besok kamu langsung datang aja. Aku sudah bilang ke Bos," kata Rita. Ney senang sekali! Bekerja di Cafe? Ya bolehlah hanya selama 3 bulan saja, setidaknya posisinya ternyata jauh dari Rita.
Ney menyiapkan semuanya dengan semangat. 3 bulan alhasil menjadi seniornya Rita, wah dia senang sekali! Dibayangkannya juga gaji sebagai Sekretaris Cafe pastinya lebih tinggi gajinya dibandingkan Rita. Rita Rita Rita itulah yang menjadi tujuan hidupnya, hidup di atas dari Rita. Setelah selesai, dia kembali lagi pada chat dengan Alex. Yah, dia memang orang yang anti Terima kasih setelah dimintai tolong sama sekali tidak ada ucapan itu.
"Yes l'm just excited until you go into a coma, Rita will never understand! ( Ya aku gemas saja sampai kamu koma, Rita tidak akan pernah mengerti! )" Kata Ney yang memang bete banget dengan lemotnya Rita. Alex yang lelaki super wah jatuh cinta pada perempuan lemot? Yang benar saja!
__ADS_1
"Just let her be so you don't have to insult and force her. It's good that it's always been smooth because you're behind everything. Are you the one who always asks her to ask personal questions? ( Biarkan saja memang dia begitu kamu tidah perlu menghina dan memaksa dia. Pantas selama ini selalu lancar karena dibalik semuanya. Apa kamu juga yang selalu menyuruh dia menanyakan hal pribadi? )" Tanya Alex penasaran. Karena Rita dengan dia jarang sekali bertanya soal privasi, kebanyakan soal hal yang umum.
BERSAMBUNG ...