ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(211)


__ADS_3

"Astagfirullah! Perutku sakit nih!" Kata Ney yang tidak bisa menahan ketawanya karena mendengar cerita horor lucu versi Rita. Kebanyakan orang kalau lihat atau mendengar suara aneh pasti ngibrit lah ini malah dilempar banyak buku, sungguh kocak banget!


"HAHAHA gue juga berusaha menyudahi tawa nih tapi masih teringat terus. Ya Allah coba kamu buat cerita horor komedi pasti laku, Ri," kata Arnila yang berusaha bangun dan duduk biasa tapi akhirnya roboh lagi.


Padahal baru tadi mereka semua stres dan marah - marah sekarang ditimpuk dengan cerita horor tapi komedi sudah tentu membuat mereka berdua yang tegang, malah tertawa dengan puas. Di suatu hari nanti saat mereka semua saling menjalani jalannya masing - masing sudah tentu mereka akan merindukan kehadiran Rita.


"Yah, telatlah aku kan sudah bekerja mengajar juga. Sudah cukuplah penghasilanku," kata Rita yang ikutan tertawa melihat tingkah mereka berdua. Sebenarnya sih Rita bingung bagian mananya yang membuat mereka berdua tertawa lepas. Bukannya ceritanya cukup mengerikan ya🙄🙄.


"Lalu apa masih ada cerita lagi? Pengalaman kamu mengalami hal mistis terasa seperti bodor. Itu kan terjadinya di rumah kamu sendiri ya?" Tanya Arnila yang masih belum bisa menghentikan tawanya.


"Kalian kalau terus ketawa bisa nangis juga lho. Iya dirumah sendiri, parah memang Toyol juga ada sampai Kunta. Tapi malaikat juga pernah lihat lho," kata Rita yang berusaha menghentikan mereka terus tertawa. Apa boleh buat deh harus diceritakan juga meski Rita yakin mereka tidak akan percaya.


Alex sudah tidak ada diantara mereka karena sepertinya pekerjaannya dimulai lagi dan mereka berdua sekarang mulai bisa mengatasi rasa geli yang menjalar. Ternyata setelah selesai makan siang, dia tempatnya dia kembali ke kantornya untuk memeriksa pekerjaan pegawainya. Sesekali dia duduk bersandar di kursi besarnya dengan tidur sebentar dia tidak ingin melewatkan momen seru bersama Rita. Saat sedang tertidur lelap, beberapa karyawannya mengendap - endap menyimpan pekerjaan mereka di atas meja lalu dengan menutup pintu kantornya pelan - pelan.


"Boss is sleeping? ( Bos sedang tidur? )" Tanya A.


"Yes, you better be careful even though he sleeping, his ears just like Rabbit always on


( Ya, lebih baik kalian berhati - hati meskipun dia sedang tidur telinganya seperti kelinci, selalu on )," jelas Manager.


"Why is he always angry at work? Isn't he bored? I wonder what if later he has a wife


( Kenapa dia selalu marah setiap bekerja? Apa dia tidak bosan? Aky penasaran bagaimana kalau nanti dia punya istri )?" Tanya B dengan heran.


Bos mereka memang sangat senang marah dan teriak - teriak dan itu sudah menjadi semacam terompet peringatan. Alex hanya datang ke kantor sebulan sekali tapi sekarang sampai setiap hari.


"He really is. Better be careful if your work goes wrong. He won't hesitate to throw all the paper


( Dia memang begitu. Lebih baik waspada kalau pekerjaan kamu banyak yang salah, dia tidak akan segan - segan melemparkan semua kertas )," jawab Manager sambil merendahkan suaranya takut Alex bangun.


Alex memang masih bisa mendengar semua karyawannya berbicara, secara tidak mereka sadari Astralnya Alex berada tepat di hadapan mereka semua dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Dia menahan gertakan giginya dan menahan amarah, bukannya bekerja ternyata mereka bergosip tentang dirinya. Meski dia mengakui beberapa pegawai perempuan memang berusaha menarik perhatian dan hatinya, tapi itu mereka lakukan hanya untuk statusnya. Tidak ada perempuan yang benar - benar membuatnya berpaling dari dunianya kecuali Rita.


"Do you remember how he treated the new employees who were young?


( Apa kalian ingat bagaimana dia memperlakukan pegawai baru yang masih muda? )" Tanya wanita yang bertugas sebagai memfotokopi kertas data.


"Oh! He didn't even glance at her at all. He's still normal right?


( Oh! Dia sama sekali tidak meliriknya. Dia masih normal kan? ) Tanya C berhati - hati.


"Of course he's still normal only yes it's fierce. But it's a good job Me as an employees really admires him

__ADS_1


( Tentu saja dia masih normal hanya ya itu galak sekali. Tapi pekerjaannya memang bagus. Aku sebagai karyawannya sangat mengaguminya )," kata A dengan hati yang bahagia. Yang lain pun setuju mengakuinya. Apapun yang Alex kerjakan, memang sangat bagus hasilnya tempat mereka pun sering kali dipuji oleh banyak perusahaan.


"As far as I know the young employee is teasing him openly


( Setahuku pegawai muda itu terang - terangan menggodanya )," jelas Manager yang ternyata sangat senang bergosip. Oh iya Manager Alex itu lelaki ya bukan perempuan jadi bayangkan saja, lelaki senang bergosip. Pantas Alex sering memarahinya.


"How so brave! ( Berani sekali! )" bisik karyawan lainnya yang langsung disetujui. Well, bukan hanya sekali tapi puluhan pegawai wanita memang mengincar dirinya. Makanya dirinya hanya datang ke kantor sebulan sekali untuk memeriksa hasil pekerjaan mereka. Selebihnya, ibunya yang mengurus karena ibunya sudah biasa mengatasi pekerjaan kantorannya.


"After that, the boss is completely uninterested even though the young employee is dressed sexy


( Setelahnya, Bos sama sekali tidak tertarik meskipun pegawai muda itu berpakaian seksi )," kata B sambil menutup mulutnya dan merasa senang.


Alex yang berdiri di hadapan mereka benar - benar terus mendengarkan percakapan mereka. Dia ke tempat Rita setelah memarahi semua karyawannya tapi dia ingin tahu isi obrolan mereka juga. Inilah kenapa dia sangat tidak suka orang - orang yang senang membuat waktunya untuk hal yang tidak bermanfaat.


"Does the Boss have a girlfriend?


( Apa Bos sudah punya kekasih? )" Tanya wanita yang ternyata Wakil manager.


Alex menggeleng - gelengkan kepalanya dan memegang dahinya, tidak percaya sampai wakil manager pun ikutan. Apalagi sampai bertanya soal apakah dia sudah punya kekasih? Alex juga berpikir kalau ada yang bertanya bagaimana ya. Rita itu istimewa tapi dibilang kekasih juga, dia pikir Rita adalah perempuan yang kekanakkan tapi sifatnya itu bukan buatan tapi memang alami.


"I'll be heartbroken. Although his temper is ugly but he is very handsome! That's why I'm trying so hard to work here


( Aku akan patah hati. Meskipun peringainya jelek tapi dia sangat tampan! Itulah kenapa aku berusaha keras bekerja disini )," kata B dengan kedua matanya yang berbinar - binar


"WHAT!?" Teriak semua pegawai wanita.


"Shhh... if the boss wakes up, we're in trouble!


( Sssttt... kalau bos bangun, kita dalam masalah! )" Manager meletakkan telunjuknya di depan mulutnya memberi peringatan pada semua pekerja.


Sontak mereka langsung menutup mulutnya dan berbicara bisik - bisik. Alex hanya terus menyimak sambil menahan amarah. Dalam badannya pun terlihat kerutan alisnya yang tampak menahan emosi.


"Ah, that's right. Are you sure the boss has a girlfriend? Oh, all female employees will be heartbroken to hear that


( Ah, benar juga. Apa kamu yakin bos sudah memiliki kekasih? Oh, semua pehawai wanita akan patah hati setelah mendengarnya )," kata wakil manager. Dia pun sebenarnya naksir tapi sayangnya sudah punya suami tapi toh suaminya bekerja berbeda tempat dengannya. Mengagumi bosnya memang menjadi penyemangat dirinya untuk giat bekerja.


"I've seen his smile when we met it was very miraculous event


( Aku pernah melihatnya saat kita rapat itu adalah kejadian yang ajaib sekali )," kata Thomas yang berpikir baru kali ini dia melihat Alex tertawa geli. Kira - kira dengan siapa ya dia chat? Sayang Alex sangat menjaga privasi hidupnya meskipun Thomas adalah teman kerja yang paling dekat, tapi Alex tidak pernah menceritakan wanita misterius itu.


"Doesn't he smile often? ( Memangnya dia jarang tersenyum? )" Tanya karyawan lain yang akhirnya membentuk lingkaran oval yang panjang.

__ADS_1


"Our boss never smiled at all. AT ALL


( Bos kita sama sekali tidak pernah terlihat tersenyum. SAMA SEKALI )," Kata Thomas tersenyum lalu kabur.


Mereka yang melihatnya mengingat lagi memang jarang sekali bos mereka tersenyum ataupun melemparkan pujian.


"Wow! Then there is someone who can attract his heart if she can make him smile


( Wow! kalau begitu, ada seseorang yang bisa menarik hatinya bila dia bisa membuatnya tersenyum )" Tanya A penasaran.


"Definitely ( Pastinya )," jawab Managernya dengan menyilangkan kedua tangannya berpikir mungkin memang ada sambil melirik memastikan Alex belum bangun.


"I wonder what kind of woman can win his heart?


( Aku penasaran wanita seperti apa yang bisa mendapatkan hatinya? ) Tanya B ingin tahu, mungkin saja dengan mengetahuinya dan bisa kenal dia bisa lebih mengerti.


"That is a secret ( Itu rahasia )," balas Managernya.


"Mam, what's wrong? ( Bu, ada apa? )" Tanya salah satu karyawan yang masih ribut melihat wakil manager berlalu ke kantornya lagi.


"I have to get back to work. I don't want my worksheet to be thrown away. You guys also better stop gossiping about it and get to work


( Aku harus kembali bekerja. Aku tidak mau sampai lembar pekerjaanku dilempar. Kalian juga lebih baik hentikan bergosip tentangnya dan mulai bekerja )," katanya yang mulai berjalan cepat. Tanpa mereka sadari Wakil Manager melihat siluet Alex yang sedang berjalan menuju pintu kantornya.


"Boss is still sleeping si we have a little free time


( Bos kan masih tidur jadi kita masih punya waktu luang sedikit )," kata karyawan itu sambil memiringkan kepalanya. Tapi Wakil Manager sama sekali tidak peduli dia memilih kabur tepat waktu.


"I'm just warning you ( Aku hanya memperingatkan saja )," katanya sambil menutup pintu kantornya.


Mereka semua tampak aneh, Manager waspada juga tapi dia melihat kelihatannya bosnya masih tertidur padahal Alex sudah berada di belakang pintu kantornya dan membuka langsung menuju kerumunan. Sebagian karyawan yang tidak membentuk tim bergosip melihatnya, lalu buru - buru fokus dengan pekerjaannya. Mereka semua tidak sempat memberi peringatan pada pekerja yang ada di lorong kalau bosnya sudah bangun. Dan tampil dengan tampang lebih sangar.


"What are you talking about? ( Apa yang kalian bicarakan? )" Tanya Alex yang menahan kepalan kedua tangannya.


"Oh, we were talking about... ( Oh, kami sedang membicarakan mengenai...)" jawab pegawai wanita yang lalu melihat ke belakangnya dan membeku.


Sebagian yang tadi bergosip lalu heran dan mengikuti gerakan melihat ke belakang mereka dan tampak wajah mereka yang berubah menjadi :



Mereka semua membeku di tempat, mau kabur pun sudah tidak sempat. Sebagian bersiap - siap untuk menutup telinga. Apalagi Manager yang langsung gemetaran di tempat melihat wajah Alex yang memerah seperti katup panci rebusan daging.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2