
"Memangnya kamu tahu alamatnya Syakieb? Kan aku yang sering chat sama dia lho," kata Ney dengan nada genitnya.
"Terus kenapa kamu tidak sekalian kasih tahu alamatnya daripada memberitahu?" Tanya Arnila memandanginya.
"Ya nanya dong masa aku kasih gitu saja," katanya.
"Tidak usah, aku sudah minta langsung ke Syakieb alamat rumahnya. Ini kan?" Rita menunjukkan alamatnya pada Ney. Ney melihatnya dan langsung bete.
Arnila tertawa melihatnya, Ney inginnya Rita meminta alamat Syakieb tapi ternyata Syakieb sudah langsung memberitakannya.
"Kenapa sih harus dikasihkan ke rumahnya? Padahal suruh saja bertemu disini," kata Ney cemberut.
"Terus kamu mau macam - macam lagi sama dia? Mau memintanya mengikhlaskan barang yang bukan milik dia? Matre lo! Sudah ini kita langsung ya kalau kelamaan, kita pulangnya kemalaman!" Kata Rita tanpa memberi kesempatan pada Ney untuk menyanggah. Arnila mengangguk setuju.
Sekitar jam 3 sore, Rita dan Arnila menuju kediaman Syakieb dengan Ney yang akhirnya memutuskan menunggu di cafe. Sesampainya di kediamannya Syakieb, mereka berdua terpukau dengan pemandangan rumah tersebut.
"WOOOW!" Teriak mereka berdua bersamaan.
"Cantik banget! Wah banyak bunga mawar nya!" Seru Arnila terkagum - kagum. Mawar - mawar itu terawat dengan baik dengan berbagai macam warna.
"Seperti rumah Barbie ya," kata Rita yang senang dengan taman tersebut. Banyak kupu - kupu beterbangan di halaman tersebut. Rerumputan Manila yang biasanya dipakai di lapangan sepak bola, tersebar sampai belakang. Kok tahu? Karena sama semua rumputnya.
Lalu saat mereka masuk, bukan bebatuan yang menyambut mereka tapi lantai yang terbuat marmer dengan motif gambar bebatuan yang cantik tampak nyata yah, sebagian memang ada batunya juga sih. Asri banget dengan kupu - kupu besar yang beterbangan.
"Iya ya ini sih tidak main - main perawatannya, Ri," kata Arnila.
Saat mereka berdua tengah memandangi bunga mawar, saat itu juga dari dalam rumah istri dan Syakieb sudah melihat kedatangan mereka. Sang istri mendekati jendela dan mencari perempuan yang dekat dengan tuan suaminya itu.
"Yang mana yang dekat dengan Tuan kamu?" Tanyanya penasaran.
Syakieb melihat ke jendela samping istrinya, "Yang berjilbab," katanya.
Istrinya bengong dan memandangi suaminya dengan tidak percaya, Syakieb membalas dengan menaikkan bahunya. "Oh, itu. Diluar tipenya. Kamu juga suka dia?"
"Dia tidak suka saya," kata suaminya dengan lembut.
Istrinya laku tertawa keras, suaminya mencium kening istrinya. "Karena dia sudah terpaut duluan pada Tuan kamu yang kurang ajar itu. Aku akan siapkan minuman dan kue ya. Kamu dititipi sesuatu kan?"
Suaminya mengangguk dan dia mengambil 3 kotak yang dititipkan Alex lewat saluran pribadi. Kotak pertama adalah kotak hitam berukuran sedang dengan berpitakan emas berisikan cokelat putih bermerk Whittakers White Chocolate With Peanut Butter, Creamy Milk And Hazelnut, beratnya 100 gram dan terdapat 3 kemasan dalam kotak tersebut. Kesannya Rita yang lembut selalu berusaha membuat Alex betah dan nyaman seperti dirinya yang asli. Dan Rita juga tidak keberatan bila Alex membuka sosok aslinya yang hancur.
Kotak kedua, kotak hitam berpitakan warna hijau terang berisikan cokelat Ritter Sport Schokowurfel Yoghurt kombinasi buah Strawberry dan Blackberry. Yang benar - benar lezat ada sedikit keasaman menambah kesan misterius, sepertinya Alex merasa kalau Rita memang sosok misterius selama dia kenal dengannya dan juga tomboi. Jadi karakter cokelat yang satu ini sangat pas dengan karakternya. Tentu saja dengan 100 gram masing - masing terdapat 3 buah jadi isinya ada 6 buah.
__ADS_1
Kotak ketiga, kotak hitam berpitakan warna ungu metalik berisikan Cokelat Cadbury Milk, ukuran 165 gram terdapat 6 buah. Kesannya daya imajinasi Rita bisa membuat Alex melambung tapi kadang kepleset juga yang membuatnya jatuh dengan manis ke dalam kubangan susu. Kalau yang ini tidak perlu ya diperlihatkan penampakan cokelatnya karena pasti sudah tahu seperti apa.
Authornya jadi ngiler juga
Syakieb tersenyum menatap 3 kotak yang sudah dipersiapkannya, melihat tas yang dibawa Rita adalah ransel besar mungkin cukup ya. 😀😀. Lalu Arnila mengetuk pintu bergantian, Syakieb lalu membukanya.
"Silakan masuk. Ney?" Tanya Syakieb memandangi mereka berdua.
"Menunggu di seberang," jawab Rita dengan sopan.
Syakieb tersenyum mengerti lalu mereka berdua masuk dan duduk berdempetan. "Perhiasannya pakai bungkusan kentang soalnya Ney tidak membawa tempatnya," kata Rita mengeluarkan bungkusannya kepada Syakieb.
Dia tertawa melihatnya tapi tidak ada aroma kentang jadi aman. "Iya tidak apa - apa. Oh iya tunggu sebentar Alex menitipkan sesuatu juga buat kamu," sambil mengambil bungkusan itu, Syakieb menghilang ke dalam.
Istrinya keluar dengan membawakan baki berisi minuman dan kue buatannya. Saat istrinya menyimpan minuman, mereka berdua membantunya. Istri Syakieb hanya tersenyum, "Tidak perlu dibantu, saya bisa sendiri."
Dengan gerakan serentak pula mereka kembali duduk. "Jadi kamu yang dekat dengan Alex? Kalau kamu sih saya bisa setuju semoga kamu tidak merasa repot dengan orang seperti Alex,"
"Hahaha memang Alex merepotkan," kata Rita pelan.
"Silakan diminum selagi hangat. Ini saya buat kue, dimakan ya," kata istri Syakieb lalu masuk ke dalam lagi.
"Minum yuk. Hmmm harum ya," kata Rita yang meneguk lagi.
"Ini bisa jadi minuman penyemangat kalau kamu penat," kata Arnila yang mencoba meminumnya lagi.
"Kira - kira Alex menitipkan apa ya? Uang?" Tanya Arnila.
"Dia itu diluar dugaan sih," kata Rita makan kue dengan sopan.
Lalu Syakieb keluar sambil membawa banyak kotak dan meletakkannya di meja. Mereka berdua melihatnya dan bengong. Kotak perhiasan yang besarnya lumayan terdapat semua isinya dengan komplit termasuk perhiasan yang dibawa oleh Ney.
"Serius itu perhiasan yang dipinjam?" Tanya Rita.
"Tahu dari mana?" Tanya Syakieb terkejut.
"Aku paksa Alex untuk memberitahu," jawab Rita.
"Hahahaha Alex benar - benar takut sama kamu ya. Oh iya ini adalah titipan dari Alex katanya makanan buatan kamu enak sekali. Silakan," kata Syakieb mendorong kotak tersebut pada Rita.
"Ini semua? Serius?" Tanya Rita bengong.
Arnila melihatnya selintas merasa iri tapi ditepisnya karena itulah rejeki Rita yang selalu baik ke siapapun. Jadi buat apa dia iri segala?
Syakieb tersenyum lalu mengangguk. Rita masih dengan tatapan yang kaget, Arnila tidak diragukan lagi. Lalu berbisik, "Benar kan Alex suka sama kamu. Ini cokelat mahal lho,"
Rita mendengarnya terkejut lalu membuka kotak itu satu per satu. Hampir saja ilerannya keluar saking harumnya cokelat itu. 😆😆😆
__ADS_1
"Hmmm yummy, kamu mau nil?" Tanya Rita.
Arnila langsung berkaca - kaca dan Rita tertawa. "MAUUU!"
Syakieb memperhatikan Rita dengan tertawa. Kelakuan Rita sama sekali tidak terduga juga meskipun cokelat itu memang diberi hanya untuk Rita, tapi Rita senang berbagi.
"Saya punya kotak kecil. Mau pakai itu? Saya akan ambilkan," kata Syakieb yang langsung menuju ruangan lain.
"Wah boleh tuh!" Kata Rita lalu mengeluarkan cokelat dari tiap kotak hitam itu.
"Tidak apa - apa, Ri? Ini kan cokelatnya buat kamu," kata Arnila ragu tapi mau hahaha!
"Kamu sama Ney kirim makanan juga kan buat Alex. Tidak apa - apa kan cokelatnya sudah aku terima jadi terserah aku mau dibagaimanakan. Kalau Alex keberatan, nanti aku yang marahin dia!" Kata Rita tertawa sambil memotong - motong cokelat sesuai garisnya.
Arnila memandangi Rita yang sibuk memotong dan menghitung. Sayang sekali berteman dengan Rita tidak selancar yang dibayangkan karena ada Ney.
"Makasih makasih ya," kata Arnila yang senang banget.
"Hahaha iya iya," jawab Rita lalu menunggu Syakieb datang.
"Aku mewakili Ney dia pasti tidak akan mengucapkan makasih sama kamu," kata Arnila.
"Mau maunya kamu mewakili dia. Kalau aku sih ogah!" Kata Rita yang sudah membagikan cokelatnya.
"Biarin! Pahalanya aku dapat banyak. Oh iya jangan sebanyak itu, sedikit saja 5 keping cokelat tiap kotak saja Rita kamu pasti kan makannya dengan keluarga takut kehabisan," kata Arnila.
"Okelah!" Kata Rita tertawa.
Dibalik percakapan mereka, Syakieb dan istrinya mendengarkan. Istrinya mengacungkan jempol pada suaminya. Lalu suaminya berjalan keluar sambil membawakan 2 kotak yang berukuran sedang.
"Ini. Boleh saya bertanya?" Tanya Syakieb sambil menyerahkan kotaknya tersebut.
"Ya," kata Rita yang kemudian memasukkan cokelat yang sudah dibaginya.
"Kenapa kamu mau membagi makanan yang kamu punya? Kamu pasti tahu kalau aku juga banyak memberi cokelat dan kue kepada Ney tapi dia tidak pernah membagi kepada kalian," kata Syakieb dengan keheranan.
"Berbuat baik kan tidak perlu alasan, Pak. Lagipula saya sudah terbiasa dengan berbagi. Punya uang lebih, saya traktir keluarga atau teman atau bisa juga memberikan uang kepada keponakan, punya makanan juga saya suka berbagi. Meski kadang saya makan sendiri," kata Rita dengan santai.
"Diajarkan ayah kamu ya, Ri?" Tanya Arnila.
"Iya katanya kalau punya berlebih, beri sedikit bagi yang butuh. Itu caranya kita dapat pahala kan, lebih seru kalau makan bersama daripada sendirian hehehe seperti cokelat ini. Saya punya banyak, jadi saya bagi untuk kamu dan Ney. Meskipun Ney jarang membagi makanannya ke kita, biarkan saja," kata Rita menyerahkan kotak ke Arnila.
"Sekaligus berbagi penyakit juga," kata Arnila tertawa.
"Saya tidak terlalu tahan dengan cokelat sih," terang Rita kepada Syakieb.
"Oh! Ada efeknya? Saya akan beritahu Alex agar tidak memesan cokelat lagi," kata Syakieb.
"Tidak apa - apa kalau mau memberi hahaha kalau terlalu banyak bisa sesak nafas dan batuk berdahak sih. Sampai sakit kepala dan kalau makan terlalu banyak bisa mimisan. Ribet memang!" Kata Rita menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...