ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(264)


__ADS_3

Ney terdiam, dia tidak bisa menemukan kalimat lain untuk menyanggahnya dan kenyataannya memang dia mengatakan itu pada Alex agar dia bisa mendapatkan banyak keuntungan dari Rita. Dan itu aslinya terbaca oleh Alex apalagi Rita yang sekarang mulai tersadar.


"Dengar ya sekarang, gue juga tidak bisa anggap lu sama lagi seperti sebelumnya saat lu meremehkan keberadaan gue. Gue yakin banget lu memang punya niat jahat ke gue, gue sadar sih lu seperti sedang mengumpulkan sesuatu soal gue entah dari mereka semua atau gue sendiri. Lu tidak akan pernah mendapatkan apapun yang lu inginkan dari gue kalau lu berharap begitu lebih baik cari orang lain deh. Setelah bully aku, sekarang lu berusaha menjauhkan mereka dari aku dengan mengatai kejelekan ku? WOW! Lu total parah! Tidak semudah itu, Ferguson!" Bentak Rita yang kemudian meninggalkan Ney dan tidak lupa melemparkan ponselnya. Ney langsung menangkap ponselnya dengan tepat sebelum jatuh ke lantai.


Jantung Ney berdebar kencang tidak menyangka kalau Rita bisa membentaknya dan dia ketakutan sekali. Dia marah juga tidak bisa membantah semua yang dikatakan oleh Rita, ingin menangis rasanya bukan karena sedih tapi dia merasa kalah. Memang begitulah, dia hanya menangis kalau sudah kalah tanding selama inipun memang begitu. Meronta - ronta sambil komat kamit teu puguh memang sudah jadi kebiasaannya. Kemudian dia mendapat ide, dia akan melaporkannya pada Alex sudah tentu Alex pasti akan memarahi Rita.


"Hey, do you know what Rita is doing to me right now? ( Hei, apa kamu tahu apa yang Rita lakukan padaku sekarang? )" Tanya Ney, melihat sepertinya Alex lupa mematikan inbox chatnya di PB.


Saat itu Alex tidak berada di kantornya, sahabatnya Ion sedang bermain ke sana dan menunggu dirinya untuk mengajaknya makan siang dan juga memaksa Alex menceritakan tentang wanita idamannya. Dia sangat senang sekali mengetahui Alex sekarang sudah tidak murung dan lebih bersemangat lagi. Ponselnya pun tertinggal dan Ion memakainya untuk memainkan game kesukaannya. Lalu nampak lah chat dari Ney, dia lalu membukanya sambil melihat sekitar. Tapi dia merasa aneh sepertinya itu bukan wanita idamannya karena isi chatnya bukan main parah balasan dari Alex.


Ion iseng membalasnya nampaknya ini orang yang Alex ceritakan sebagai musuh yang bernama Rita itu. Orangnya super kepo, kasihan yang jadi temannya ternyata hanya dianggap sebagai hiasan.


"What is she doing? ( Apa yang dia lakukan? )" Tanya Ion penasaran. Kenapa juga harus dilaporkan pada sahabatnya itu? Sepertinya nih perempuan sangat suka mencari masalah melaporkan apa yang dialaminya agar Alex membelanya? Wuidih!


Ney tersenyum, Alex pasti akan langsung memarahi Rita karena dia tahu dari Rita kalau Alex selalu membelanya. "She scolded me in front of all her friends saying that I am not valuable person for her because I told her friends about her ugliness. I just mean to be honest so that they are not easily fooled by Rita's innocent look. I guess all this time they are all fooled by Rita's charming face


( Dia memarahiku di depan semua temannya bilang kalau aku ini bukan orang yang berharga buat dia karena aku menceritakan pada teman - temannya soal kejelekan dia. Aku kan hanya bermaksud jujur agar mereka tidak mudah tertipu dengan tampang polosnya Rita. Aku menduga selama ini mereka semua tertipu dengan wajah menawannya Rita ),"


Ion yang membacanya menggarukkan kepalanya, ada juga wanita jahat seperti ini ternyata. Dan lebih jahatnya lagi dia tidak ada rasa malu menceritakan keburukan temannya sendiri ke orang yang tidak dikenalnya. Pertemanan antar wanita memang hal yang paling menakutkan makanya teman perempuan Ion sangat sedikit.


"I agree with what Rita did to you because you shouldn't say bad things about your own friends. If there is a problem solve it well, don't attack it through the back. You did it on purpose so that they side with you? But unfortunately you are the one who Will be embarrassed to be humiliated by her friends

__ADS_1


( Aku setuju dengan yang Rita lakukan pada kamu karena kamu tidak sepantasnya mengatakan hal buruk soal teman kamu sendiri. Bila ada masalah selesaikan secara baik - baik jangan menyerangnya lewat jalan belakang. Kamu sengaja melakukannya agar mereka memihak kamu? Tapi sayang kamulah uang akan dipermalukan oleh teman - temannya )," menurut Ion ya memang begitu.


Ney membacanya dan kaget dengan apa yang dilihatnya. Dia memijat kepalanya kenapa Alex malah membela Rita bukan dia? Lah, situ siapa?


"But she mocks me too. Moreover she made her friends attack me. You are strange to like a veiled woman whose behavior likes to bully


( Tapi dia mengejek aku juga. Apalagi dia membuat teman - temannya menyerang aku. Kamu aneh bisa menyukai perempuan berkerudung yang kelakuannya suka membully )," balas Ney dengan wajah yang menyeringai. 'Kali ini habislah kamu, Rita!' Pikir Ney dengan senyuman kemenangan yang sudah jelas ada di hadapannya. Dia akan menunjukkan apa kata Alex kepada Rita.


"Weren't you the one who bullied her until she cried, feeling the hurt in her heart? Do you mean to distort the facts? Stop lying, how hard is it for you to tell the truth? And don't you ever mock a veiled woman if the person does have a beautiful heart, you are the one who is evil. Stop bothering my best friends favorite woman unless you want to get banned from his country if you have the opportunity to play there?


( Bukannya kamu yang membully dia sampai menangis merasakan luka di batinnya? Apa kamu bermaksud memutarbalikkan fakta? Berhentilah berbohong, apa susahnya kamu berkata jujur? Dan jangan pernah kamu mengejek perempuan berkerudung kalau orangnya memiliki hati yang cantik, kamulah yang jahat. Berhentilah mengganggu wanita kesayangan sahabat saya kecuali kamu mau terkena banned dari negara dia kalau kamu berkesempatan main kesana? )" Kata Ion yang langsung menakutinya.


Ney kaget ternyata yang membalasnya bukanlah Alex tapi sahabatnya. Dan dia juga yang membalas chat Ney. Malu iya, tidak terduga malah dia menceritakan sendiri semuanya. Alex juga ternyata punya sahabat yang sangat dekat apalagi perihal Rita juga dia ceritakan semuanya termasuk Rita yang sedih karena bully yang mereka berdua lakukan. Dan sekarang sahabatnya malah tahu kalau Ney bermaksud memutarbalikkan kenyataan yang ada. Alex juga ternyata sampai dimarahi sahabatnya sendiri meskipun keduanya lelaki tapi berbeda dengan Alex, mereka lebih menghargai perempuan. Meskipun ada juga yang jahat.


"Kamu sudah lama?" Tanya Alex yang membawa beberapa dokumen.


"Lumayan. Sudah selesai?" Tanya Ion melihat Alex yang menaruh dokumen itu di mejanya dan membuka dasinya menurun sedikit. Alex memakai kemeja berwarna biru dan dasi hitam berpin, dadanya tampak basah karena keringat.


"Sudah, akhirnya mereka menyelesaikan tugasnya dengan baik. Ada pesan untukku?" Tanya Alex pada Ion. Dia takut Ion membalas chat Rita, dia kadang sangat jahil.


Ion tertawa melihatnya. "Tenang aku tidak membalas apapun kalau wanita kesayanganmu men-chat. Hanya saja... ada wanita jahat yang sepertinya membuat masalah lagi dengan kesayanganmu, aku yang membalasnya. Kamu berteman sama dia juga? Seriously?" Tanya Ion yang ponsel Alex langsung disambar oleh pemiliknya.

__ADS_1


"Dia bilang apa?" Tanya Alex dengan nada serius. Ney benar - benar bukan tipe kalem orangnya dia memang sering sekali membuat masalah entah sengaja atau tidak kalau masih berhubungan dengan Rita.


"Lihat saja," kata sahabatnya yang menguap dan berbaring di sofa lembut Alex sambil meminum kopi kesukaannya.


Alex membacanya dan geram dengan kelakuannya, akhir - akhir ini Rita juga stres dengan pekerjaannya tapi Ney sama sekali tidak bisa menjaga kelakuannya apalagi keinginannya untuk bertengkar dengan Rita. Kadar kesabaran Rita sudah sangat jelas terbaca oleh Alex. Sampai Rita juga kurang perhatian pada Alex eh cieee gara - gara Ney selalu membuat ulah.


"Coba kamu bertemu dengan Rita langsung datang ke rumahnya," kata Ion memberi saran.


Alex memandanginya dan berpikir. "Belum waktunya, aku masih banyak pekerjaan. Dia juga mulai kuliah S2 kan, aku takut mengganggunya,"


"Kamu mau serius sama wanita ini? Yakin dia tidak akan sama seperti Kayla? Padahal kita sudah berkali - kali kan memperingatkan kamu, kalau Kayla hanya di depan kamu saja dia baik tapi belakangnya..." kata Ion yang terhenti karena Alex memandanginya.


"Yah, aku memang bodoh sekali. Lagipula Rita menertawakan ku dengan keras soal cerita Kayla. Baru kali ini ada perempuan yang senang sekali menertawai aku," kata Alex yang bersandar di kursinya dengan tersenyum.


Ion melongo mendengarnya. "Hah? Kamu ditertawakan? Berani juga dia," kata Ion manggut - manggut pantas Alex merasa nyaman rupanya wanita bernama Rita ini memang tidak pernah menyembunyikan jati dirinya.


"Sangat berani tampaknya dia sama sekali tidak takut meski nanti kami berdua bertemu. Kamu mau ikut juga tapi bawa pacar kamu ya," kata Alex duduk dengan tenang. Baru kali ini Ion melihat keseriusan dalam mata Alex tentang Rita.


"Jaga dia. Jangan sampai kamu mengalaminya sama seperti Kayla. Rita ini tampaknya kuat sekali tapi meski begitu dia juga seorang wanita dan bisakah kamu lebih tenang? Kamu sering melontarkan kalimat kasar, itu yang membuatnya hancur jangan sampai kamu mengulangi hal yang selalu kamu lakukan pada Kayla. Sebisa mungkin kalau kamu marah, ingat penyakit kamu," kata Ion yang simpati pada sahabatnya.


Dia melihat Alex berpikir sudah sangat sempurna punya banyak hal, kemampuannya yang bisa mengolah segala macam pekerjaan, kekayaannya yang berlimpah semenjak dia berusia 10 tahun, penggemar yang berlimpah juga tapi meskipun begitu namanya juga manusia tidak ada yang sempurna. Tidak ada perempuan satupun yang mampu menerima dirinya yang berkekurangan pada jantungnya. Semua termasuk Kayla yang berdekatan dengannya hanya untuk mendapatkan pamor, derajat dan martabat ada juga yang pansos. Tidak ada yang bisa membuatnya tertawa dan berteriak senang. Selama ini dia harus menderita dan akhirnya bertemu dengan Rita, yang mampu membuatnya gila setiap hari.

__ADS_1


Sampai akhirnya Kayla pun... bisa merasakan banyak keuntungan membuatnya lupa akan dunianya sendiri. Ion berharap Rita tidak akan sampai tertipu dunia ini apalagi dari cerita Alex soal Rita yang lebih memegang Rumah Masa Depan, semoga saja benar adanya. Ion ingin Alex juga bisa merasakan kebahagiaan sejati.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2