
Sisi lain setelah hebohnya berita putus Alex dan Ameera, Ojon datang ke rumah Ameera dan disambut riang oleh Ameera dengan memakai atasan mini transparan, membuat Ojon semakin semangat. Mereka berpelukan dan Ojon mengecup leher Ameera.
"Kenapa kamu menolak panggilanku berkali - kali?" Tanya Ojon yang agak marah.
Ameera tidak menjawabnya hanya mengecup bibir Ojon dengan penuh gairah, sadar kekasihnya sangat merindukannya dia pun membalasnya dengan penuh cinta. Ameera mengerang lidahnya dilumat habis oleh Ojon lalu mereka berhenti sambil Ojon memegang lembut dagu Ameera.
"Orang tuamu kemana?" Tanyanya sambil melirik ke dalam rumah. Nampak sepi sekali.
"Menurutmu? Mereka lebih mementingkan urusan anak orang lain daripada anaknya sendiri. Aku sudah biasa," kata Ameera meminta ciuman lagi.
Saat berciuman, Ameera bermaksud membuka baju atasan Ojon tapi ditolak. "Ke hotel yuk," ajak Ojon.
"Tidak mau disini? Sepi kok," goda Ameera.
"Tidak enak karena aku ingin kasar denganmu." Kata Ojon sambil mengecup leher Ameera. Ameera geli merasakannya dan mengerti.
15 menit kemudian mereka sudah berhenti di depan hotel mewah. Kini Ojon mulai berani karena Ameera menginginkannya. Yah, namanya juga lelaki dimana ada kesempatan disitulah ada kesempitan. Apalagi Ameera duluan yang membuka kesempatan itu tentu saja Ojon mana mungkin menolak. Mereka memesan 2 kamar yah buat kedok saja sih supaya tal terlihat banget niat mereka disana. Satu kamar mereka tidak pakai, dan mereka memakai kamar yang satunya lagi.
Uang bukanlah masalah untuk mereka berdua karena sama - sama kaya juga. Saat memasuki kamar, Ameera mengikat rambutnya keatas sehingga nampak lah garis lehernya. Ojon langsung mengunci pintu kamar dan membuka ikat pinggangnya dengan cepat lalu meluncur memeluk Ameera dari belakang. Ojon tak bisa lagi menahan tubuh indah Ameera lalu mulai agresif melepaskan rok mininya dengan cepat dan membuka yang dia pakai. Ameera gembira sekali apa yang tengah Ojon lakukan, dia hanya mendesah dan agak menahan tubuh Ojon.
Ojon menidurkan Ameera dengan badan tertelungkup jadi Ojon menyerangnya dari belakang. Dia membuka celana panjangnya dan mengeluarkan sesuatu dan memasukkan ke dalam Ameera. Tentunya Ameera sudah membuka kedua kakinya menyambut milik Ojon masuk. Sekali - kali Ameera mendesah dan menahan goyangan Ojon yang mulai liar. Namun kekuatan Ojon sangat besar karena menahan hasratnya sedari kemarin, Ameera memegang seprai dan Ojon mulai bermain kasar.
30 menit kemudian selesai, Ameera berbalik dengan baju yang basah sekali karena keringatnya. Ameera terengah - engah bajunya sangat basah membuat tubuh dalamnya sangat nampak. Ojon pun melihatnya dan dengan tidak sabaran langsung membukanya. Ameera sudah bersiap - siap makanya baju atasannya dia modifikasi dengan busa tempel jadi tidak akan merusak desain bajunya. Bra yang dipakai Ameera bermodel bikini tanpa tali jadi sangat menampilkan bulatan besar miliknya.
Tentu saja membuat Ojon semakin kalap melihatnya, dia lalu maju dan melepaskannya dengan senang lalu memeluknya. "Kamu tidak hamil?" Tanya Ojon memastikan tapi dia sudah siap bila iya pun.
"Tidak," kata Ameera sambil menutup satu miliknya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu mau coba lagi?" Tanya Ojon yang melepaskan tangan Ameera. Lalu tenggelam di bulatan itu dengan Ameera yang merasakan kegelian yang hebat. Beberapa menit mereka dengan posisi Ojon yang mengulum keduanya lalu meremasnya membuat Ameera kelelahan lalu secara bersama mereka tidur berdampingan.
"Kamu tahu kan aku sempat tertarik pada orang lain?" Tanya Ameera membuat Ojon agak kesal.
"Kenapa kamu lakukan itu? Apa kurangnya aku?" Tanya Ojon yang bangkit.
Ameera memeluk lengan kekarnya menyentuh bulatan miliknya lalu Ojon meniduri Ameera, wajah dan bibir mereka sangat dekat. "Tapi aku ditolak," mereka lalu berciuman dengan liar.
Beberapa minggu kemudian Rita kembali sembuh dari sakitnya, dia merenggangkan badannya dan nampak puas sekali beristirahat. Dia bangun keesokan harinya dan bersiap untuk bekerja lagi serta kuliah.
"Rita, sudah tidak perlu kamu bekerja lagi. Dokter bilang kamu jangan sampai kelelahan kan. Ibu masih bisa biayai kamu kok," kata ibunya melihat Rita yang sedang senam.
"Duh, tidak enak masih ada 4 bulan kontrak kan. Sudah habis ya langsung praktek mengajar kan," kata Rita. Hari itu adalah hari ke 7 dan dia sudah siap beraktivitas lagi seperti biasa. Tugas kuliahnya menumpuk juga saat itu Komariah beserta yang lain memberikan salinan tugas dan materi yang ketinggalan. Ada setumpuk kan tapi Rita kerjakan semuanya setelah minum obat.
Senin Rita datang kembali ke Cafe tempatnya bekerja dan semua orang menyambutnya. Sebelumnya Aura, Bos dan Sona sudah menjenguknya sambil membawakan beberapa makanan tentunya Ney tidak pernah datang menjenguknya karena beralasan harus datang untuk diskusi. Rita pun tidak pernah tahu soal kabar itu saat Aura menanyakannya.
Lalu Aura membaca chat dari Ney, "Maaf mbak, aku ada rapat di kampus jadi tidak jadi datang." kata Aura lalu melihat mereka bertiga.
"Ya tidak apa - apa. Memang dia juga kuliah kan." Kata Rita tertawa lemah.
Sehari sebelum Rita kembali bekerja Bosnya sudah memberitahu Ney untuk datang seperti biasanya saja karena Rita akan mulai bekerja lagi.
"Besok kamu kembali bekerja sebagai Asisten lagi. Rita akan kembali bekerja Senin pagi. Seperti biasanya giliran shift yang selanjutnya bersiap - siap!" Kata bosnya sambil menepuk tangannya.
Ney sebenarnya masih ingin bekerja di meja depan tapi apa boleh buat ada giliran juga. Dia sudah terbiasa dengan pekerjaan itu lama kelamaan benar saja jadi lebih seru. Apalagi dia benar dapat bonus jadi gajinya bisa dapat 2 juta.
Paginya Rita mulai membereskan meja dan lain - lainnya setelah selesai, dia ke gudang dan mulai membereskan bahan makanan disana. Menuliskan apa yang tersisa lalu ditimbang nya sendiri. Semua orang sudah terbiasa dengan kegiatan Rita, mereka tak pernah menolak bantuannya. Rita mengerjakan segalanya dengan rapih lalu dia taruh laporannya di tempat penilaian. Kemudian dia pindah ke dapur dan mencuci peralatan makan yang tersisa dari hari kemarin. Beberapa pelanggan masuk dan memesan makanan, Rita mencatat lalu membunyikan bel.
__ADS_1
"Lho, kamu sudah sehat?" Tanya Apollo yang melihat Rita membunyikan bel.
"Sudah kak, alhamdulillah. Maaf merepotkan selama saya tidak datang," kata Rita dengan wajah serius.
"Tidak apa - apa yang menggantikan posisi kamu Ney," kata Apollo dengan serius sambil menyerahkan pesanan ke tempat para koki.
"Ney? Hmmm sudah mulai di rolling ya?" Tanya Rita.
"Yah, harusnya bulan kemarin tapi karena datanya sudah mepet waktunya akhirnya baru bulan sekarang. Kamu yakin sudah sehat?" Tanya Apollo agak cemas.
"Sudah, kak. In sha allah sudah kuat lagi. Lalu bagaimana pekerjaan Ney?" Tanya Rita penasaran, sayangnya dia sakit jadi tidak bisa melihat.
"Parah banget. Sepertinya dia jarang beres - beres rumah ya. Semua pekerjaan terhambat termasuk yang sekarang kamu lakukan. Jangan terlalu banyak kerjaan, yang mudah saja juga tidak apa - apa," kata Apollo dengan agak lembut tapi Rita tidak tahu artinya. Rita hanya mengangguk, dia pun begitu sama seperti Ney kena amukan Apollo juga sama.
Tidak Rita sadari ternyata Sona melihat pemandangan tadi raut wajahnya kesal dan kaget ada apakah dengan Rita dan Apollo? Ternyata Sona dan Apollo adalah pasangan hanya mereka sengaja menyembunyikannya dari siapapun. Karena tidak mau sampai ketahuan bos, pegawai tidak ada yang boleh berpacaran di tempatnya kalau ketahuan salah satu dari mereka harus keluar.
Rita kembali bekerja lalu Sona menghampiri dapur dan melihat Apollo sibuk memotong bahan pesanan. Saat mau memasukkan bahan ke panci, Apollo melihat Sona lalu pergi keluar dari dapur. Sona mengikutinya lalu terjadi perdebatan.
"Kamu bicara apa dengan Rita?" Tanya Sona penasaran.
"Mau apa lagi?" Tanya Apollo dengan nada kesal. Dia memang tidak suka diganggu saat sedang memasak.
"Aku lihat kamu dan Rita berbicara. Soal apa?" Tanya Sona dengan menyilangkan kedua tangannya.
"Apa urusan kamu? Sudahlah, jangan mulai cemburu lagi aku tidak ada apa - apa dengan Rita. Memangnya salah kalau aku memperhatikan semua karyawan?" Tanya Apollo membuka kedua tangannya.
Sona terdiam dia tidak suka siapapun dapat perhatian Apollo. Dia cemburu pada Rita, Yen dan Ney yang pernah ditanya oleh Apollo. Ney memang menaruh hati pada Apollo begitupula Yen tapi hanya Rita yang tidak tertarik. Lalu maksud senyuman lembut yang dikihat Sona tadi apa dong?? Apollo lalu kembali ke dapur tidak memperdulikan Sona yang menghalanginya. Daripada pacaran lebih seperti musuhan. Apollo pun tak mengerti kenapa dia bisa menjawab terserah kepada Sona yang menembaknya minggu lalu.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...