ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(316)


__ADS_3

"Hah? Teteh lihat semua chat? Termasuk chat dia dengan Ney juga?" Tanya Rita yang kaget. Mboook yaa nih kakaknya lebih parah juga dari adiknya. Berarti pasti kakaknya tahu tindak tanduk Ney sama Alex bagaimana kan.


"Iya. Semuanya ada seperti buku kalau bagi saya," kata Jasmine yang menggelengkan kepalanya, sangat banyak dan lebih banyak lagi adiknya chat dengan Rita. Apa mereka tak pernah bosan ya?


"HAAAAH!?" Rita melongo membacanya.


"Hahaha dia tidak tahu kalau saya lebih ahli, parah juga ya orangnya buat apa dia sampai laporan segala soal teman - teman kamu yang menampar dia? Dia sudah punya kekasih?" Tanya Jasmine penasaran. Dalam penglihatannya ada tapi orangnya Ney ini punya kekasih tapi dia kenapa bilang tidak punya?


Rita lalu menceritakan semuanya perihal benar kalau Ney punya kekasih tapi sering diselingkuhi. Dengan Alex pun begitu, sempat berpacaran tapi sesudahnya Alex menemukan dia mengujinya dan tidak ada rasa lain. Pantas saja Rita serta temannya sama sekali tidak nyaman dengannya. Dan kakaknya juga melihat dia memang punya niat jelek lain mendekati Rita selama dia mengenalnya hanya Rita memang tidak peka.


"Jadi tidak salah kan kalau aku suatu hari nanti lebih baik menjauh dari dia. Bukan menendang ya halusnya menjauh lah teh. Itu pasti Alex yang bilang ya dia memang senang sekali salah paham dan sok tahu!" Kata Rita sebal.


"Hahaha ahh dia memang begitu sih otak kita sama dia kurang sejajar kamu tahu kan? Aku jadi penasaran sama orangnya sih hmmm nanti juga akan bertemu sih," kata kakaknya yang membuat Rita tanda tanya.


"Bisa bertemu? Sama teteh? Kok bisa?" Tanya Rita.


"Hehehe secara kebetulan saja dan dia akan melihat Alex secara Real. Kalau dia mulai berbicara hal yang kamu tidak suka, diamkan saja dia orangnya sengaja senang memancing emosi kamu. Karena dia tidak ada kerjaan dan bukan hanya kamu saja, banyak kok. Makanya sampai sekarang dia tidak punya teman yang dekat, dan ada rasa cemburu hebat sama kamu," kata Jasmine.


"Cemburu? Kenapa?" Tanya Rita heran.


"Karena kamu punya segala yang dia tak punya. Kamu tak pernah menyombongkan diri, kamu bisa terima semua orang keadaannya seperti apapun, kamu bisa merangkul banyak orang dan sampai mendukung mereka dengan setia. Dia tak suka melihat kamu bahagia dengan siapapun, wajar ya kamu memang lebih baik menjauh. Nanti dia akan cerita heboh. Lihat saja," kata Jasmine yang memandang Alex kepadanya.


Rita membaca dan berpikir masa sih hanya karena itu saja? Apa salah dia kalau keluarga dan sekitarnya baik - baik saja dan dia tak suka kepribadian aku? Hah! Aneh. "Oke deh kalau begitu, oh iya teh aku mau minta maaf yang lain juga,"


"Kamu ini kenapa sih banyak minta maaf memangnya kamu berbuat apa lagi? Aku jadi bingung," kata Jasmine yang menggarukkan kepalanya. Jasmine datang ke Malaysia lagi untuk menjenguk Alex dan pas sekali itu adalah jadwalnya konsultasi.


"Selama ini aku terlalu mengikuti kemauan Ney, dari awal harusnya yang aku dekati tante atau lewat teteh bukan Ney," kata Rita menyesal.

__ADS_1


"Memangnya dia bilang apa sampai kamu tunduk?" Tanya Jasmine penasaran. Rita sangat polos sekali sampai dia baru sadar kalau temannya itu punya maksud tertentu.


"Dia bilang hanya dia yang tahu semua hal mengenai Alex dan keluarganya. Jadi aku harus lebih percaya sama dia tapi aku pikir - pikir, orang yang paling dekat ya ibunya dan saudara kandungnya kan. Jadi buat apa juga selama ini aku percaya sama dia? Mana dia juga bilang berkat dia aku bisa kenal Alex," kata Rita.


"Dia bilang ke kamu, dia yang kenalin kamu ya?" Tanya Jasmine.


"Iya. Aku kirim bukti yang kenal sama Alex duluan itu kan aku, dia langsung diam," kata Rita lagi.


"Kamu selama ini selalu mengikuti apa kata teman kamu itu ya? Kamu tahu kalau dia selama ini selalu menginjak perasaan kamu?" Tanya Jasmine yang langsung mengatakan kebenarannya.


"Aku tidak percaya kalau dia sampai seperti itu. Salah saya sama dia apa kalau hanya dia cemburu saja rasanya kurang bisa dipercaya," kata Rita yang masih tidak percaya dengan perkataan kakaknya Alex.


"Ya ampun, Rita. Jelas sekali kok dia itu hanya menganggap kamu sebagai budak ya maaf kalau kasar. Dari awal kenal dia sama sekali tidak berminat berkawan dengan kamu, tapi saat dia lihat adik saya kenalan sama kamu, tujuannya berubah tapi tetap bukan niat baik. Kalau kamu bisa tahu ya teman kamu itu jelek sekali perilakunya. Kenapa sih kok bisa mau sama teman seperti itu?" Tanya Jasmine yang menghela nafas. Ternyata Rita memang sangat polos sekali dan tidak mau percaya, karena dia orangnya senang berteman dengan siapapun.


"Aku kasihan teh ke dia. Sama sekali tidak punya teman. Kan aku pernah juga di posisi dia," kata Rita menjelaskan. Ya awal semester di SMP dia memang tak memiliki teman satupun. Bahkan sebelum kenal Ney pun, dia selalu sendirian dan dibully oleh teman sekelasnya. Saat semester kedua, bergabunglah lima temannya serta Ney, jadi setiap semester semua murid dirombak dalam kelas katanya agar bisa saling mengisi.


"Oh... tapi kan itu dulu sekarang sudah berbeda. Kamu sekarang sudah punya banyak teman yang lebih bisa diandalkan, buat apa kamu masih berharap Ney itu sama dengan teman kamu?" Tanya Jasmine mengerti mengenai kehangatan hati Rita. Pastilah dia akan sangat kecewa kalau ternyata satu temannya diluar nalarnya.


"Nah kan, jadi biarkan saja teman kamu yang aneh satu itu. Sudah bukan urusan kamu lagi, kamu dan dia sudah sama - sana dewasa. Memang sih tidak baik menjauh tapi lebih baik daripada kamu terus terganggu sama dia, energi kamu juga sering terkuras habis kan kalau dekat Ney. Kamu tidak sadar?" Tanya Jasmine. Apa Rita tidak sadar ya selama ini Ney dan pendampingnya senang menyerap energi positif Rita?


"Iya teh makanya sekarang aku mau lebih tegas. Aku sudah tidak mau lagi dianggap pelayan sama dia. Enak saja!" Kata Rita yang bangkit, dia bisa sendirian pastinya dalam sudut pandangan Ney, Rita sangat kasihan padahal selama ini Rita tidak pernah meminta Ney menemaninya kemanapun lagi. Ney pun tentu saja sadar itu makanya dia dengan segala caranya menganjurkan Rita yang dia anggap berkhianat.


"Kamu disuruh apa saja sih sama dia?" Tanya Jasmine keheranan selama ini Ritalah yang dia anggap anak yang kurang ajar tapi ternyata orangnya lebih kalem apalagi sangat polos. Mindsetnya berubah saat tahu Rita juga tidak pernah segan meminta maaf kalau melakukan kesalahan, dan sopan juga.


"Soal masa lalu Alex, saya sudah bilang sama dia, saya tidak berminat tahu tapi dia memaksa aku harus tahu. Saya tidak mengerti sih dia itu kenapa. Kata dia sangat kelam, saya bilang kalaupun memang kelam biar dia sendiri yang cerita. Kamu tak ada hak memaksa saya untuk tahu tapi yahhh dia seenaknya memberitahukan semuanya. Toh sebelum dia cerita, Alex sudah duluan memberitahu. Saat saya bilang sudah tahu duluan dia agak kecewa katanya dia cari info untuk aku sebagai temannya," kata Rita.


"Tapi bagi kamu itu ada niat lain ya. Kenapa?" Tanya Jasmine.

__ADS_1


"Karena dia terus memaksa dan kalau memang teman yang baik, dia tidak akan pernah memberitahu jeleknya dia teh, dia hanya akan bilang mungkin seperti, "Dia itu punya masa kelam tapi orangnya baik kok" seperti itu. Tapi malah jadinya 'Aku kan teman kamu paling dekat,' padahal teman dia saja tahu dia bilang apa sebelumnya," Rita bete sekali menurut dia, setiap sejam sekali omongannya selalu berubah - ubah.


"Beda - beda ya bicaranya. Sebenarnya sih itu karena efek jin yang dia bawa. Harusnya dia juga di ruqyah supaya kanu bisa lihat aslinya bagaimana," kata Jasmine. Dia bergidik bisa - bisanya orang itu hidup santai padahal dibelakangnya banyak sekali setan - setan yang mengikuti.


"Wah, serius? Kalau diruqyah apa sifatnya berbeda dengan yang saya lihat?" Tanya Rita. Tampaknya kakaknya Alex punya kelebihan lain. Apa tidak seram ya bisa melihat makhluk ghaib?


"Tidak ada bedanya sih. Dia mau sudah diruqyah atau tidak juga sama saja. Aneh juga biasanya seperti kamu ya orangnya tenang tapi kalau dihinggapi jin, sifat kamu yang tenang akan tenggelam. Tapi kalau teman kamu sana saja aneh banget yah teteh setuju lebih baik kamu jangan dekat - dekat deh. Lalu ada lanjutan lagi?" Tanya Jasmine kembali ke topik yang Rita obrolkan.


"Oh lalu dia memaksa saya untuk bertanya soal siapa pacarnya terdahulu dan menyuruh agar Alex cerita. Tapi saya tidak mau itu kan sama saja mengorek luka lama dia," kata Rita.


"Hah!? Dia suruh kamu tanya begitu? Buat apa sih? Toh kamunya saja sama sekali tidak berpikir soal kesana kan?" Tanya Jasmine yang beralih sebal sekali dengan temannya Rita itu.


"Tidak tahu. Aku juga bertanya tapi dia diam saja katanya kalau mau kenal dekat dengan Alex, aku harus tahu segalanya. Tapi menurut aku bukan itu deh meski akhirnya Alex sendiri yang cerita kalau memang dia punya mantan dulu. Saat dia tahu, mulai deh bicara "Tuh kan apa gue bilang lu ga percaya sih kalau dia punya banyak mantan." Aku bilang saja, memangnya apa urusan aku? Kok jadi kamu sih yang repot? Aku yang kenal dia jangan sok kepo ya. Kamu punya niat jelek ya? Ngaku!" Kata Rita membuat Jasmine tertawa keras. Tampak sekali kalau Rita jadi gemas dengan kelakuan temannya.


"Teman kamu itu tidak percaya kalau kamu bisa sendiri mengatasi Alex tapi cara dia itu salah semua nanti apa yang dia tuai, akan dia panen sendiri. Tenang saja. Saya jujur ya sangaaat kepo banget orangnya, teman kamu terlalu ingin tahu dia memang ada kecenderungan lebih membela adik saya. Makanya saya juga kurang suka, padahal kamu temannya kok seperti itu? Dia sering menyalahkan kamu ya perihal adik saya padahal dia sendiri yang berbuat ulah," jelas kakaknya. Ibu dan Alex sedang mendengarkan penjelasan dokter sambil sesekali Alex mengiba pada kakaknya.


"Iya teh, saya tidak menyangka sekali. Mana dia menyalahkan kalau saya sudah membuat dia terlibat. Lah dari awal juga saya bilang ke dia kalau niat saya hanya ingin kamu membantu menerjemahkan inggrisnya Alex bukan ikut campur. Saya juga bilang sama dia sangat menyesal tahu kalau malah dia banyak menyalahkan bukannya memberi solusi," kata Rita.


"Lalu tanggapannya bagaimana?" Tanya Jasmine.


"Dia diam saja teh, tapi aku yakin dia tidak peduli," kata Rita.


"Iya memang tidak peduli karena misi dia ke kamu bukan membantu tapi menghancurkan. Jelek banget teman kamu ini tidak seperti yang lain ya, teman dekatnya juga tidak pernah nyaman karena dia itu yang selalu menggantung dirinya ke dia. Salahnya kamu, kurang percaya diri dan malah mempercayai dia untuk bahasa Alex ya. Padahal lebih bagus kamu percaya diri saja lagian adikku juga bisa bahasa Indonesia kok," kata Jasmine mungkin Rita pikir dia tidak bisa yah sekarang kebuka semua alasannya.


"Aku merasa tertipu tahu begitu buat apa aku sampai minta tolong yang pada ujungnya malah di jahati," kata Rita.


"Kamu sepertinya tidak kenal ya sama teman kamu itu. Kok bisa sih? Kan kalian sudah bertahun - tahun kenal tapi soal dia kamu tahu semua?" Tanya Jasmine merasa aneh.

__ADS_1


"Tahu luarnya alias kulitnya. Jangan bertanya sama saya, teh meskipun sudah bertahun - tahun aku saja baru tahu warna aslinya saat Alex kenal sama aku," kata Rita.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2