
"Haaa?! Kok bisa? Harusnya yang bisa lihat khodam kita semua orangnya setara atau paling tidak, dia juga punya khodam. Tapi Rita tidak ada ya? Bisa berkomunikasi tapi tidak bisa melihatnya. Apa masih ada yang tersegel ya? Aku jadi penasaran ingin bertemu dengannya. Kamu ada rencana bertemu dia?" Tanya Jasmine. Oke, setara di sini bukan maksud soal harta ya tapi setara sesama punya khodam atau kemampuan indera ketujuh yang tinggi. Biasanya kalau seseorang punya khodam bisa dikatakan ilmu mistik dia juga tinggi, tapi masalahnya Rita tidak punya khodam tapi bisa berkomunikasi? Aneh! Kok bisa??
"Nanti, cik. Meski tidak tahu bisa bertemunya apa tidak. Cikpuan tahu kan masalahnya.. nanti cikpuan juga akan bertemu dengan keluarganya. Kita semua akan bertemu dengan dia dan pihak dia. Sampai saat itu akan banyak rintangan dan ujian dari pihak dia juga,"
Jasmine menatap kedua mata Alex sepertinya adiknya itu mendapatkan suatu penerawangan. "Itu terjadi lagi ya? Apa kamu merasa satu gelombang dengan dia? Biasanya jarang terjadi kan," Kata Jasmine penasaran. Tapi kalau sampai keluarga mereka bertemu dengannya dan sebaliknya, berarti sudah masuk ke level istimewa dong?
"Sepertinya. Karena aku merasa ada gelombang yang sama dengan dia," Alex tersenyum bahagia. Ini pertama kalinya Jasmine melihat kemampuan Alex keluar dan Rita menangkapnya.
"Kamu melihat dia masuk ke keluarga kita?" Tanya Jasmine. Kalau benar, Rita ini pasti akan pingsan mungkin koma melihat seperti apa keluarga mereka dan tradisinya.
"I don't know. Masih samar, bagaimana kalau iya?" Tanya Alex memikirkan kata - kata kakaknya. Iya ya kalau ternyata Rita masuk keluarga kita, akan seperti apa dia jadinya? Dengan kepolosannya apakah dia akan super kaget atau seperti kebanyakan wanita yang dia temui? Pikir Alex.
"Aku harap dia tidak pingsan, you know what I mean," kata Jasmine memberi kode peringatan pada Alex.
"Ahh iya juga ya... harus bagaimana ya?" Tanya Alex. Penasaran? Yah, yang biasa dilakukan perempuan kalau bertemu lelaki tampan plus super kaya akan seperti apa responnya.
"Bicara jujur, meski aku yakin dia akan sama seperti Kayla," Jasmine menatap tajam ke arah Alex yang melongo.
"Hah!? Maksudnya dia akan sama selingkuh seperti yang Kayla lakukan?" Tanya Alex dengan suara yang besar.
Jasmine memukul mukanya dengan tas lumayan keras yang membuat Alex menangis tersedu - sedu. Langsung kakaknya kompres dengan air es yang ada di sebelahnya.
"Cikpuan nih kekuatan apa sih yang cik punya? Keras sekali tidak perlu menampar aku juga kali!" Kata Alex yang keluar sedikit air matanya.
"Kamu kan sudah biasa menahan kerasnya bogem aku. Masa segini saja loyo? Nanti Rita lebih keras lho,"
"Jangaaaaan. Masa sih dia juga akan sering nampar? Kasihan banget pipiku yang kenyal ini!"
Jasmine hanya menggeleng - gelengkan kepalanya dan tertawa. Bisa juga Playboy Bodoh ini jatuh cinta pada perempuan yang galak.
__ADS_1
"Bukan selingkuh tapi sama seperti Kayla yang menghindari kamu sewaktu kamu kuliah dulu. Berapa tahun sih itu?"
"Oh, yang itu... sekitar 2 tahun," Alex menundukkan kepalanya dan mengingat lagi semenjak itu, dia berusaha sekeras mungkin untuk mendekatinya tapi sia - sia akhirnya dengan saran sahabatnya, dia pun rehat selama 2 tahun itu.
"Aku yakin itu akan sama dengan Rita," jawab Jasmine dengan suara yang lembut.
Alex langsung sedih. Mungkin memang harus begitu jalan hidup Alex dengan siapapun. Seandainya mereka tidak terlahir di keluarga yang ribet ini, mungkin Alex sudah lama berbahagia dengan Rita atau Kayla.
"Tapi setelahnya kamu akan mendapat kebahagiaan jadi jalani saja. Jangan paksa soal kemampuannya, aku takut nanti dia kemana - mana," kata Jasmine pada Alex, sepertinya Jasmine tahu kalau Alex selalu menguji kemampuan Rita dan Rita tidak suka. Alex memang selalu memaksakan kehendak meski kemungkinan maksudnya tidak begitu. "Soal temannya dari mana dia dapat info soal masa lalu kamu?"
"Aku tidak tahu. Aku sudah tanya Rita juga, dia tidak tahu. Apa ada yang membocorkannya?" Alex bertanya pada kakaknya. Jasmine hanya menyandar dan menyilangkan kedua tangannya, menurutnya itu sangat aneh karena tidak mungkin ada yang berani membocorkannya. Tapi tidak tahu ya kalau teman Alex yang berasal dari Indonesia.
"Kalau kata cikpuan sih, temannya juga bisa tahu masa lampau hanya masa depan yang tidak bisa. Tapi kalau dengar cerita kamu, Rita cuek ya. Sedangkan temannya pasti rese karena tidak ditanggapi serius. Sekarang sih kamu harus hati - hati sama teman dia,"
"Iya, aku setuju. Aku sudah bilang pada Rita jangan terlalu dekat dan berhati - hati. Niat temannya aku tidak mengerti. Rumit sekali pemikirannya,"
"Pastinya. Yang aku tangkap dia selalu menganggap Rita saingannya," kata Alex membuat kakaknya terkejut.
"Not friend?" Tanyanya. Kok bisa sih mereka sampai sedekat itu? Tapi Rita menurut perasaan kakaknya biasa saja.
"Meski dia bilang dirinya sebagai sahabatnya Rita tapi aku tahu, dia teman palsu. Hanya ada saat Rita senang saja, saat Rita tidak ada kontak denganku, dia memaksa Rita untuk meminta maaf atau semacam itu," kata Alex sambil memainkan tisu dibentuk menjadi bentuk yang aneh.
"Rita sepertinya tidak bisa dikendalikan begitu saja. Kamu harus bisa melembutkan hatinya tapi jangan sampai kamu mengekangnya, dia galak banget lho," kata Jasmine memperingatkan Alex. "Kamu selalu bertingkah berlebihan, kendalikan rasa Posesif kamu!"
"Just like you and you so meanie to me ( seperti kamu dan kamu sangat kejam padaku ). Ingin bicara dengannya?" Tanya Alex.
Jasmine tertawa keras dan mengacak - acak rambut Alex. "Later."
"CIKPUAAAAAN!!!" Teriak Alex yang berusaha menghentikan gerakan tangannya. Kemudian kedua tangan menengahi mereka berdua, satu tangan kiri menarik kepala Jasmine, satu tangan kanan menarik kepala Alex.
__ADS_1
"Kalian ini seperti anak SD saja. Ini di publik! Stop it! Let's eat ya," ibunya lalu duduk di depan Jasmine.
"Mom dari mana sih?" Tanya Jasmine sambil membuka menu lagi.
"Mom habis pesan tempat, minggu depan mau mengadakan arisan berlian, kamu mau ikut datang?" Tanya ibunya ke arah Jasmine, Jasmine lalu mengangguk sudah lama juga semenjak menikah, dirinya kurang piknik.
"How about you?" Tanyanya ke arah Alex yang agak menghindari obrolan. Alex hanya memanyunkan bibirnya mau menolak pasti dipaksa ikut. "Dia kan masih bekerja," Jasmine mengerti kalau dia sudah bertingkah seperti itu, pasti kode tidak mau ikut.
"Bukannya libur ya? Daripada kamu sedih terus, besok ikut! Anak - anak mereka mau dibawa, kamu tinggal pilih saja Mom setuju saja. Siapa tahu ada yang lebih cocok daripada perempuan Indonesia yang kamu kenal itu," kata ibunya tanpa melihat Alex.
Jasmine melirik Alex yang melihat bibirnya makin maju ke depan. Jasmine menghela nafas melihatnya. Kalau tidak ikut pasti dia mau seharian chat sama Rita.
"Moooom... pleaseee..." jawab Alex yang sudah bosan dengan acara arisan ternyata terselubung dengan perjodohan.
"Itu alasan Mom saja sepertinya mengadakan arisan," kata Jasmine yang selesai memesan makanan.
"Tidak juga habis Mom heran sama kamu, sudah berapa kali ya kamu mendapatkan orang Indonesia dengan berakhir pilu? Kamu lupa seperti apa saat kamu beberapa kali dipatahkan hati sampai kamu rela mengeluarkan banyak uang saat mereka bilang pinjam uang? Eh, sekarang sama Rita juga. Sepertinya kamu harus diperiksa. Mau Mom ruqyah saja!"
Jasmine dan Alex kemudian terdiam apalagi Alex yang sampai kehilangan arah, teriak tidak karuan sudah seperti orang gila sampai harus dibius segala.
Ibu Alex ini juga memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari kedua anaknya. Iyalah, biasanya yang paling tinggi pasti orang tuanya, kalau anaknya pasti menurun. Tapi ibunya merasa memang sudah jalan anaknya harus selalu bertemu wanita Indonesia.
"Memang tidak bisa dibantahkan kalau perempuan Indonesia itu lebih cantik dan manis dari perempuan di negara lain. Memang banyak orang asing dari berbagai negara yang ternyata bercita - cita ingin punya istri dari negara Indonesia. Apa haruskah termasuk kamu juga? Mom ingin kamu lebih baik memiliki dari negara Pakistan atau Brunei, paman kita kan ada yang bekerja di sana. Ada Princess yang masih single. Kamu mau kan?"Tanya ibunya yang juga selesai memilih meni dan pelayan membawa menunya dengan mengambil semua buku menunya.
"Terima sajalah Mom, kita lihat sampai berapa lama dan apakah Rita ini benar asli baik atau hanya luarnya saja. Seperti yang sudah - sudah kan," lirik Jasmine ke arah Alex.
"Don't be stupid. When asked for money without suspicion, do you want it? Mom and Jasmine already know that it's their ploy to take advantage of you! ( kamu jangan terlalu bodoh dong. Masa diminta uang tanpa curiga, kamu mau - mau saja? Mom sama Jasmine sudah tahu kalau itu siasat mereka untuk memanfaatkan kamu! )" Akhirnya makanan mereka tiba satu per satu.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1