ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(116)


__ADS_3

Kita pindah ke tempat Alex berada dimana sekarang dia masih tidak percaya kalau Rita telah membanned akunnya. Apa uang salah padanya? Sedangkan wanita itu masih saja tertawa sampai sakit perut.


"Cikpuan ( kakak atau teteh ), kamu jahat!!!" Wanita yang disebutnya Cikpuan itu lalu berhenti tertawa tapi masih tertawa secara pelan - pelan sampai air matanya keluar.


"Ya Allah, lucu sekali kamu terkena banned sama perempuan Indonesia! HAHAHAHAHA!! Yang ada kan selalu kamu yang banned mereka,"


Jadi wanita yang dilihat Rita ternyata kakaknya Alex. Lengan kakaknya bergantung di sekitar lehernya yang membuatnya sebal dan melepaskannya.


"Cieeee ada yang marah," kakaknya langsung menari - nari di tengah jalan merayakan adiknya telah di banned oleh perempuan Indonesia. Alex yang melihatnya hanya sebal melihat kakaknya tampak senang lalu terdengar seseorang yang memanggil mereka.


"Where have you been? Mom saw you guys like racing ( dari mana saja kalian? Tadi Mom lihat kalian seperti sedang balap lari )," ibunya datang dengan diikuti beberapa orang lelaki berbaju kemeja yang rapi.


"Come on mom, let's dance ( ayo Mom, kita menari )," kata kakaknya yang menarik tangan ibunya dan menari bersama.


"Ada apa? Kenapa dengan Alex?" Tanya ibunya yang kebingungan melihat Alex berjongkok seperti sedang menangis.


"Someone banned him ( dia di banned seseorang ),"


"Apa!? Who?" Tanya ibunya bingung melihat kedua anaknya dengan keadaan yang berbeda.


Cikpuan tidak memberikan hp Alex padanya, dia tahu seperti apa ibunya jadi anak terbesar mengajaknya menari di tengah jalan. Beberapa orang yang melihat itu hanya menonton mereka.


"Hueeeee Mommyyyyy..." kata Alex sambil menangis tapi tidak keras suaranya hanya pelan seperti berbisik. Ibunya hanya heran dan kemudian menghampirinya.


"Kamu sudah besar jangan menangis. Soal Rita ya?"


Alex mengangguk dan ibunya hanya menghela nafas. Perempuan lagi perempuan lagi. Meski anaknya berbadan besar dan kadang kasar nadanya tapi hatinya selembut kapas dan gampang menangis. Aneh toh? Ini termasuk kejadian langka pantas saja kakaknya menari sambil tertawa.


"Tumben ada perempuan Indonesia yang banned kamu. Sudahlah! Lupakan Rita, mom akan Carikan kamu perempuan yang lebih baik. Kenapa sih kamu sepertinya lebih senang dengan Rita daripada pilihan Mommy? Jasmine, sudah cukup menarinya. Kita makan saja ya," ibunya menarik tangan Alex dan menyeret kakaknya yang masih belum bisa berhenti menari.


Kemudian mereka memang pergi ke suatu tempat tepat seperti apa yang Rita katakan tadi dalam chat, Alex menghapus air matanya di dalam mobil. Kakaknya hanya tertawa tapi juga sedih melihat adiknya yang terdiam. Jasmine menghela nafas dia tahu Alex pasti sangat sedih tapi ini memang kejadian langka. Biasanya Alex duluan yang banned lalu perempuan - perempuan itu menyesal dan terus mengontaknya.


Seorang Alex Haryaka Alfarizki, anak billionare sangat genius yang otaknya mampu mengalahkan kepintaran Einsteinbisa sampai terkena banned. Berarti Rita ini bukan sembarang perempuan yang hanya senang fisik adiknya atau uangnya, sepertinya dia lebih menggunakan hatinya daripada matanya. Itu membuat Jasmine sangat penasaran dengan sosoknya, untungnya dia masih memegang hp adiknya tapi bukan tempat yang tepat untuk membukanya.

__ADS_1


Apalagi ada ibunya yang selalu mengawasi Alex terutama hpnya. Jasmine menyimpan hp adiknya dalam tasnya, ibunya jangan sampai melihatnya meski ibunya sudah tahu sebagian.


"Alex, dimana hpmu?" Namun Alex tidak menjawabnya dia sibuk berpikir apa yang sudah dia lakukan, apa yang membuat Rita berpikir dia sudah memiliki pacar. Kakaknya hanya menggelengkan kepalanya, si bodoh adiknya tidak mengerti maksud dari Rita. Sepertinya Rita ini sudah bisa menembus kedalaman hati adiknya sampai bisa membuatnya cengeng seperti itu.


Akhirnya mereka tiba di sebuah kedai cafe yang sangat megah, mereka turun lalu ibunya menggiring Alex yang tampak tidak bersemangat.


"Makanlah yang banyak, mom ada keperluan dengan kokinya ya."


Mereka berdua lalu memilih tempat duduk dan membuka menu. Jasmine melirik ke arah adiknya yang masih sendu lalu melipat menunya dan duduk sebelah Alex.


"Jangan sedih begitu,"


"Aku bingung dengannya. Dia sempat bilang suka sama aku, aku merasa melayang. Entahlah padahal aku ini mantan playboy tapi bisa sampai merasa melayang. Kenapa ya, cik?"


Jasmine hanya menganga berpikir ini tidak seperti adiknya yang biasa. Dulu kalau ada perempuan yang sampai bilang suka saja dia akan tertawa mempermainkannya. Tapi sekarang, kedua matanya sendu. Tampaknya Rita ini sangat berharga untuknya.


"Kamu tidak mengerti maksud Rita?" Alex terdiam, tampak kesedihan menyelimutinya. "Kamu asli bodoh!" Kata kakaknya sambil menekan dahinya yang membuatnya kaget.


"It hurt!!" Balas Alex sambil mengelus dahinya. Iyalah sakit, kuku kakaknya tajam toh. Mana pakai kuku palsu juga yang bergemerlapan.


Alex berpikir, "Ya cikpuanlah! Kenapa bertanya?"


Kakaknya menepuk dahinya. "Ya ituuu.. dia salah paham. Kenapa kamu tidak jelaskan? Dia akan mengerti penglihatannya itu kalau kamu katakan siapa,"


"Nanti marah," jawab Alex sambil memanyunkan mulutnya. Kakaknya lalu mencubit mulutnya itu dan Alex lebih kesakitan.


"Dia marah kalau kamu tidak jelaskan seperti sekarang. Dia mengira aku pacar kamu! Mengerti?" Tanya kakaknya menatap adiknya yang bertampang bodoh itu sambil menahan tawa.


"EH!?" Jawab Alex dengan super bodoh dari wajahnya.


"Kamu suka cerita soal cikpuan tidak?" Tanyanya sambil menajamkan kedua matanya.


"Aku hanya bilang punya kakak laki - laki sahaja ( saja )," jawab Alex menyengir. Lalu kepalan tangan menghantam bahunya dengan keras, Alex meringis kesakitan lalu mereka berkelahi tapi dihentikan karena suara batuk manager kedai itu.

__ADS_1


"Intinya masih sama kesalahpahaman. Tapi jeleknya Rita seperti tidak mau mendengar penjelasan dari kamu ya karena kamunya juga tidak paham,"


"Lalu bagaimana, kak?" Tanyanya dengan suara yang sedih. Kakaknya memandangi adiknya dan berpikir 'Dia mengerti perkodean komputer tapi tentang kode perempuan dia lupa? Dulu kan ahli Playboy kenapa malah terbalik ya?' Pikir kakaknya.


"Lupakan saja. Cikpuan tidak setuju kamu sama dia, kamu akan disakiti sama dengan perempuan sebelumnya," kakaknya juga takut kalau kejadian berdarah itu akan terulang lagi. Betapa kerasnya ibu dan banyak orang yang membuatnya tenang apalagi akhirnya dokter turun tangan. Menembakkan misil obat penenang dengan level tertinggi barulah Alex bisa tenang. Sampai Alex berniat bunuh diri dengan loncat dari ketinggian lantai 50.


"No, sis! She's different. Trust me ( tidak, kak! Dia berbeda. Percayalah ),"


"Why? Tell me the reason ( kenapa? Beritahu aku alasannya )," Alex lupa kelihatannya dulu juga semua soal mantannya mengatakan hal yang sama meskipun sekarang kasusnya berbeda. Dari cerita ibunya sendiri, Alex sering tertawa keras tanpa dipaksakan lalu termenung kemudian chat dengan gembira. Setiap hari ada saja kelakuan kocaknya.


"She can accept whatever my condition. Who was heart-defective from birth, none of her words seemed to be refusing ( dia bisa menerima apapun kondisi aku. Yang cacat karena jantung dari lahir, tidak ada kata - katanya yang seperti menolak )," Alex meyakinkan kakaknya memang selama ini semasa dengan mantan pacarnya, Alex tidak pernah menceritakan mengenai kondisi fisiknya.


"It's just the beginning who knows how it used to be, right? When you were admitted to the hospital, what does Rita do? ( itu hanya baru permulaan siapa tahu seperti dulu juga kan begitu. Saat kejadian kamu masuk rumah sakit, seperti apa tindakan Rita? )" Tanya kakaknya yang ingin tahu apakah Rita mematikan hpnya lalu tidak berbicara lagi dengan Alex.


"I don't know," jawab Alex sedikit menggigit bibir bawahnya. Kakaknya menyangka Rita tidak mau tahu soal urusan Alex yang waktu itu terbaring koma.


"Why?" Tanya kakaknya dengan aneh.


"I'm not tell her! I don't want her know! ( aku tidak memberitahukannya! Aku tidak ingin dia tahu! )"


Jasmine mengerti sekali kenapa Alex tidak mengatakannya. Tidak dikatakan saja banyak kekasihnya yang meninggalkan dia apalagi kalau tahu kenyataannya.


"Tapi yang membuat aku marah ternyata temannya malah memberitahukannya dan itu alasan aku lalu terbaring koma,"


Jasmine kaget mendengar pernyataannya. "Teman dia tahu dari mana kamu masuk Rumah Sakit?" Tanya Kakaknya keheranan.


"Dia bisa membaca pikiran orang dan kelihatannya dia bisa melihat apa yang terjadi denganku,"


"Aku kok bingung ya temannya itu kalau memang benar dia mendukung Rita dan kamu, kenapa soal kamu sakit harus dia beritahu? Kalaupun memang tahu, seharusnya dia memberitahu kamu untuk mengatakannya pada Rita. Aku agak ragu dengan temannya," kakaknya berpikir dan menurutnya terkesan aneh meskipun maksudnya membantu.


"Aku tidak tahu, cik. Aku pikir dia benar - benar mengerti tapi ternyata diluar dugaan, dia malah menyebutkan semua tentang masa laluku,"


"Teman dia mengontak kamu juga?"

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2