ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(107)


__ADS_3

"Kamu ingat tadi kamu bilang apa?" Tanya Rita penasaran.


"Memang aku bilang apa? Aku mendengar kamu banyak ceramah ya aku sambil buka - buka buku tanpa bicara," kata Ney yang saat Rita menatapnya memang dia tidak bohong. Arnila terdiam tegang campur kaget dan sedikit bingung juga.


"Sampai kamu melamun?" Tanya Rita penasaran.


"Ya melamun sedikit. Kenapa sih?" Tanya Ney yang mulai merasa aneh. Memandang Rita dan Arnila dengan mimik muka yang sangat aneh. Kenapa mereka nih? Aku memangnya tadi berbuat apa lagi sih? Pikir Ney.


"Kamu melamun sambil bicara tidak sih?" Tanya Rita lagi yang tidak mempedulikan keheranan yang tertampak dari wajahnya.


"Aku melamun tapi masih bisa dengar kamu bicara apa tapi aku tidak bicara juga. Memangnya aku super woman, bisa bercabang otakku!" Kata Ney yang kelihatannya masih merasa aneh dengan semua pertanyaan Rita.


Rita ingin meyakinkan sesuatu dari perkataan Ney yang tidak biasanya tadi, membuat Arnila sangat terkejut. Sepertinya baru pertama kalinya banget bagi Arnila mengalaminya. Kalau Rita sih ini sudah yang ketiga kalinya, dia kagum ternyata bisa juga dan ada seperti ini selain dalam Televisi. Seperti acara Uya Kuya yang bisa hipnotis orang, tapi anehnya Rita tidak memakai cara hipnotis karena dia tidak bisa. Lalu kenapa Ney bisa tiba - tiba ya??


"Jadi kamu tidak sadar ya," Rita menyimpulkan akhirnya. Ney memandangi Rita dengan capek.


"Soal apa sih? Kalian kok aneh?" Tanya Ney lagi karena mereka tidak memberikan jawaban yang membuatnya puas. Dari tadi sepertinya Rita sedang memikirkan sesuatu tapi Ney tidak bisa menangkapnya. Padahal Ney melihat sepertinya Rita sedang memikirkan sesuatu tapi anehnya, Ney tidak bisa menangkap apapun.


"Aku mau tanya, kamu merasa bersalah tidak sih sudah bully aku di bulan kemarin?" Tanya Rita masih dengan wajah yang sekarang lebih ke penasaran untuk mencari sesuatu daripada sebuah emosi kemarahan.


Ney menarik nafas dan menghela nafas, dirinya sudah lelah mendengar sudah berapa kali Rita terus mempertanyakan soal begitu. "Kenapa sih soal itu terus? Seperti tidak ada topik lain,"


"Kamu seperti tidak menunjukkan rasa bersalah sudah bertindak terlalu jauh," kata Arnila membuat Ney memanyunkan bibirnya.


"Aku kan baru nanyanya hari ini. Jadi?" Tanya Rita. Rita bermaksud siapa tahu alter Ney bisa keluar lagi tapi sepertinya sulit. Dengan terus mempertanyakan persoalan kemarin, Rita berharap bisa menemukan jawabannya karena dia mulai berspekulasi sesuatu tapi masih belum yakin. Kalau Ney berkata, "Ya sedikit sih," ada kemungkinan dia sadar tapi kalau tetap tidak berkata apa - apa, memang dia menyembunyikan sesuatu.


"Jujur deh! Aku juga sudah minta maaf sadar kalau kemarin - kemarin itu salah," kata Arnila yang juga memancing ingin tahu apa dia benar - benar akan merasa bersalah atau tidak.


"Aku sih merasa tidak salah karena memang kamu itu banyak yang perlu diubah. Dari kelakuan tuh," kata Ney yang mulai seperti biasanya.

__ADS_1


Mendengar kalimatnya, mereka berdua saling berpandangan. Dia memang menyembunyikan sesuatu dan tidak ingin mereka berdua mengetahuinya. Tapi Arnila berpikir lagi dalam benaknya, Rita memiliki kemampuan di luar nalar yang dirinya sendiri tidak sadar. Arnila menghela nafas dan menggeleng. Dalam hatinya, 'Coba kamu sadar, Ri kemampuan kamu yang lain itu sudah ada dan selalu kamu pakai. Tapi malah tidak sadar dan kamu menganggapnya itu sebagai kemampuan orang di hadapan kamu. Padahal itu karena kemampuan Seventh Sense kamu.' Pikir Arnila, sambil memijat kepalanya. Lucu juga sih!


"Kelakuan aku yang seperti apa?" Tanya Rita keheranan.


"Yaaa sikap suka pamer," kata Ney memandang Rita dengan sikap angkuhnya.


Rita mendengarnya mengangkat satu alis begitu juga Arnila.


"Kapan aku pernah pamer dan dimana? Kamu ada buktinya? Arnila sendiri bagaimana? Akun aku kan ada kamu juga, memangnya aku pernah pamer sesuatu?" Tanya Rita ke mereka berdua.


"Tidak ada. Bukannya kamu Ney yang selalu pamer?" Tanya Arnila pada Ney.


"Ada kok," jawab Ney yang salah tingkah.


"Mana?" Tanya mereka bersamaan.


"Bicara itu sesuai kenyataan aku sudah berapa kali bilang. Kamu belum tua, kita seusia masa otak kamu sudah pikun?" Kata Rita. Seingat Rita justru dalam akun Ney yang lebih banyak update barang atau uang yang dia punya. Isi akun Rita kebanyakan soal game atau resep makanan, masa iya itu dibilang pamer?


"Kamu yang suka pamer harusnya perilaku kamu yang diubah," kata Arnila. Dia juga tahu isi akun Ney seperti apa jadi aneh saja kalau nuduh Rita suka pamer. Lah dia jarang lihat statusnya sendiri?


"Aku sih perilaku normal saja," katanya sambil melihat - lihat buku.


"Sampai menyembunyikan alter ego kamu atau kamu yang asli?" Tanya Rita yang membuat Ney terbelalak kaget. Mulutnya menganga tapi tidak ada kalimat yang meluncur keluar.


"Kok kamu...."


"Yang kepribadian ganda itu kamu, bukan aku," kata Rita dengan entengnya sambil manggut - manggut, tampak sangat puas setelah tahu dirinya normal. Rita tersenyum penuh kebahagiaan saat masalah yang sebenarnya itu ya orang yang ada di hadapannya. Karena dia kaget wajar berarti memang iya berbeda kalau kagetnya, dia tidak memiliki alter. Pasti langsung membantah keras tapi Ney tidak dia malah shock.


Tampak Ney kesal mungkin ya dalam pikirannya dia berpikir, 'Si Rita! Benaran deh kenapa sih dia selalu tahu?" Mungkin begitu. Arnila memandangi Rita keheranan dan kaget, berani banget!

__ADS_1


Rita itu kalau pikirannya penuh dengan spekulasi siap - siap dia akan memuntahkan segalanya layaknya detektif. Dia akan terus memancing korbannya dan mendapati beberapa informasi lalu mengaitkannya dengan kesimpulan yang dia punya. Alex juga sepertinya sangat kagum dengan kemampuan detektif Rita yang bisa berpikir dengan sangat detail. Alex pasti sedang senyum sendiri saat ini karena dia selalu tahu dan membaca apa yang Rita pikirkan.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi sama kamu di masa kecil, atau lingkungan hidup kamu tapi kalau kamu tidak mengobatinya, alter kamu yang asli akan menghilang. Kamu sanggup hidup sendiri? Meski Dins memilih kamu menjadi istri?" Tanya Rita pada Ney yang semakin kaget.


"Itu bukan urusan kamu," kata Ney yang panik karena Rita melihat tangannya gemetaran. Arnila juga melihatnya, wah ilmu psikologi Rita keluar nih! Antara takut atau ingin meledak marah karena Rita bisa mengeluarkan apa yang menjadi penyebab ketakutannya.


"Iya memang bukan urusan aku, tapi percaya deh kamu perlu bantuan orang lain. Kamu saja tidak ingat apa yang kamu bilang tadi," kata Rita menatap Ney dengan lembut tapi yah, orangnya seperti itu mana bisa dia merasakan.


Dengan mengusapkan kedua tangannya dan memberikan tiupan dari mulutnya, Ney mulai kembali menenangkan diri meski gemetarannya masih ada. "Memangnya aku bilang apa sih?" Ney memperhatikan Rita dan Arnila yang masih memandangnya dengan lekat.


"Kamu tadi buka - buka buku? Matanya lihat ke buku, telinganya kemana?" Tanya Rita. Arnila ingin menghentikan keingintahuan Rita tapi dia juga penasaran. Makanya dalam sesi episode ini akan lebih banyak obrolan Rita. Arnila akan menjadi penonton yang setia sedangkan Ney... akan menjadi gila. HAHAHAHA!!


"Ya iyalah aku lihat ke buku dan telingaku cape mendengar kamu mengomel panjang soal kosmetik!" kata Ney yang menggerutu baginya dia harus pakai kosmetik atau tidak bukan urusan Rita.


Rita memandangi Arnila yang menandakan sebatas itu, alternya yang lain akan keluar dan sempat mendengarkan keluhan sedih Rita.


"Rita bicara soal selain kosmetik kamu tahu?" Tanya Arnila yang akhirnya tiba gilirannya meski tetap saja Rita lebih banyak.


"Bicara soal? Serius, aku sama sekali tidak mendengar apapun atau bicara tentang sesuatu ya karena ku sibuk mendengarkan ocehan Rita!" Kata Ney sekali lagi meyakinkan Arnila. Aaaaaa ada apa sih hari ini mereka semua tampak aneh, seperti ada yang salah denganku! Pikir Ney.


"Kita juga lupa lagi tuh," jawab Rita yang membuat Ney keki setengah mati.


"Kok kamu begitu sih? Nil, Rita bicara soal apa gitu? Kalian kenapa sih?" Masih dengan pertanyaan yang sama berulang kali Ney bertanya tapi mereka berdua tampaknya sibuk dengan pemikiran masing - masing.


"Maaf kamu sudah kita terima," kata Arnila singkat. Kalau Ney sadar dengan perkataan Arnila artinya dia sadari juga karakter asli dia yang dia sembunyikan di kedalaman dirinya sendiri. Rita memperhatikan perubahan wajah pada Ney.


Ney hanya shock mendengarnya dan mengusap wajahnya. Arnila melirik ke Rita begitu juga sebaliknya, saat Ney sepertinya mulai frustasi soal alternya, Rita membuat kalimat. 'Dia tidak akan tahu atau ingat soal itu.' Arnila mau membalas lalu Ney kembali semula. Tapi kemudian Ney berkata sendiri, posisi Rita saat itu berada di depan Ney sedangkan Arnila sampingnya jadi sedikitnya bisa mendengar gumaman yang Ney keluarkan.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2