ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
Kekasih Gue


__ADS_3

Happy Reading.


Pagi itu Fara dan keill memutuskan untuk langsung pulang ke Jakarta setelah menerima telepon dari Jimmy yang mengatakan bahwa ibunya Fara masuk rumah sakit.


Untung saja pagi itu masih ada penerbangan ke Jakarta pada pukul 08 WITA, mereka langsung check out dari hotel, padahal hotel itu sudah mereka booking selama seminggu tepatnya Mama Rara yang memesannya dan langsung meninggalkan Bali dengan segera.


Di dalam pesawat Farah tidak henti-hentinya berdoa, tidak ada firasat apapun mengenai sang ibu, mereka pun baru kemarin siang saling telepon, Fara mengatakan kepada ibunya bahwa dia sudah sampai di Bali.


Tapi entah kenapa sekarang perasaannya sungguh tidak enak, hati Fara gelisah, jantungnya sejak tadi berdegup dengan kencang. Bahkan tangannya sudah terasa sangat dingin.


Keill menoleh dan melihat Fara yang menggigit bibir bawahnya, pria itu tahu kalau istrinya sudah seperti itu tandanya Fara sedang tidak tenang. Keill memegang tangan istrinya dan mengelus punggung tangannya dengan lembut, memberikan ketenangan agar semua baik-baik saja.


"Sayang, yang tenang, ya! Bentar lagi kita sampai, kita berdoa, istighfar terus, mudah-mudahan ibu baik-baik saja," Keill mencium punggung tangan Fara.


"Iya Mas, aku sangat takut!"


"Stttt! Nggak usah bicara yang aneh-aneh, lebih baik berdoa terus kita serahkan semuanya pada Allah untuk kesembuhan ibu, dan kita harus yakin kalau para dokter akan menangani ibu dengan baik," ucap Keill.


Fara hanya bisa mengangguk, Keill membawa kepala Fara bersandar kebahunya. Mengelus sayang puncak kepala istrinya untuk memberi ketenangan.


"Insya Allah semuanya akan baik-baik saja!" Bisik Keill.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam, pesawat yang mereka tumpangi tiba di Jakarta.


Sudah ada sopir yang menjemput mereka di bandara.


"Pak Supri, langsung ke rumah sakit ya, untuk menjenguk ibu," ucap Keill.


"Baik tuan," Pak Supri langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit.


Di dalam mobil wajah Fara semakin terlihat pucat, kekhawatirannya terhadap sang ibu memang sangat besar. Fara hanya memiliki Ibu dan tentunya dia tidak ingin kehilangan ibunya. Fara belum bisa membahagiakan sang ibu, dan hal itulah membuat nya semakin gelisah.


Tidak butuh waktu lama untuk mencapai rumah sakit tersebut, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit, setelah mobil berhenti Fara langsung membuka pintu dan berlari masuk ke dalam rumah sakit.


"Fara! Tunggu!" Keill berlari menyusul Fara masuk.

__ADS_1


Terlihat istrinya itu sedang bertanya pada petugas resepsionis rumah sakit itu.


"Ruang mawar di lantai 2, mbak!" ucap resepsionis tersebut.


"Baik, makasih mbk!" Fara segera berjalan cepat menuju ke arah lift.


"Sayang, kok kamu ninggalin aku?" Seru Keill berjalan dengan langkah yang lebar.


Fara langsung berhenti setelah mendengar suara Keill, dia baru ingat kalau sudah mentelantarkan suaminya, "maaf, mas, aku jadi ninggalin kamu, ayo kita ke tempat ibu dirawat," Fara langsung menggandengnya lengan Keill dan menariknya masuk ke dalam lift.


Di sisi lain.


Vera menutup pintu kamar mawar bersama Jimmy yang baru saja memeriksa kondisi pasien yang berada di dalam.


Setelah semalam Jimmy mengutarakan semua perasaan nya terhadap wanita ini, Jimmy terlihat lebih sumringah.


Bukan hanya karena kondisi Ibu Lia sudah membaik, tapi juga karena Vera mau memberikan nya kesempatan untuk menjadi kekasih nya.


"Apakah beliau tidak punya keluarga?" tanya Vera tentang pasien yang baru saja diperiksanya.


Vera menghentikan langkahnya, keningnya nampak berkerut mendengar ucapan pria yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu.


"Bulan madu ke Bali? kok sama dengan sepupuku, ya? dia sama istrinya juga lagi bulan madu ke Bali," ucap Vera.


"Oh, ya? apa jangan-jangan mereka orang yang sama?"


"Mana mungkin? tapi ya gak tau juga sih, atau mungkin hanya kebetulan," jawab Vera terkekeh.


Jimmy hanya mengedikkan bahu, kemudian dia masuk ke dalam ruangan nya dan Vera terus berjalan menuju lift karena akan menuju ke ruang farmasi.


Fara yang sedang menunggu pintu lift terbuka, tiba-tiba dikejutkan oleh kemunculan keill dan Fara. "loh, kalian kok ada di sini? bukannya kalian ada di Bali ya?"


Keill dan Fara keluar dari lift tersedia, "Ibu mertua gue masuk rumah sakit, katanya sekarang beliau sedang berada di ruang mawar lantai 2," jawab Keill.


Vera menutup mulutnya tidak percaya, "jadi benar yang dikatakan Jimmy, ya udah aku antar kalian ke tempat pasien yang pertama Ibu Lia, jadi Fara, Ibu Lia itu adalah ibumu?"

__ADS_1


"Iya, bagaimana kondisi ibu?"


"Alhamdulillah, sudah lebih baik, tidak ada cidera yang serius kok," jawab Vera.


kemudian mereka berhenti di depan ruang mawar dan Vera langsung membuka pintu itu.


"Ya Allah, Ibu!" Fara langsung masuk dan menghampiri ranjang ibunya.


"Tenang Ra, Ibu baru saja tidur, beliau baru minum obat, tapi kondisinya sudah semakin membaik kok," ucap Vera.


"Makasih ya Ver, udah merawat ibu gue," Vera menggeleng.


"Bukan gue yang pemeriksa tapi dokter Jimmy," jawab Vera tersenyum.


"Apa? jadi lo kenal sama Jimmy?" tanya Keill.


"Ya, kenal lah, dia 'kan kekasih gue juga sekarang!"


Bersambung.


Hai akak reader semuanya, aku mau promo novel temenku, author Dianning


Judulnya : I Love You My Sugar Daddy



Blurb:


Duda tampan dan kaya menjadi incaran para wanita lajang, tetapi sama sekali tidak tertarik menikah lagi karena masih mencintai mantan istri yang telah direbut oleh pria lain.


Saat berencana untuk hidup melajang dengan gelar 'Duren', tetapi gagal karena sang ibu sibuk mencarikan wanita untuk dijodohkan dengannya.


Sampai ia memiliki jalan keluar untuk mencari seorang wanita untuk dijadikan istri kontrak demi mengelabuhi sang ibu.


Akankah Duren ini menemukan seorang wanita yang sesuai dengan kriterianya?

__ADS_1


__ADS_2