
Paginya, Rita sudah bersiap dengan guru yang lain. Tyas dan Prita juga sudah siap untuk jalan-jalan sambil berjanjian dengan kedua orang tuanya. Tanpa Rita ketahui ternyata Ney berhasil menginap satu hotel dengannya.
Tentu saja Rita tidak tahu, mereka semua lalu memasuki aula untuk sarapan. Para guru merasakan masakan mewah itu untuk pertama kalinya, dan mereka mengobrol dengan seru.
Ney baru datang pukul 9 pagi dimana Rita kaget melihatnya. "Kok dia ada disini?" Tanyanya.
"Teteh tidak tahu ya kemarin malam Prita ke bawah untuk mengambil handuk, lihat si itu baru check in ke hotel sini. Wah, dia benar-benar stalker ya," bisik Prita.
Ney senyum dan mengambil sarapan lalu mencari tempat, sayangnya Prita duduk dekat Rita dan sebelahnya lagi guru lain. Ney makan dengan senang kini, dia bisa tahu gerak gerik Rita.
"Maklumi sajalah kan dia kesini ada "bisnis" stalking orang," kata Rita dengan cueknya.
Rita sudah selesai dan bermaksud mengambil sup krim kepiting. Ney melihat Rita uang segera saja ikut mengantri, padahal makanannya belum habis.
"Eh, sekarang aku satu hotel lho sama kamu jadi aku bisa selalu tahu kamu mau kemana," kata Ney mengambil sup juga.
"Yah aneh ya sudah merundung, bertingkah tidak sopan, eh sekarang bisa-bisanya menguntit aku. Kenapa takut ya aku ketemu Alex? Ups, kamu takut tersaingi? Aduuuh ckckck sadarlah syukuri apa yang kamu punya bukan iri sama rejeki orang," kata Rita menatap sebentar ke arah Ney.
Rita tambahkan roti keras ke dalam sup nya, bapaknya sangat menyukai sup itu. Rita juga mengambil mangkuk lainnya dan Ney menatap Rita mendengus.
"Duh, katro sekali ya baru kali ini ya menemukan sup seenak dan mewah. Sampai-sampai kamu ambil 2 mangkuk supaya kebagian," kata Ney yang mencibir perilaku kampungan Rita.
Para pegawai hotel ada disana mereka saling berpandangan dan bisik-bisik. Entah apa yang mereka katakan namun Ney tampak senang karena mereka pasti membicarakan soal kelakuan Rita.
Salah satu dari mereka datang menghampiri Rita. "Can I help you? ( Ada yang bisa kami bantu? )" Tanyanya dengan sopan.
Ney sudah tertawa sambil menutup mulutnya. Pegawai itu tersenyum baginya sudah biasa melihat orang-orang mengambil banyak sup.
Rita berpikir bagaimana mengucapkannya tapi memberanikan diri untuk mencoba bahasa Inggris. "Ah yes, I'm a bit troubled but can you help me give this soup to my parents? There ( Ah ya, aku agak kerepotan tapi bisakah Anda membantu aku memberikan sup ini kepada orang tuaku? Disana )," tunjuk nya.
Pegawai itu melirik dan mengangguk lalu membawakan dua mangkuk tersebut dan menaruhnya di depan kedua orang tua Rita.
"Asyiiikkk. Thank you," kata kedua orang tuanya.
"You're welcome," katanya kembali ke posisinya dimana dia berada.
Ney terdiam memandangnya dia tidak tahu kalau ternyata Rita berinisiatif memberikan sup itu untuk kedua orang tuanya. Lalu melihat Rita mengambil mangkuk lagi untuknya sendiri dan memasukkan roti serta membawa salad buah.
"Kamu kenapa tidak bilang kalau itu untuk kedua orang tua kamu. Jadi kan aku tidak perlu mengucapkan yang tadi," kata Ney merasa malu sekali.
Rita hanya menatap Ney lalu mendelik dan berjalan ke tempatnya sambil tersenyum. Mereka bersorak karena Rita membawakan sup untuk mereka. Prita mencoba dan ternyata enak!
"Aneh ya masa harus bilang-bilang sih kalau mau memberikan makanan ke orang tua sendiri?" Tanya Rita sengaja mengeraskan suaranya.
"Memangnya ada orang yang harus diberitahu dulu?" Tanya Eka guru kelas C.
"Ada. Aneh kan, dia pikir aku mengambil dua sup ini untuk dimakan sendiri hahaha orang aku makannya sedikit juga," kata Rita tertawa.
"Berarti dia tidak kenal Teteh sama sekali sampai dikira begitu. Ada kan orang yang makannya belum habis sudah ambil makanan lain. Justru itu yang takut kehabisan," kata Tyas menyuap salad buah dan nasi.
Mendengar itu Ney memandangi mejanya yang memang agak penuh makanan tapi belum habis satupun. Dia agak malu melihat meja Rita yang porsinya sedikit dan memang habis semua.
Rita lalu chat pada Ney. "Kamu sudah mandi? Kemarin berangkat ke sini kamu tidak mandi ya?" Tanya Rita.
Ney kemudian membuka ponselnya dan mengetik. "Memangnya kenapa kalau tidak mandi. Urusan kamu?" Tanya Ney sewot memperhatikan Rita.
"Kamu bau tahu! Tidak sadar kalau banyak orang-orang menjauh? Badan sendiri saja kamu tidak bisa peka. Sekarang mandi tidak?" Tanya Rita teringat saat di bandara. Meskipun pakaiannya bergaya tapi bau badannya tercium.
Ney tidak bisa berkutik, memang sih dia tidak mandi karena tidak sempat. Hanya berganti baju, pakai parfum padahal sudah habis setengah tapi masih bau.
"Aku mandi kok!" Jawab Ney.
"Tapi kok masih belek kan? Aku yakin kamu tidak gosok gigi juga kan? Ueeeh Alex mana bisa tahan sama bau begituan. Mandi dong! Tidak malu? Sudah menikah masih saja kebiasaan tidak berubah," kata Rita mengakhiri.
Ney memeriksa wajahnya. Benar saja belek alias tahi mata nongkrong di ujungnya, mending kalau kecil ini banyak! Dia diam-diam menggosok dan membersihkannya, beberapa pegawai memandanginya dengan jijik.
Yah namanya Ney dia memang muka badak sih. Lalu melihat bibirnya dengan bekas ileran yang memanjang padahal sudah pakai bedak. Lipstik entah kemana tidak sejajar atau rapi.
"Kok bisa Rita sedetail ini sih? Ternyata aku memang tidak bisa peka dengan diri sendiri," pikir Ney menatap pada Rita yang sedang makan sambil tertawa.
__ADS_1
Pukul 10 mereka selesai sarapan dan berdiri menuju lobby hotel. Ney juga sudah selesai sambil membetulkan riasan dan matanya.
"Hari ini mau ke mana? Kapan kamu..." kata Ney yang berdiri di samping Rita.
Rita mengeluarkan kertas tugasnya yang lain. "Mengerjakan tugas lah. Aku kemari bukan untuk main atau nongkrong cari lelaki. Tapi untuk sekolah!" Jelas Rita dengan nada tegas.
Ney cemberut masih saja Rita sibuk dengan tugas sekolahnya. "Kalau begitu untuk apa aku kesini kalau hanya lihat kamu ada kegiatan sekolah?" Tanyanya.
"Ya mana kutahu lah dari awal juga siapa yang bilang mau bertemu Alex. Dia juga sibuk kerja, tidak ada waktu bertemu. Lagian kamu sendiri yang heboh sampai bohongi suami sendiri. Ihh," kata Rita bergidik.
Ketua grup datang. "Sudah siap?" Tanyanya.
"Sudah dong. Yuk. Semoga pak Pemandu sudah tiba," kata Rita berdiri mencari.
Sambil menunggu di depan pintu, guru lain menghampiri Ney dengan heran. "Kamu kan Ibu Ney ya? Kok bisa ada di sini dafi kemarin sepertinya menempel terus sama Bu Rita," kata Guru kelas E.
Ney salah tingkah jadinya. "Iya, aku kemari ada urusan," katanya.
"Oooh urusan apa? Perasaan dari kemarin saya lihat Ibu urusannya menguntit Bu Rita deh. Itu urusan atau mengganggu ya?" Tanya guru itu agak nyelekit.
"Iya tuh. Betul! Katanya ada bisnis, urusan ya kerjakan dong buat apa kamu mengekor aku terus? Bilang saja bohong," kata Rita sambil memakaikan lip balm.
Ney tidak memperdulikan guru itu dan sibuk membuka ponselnya. Mereka menjulurkan lidah pada Ney yang membelakangi. Rita tertawa.
"Eh, itu tuh! Yuk," ajak Rita.
"Bu Rita, dia kemari betul mau ganggu ibu?" Tanya guru BP.
"Dia pikir aku kesini untuk janjian bertemu teman laki-laki," kata Rita memberitahu.
"Ya ampun ya itu sama saja niatnya mengganggu. Kelewat percaya diri ya orangnya sampai tidak tahu malu," kata guru BP bergidik.
Ibu dan Bapak serta adik dan Tyas juga siap-siap mendatangi mobil travel. Bapak dan Ibu sekalian akan jalan-jalan dan ternyata Ney meminta diantarkan ke suatu tempat.
"Ready?" Tanya Syakieb dengan semangat.
"LET'S GO!!" Teriak semuanya bersemangat lalu menaiki travel itu.
Satu per satu guru diturunkan di tempat tugas mereka dan membuat janji, siapapun yang sudah selesai bisa datang ke taman untuk menyerahkan tugasnya. Setelah itu acara bebas!
Rita dan keluarga paling terakhir turun setelah Ney turun di sebuah tempat yang ternyata tidak jauh dari tempat Rita.
"Ney seperti sedang mengawasi kamu ya. Ibu sama sekali tidak suka!" Kata Ibunya berbisik.
"Memangnya ada yang suka dia di sini?" Tanya Rita berbisik juga.
"Dia lebih ingin mengganggu kamu hati-hati," kata Bapak merangkul Rita.
"Dia punya tujuan lain. Dikiranya Rita ada mau ketemu dengan laki-laki makanya dia kepo," kata Prita.
Syakieb lalu membimbing mereka memasuki dunia air, bernama Aquaria. Agak mirip dengan Sea World isinya penuh aneka macam ikan dan tangki panjang membuat Rita ketakutan.
Saat itu Ney memang mengawasi tapi sambil berbelanja. Karena sendirian dia sangat bosan tapi melihat Rita tidak kemana-mana, ya dia santai. Lebih mirip seperti serigala yang kesepian.
Beberapa jam berlalu saat Rita sedang mengagumi keindahan karang, datanglah Alex. Dia disuruh memakai topi hitam dan baju kemeja garis biru dan putih.
Beberapa pengawal yang membaur memilih menjadi pedagang. Karena bisa dekat mengawasi tuannya juga keluarga Rita.
Alex memandangi Rita dengan terkejut, dia mematung. Rita sama sekali tidak tahu dan itu membuat Alex sangat gugup. Padahal dia ganas kalau chat tapi entah kenapa saat melihat Rita secara langsung, kedua tangannya berkeringat.
Syakieb tertawa. Kedua orang tua Rita berada jauh dengan Prita dan Tyas yang membeli makanan ikan.
"Rita, perkenalkan ini keponakan saya," kata Syakieb.
Rita juga sudah lupa bagaimana rupa Syakieb jadi beliau lega. Ternyata Rita memiliki short memory kalau tidak terlalu penting.
Rita berbalik dan menatap Alex. "Oh, halo," kata Rita dengan suara yang ramah. Membuat Alex semakin berdebar.
"Saya meminta dia untuk membantu mengerjakan tugas Bu Rita," kata Syakieb menyikut tangan Alex.
__ADS_1
"Oh, baiklah," kata Rita tidak penasaran dan senyum.
Alex membungkukkan badannya, kala itu Tyas dan Prita datang. Hanya Tyas yang bengong, dia mengenali perawakan badan itu dari foto Rita dan menatap Rita yang biasa saja.
Syakieb menepuk bahu Alex memberi kode agar dirinya segera membuka siapa dirinya. Lalu pergi menemani kedua orang tua Rita.
Fi luar Ney masih terus mengawasi, dia tidak bisa melihat keberadaan Alex disana karena memang tidak begitu terlihat.
Alex sangat gugup, dia takut salah bicara dan terus mengikuti kemana Rita pergi. Tyas berbisik pada Prita memberitahukan bahwa orang itu adalah Alex. Prita kaget dan Tyas mengangguk. Mereka berdua tahu kalau Rita sama sekali tidak sadar dan menggelengkan kepalanya.
"Ehem. Kamu Rita?" Tanya Alex dengan suara beratnya. Logatnya lebih ke Indonesia tapi ada sedikit Melayu.
"Iya. Nama kamu siapa ya? Nanti aku panggilnya apa?" Tanya Rita ternyata orang di hadapannya bisa lancar bahasa.
Dengan menatap senyuman ramah Rita, akhirnya Alex berpikir Rita sudah tidak dendam lagi padanya. Lalu membuka topinya dan...
"Rita, ini aku," kata Alex.
Rita mematung. Lelaki itu sangatlah tampan dan tinggi, bahunya lebar. Sangat mirip dengan beruang Yeti pikir Rita.
"Hah?" Tanya Rita masih dengan wajah begonya.
"Aku Alex Haryaka Alfarizki. Akhirnya bisa bertemu juga ya," kata Alex dengan sangat ceria. Berharap Rita datang memeluknya dan menangis. Tapi itu hanyalah halusinasinya saja.
Tyas dan Prita bersorak senang. Alex berkenalan dengan mereka sedangkan Rita masih mematung lalu ingatannya menayangkan bagaimana perilaku Alex kepadanya. Dengan wajah menakutkan dan tawa an yang sesuatu, Rita mendekati Alex.
"Alex? Alex ini?" Tanya Rita memastikan tangannya gemetaran halus memperlihatkan isi chat.
Alex tertawa lalu memperlihatkan chatnya yang sama pada Rita. Seketika itu juga taring dan tanduknya Rita muncul bersamaan dengan kedua mata berubah menjadi petir. Kedua tangan dan kaki berubah menjadi cakaran naga tapi...
Bohong.
"Ya Allaaaah!!!" Teriak Rita menutup mulut dengan kedua tangannya.
Membuat Alex kegirangan dan membuka kedua tangannya berpikir Rita akan memeluknya. Tanpa disangka-sangka, Rita mendekat kilat dan mencubit pipi Alex dengan sangaaaatttt kuaaaatt.
"ADOOOOOHHH!!" Rintih Alex menatap mata Rita yang berubah wujud.
"JADI INI ALEX SIALAN ITU! HAAAAAH!!! KURANG AZZZAAAARRRRR!!!" Teriak Rita suaranya sangat tinggi membuat semua orang kaget.
Para pengawal yang menyamar kaget setengah mati melihat bagaimana Rita ******* pipi Tuan mudanya dengan mudah menggunakan tangannya. Alex sangat kesakitan, dugaannya buyar saat melihat api neraka di punggung Rita.
"MANUSIA LAKNAT!! AKHIRNYA KETEMU JUGA. TAKDE AKHLAAAAAAKKKKZZZ!!" Teriak Rita sekuat tenaga membuat kedua orang tuanya kaget lalu datang dan terkejut. Ibunya tertawa keras.
Alex berusaha melawan tapi tidak bisa karena saat itu energi Rita memuncak naik membuatnya ketakutan. "MAAAF! AKU MINTA MAAAAFF!! MAAAAAAFFFFF!!!" Teriak Alex sambil menangis kesakitan.
Tidak ada pengawal yang berusaha melerai karena mereka ketakutan. Rita lebih menakutkan ketimbang Tuan muda mereka. Setelah itu Tyas dan Prita menghentikan aksinya yang berusaha menendang Alex dan menjambak rambutnya.
Tentu saja Alex langsung kabur bersembunyi di belakang penjaganya yang menyamar. Air matanya keluar, kedua pipinya memerah seperti memakai blush on warna pink.
"Calm down, Sis. Calm down," kata penjaganya yang berusaha membuat Rita tidak marah.
"Kalem kalem mukamu!! Dia hina aku, pertama kenal sudah caci maki. SINI KAMU!!!" Teriak Rita yang berusaha menarik pengawal itu, dia semakin kalap menghempaskan lembaran tugas ke lantai.
Pengawal itu tampak kengerian melihat Rita yang lepas kendali. Alex mengerang sakit sambil menangis, tidak ada ampun sama sekali.
"Huaaaaaa," kata Alex yang menangis sedikit. Pengawalnya jadi salah tingkah, mau melawan tapi lawannya sangat beringas melebihi perempuan lainnya.
Yang lainnya pun kesulitan mau membantu agar Tuannya selamat, mereka pasti kena hempasan akibat kekuatan Jupiter Thunder milik Rita. Di luar Syakieb menatap dengan wajah bengong melihat keponakannya di geprek.
Orang tua Rita lalu melerai dan menenangkan Rita. Setelah itu Alex meminta maaf dengan dalam sudah berbuat banyak dosa pada anak mereka. Lalu Alex sembunyi di belakang Bapak Rita.
"Pak, marahin dong anaknya dihina sama laki-laki laknat!" kata Rita menunjuk dengan marah.
"Hahaha iya iya Bapak tahu. Alex kan sudah minta maaf," kata Bapaknya menepuk Rita.
"Enak sekali ya hanya bilang Maaf, kamu pikir semuanya bisa selesai!?" Tanya Rita menghardiknya.
Tanpa diduga, Ibu Alex masuk sambil membungkukkan badannya dan memegang tangan Rita.
__ADS_1
Bersambung ...
🎉Detik-detik Berakhirnya Eternal Enemy. 🎉