
"Dia pasti banyak menjelekkan Teteh ya ke teman lain, kamu tahu kenapa?"Tanya Koko.
"Tahu. Supaya mereka menjauh dari aku, terus dia menjadi satu-satunya tempat bergantung aku bukan? Kalau itu berhasil, untuk kemungkinan lebih dekat dengan Malaysia menjadi tinggi. Betul tidak sih? Soalnya aku sudah tahu dia lebih lama," kata Rita agak ragu.
"Iya tepat! Memang begitu dan kalau sudah dekat, kamu pasti mati. Karena kamu mau bilang apapun, si Malaysia pasti lebih membela dia. Karena apa? Mereka berdua sama-sama jelek," kata Koko yang memang tidak menyukai Alex. Menurut Koko, Rita bisa mendapatkan jodoh yang lebih baik darinya.
"Wah, kalau begitu sih dia sengaja untuk dekat dengan Malaysia supaya bisa membuat Teteh tenggelam dong?" Tanya Tyas kesal sekali.
"Itu menang rencana dia tapi kembali lagi masih ada Allah SWT yang Maha Mendengar dan Mengetahui. Sekarang semua rencana dia gagal total. Apalagi Teteh mulai berontak kan, dia sebenarnya ingin mengendalikan Teteh untuk kepentingan dia," kata Koko menjelaskan, memeriksa ponselnya lalu memasukkannya lagi.
"Soal merundung Teteh karena ada jin yang menempel apa itu juga rencana busuknya?" Tanya Rita.
"Iya, dia memang bisa melihat makhluk lain tapi selebihnya contoh meramal, dia tidak bisa. merundung itu kan termasuk perbuatan karena iri dengki, Teh. Kalau Teteh berbuat kebaikan, dia pasti kepanasan. Meskipun kebaikan yang Teh Rita keluarkan sekecil semut, bagi dia ya itu besar. Dia akan selalu berprasangka buruk pada siapapun yang dia anggap sebagai saingan," kata Koko lalu minum kopinya.
Mereka semua mendengarkan dengan seksama. Rita menghela nafas kenapaaa baru sekarang dia bertemu dengan Koko dan Ua Mori? Kenapaaa tidak dari dulu saja.
"Kalau kita kan saingan itu yang bisa membuat kita menjadi semangat. Nah kalau Toxic ini kebalikannya, makanya sama sekali tidak cocok dengan Teteh," kata Koko.
"Kalau sama aku bagaimana, Ko?" Tanya Tyas penasaran.
"Bentrok parah nah lawan setara nya sama Tyas bisa. Kalian berdua sama-sama logika apalagi Tyas saudara dekatnya Rita. Kalau adu bacot, kalian setara tapi lebih baik jangan diladeni sajalah," kata Koko menatap Tyas.
Tyas heran karena pandangan Koko penuh arti.
__ADS_1
"Sekarang benangnya sudah hilang, teman beracun kamu sedang stres karena tidak bisa mencari info. Nanti lagi kalau dia berbicara macam-macam, mau itu benar yang Neng alami atau tidak, jangan berkata iya. Itu terkadang hanya pancingan saja. Anaknya pinter sekali tapi agak... itulah," kata Ua Mori memberikan tanda memutarkan telunjuk di samping dahinya.
Tempat lain Ney merasa kosong di sekitarnya, jin dan setan yang ada di sekitarnya pun kini kembali lagi mereka tidak bisa berbuat banyak. Ney juga kelelahan sekali dan melihat kondisi kamarnya yang berantakan, dia berusaha lagi mencari informasi mengenai Rita tapi nihil.
Dia merasa aneh seperti ada sesuatu yang baru diambil dari punggungnya. Dia memejamkan kedua matanya dan melihat benang itu sudah terputus karena terbakar.
Ney sudah tentu kaget sekali. Dia terdiam dan khodam itu mendatanginya lagi. Ney membeki dia tahu ada sesuatu yang berdiri di belakangnya. Lalu dia mendengar sebuah kalimat :
"Jangan ganggu Teh Rita lagi. Pergi kamu dari hadapannya!"
Kemudian suara itu menghilang, Ney merosot lemas di atas karpet lantainya. khodam itu kemungkinan dari Ua Mori yang juga geram pada kelakuannya. Bagaimana bisa dia tega menyakiti Rita yang selalu baik kepadanya?
Sekarang bahkan khodam Ua pun memberikan peringatan, dia harap orang itu tidak lagi mengganggu pasiennya.
"Kenapa, Ua?" Tanya Koko merasakan khodamnya lama kembali.
"Hahhh dia hanya kasihan pada Teteh. Dia kembali lagi untuk memberikan peringatan. Nah sudah kembali," Kata Ua lalu duduk dam mengobrol kembali. Koko juga bisa melihatnya dan kembali tenang melihat Rita yang masih mengobrol.
Lalu Ua seperti menghitung sesuatu dan mendatangi Koko lalu berbisik. "Nanti saya mau melakukan sesuatu pada Teteh supaya kamu menanganinya mudah. Semoga," Kata Ua.
"Memangnya saya tidak bisa?" Tanya Koko.
"Sulit. Kalau kamu memaksa sendiri, nanti Teteh nya yang menangis," kata Ua membuat Koko terdiam.
__ADS_1
Koko terdiam, sifatnya juga kurang cocok dengan Rita karena Rita terlalu memakai perasaan dan juga lembut hatinya. Koko dan Alex sama-sama logika juga dan watak mereka berdua keras.
"Oke, Ua," kata Koko mengacungkan jempolnya.
Lalu tibalah sekitar jam 5 sore sebelum dimulai, Ua Mori menyiapkan kursi satu di tengah ruangan. Adik dan kakaknya, serta ibunya Ryan juga ada disana, beliau agak kurang setuju dengan rencana adiknya.
"Aku rasa itu akan membuat Rita kesakitan," kata ibunya Ryan keberatan.
"Tidak akan, percaya deh. Daripada jin jelek itu kembali," kata Ua Mori.
Rita sedang mengerjakan sholat bersama dengan Tyas dan saudara yang lainnya. lalu keluar ruangan dan melihat mereka menyiapkan kursi. Rita agak takut, tegang dan kalau dia duduk di sana, semuanya akan melihat.
"Tenang Teh, sok sini duduk dulu yuk. Jangan tegang. Ua ingin mencari sesuatu," katanya membimbing Rita untuk duduk.
Rita agak canggung karena dia sendiri yang duduk di tengah ruangan. Paman dan bibi seperti sedang mengucapkan sesuatu untuk membuat pelindung.
"Ua mau apa?" Tanya Rita penasaran.
"Terasa tidak?" Tanya Ua yang sedang memasang telapak tangan di punggung Rita.
"Agak hangat. Lalu panas," Kata Rita memegangi punggungnya tapi anehnya tidak ada rasa panas.
Bersambung ...
__ADS_1