
"I kiss you," kata Alex tiba - tiba.
"I kiss you back," kata Rita. Bagi Rita sendiri ini seperti semacam permainan, dia hanya perlu membalas perkataan Alex karena dia yang memberikan petunjuk.
"Kiss you with hard, I will put my tongue in your mouth ( Menciummu dengan kasar, aku akan memasukkan lidahku ke dalam mulutmu )," kata Alex dengan semangat.
Wo wo wow! Alex nampaknya tidak bohong soal dia memang sedang 'ingin' tapi sudah tidak mau bermain dengan perempuan secara fisik. Sebenarnya sih Rita tahu dengan seperti ini saja sebenarnya dosa tapi lebih dosa lagi kalau sampai praktek.
"Easy easy. Calm down. Aku tidak akan kemana - mana," kara Rita menenangkan Alex yang agak terburu - buru.
"Sorry. Aku takut kamu tidur," jawab Alex dengan bayangan mulut Rita berada disekitarnya.
"Aku lagi di mall. Kalau tidur berarti harus rebahan di lantai?" Tanya Rita dengan ekspresi datar.
"OH!! Baiklah. Kita akan bermain santai. Still kiss you with hard ya," kata Alex kembali berkhayal. Badannya bergerak mengikuti nafasnya, terlihat lekukan roti sobeknya yang nampak dalam kaos tipisnya. Pemandangan yang UHUY banget!
"Aku pegang erat baju kamu sambil menyedot isi mulut kamu," kata Rita. Yah dia memang jago membuat karangan tapi sama sekali tidak Rita bayangkan, dia hanya membaca. πππ
"Hmmmmmm," jawab Alex. Nafasnya mulai memburu dan kedua kakinya terbuka.
"Setelah aku sedot, aku tarik lidah kamu dan mulai menyedot lagi dengan kasar, memasukkan lagi mulutku dan mengeluarkan lidahku," kata Rita.
Dengan debaran, Alex mulai menyeka wajah dan rambutnya yang mulai keluar keringat. "Aku sedot lidah kamu dengan lembut dan... mulai menjilat leher kamu, kamu kaget," kata Alex.
"Menikmati Cumbuan kamu di leherku. Aku mulai duduk di atas kamu dan bernafas sambil memegang kepala kamu," kata Rita.
"Sepertinya kamu sudah mulai merasa enak, aku baringkan kamu di kasur dan aku diatas kamu. Aku buka baju atasan kamu dan mulai menciumi perutmu sambil membelai perutmu dengan kedua tanganku," kata Alex yang dengan merta memasukkan tangan kirinya ke dalam bajunya dan membukanya. Badannya mulai berkeringat dan dia menahan desahannya.
"Geli..." kata Rita membalas sambil menunggu dia melihat Ney dan Arnila yang masih mengobrol. Rita lalu makan cemilan sambil menunggu mereka.
"I know. Aku masih menciumi perutmu lalu tanganku mulai membuka celana panjang kamu," kata Alex.
'Tunggu... kenapa dia tahu aku memakai celana panjang? Wah! Sudahlah!' Pikir Rita. "Jangan ke bagian itu dulu! Kamu horny banget sih! Sabar dong," cegah Rita dalam khayalannya.
"Oke, tanganku tidak jadi ke bagian itu lalu aku membuka baju kamu lebih atas lagi dan terbukalah buah dada kamu yang ranum," kata Alex.
"Nah gitu dong. Nyosor aja ke bawah belum waktunya,boy. Setelah itu aku tertawa melihat kamu yang sudah ingin menelanku. Aku goyangkan dengan *******, aku pegang buahku," kata Rita sambil sesekali melihat notesnya.
"AAAHHH! Punyaku menegang. Setelah itu aku langsung menyantap buah kamu, menjilat dan menyedotnya. Kamu mendesah keras!" Kata Alex yang memegang 'adik'nya mulai basah.
"Aku menahan desakan sedotan kamu. More! More hard! Goyangannya semakin keras dan menjambak kepala kamu lalu dilepaskan dan menikmati sedotan kamu yang kasar," Kata Rita dengan seru.
"Aku mendesak hisapan dan memegang buah kamu yang lain, meremasnya lalu menjilat dengan kasar. Lalu aku pindah setelah puas dan melakukan hal yang sama. Apa yang kamu lakukan?" Tanya Alex sambil merintih sesekali dia melihat 'adik'nya mulai mengembang.
"Menahan kamu dengan memegang seprai. Kedua kakiku mulai berkeringat, bukain dong," kata Rita yang pastinya membuat Alex semakin hebat.
"I will. Aku melepaskan buahmu lalu mulai melepaskan celana panjangnya dan terlihat kaki kamu yang mulus sudah mulai banjir keringat. Buka ya kakinya, tahan sebentar lagi oke," kata Alex yang sudah merintih kesetanan. Orang tuanya? Sedang pergi. Kenapa ya dalam sinetron atau film, melakukan seperti itu selalu saja orang tua sedang pergi? ππ
"Fuh! Segarnya. Tahan ya aku buka baju atasku setelah itu kamu bisa lanjut lagi tapi..." potong Rita dia memikirkan ide gila.
"Aku mulai berkeringat nih. Kamu sudah buka baju kamu tersisa tinggal bra kamu tapi itu juga suka koyak, yang aku kan sudah buka baju atasan kamu sampai terlihat buahnya," kata Alex yang heran apa Rita mau memakainya lagi?
"Aku mau pakai lagi ya," kata Rita.
"Jangan. Buat apa? Sudah selesai?" Tanya Alex dia agak kecewa.
__ADS_1
"Belum dong. Buka buka baju tidak? Celananya panjang atau pendek?" Tanya Rita mulai nakal.
"Hohoho aku kira sudah selesai. Aku buka baju aku nih, celana aku pakai celana olahraga bahannya tipis kalau kamu bisa lihat, punyaku tampak jelas. Mau?" Alex tertawa.
"π€©. Tidak ah kalau beneran nanti saja. Aku pakai branya ya, sudah siap nih. Masukkin ya punya kamu," pinta Rita.
"Kemana? Kamu kan tidak mau menghisapnya ke mulut kan," kata Alex heran. Lalu dimasukkan kemana?
"Kesini. Masukkan punya kamu ke tempat buahku berada," kata Rita.
"Kamu punya ide kreatif ya. Nanti kalau mengembang bagaimana?" Tanya Alex dia merasa tertantang juga sih.
"Aku mau. Aku lalu menyentuh kaki kamu dan..." kata Rita memotong.
"Aku mulai memasukkannya dan mendorongnya. Aku mendesah merasakan buah kamu yang berada didalam mulai menyempitkan punyaku," kata Alex kemudian dia memang sedang bertelanjang dada dan menggeliat membayangkannya.
"Hufff hahaha hmmmm punya kamu mengembang ya? aku atur ya supaya punya kamu bisa bernafas. Aku lalu memegang braku dan mengatur punya kamu lalu setelahnya, aku merasakan punya kamu membesar dan membuat braku agak bengkak. AAH!" Kata Rita.
"Aku goyang - goyangkan dan perlahan punyaku mengeluarkan pelumas di dalamnya. Bra kamu basah pelumas itu menyembur. Aku mengeluarkan sebagian milikku agar menyentuh bibirmu," kata Alex yang sudah mulai membengkak punyanya.
"Aku jilat sedikit punya kamu. Berotot?" Tanya Rita penasaran takutnya malah mulus wong salah sasaran toh.
"Iya. Kalau kamu bisa lihat, penampakannya seperti jamur juga hehehe aku lagi di kamar mandi nih, meledak tadi," kata Alex yang sedang berdiri dan mengarahkan 'adik'nya ke wastafel. Dan menyemburkan cairannya dengan deras.
"Asik dong! Masih kurang?" Tanya Rita. Dia menguap kecapean menatap layar ponsel lalu berdiri dan jalan - jalan sebentar.
"Kurang lah kan belum sampai bawah. Part 2. I'm ready!" Jawab Alex yang sudah segar.
'Buset nih orang. Di DuMay saja seperti ini bagaimana kalau dia nanti punya istri ya?' Pikir Rita.
"Karena bra aku sudah basah, aku lepas branya dan melihat punya kamu tergeletak di antara buahku," kata Rita.
"Aku pegang punya kamu pelan - pelan dan meniupnya tapi tidak dimasukkan ya. Kepala jamur kamu aku remas lalu aku usap - usap. Aku butuh handuk nih, badanku mandi pelumas kamu kan," kata Rita.
"Kamu seksi badan kamu kena semua pelumasku. Aku bantu kamu mengeringkan badan sesekali aku cium bagian tubuh kamu," kata Alex yang tersenyum.
"Nakal ih. Nanti dong!" Kata Rita tertawa.
"Aku tidak sabar, badan kamu seksi banget aslinya. Ini asli ya aku katakan bukan karena aku sedang horny tapi badan kamu memang seksi. Bersyukur sekali kalau ada lelaki yang menjadi suami kamu seperti aku," kata Alex lagi - lagi berharap Rita tahu maksudnya.
"Hah? Memang kamu kenapa? Baper ya?" Tanya Rita bingung.
"Sudahlah. Kamu selesai mengeringkan tubuh kamu sambil berdiri, aku lalu memeluk kamu dari belakang dan menciumi punggung sampai pinggul sambil kedua tanganku tetap di pinggul kamu," kata Alex menghela nafas.
"Aku menikmati setiap kecupan panas kamu," kata Rita.
"Aku buka ya kamu telanjang dan aku mulai mencium buah belakang kamu dengan semangat, bahkan menjilatnya," kata Alex membayangkannya.
"Geli disitu! Aku lalu membuat kamu mundur dan duduk di kasur," kata Rita. Alex tahu maksudnya.
"Bagian depan?" Tanyanya.
"Belakang jangan masuk ke ***** ya," kata Rita sambil melihat notenya lagi.
"Hohoho boleh. Aku membuka kedua kakiku lalu mengarahkan tempurung adikku ke milikmu dengan lembut. Suara percampuran terdengar, kamu menahan hentakan ku dan aku terus mendorongnya," kata Alex yang semangat. Tidak perlu dijelaskan ya maksudnya apa. πππ
__ADS_1
"Ah!! Alex!" Teriak Rita.
"Aku tidak perduli dan terus menggoyang kamu," kata Alex.
"Karena kurang enak, saat kamu menggoyangku dengan tempurung kamu, aku memaksa berganti posisi, ah.. ah!!! Alex!!" Kata Rita sambil tertawa.
"Oke oke, ganti posisi mau bagaimana? Aku lagi enak sayang!" Kata Alex.
"Posisi tidur kamu memanjang ya. Lalu aku berjongkok menempatkan satu kakiku ke belakang sisi punggungmu lalu kaki lainnya berada atas kaki kamu. Pasangkan lagi tempurung kamu denganku. Posisiku tengkurap menghadap kasur jadi tempurung kita bisa saling berciuman," jelas Rita.
Alex mengerti jadi mereka masih dalam posisi tempurung yang berciuman. "Ooh hanya berganti posisi itu saja,"
"Suka tidak?" Tanya Rita.
"Posisi apapun aku suka. Aku pegangan kaki kamu lalu mulai percampuran," kata Alex lalu kembali merintih.
"Aku juga memegang kaki kamu dua - duanya dan menggoyangkan milikku lalu naik turun. OH! AH AH AHHH... Kerasa bangeeett hmmm!" Kata Rita dia kehabisan kata - kata deh. Masa harus nonton Utube dulu sih??
"Nice. Saat kamu memegang kedua kakiku, aku tarik kamu agar lebih dalam merasakan milikku. Kamu menjerit, aku mulai memaksa masuk lebih dalam. Lalu aku memutari kamu dan akhirnya kita saling berhadapan. Uhhh kedua kakimu aku tempatkan di pinggulku dan desakan tempurung ku membuat kamu teriak," kata Alex yang sekarang mulai naik lagi.
"STOP!! ALEX STOP!!" Teriak Rita dalam chatnya. Membayangkannya kok semakin liar ya dia.
"I can't stop. I like it. Setelahnya aku melepaskan kamu dan membiarkan kamu istirahat. Aku juga istirahat sambil memeluk kamu," kata Alex yang dia sudah menuju kamar mandi buang hajatnya.
"Kamu liar ya makin lama untung ini belum aslinya hanya fake doang tapi sepertinya kamu gampang banget horny," kata Rita menunggu Alex kembali. Serem juga sih aslinya, sesaat tadi dia sampai merinding.
"Maaf kamu pasti takut ya. Aku terlalu terbawa suasana sih. Kita chat biasa ya, tadinya aku mau lanjut part 3 tapi sepertinya aku merasa kamu jadi ketakutan," kata Alex yang merasa tidak enak. Dia memang terlalu mudah bernafsu apalagi Rita dengan mudahnya meski menggoda sedikit tapi dia sudah yang.... Naik.
"Iya aku takut banget soalnya kok semakin maksa. Lain kali jangan begini lagi ya, jadi tidak enak," kata Rita merasa bersalah.
"Maaf yaπbuat kamu tidak merasa nyaman. Itu semua kamu dapatkan dari novel ya?" Tanya Alex yang kagum padanya.
"Iya dan ada juga ide aku sih hahahaha! Kamu aslinya memang liar ya?" Tanya Rita.
"............" jawab Alex.
"Ya ampun. Kalau punya istri bagaimana tuh?" Tanya Rita.
"Aku bisa lebih lembut, aku akan menjaga istriku agar tidak merasa kesakitan. Tapi kalau sudah terhanyut sedikit liar sih. Kamu juga menurut aku pasti akan hebat di ranjang, kamu bisa banget memuaskan suami," kata Alex dengan wajah yang tampak senang.
"Kalau suami sih ya harus dong. Masa menikah tapi tidak bisa memuaskan suami sih? Kalau aku punya suami pasti akan aku puaskan!" Kata Rita senang. "Makanya aku harus jaga diri supaya suamiku tidak kecewa,"
"ππkalau aku pasti istriku akan kecewa sih," kata Alex sedih.
"Perihal masa lalu kamu? Yah, kalau sudah jodoh kan pasti akan menerima setidaknya kamu sudah sadar itu salah dan tobat kan," kata Rita.
"Tentu saja! Kamu mau sama aku?" Tanya Alex mencoba.
"Tidak mau," jawab Rita langsung.
Seketika itu juga dunia Alex hancurrrrπ€π€π€. "Ke...kenapaaa...laa" katanya dengan kedua mata yang berkaca & kaca.
"Kamu ribet, soal kecil jadi lebay, mellow, suka banget buat masalah sama orang, tukang selfie pula padahal muka tua," kata Rita tertawa keras.
"πππππ," Alex lega ternyata alasannya hanya karena dia ribet! Entah kenapa Alex merasa plong dalam dadanya. Kenapa ya? Penulis juga tidak tahu hahaahaha! Dia berpikiran apa yang dipikirnya belum tentu Rita memikirkannya. Alex berpendapat juga kalau isi pikiran Rita sangat simple, dia tidak pernah memikirkan hal berat. Itulah yang membuat Alex sayang padanya tapi yah.. Rita tidak peka πππ. Rita berpikir sangat senang sekali bisa bermain dengan Alex.
__ADS_1
Akhirnya Alex tertidur dan Rita senang mengetahui Alex masih seperti anak kecil. Alex tertidur dengan senyuman di wajahnya kadang dia masih sempatnya tertawa. Apa yang menjadi bahan cemasnya dekat dengan wanita, tidak terbukti dengan Rita. Dia membaca setelah Rita tahu tentang dirinya di masa dulu, tak ada sama sekali yang Rita pikirkan soal dia. Ibunya bilang karena Rita tidak perduli dengan masa lalu.
BERSAMBUNG...