
"Tapi memang Alex yang salah," kata Ney meyakinkan Rita. Salahnya dia terlalu ikut alur cerita Alex yang yakin bahwa niatnya untuk kebaikan Rita. Tapi... apa mungkin ya Ney takut?
"Lu yang salah, bisa tidak jangan bawa - bawa soal Alex ke urusan kita? Kamu juga lho yang seret dia kalau kita punya urusan. Yang aku bicarakan itu kamu bukan soal dia lagi, Ney," kata Rita yang sudah stres napa nih orang selalu bawa Alex mulu sih?
"Gue sama sekali tidak menyangka kalau dia sampai semarah itu, itu kan hak lu sebagai kekasihnya!" kata Ney karena dia membaca isi hati Rita nampaknya Rita ada rasa pada Alex.
Rita melongo. "Haaaah? Aku bukan kekasih dia hahahaha sembarangan lu!" Rita tertawa.
"Oh, bukan? Aku kira kalian sudah jadian lagi," kata Ney terdiam.
"Kalau suka memangnya harus jadi kekasih? Ya tidak lah! Layaknya aku suka Dude Harlino, jadi aku harus jadian dengan artis itu? Tidak kan, lu tuh ya mikirnya aneh banget!" Kata Rita menggelengkan kepalanya.
"Ya bukannya memang begitu ya? Aku kan kalau suka sama lelaki, ya pasti jadi pacarnya," kata Ney yang bengong dan berpikir memang dia dan Rita sepertinya berbeda jauh.
"Orang lain atau kamu mungkin pikirnya begitu, tapi aku tidak. Kan seperti yang aku bilang kalau kita itu berbeda jangan pernah berpikir kamu menyamakan apa yang kamu suka, apa yang kamu benci dengan aku. Buat apa juga kamu memaksa aku agar dirinya mau menceritakan soal kekayaan keluarganya?" Tanya Rita aneh. Baru kali ini ada orang yang maksa banget untuk dirinya bertanya soal harta orang tersebut. Rita merasa seperti Ney ingin membuat dirinya jelek dihadapan orang atau menyamakan untuk menjadi seperti dirinya.
"Ya supaya kamu tahu saja perbandingannya, Rita keluarganya itu gila banget! Hidupnya ya super mewah. Ya bagaimana kebantingnya keluarga kamu sama dia itu jauh banget," kata Ney sambil menggigiti kuku jari tangan. Kenapa tidak sekali kuku kakinya ya?
__ADS_1
"Tahu perbandingannya atau supaya Alex menganggap aku matre seperti kamu? Lu memang punya dendam ya sama gue? Lu memang sengaja mau jatuhin gue agar gue dicap jelek juga sama Alex dan keluarganya ya? Aku pusing ya sama kelakuan kamu nih, aku baru tahu juga. Lu ingin ubah pribadi gue agar diterima keluarganya kan?" Tanya Rita.
"Iyalah," kata Ney semangat.
"Tapi lu juga yang buat aku jelek di hadapan mereka. Ada saraf yang putus nampaknya ya di otak kamu tuh," kata Rita lagi.
"Kamu jebak aku ya?" Tanya Ney menyadari kalau ternyata dia dipancing.
"Iya. Aku ingin tahu saja seberapa hancurnya otak lu yang niat hancurin apa yang aku punya! Kamu sadar tidak sih kalau kamu punya sifat memanipulasi orang? Lu sama Alex itu sama, jeleknya sama ya beberapa ada yang aku tangkap. Kamu paksa mereka melakukan yang kamu mau tapi saat mereka terjebak, kamu bukan menolong malah menyalahkan kesalahan yang mereka buat padahal yang mereka lakukan adalah ya kamu sendiri yang menyarankan. Kamu tidak tahu ya?" Tanya Rita langsung ke intinya. Ney seperti.... bayi yang terjebak di dalam tubuh berusia 26 tahun. Soal sepele sekitaran dunia pertemanan, perasaan, apapun soal manusia dia nol! Tapi sebagai manusia, Rita juga butuh bimbingan orang yang bisa ditanyai karena dia takut kalau sok tahu juga.
'Aku? Manipulatif?' Tanya Ney pada dirinya sendiri. Dia tidak tahu juga manipulasi seperti apa. Ini nih yang bahaya, sifat seperti ini bisa membuat orang menjadi musuh bukan teman. Dia terduduk di kasurnya dan hanya bengong menatap ponselnya. Menatap apa yang dikatakan Rita, selama ini dia kira Rita yang tidak punya rasa peduli. Tapi ternyata Rita termasuk orang yang ke 30 yang mengatakan hal itu juga. "Kata kamu, kamu menerima teman apa adanya kan kalau aku memang manipulasi sifatnya masa kamu tidak bisa terima sih? Berarti kamu pemilih juga dong," katanya dengan senyuman terkembang.
"Itu hanya perasaan kamu saja," kata Ney yang tidak mengakuinya.
"Kalau memang hanya perasaan saja kok semua teman aku mengatakan begitu ya? Kalau kamu tidak begitu lalu kenapa selalu memaksa aku nurut sama saran kamu? Lalu saat aku melakukannya dan malah membuat aku jatuh, kenapa kamu tidak membantu aku berdiri? Kamu malah menyalahkan. Kamu tahu kalau Arnila juga sadar perilaku kamu? Dia bahkan sampai bilang kalau yang salah memang kamu, aku sudah jatuh diinjak - injak, bukannya membuat mereka mengerti tapi kamu juga menginjak aku. Yang seperti itu teman Real? Hah!?" Tanya Rita membuat Ney lamaaaa terdiam.
Jadi kalian harus berhati - hati nih ya sama tipe orang yang senang memanipulasi orang lain. Alex dan Ney memang ada tipe jenis ini tapi tentunya saja berbeda penyebabnya tapi kebanyakan mereka begitu karena tidak senang melihat orang lain bahagia atau memiliki kehidupan yang menurutnya Bahagia. Bisa jadi juga karena sangat sedikitnya teman yang mereka punya berbeda dengan yang Rita miliki. Bagi Ney kehidupan Rita sangat menyenangkan tanpa punya masalah yang berat di dalamnya padahal namanya juga manusia, Rita juga punya banyak masalah dengan keluarganya tapi tidak semestinya dia bawa sampai keluar rumah kan.
__ADS_1
Sebenarnya Rita sudah ingin sekali meninggalkan Ney menurutnya Ney terlalu banyak masalah kalau dekat dengannya. Tapi Rita juga takut apakah tindakannya itu salah? Dia masih terhalang baik atau tidaknya, Rita jadi terus berdoa meminta Allah swt memberikan seseorang yang bisa memberikan banyak nasehat, orang yang lebih dewasa darinya. Teman - teman tentu banyak yang mengatakan agar dirinya tidak terlalu dekat dengan Ney. Tentu Rita memang ingin memutuskan apalagi Rita juga penasaran dengan niatan Ney yang sebenarnya seperti apa. Sampai dia di manipulasi oleh orang yang menurutnya bisa dia percayai tentunya sudah bukan main - main lagi, sudah bukan menjadikan hal seperti itu enteng.
Kalau tidak salah ya sepertinya Penulis sudah menjelaskan soal ciri - ciri teman yang manipulatif. Ini sama dengan ciri - ciri teman yang toxic keduanya memang seperti saudara kembar siam dengan tanda yang sama. Sayangnya Ney tidak pernah sadar kalau dirinya sebenarnya sangat toxic, Arnila menyadari itu. Ney sering kali secara sadar atau tidak selalu memojokkan Rita untuk terus merasa bersalah pada dirinya dan juga Alex. Dia juga berpendapat kalau Rita tidak pernah memperdulikan sarannya yang dimana kenyataannya Ney sendirilah yang seperti itu. Mau Arnila berpendapat atau Rita sekalipun, baginya saran mereka tidak penting tapi baginya sarannya lebih jauh penting.
Jadi sekarang, Rita akan menjadi batu saja yang benar - benar tidak peduli pada kelakuannya. Tingkahnya sudah cukup membuatnya stres apalagi soal Alex. Ney membaca semua tulisan yang Rita ketik, dia masih terus saja menolak semua yang Rita katakan dia menggelengkan kepalanya menolak semua pembenaran yang Rita analisis mengenai dirinya. Di tempatnya Alex pun mengangguk setuju dengan apa yang diketik oleh Rita, urusan itu memang urusan mereka berdua buat apa dirinya ditarik lagi? Alex menatap Rita yang sedang rebahan, kepalanya pusing sekali malam ini kalau sudah chat dengan Ney pasti begini.
Kenapa sih Alex masih ada terus di tempat Rita bukannya pulang ke negaranya? Ibu dan ayahnya menunggu kesadaran Alex di kamarnya dan ibunya menggenggam tangannya
"Nak, kamu pergi kemana sih? Cepat pulang. Mom kangen," kata ibunya membisikkan kalimat itu.
Alex tentu saja mendengarnya tapi dia masih ingin berada di sisi Rita, meskipun Rita kini tidak memikirkannya karena sibuk bekerja. Beberapa bulan lagi kontraknya berakhir, lemari makanannya pun akan libur sementara waktu. Perut Rita mulai membuncit karena sering makan terus. Setelah kerja sambilannya selesai, dia akan mencoba melamar pekerjaan sebagai guru TK lagi tapi di tempat yang berbeda. Alex ingin meyakinkan kalau Rita akan bicara lagi dengannya kalau tidak, buat apa dia kembali ke tubuhnya. Lagipula Rita sedang berbincang dengan Ney, dia tentunya penasaran apa yang akan Ney lakukan padanya setelah terbongkar seperti apa kelakuannya.
"Ya aku tahu banget kok kalau kamu suka sama Alex jadi aku berusaha supaya kamu bisa jadi sama dia. Soal kepribadian kamu ya memang menurut aku tuh tidak ada yang bagus," kata Ney akhirnya keluar lagi dan tentu saja dengan tema yang berbeda.
"Sok tahulah! Yang kurang baik untuk kesehatan aku itu kehadiran kamu sih. Kamu bukan tipe orang yang bisa menerima apa adanya orang lain, mungkin ya ada niat kamu yang baik supaya aku tidak sendiri lagi tapi di mata orang banyak juga belum tentu niat kanu baik. Apalagi kalau sampai merundung aku hanya karena menurut kamu sifat baik aku membuat kamu tidak nyaman. Teman yang Real itu ya, tidak akan sok mengatur kepribadian orang. Kalau kamu mau atur - atur aku, ya aku juga berhak dong melakukan hal yang sama ke kamu dan kanu harus berubah juga. Enak tidak?" Tanya Rita dibalas panjang membuat Ney kesal.
Ney diam lagi mungkin benar ya dia terlalu sok mengatur selama Rita kenal Alex. Dulu tidak begitu sekarang jadi aneh meski alasannya karena peduli juga. Tapi untuk urusan mengubah kepribadian menjadi lebih baik, Rita sudah lebih baik justru pribadi Ney lah yang harusnya di reset ( kalau bisa ). Tampaknya Ney ini harus lebih banyak berteman dengan yang Real bukan hanya yang ada tapi saat dia punya sesuatu saja. Teman yang memang selalu ada dari level 0 sampai 100.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...