
Alex lagi-lagi terkejut kenapa Rita bisa menebak itu semua dengan tepat. Tapi Rita sendiri yang bilang kalau dirinya sama sekali tidak bisa membaca pikiran orang. Alex tahu pasti bila kemampuan berpikir Rita sangatlah tajam, Alex dapat memahaminya dengan mudah.
"Banyak sih Rita, dulu aku hanya berpikir yang penting bisa hidup senang mau temanku toxic atau bukan ya sama saja," kata Alex setelah tahu cara yang selama ini dia pakai adalah Racun.
"Beda lho," kata Rita.
"Iya ternyata beda. Maaf ya," kata Alex merasa tidak enak.
"Untuk pengetahuan kamu saja ya Ney itu sudah sejak lama aku blokir tapi entah kenapa bagaimana caranya dia selalu berhasil membuka lalu datang lagi, tapi ya begitu lagi. Lalu bertemu kamu tahun lalu, aku kaget kelakuan aslinya begini. Dia itu takut sama kamu makanya dia bela kamu terus," kata Rita menceritakan segalanya.
Alex juga merasa seperti itu, sayangnya saat itu dia merasa senang karena telah menang ternyata malah membuat hati Rita hancur. Apalagi setelah tahu bahwa dirinya disukai oleh Rita. Ditambah Ney yang lebih membela Alex ketimbang dirinya yang mengira Ney mengenal Rita.
Sungguh terlalu! Tidak akan ada lagi kesempatan selanjutnya bagi Ney, cukup dia tahu kalau orang yang sudah terluka dalam tidak akan bisa disembuhkan.
"Hah? Kenapa? Ah ya aku juga merasa begitu," kata Alex.
"Dia takut karena kamu banyak uang. Gila kan daripada takut sama Tuhannya sendiri malah dia takut sama orang berduit. Padahal kalau Allah menghendakinya hancur, ya hancur," kata Rita membuat Alex merinding.
"Aku... sama sekali tidak tahu. Yang aku tahu selanjutnya adalah hati kamu terluka parah. ๐ข๐ข๐ข," kata Alex menyesal.
"Tidak usah pura-pura sedihlah orang banyak uang seperti kamu memangnya tahu kepedihan orang yang dirundung oleh orang yang sudah dianggapnya dekat?" Tanya Rita yang tidak mau menerima simpati Alex.
Alex sedih membacanya. Hati Rita masih terluka akibat ulah mereka bertiga yang entah kapan bisa sembuh.
"Aku benar-benar tidak berpikir bahwa ujungnya seperti ini, aku pikir Ney akan lebih halus tapi ternyata..." kata Alex.
"Yalah karena kamu pikir uang bisa membeli segalanya kan termasuk kamu beli mereka berdua dan menyuruh menyerang aku. Memangnya kamu pikir aku takut? Coba aku tantang kamu sogok malaikat maut pakai uang. BISA?!" Tanya Rita yang kesalnya seubun-ubun.
Kesal Alex iya karena orang asing yang benar-benar sangat keterlaluan mencampuri urusan orang, lalu Ney juga orang sarap yang sama sekali tidak tahu diri. Dikiranya Alex akan terus membela dia? Salah dia memilih Rita sebagai lawannya.
Arnila? Ya sama saja benar kata Koko dan lainnya bahwa dia juga 11 12 dengan Ney. Hah! Pusing.
"Ya mana bisa aku sogok tuh malaikat, ya g ada juga langsung dipenggal," kata Alex cemberut.
"Uang itu bukan segalanya ya mungkin di sekitar kamu untuk bisa meraih sesuatu harus pakai uang tapi kalau untuk urusan mengambil alih teman dengan kekuasaan, lebih baik memilih tidak punya teman sama sekali," kata Rita mengomel panjang.
"Jadi maunya kamu bagaimana?" Tanya Alex takutnya Rita tidak ingin berkomunikasi dengannya. Alex merasa cukup bisa berkeluh kesah dengan Rita dalam media sosial.
"Maunya saya, blokir kamu, Ney dan satunya lagi. Aku capek! Kamu juga tidak perlu ikut campur hidup aku, kapan aku pernah mengomel soal orang sekitar kamu? Kamu mau saya jadi gila gara-gara berteman dengan orang-orang toxic?" Tanya Rita sambil makan suki bersama keluarganya.
"JANGAAAAN," Kata Alex tepat sesuai dugaannya. Rita ingin blokir dia juga, Alex mengusap wajahnya harus bagaimana agar dia di maafkan??
"Teman kamu penjahat, dia ambil semua harta kamu, merendahkan kamu, menusuk dari segala arah bahkan membuat kamu sendiri jadi penjahat. Kamu masih mau berteman sama dia?" Tanya Rita memberikan contoh lain.
"Ya tidaklah pasti aku blokir ju...ga," ketik Alex lalu terdiam.
"Ya itu yang aku alami. Dia bilang aku mau memfitnah dia, yang sebenarnya aku hanya mau bilang seperti apa kelakuannya sama aku. Tapi kamu yang bukan siapa-siapa, setengah dukun sok tahu tempe digoreng pakai bayam. Cas cis cus kembang kuncup, capek! Plis deh kalau kamu senang kenal sama Ney, ya sudah sono jangan kenal sama aku. Kelar hidup lo!" Kata Rita.
"Aduuuh, dia pasti sedang super bete nih. Mana soal kakak kembar aku juga sekarang dia tahu. Ini gara-gara itu Koko!" Pikir Alex.
"Kalian sesuka hati ya merundung aku dan dia katakan alasannya agar aku diterima keluarga kamu. Aku tidak butuh ya, mau aku diterima atau tidak apa urusan dia? Apa urusan kamu? Yang melahirkan aku memangnya dia? Sok tahu sekali bilang kalau "Aku tuh tahu kamu segalanya." BULSHIT!!" Teriak Rita di chatnya.
Alex menelan ludahnya dan beristigfar menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Karena takut kejadian ambruk lagi, secepat kilat dia sudah membuka tempat obat jantungnya.
"Ya aku juga sempat berpikir begitu yang anehnya lagi memang dia akhirnya mau ikut apa saran aku. Kamu sarankan apapun dia sama sekali tidak mau menerima," kata Alex yang sudah menelan obatnya.
"Karena dia tidak suka aku, dia super iri, Alex. Tidak mungkin kamu tidak tahu. Apalagi sejak aku bisa kenalan sama kamu yang dia sendiri mencari banyak info soal kamu, ya tahu deh," kata Rita.
Chat grup masih berbunyi tapi Rita sudah mendiamkannya jadi tidak akan ada bunyi apapun selain notif dengan Alex.
"Iya, aku tahu. Aku baca pikirannya dia sangaaaaat iri sama kamu dari sejak kalian kenal pun sebenarnya sudah terlihat. Hanya aku pikir kamu ini memang lemot seharusnya dia bersyukur. Tandanya Allah menyembunyikan aib dia pada kamu," kata Alex yang dia tangkap.
"Tukang ngintip ya hentikan kebiasaan itu. Tidak baik," kata Rita.
"๐๐Awalnya dia biasa tapi beberapa orang yang dia kenal selalu memuji kamu dan membandingkan dia. Jadinya ya begitu sampai sekarang. Oh iya aku mau mengirimkan kamu beberapa chat aku sama dia waktu itu. Entah apa dia ada cerita soal ini," kata Alex yang sedang mengutak atik laptop kerennya.
"Tidak ada cerita soal chat hanya dia menyombongkan diri atau entah maksudnya memancing katanya, kalian suka mengobrol juga," kata Rita mencari tahu.
"Demi Allah, sudah tidak lagi. Aku kan chatnya sama kamu terus kenapa juga harus sama dia coba. Benar-benar ya itu anak kenapa sih pikirannya? Sebentar. Dari cerita ini pun aku mengerti masalah kalian berdua," kata Alex.
Sekitar 5 menit Rita menunggu sampai akhirnya makan suki lagi. Lalu Rita bawa ke kamarnya untuk dinikmati sambil baca komik.
*Alex : "Aku mau tanya sesuatu sama kamu,"
Ney : "Hei, Alex. Apa kabar? Mau tanya apa nih?
Oh iya kamu... masih berhubungan dengan
Rita?
Alex : "Masih. Kami baik-baik saja tanpa ada
campur tangan kalian berdua, dia baik-baik
saja*,"
( Ney mengigit jarinya, dia tampak kecewa kenapa Rita sudah tidak pernah lagi cerita soal Alex ).
*Ney : "Owh, hmmm goodluck deh ya. Tapi Rita itu
sifatnya kekanakakkan terus suka
marah-marah kamu yakin bisa tahan?"
__ADS_1
Alex : "That's not your business. Kenapa kamu
sebegitu irinya pada Rita? Dia kan tidak
pernah memanfaatkan kamu atau
melakukan hal negatif ke kamu*,"
( Ney kaget ditanya seperti itu oleh Alex. Dia lupa menutup pikirannya namun sudah terlambat. Hal ini terjadi saat Ua Mori dan Koko menghalangi ilmunya untuk membaca pikiran Rita ).
*Ney : "Iri? Hahaha buat apa aku iri sama dia?"
Alex : "Kalau tidak iri, kenapa kamu mau ikut aku
untuk merundung dia?"
Ney : "Yaaa itu kan kamu lakukan untuk kebaikan
dia kan karena ada yang menempel sama
dia. Aku setuju kok sikapnya Rita
keterlaluan sama kamu*,"
( Di sini Ney begitu yakin dengan pemikirannya dan sudah pasti Alex akan setuju seperti biasanya ).
*Alex : "Rita tidak cerita soal alasan aku
merundung dia?"
Ney : "Tidak tuh. Memangnya ada alasan lain?"
Alex : "Yakin? Soalnya aku baca semua chat dia
sama kamu. Dia sempat memberitahukan
alasan aku melakukan itu. Apa yang
menjadi tujuan kita berdua itu berbeda
pada Rita. Kamu berlandaskan iri dan
dendam sesuatu*,"
( Ney menganga, semuanya terbongkar. Bukan masalah agar Rita diterima di keluarga mereka tapiiii menjatuhkan Rita di hadapan mereka. Benar saja kalau Ney tukang perundung dan bukan hanya pada Rita, banyak orang! )
*Alex : "Rita pernah punya salah apa sih sama
tapi tidak sembarang marah. Awal kenal
dia, dia sama sekali tidak pernah
mengatakan kamu yang jelek. Meski
kenyataannya, aku yang aneh Kok dia mau
sih berteman sama kamu? Aku baca sendiri
siapa yang sebenarnya kepo mencari-cari
info soal aku. Rita tidak pernah minta tolong
kamu menyelidiki siapa aku,"
Ney : "Ya aku cemas dong kamu yang orang luar
sedekat sama Rita. Jadi aku lakukan itu
untuk menolongnya eh malah kena fitnah,"
Alex : "Cemas? Hahaha kamu tidak punya rasa
cemas, Ney. Kalau memang cemas, kamu
akan berusaha menghalangi sejak tahu aku
kenal sama Rita. Lalu siapa yang berusaha
merebut dan akhirnya mau pacaran sama
orang asing? Siapa*?"
( Ney tidak membalas. Seperti Rita, Alex juga sulit untuk diajak bicara lain. Ney gelisah, dia hanya bisa membaca semuanya ).
Alex : "Kamu lho yang fitnah dan ejek dia. Kamu
bilang kalau dia sering halu. Itu kamu
bukan Rita. Bangun dong. Aku tahu kamu
punya penyakit apa tapi jangan tumpahkan
pesakitan kamu ke orang lain,"
__ADS_1
( Ney kaget bukan main, soal penyakit? Dia merasa baik-baik saja meski otaknya kadang rada kurang normal ).
*Ney : "Lho? Memang Rita itu suka berhalu kok.
Dia memikirkan hal yang tidak nyata lalu
dia tumpahkan ke dunia nyata,"
Alex : "HAHAHAHAHAHA sekarang aku mengerti
kenapa Rita bilang kamu tidak tahu
apa-apa soal dia. Asal kamu tahu saja Rita
itu jiwa kreatifnya besar berbeda dengan
orang yang sering berhalu dan menyalahkan
orang lain. Kamu yang sering berhalu,"
Ney : "Bukan aku! Rita yang begitu. Kamu kok jadi
membela dia sih? Aku ini terdzalimi sama
dia!"
Alex : "Karena aku mengerti sedangkan kamu
tidak. Buktikan kalau Rita itu suka
halusinasi*,"
( Ney berpikir sedalamnya mencari alasan agar sangkaannya mengena pada Rita tapi buntu. Akhirnya keluarlah alasan tidak logis ).
*Ney : "Oke oke, ada buktinya aku yakin kamu bisa
membaca pikiran dia kan? Ya itu hasilnya,
Aku sering kok baca isi pikirannya.
Menerawang soal yang tidak ada,"
Alex : "HAHAHAHAHA lucu sekali kamu yang
selalu bilang sebagai sahabatnya tapi
memang buktinya sama sekali tidak
mengenal Rita dengan baik. Coba kamu
tanya pada Arnila, dia pasti tahu,"
Ney : "Buat apa? Arnila bukan temannya tapi dia
teman aku,"
Alex : "Lalu kenapa kamu kenalkan pada Arnila?"
Ney : "...... Ya, aku kan... ya wajar kan aku
kenalkan Arnila sama Rita,"
Alex : "Tujuannya apa? Karena yang aku baca ya,
kamu punya niat jelek tapi sayangnya niat
itu tidak pernah bisa ditumpahkan. Karena?
Rita sangat cuek orangnya, kamu sering
sekali memancing emosi dia supaya kamu
bisa membuat drama di hadapan banyak
orang. Itulah penyakit kamu*,"
Tebakan Alex mengena membuat Ney terdiam seribu kata. Dia tidak bisa lagi berkutik, beberapa kali memang kelakuan Ney begitu. Berniat mempermalukan Rita entah apa maksudnya, waktu dengan Diana juga.
Lalu waktu SMP jalan dengannya, dia berteriak kalau Rita pelit karena tidak mau berbagi cokelat berharap Rita akan malu setelah dia bilang begitu, yang ada juga dibalas oleh Rita lalu pergi sendiri.
"Makanya beli jangan minta mulu, tidak malu apa? Katanya banyak uang? Katanya kaya. Masa beli Silperkuin satu batang saja kamu tidak bisa?"
Dan masih banyak memang Ney sangat sering memancing emosi Rita pernah suatu kali, Rita hampir menamparnya dan Ney ketakutan. Bagi Rita itu sudah sangat keterlaluan.
"Masih untung ya aku bisa tahan emosi untuk kalimat kurang ajar kamu tapi lain kali aku pasti tampar kamu sekuat tenaga,"
Kalimat itu menjadi peringatan keras untuk Ney saat mereka menghadiri pesta pernikahan Arnila. Sempat bertemu Ney dan langsung mengancamnya.
Ya Ney sama sekali tidak tahu apa-apa soal Rita. Diana, Putri dan sahabat lainnya sudah kenal baik, saat Rita Mode Fight mereka pasti menahannya dan membuat Rita jauh dari sumber masalah.
Belum tahu saja Ney seperti apa tamparan tenaga Rita, bisa membuatnya terlempar jauh ke galaksi. Syukur-syukur nyangkut di bintang sekalian tidak bisa pulang ๐คฃ๐คฃ๐คฃ.
Bersambung ...
__ADS_1