
Hari Minggu di minggu depannya, sesuai janji Rita serta Arnila berjanjian dengan Ney di Cipaganti. Rita menceritakan kepada Arnila seperti apa dan kenapa akhirnya Rita setuju bertemu dengan Ney. Memang sih sepertinya Alex tidak mengabari apapun kepada Ney atau Rita.
"Tapi waktu aku beritahukan tentang Alex, sepertinya dia kebat kebit banget, Nil," kata Rita penasaran.
"Parah memang! Berarti minta maafnya itu tidak tulus ya?" Tanya Arnila, dia sudah menyangka kalau memang Ney tidak akan pernah meminta maaf mau seperti apapun salahnya dia.
"Memangnya dia mau minta maaf ke aku? Aku yakin tidak mungkin deh," kata Rita yang meragukan kesungguhan Ney. Plissslahhh...
"Ya aku kan meminta dia minta maaf sama kamu supaya masalah dia yang menyebarkan foto Alex tidak ketahuan. Memangnya tidak ada maaf?" Tanya Arnila yang sudah bete.
"Tidak ada. Hanya chat dia minta aku menjelaskan kalau dia sudah tidak sengaja menyebarkan fotonya di grup dia. Terus aku juga nanya kan apa maksud dia memasukkan aku ke grupnya, kan harusnya dia tahu aku tidak selevel dia atau memang tidak suka sama grup seperti itu," kata Rita.
"Lalu?" Tanya Arnila yang penasaran juga.
"Ya itu dia cuma bilang salah kirim foto tadinya dia mau kirim foto orang lain tapi malah kepencetnya Alex. Kamu percaya?" Tanya Rita. Dia sudah cukup lelah dengan ulah Ney, menurut Rita sih pantas banget kalau Alex nanti marah.
"Wah! Benar - benar deh tuh anak. Aku sudah suruh dia juga buat jujur sama kamu mengenai ulah dia dan minta maaf. Masih dia tuh malah cerita yang tidak sesuai? Ke aku ceritanya tidak begitu lho, Ri. Jadi bagaimana?" Arnila juga merasa sangat gemas sekali dengan tingkah Ney. Dia merasa Rita terlalu lembut kepadanya lagi karena berulang - ulang Ney pasti akan berbuat ulah. Entah mengenai Rita atau Alex.
"Sudahlah aku malas banget! Aku sama sekali tidak percaya deh kalau dia bisa bilang maaf dengan sungguh - sungguh. Kamu sendiri yang teman lamanya pasti sudah tahu kan kalau dia Anti Maaf ke siapapun bukan cuma aku saja? Sesalah apapun dia kepada orang lain, aku yakin banget dalam dunianya tidak ada dia harus berkata, 'Maaf'!"Jelas Rita.
"Kalau misalnya suatu hari nanti dia benar - benar bilang maaf kata kamu bagaimana? Apakah itu benar tulus atau..." kata Arnila. Dia ingin banget Ney dan Rita akrab dan tidak saling berdebat meski kebanyakannya Neylah yang berbuat ulah. "Tapi menurut aku sih kamu juga salah, Ri,"
"Salah aku dimana?" Tanya Rita. Dia berpikir kembali salahnya apa?
"Harusnya kamu juga teguh pada pendirian. Pertama kamu kenal lebih dulu dengan Alex lalu saat Mey memaksa kamu memperkenalkan dengannya, harusnya kamu tolak. Kedua, Alex itu sebenarnya dari awal kenapa hanya ingin chat sama kamu, karena dia sepertinya sudah suka sama kamu tapi kamu malah memberikan Ney kesempatan pada Alex. Ketiga, kamu selalu memaafkan dia tapi sebenarnya dia sama sekali tidak pernah memikirkan soal perasaan kamu. Aku dan kamu itu sama sekali tidak pernah dia perdulikan," kata Arnila.
"Hah? Masa sih terus soal dia yang marah aku tendang dia, terus merasa tidak adil itu bukannya dia sakit hati?" Tanya Rita setengah tidak percaya pada Arnila tapi kembali lagi Arnila kan yang paling lama dan dekat dengan Ney.
"Itu hanya siasatnya saja Rita, sama dengan aku. Menurut aku dia punya tujuan lain tapi bukan sebagai teman. Yang dia butuhkan itu hanyalah prajurit untuk membangkang atau untuk melindungi alias menjadi tamengnya dia. Jadi seperti kejadian tahun lalu, aku tahu banget soal kamu yang disuruh - suruh ini itu melakukan hal buruk pada Alex, itu bukan karena peduli. Tapi dia ingin menjatuhkan atau menjelekkan kamu di hadapan Alex. Alex juga tahu kok, dia pernah cerita ke aku soal kamu yang terlalu lunak sama Ney," kata Arnila lagi.
"Hah!? Serius? Kapan?" Tanya Rita penasaran.
"Minggu kemarin. Nanti deh aku ceritakan sekarang sih kita sabar saja deh menghadapi si Ney kalau sudah keterlaluan, nanti juga Allah SWT akan menghukum dia," kata Arnila lagi. Dia sedang bersiap - siap untuk pergi menemui mereka semua.
"Iya. Oke deh masih banyak waktu nanti kamu ceritakan ya tapi kamu yakin mau cerita? Nanti Ney pasti tahu kamu sedang cerita apa," kata Rita yang juga sedang memakai kosmetik.
"Biarlah. Aku sudah tidak perduli lagi soal dia. Lalu Alex ada bicara soal ulah Ney?" Tanya Arnila kemudian.
"Belum ada, Nil. Mau aku tanyakan saja? Tapi aku yakin sih dia sudah tahu," kata Rita yang berpikir. Melihat chat inbox Alex.
__ADS_1
"Tanyakan sajalah coba. Dipancing," kata Arnila yang memang harus bertanya.
"Aku coba sapa dia saja dulu ya," kata Rita.
"Ok. Aku tunggu," kata Arnila.
Rita lalu beralih ke inbox Alex. Ternyata Alex menyapanya, Rita sudah mempersiapkan mental untuk semua perkataannya.
"Hei," kata dia tiba - tiba.
"Hoi!" Balas Rita dengan rileks. JRENG JREEENG!
"You know what?" Tanya Alex dengan bahasa Inggrisnya. Sepertinya mulai nih...
"What?" Tanya Rita pura - pura. Alex sama sekali tidak terduga kelakuannya entah dia akan mulai marah dengan kelakuan Ney atau karena bekerja.
"I know you know what I mean about Ney," katanya. Benar kan?
"Kamu masih saja suka hack medsos orang ya terutama WhatsApp. Makanya aku belum bisa percaya sepenuhnya sama kamu," kata Rita. Dia juga sudah lelah dengan semua perilaku Alex yang hack seenaknya akun Rita, siapapun yang kenal dengan Rita.
"Aku punya banyak kecemasan jadi aku selalu tidak merasa tenang kalau belum..."
"Ya seperti itu," kata Alex dengan menyesal.
"Kamu sama sekali tidak menyesal. Bagaimana kalau kita hentikan saja? Aku juga sudah lelah dengan kelakuan kamu sih. Aku orang biasa yang tidak pernah sekalipun hack apapun. Menghadapi kamu yang kurang ajar dari awal sampai sekarang. Aku lelah sekali!" Kata Rita. Dia memang kurang senang dengan kebiasaan Alex, sampai email Rita juga Alex pegang dan dia seenaknya yang mengatur.
"Maaf! Aku tidak akan begitu lagi. Sungguh! Aku hanya ingin kamu mengerti kondisi aku," kata Alex.
"Hmmm kamu selalu ingin dimengerti oleh semua orang tapi apa kamu tahu kalau aku juga ingin kamu mengerti? Sepertinya kalau kamu selalu ingin aku yang mengerti kamu, mita akhiri saja ya. Kamu cari yang lain saja," kata Rita yang memang agak turun dan kecewa berat pada Alex.
"Jangan. Aku minta maaf, aku akan berusaha mengubahnya atau menahan keinginanku untuk mematai kamu, aku hanya ingin kamu tidak pergi makanya aku selalu memantau kamu dimanapun.
Aku tahu itu salah!" Jelas Alex. Dia merasa kalau Rita memang sudah agak bosan dan lelah kepadanya, dia tidak mau tapi selalu ada kecemasan dalam dirinya. Dia tidak mengerti juga.
"Kalau kamu seperti ini terus, ada kemungkinan aku akan cepat bosan. Masalahnya, aku bukan siapa kamu, istri bukan juga hanya teman tapi sebagai teman kamu terlalu posesif. Janganlah begitu siapapun kalau punya teman seperti kamu juga pasti akan banyak yang kabur," kata Rita sejujurnya. Dia suka lelaki posesif tapiiiii kalau lelaki itu kekasih atau yang lebih penting suaminya. Ini kan baru juga teman di medsos tapi kok sudah berlebihan banget ya?
"OW! Iya juga ya kita berteman. Jadi....hmmm... kamu tidak tahu artinya? Kenapa aku seperti itu ke kamu selama ini? Bukan hanya posesif biasa, Rita," kata Alex mencoba memberikan teka teki.
"Tidak tahu! Jangan pakai kode deh! Langsung saja. Maksudnya apa?" Tanya Rita yang keheranan.
__ADS_1
"Astagah. You still not understand?!" Alex bengong membacanya.
"Hah? Mana kutahu! Itu nanti saja kamu jelaskan. Kamu tadi mau bilang soal apa?" Tanya Rita yang tidak sedang mau dibawa berpikir rumit.
"Oh ya... OH! NEY! She giving my photo to all her friends at another group. Do you know about that?! ( Dia memberikan fotoku ke semua teman - temannya di grup lain. Apa kamu tahu soal itu?! )" Kata Alex yang tersadar kembali.
"Tuh, Ney tadi bilang tapi katanya salah kirim. Kamu percaya?" Tanya Rita.
Alex menggigit bibirnya, dia sepertinya akan salah melangkah bila berkata 'iya' Rita pasti marah tapi kalau bilang 'tidak', Rita pasti akan mulai menjelekan Ney. Jadi jawabannya ...
"You?" Tanya Alex. Dia harus hati - hati menjawab daripada dirinya harus membuat Rita marah, lebih baik dia lempar kembali.
"Never trust her anymore!" Kata Rita yang menguji sikap Alex.
"Oh, ya sudah kalau begitu," kata Alex kalem.
"Tumben, biasanya kamu pasti membela Ney dan mulai merendahkan aku," kata Rita sambil mengambil tasnya.
"Tuh kan.. aku tuh bingung tahu menjawabnya. Kalau aku bilang Iya, kamu pasti marah - marah bilang aku selalu membela Ney terus kan. Kalau aku bilang Tidak, kamu akan mulai membicarakan Ney atau membanggakan diri. Jadi aku harus bagaimana?" Tanya Alex yang memegang kepalanya karena pusing.
"Hahahaha ya Sudahlah. Aku mau pergi nih. Kamu masih kesal sama Ney?" Tanya Rita.
"Masihlah!" Jawab Alex cepat.
"Bicara saja sama dia langsung ya. Ulah dia ya harus dia bicarakan sama kamu. Aku sudah tidak mau menjadi tamengnya lagi!" Kata Rita dengan salam kepada orang tuanya dan bersiap pergi.
"I will. Don't worry, aku tidak akan melibatkan kamu. Only me, she want have problem," kata Alex kesal.
"Kata siapa? Aku tiba - tiba dimasukkan ke grup dia mana aku tahu. Ternyata itu grup sosialitanya dia, tidak tahu deh dia cerita soal apa ke mereka soal aku," kata Rita yang sedang sibuk memakai sepatu olahraganya.
"What!? For?" Tanya Alex. Yang dia tahu keluarga Rita tidak sekaya keluarganya jadi buat apa Rita sengaja dimasukkan ke grup itu?
"Mana kutahu tapi aku sudah langsung keluar sambil bilang itu grup adalah tiket masuk ke neraka. Entah deh setelah itu bagaimana nasib Ney hahaha!" Jawab Rita yang sudah siap berangkat!
"Sadisnya. Ya sudah, aku akan bicara dengan Ney sebentar. Have fun! Maybe Night we can..." potong Alex. Rita yakin dia mengajak chat Panas lagi.
"Sleep. See you!" Jawab Rita lalu mematikan netnya.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1