
Happy Reading.
"Sini sayang, mas peluk!" Keill menarik Fara ke dalam pelukannya.
Mencium kening istrinya lama dengan penuh sayang, Keill menangkup pipi Fara, menatap wajah cantik sang istri yang sejak dulu sudah menguasai hatinya.
"Mas, jangan di tatap terus, aku malu!" Fara menunduk saat Keill tidak mengalihkan pandangannya.
"Aku cinta kamu," bisik Keill.
Wajah Fara bersemu merah mendengar ungkapan cinta Untuk yang kesekian kalinya dari sang suami.
"Aku juga Mas," jawab Fara.
"Kamu mau enggak kalau kita mengadakan resepsi pernikahan di bulan ini?" tanya Keill masih memegang pipi Fara.
"Aku sih nurut aja, gimana bagusnya, itupun kalau mas gak sibuk, kan baru ambil cuti kerja juga," jawab Fara.
Keill tersenyum lebar, "kalau kamu siap Aku akan meminta Dion untuk menyiapkan segalanya,"
"Aku sih iya-iya aja," Keill benar-benar gemas dengan jawaban istrinya yang sangat polos itu.
Fara memang tidak seperti wanita yang lain yang terkadang meminta ini itu kepada suaminya, apalagi tentang rencana resepsi yang terkadang banyak yang menginginkan acaranya mewah, karena kebanyakan wanita selalu menginginkan pernikahan yang sempurna.
"Aku jadi makin cinta sama kamu!" Fara terkejut ketika Keill memagut bibirnya lembut dan mendorong lidahnya masuk ke dalam bibir Fara.
Wanita itu akhirnya luluh dan membalas ciuman dari sang suami.
Setelah beberapa menit akhirnya Keill melepaskan ciuman itu.
__ADS_1
"Ya udah, ayo kita makan siang dulu, kalau lama-lama berduaan dengan kamu di kamar bisa-bisa nanti kita nggak jadi makan siang loh, nanti jadi kamu yang aku makan!" Fara langsung mencubit perut suaminya.
"Ya udah ayo!" Fara langsung melepas mukenanya dan mengambil jilbab yang ada di atas ranjang.
Fara dan Keill memutuskan untuk segera turun ke lantai bawah setelah melakukan salat Dzuhur berjamaah di dalam kamar.
Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Keill bahwa mereka harus segera melakukan resepsi pernikahan.
Biar bagaimanapun memang belum banyak orang yang mengetahui tentang pernikahan mereka. Mungkin hanya kalangan keluarga, sahabat, serta para karyawan yang bekerja di Abraham group yang mengetahui bahwa putra tunggal dari Aris Abraham sudah menikah.
"Wah, sepertinya kalian sudah berbaikan, ya? kok kelihatan akur gitu?" Tanya Mama Rara saat melihat putra dan menantunya berjalan sambil bergandengan tangan.
"Iya Ma, kita udah baikan kok, nggak enak kalau marahan lama-lama," jawab Keill memeluk pinggang Fara dan mengajak istrinya untuk duduk di sofa yang berseberangan dengan sofa yang diduduki oleh Mama Rara.
"Nah gitu dong, nggak boleh lama-lama marahan nya, kalau memang ada masalah lebih baik dibicarakan, jangan saling ngambek berdiam diri atau bahkan marah-marah nggak jelas!" Nasihat Mama Rara, "kayak Mama dan Papa ini loh, yang selalu akur sejak dulu, Papamu selalu ngalah kalau Mama lagi ngambek, tapi Mama juga marahnya nggak terlalu lama, nggak enak kalau marah-marah terus!" Lanjut nya menasehati kedua pasangan yang baru membangun biduk rumah tangga itu.
Keill menggenggam tangan Fara kemudian mengecup punggung tangan istrinya itu, "iya Ma, Keill tahu, nggak enak rasanya kalau marahan sama istri, mending dengerin Fara cerewet dan teriak-teriak daripada harus di diamkan seperti tadi," ucap Keill melirik istrinya.
"Maafkan Fara Ma, setelah ini Fara akan lebih bertindak dewasa," ucap Fara menatap sang ibu mertua.
Tentu saja dia tidak mau dicap sebagai menantu yang buruk.
Mama Rara tersenyum lembut menatap menantu idamannya itu. "Iya Fara, Mama ngerti kok, Mama dulu waktu muda juga seperti itu, jadi Mama begitu paham bagaimana caranya mengontrol diri agar tidak berbuat hal yang akan merugikan kita sendiri,"
"Iya Ma!"
"Oh ya, hampir lupa kita juga mau mengabari kalau Ibu Lia dirawat di rumah sakit karena jatuh di kamar mandi, jadi karena itu kita pulang ke Jakarta lebih cepat," ucap Keill.
Mama Rara terkejut.
__ADS_1
"Astagfirullah! kenapa kalian baru bicara sekarang? kenapa tidak mengabari Mama sejak tadi!" Mama Rara berseru karena terkejut dengan berita itu.
"Maaf Ma, kita juga baru sampai di rumah sakit terus melihat keadaan ibu, Alhamdulillah ibu baik-baik saja, terus kita memutuskan untuk pulang dulu," ucap Fara merasa tidak enak karena memang dia belum mengabari Papa dan Mama mertuanya jika ibunya masuk rumah sakit.
Karena setelah perjalanan dari Bali ke Jakarta mereka langsung menuju rumah sakit, Fara benar-benar merasa sangat khawatir dengan keadaan ibunya.
"Ya sudah, kalau gitu sebaiknya kita sekarang ke rumah sakit bersama, nanti Mama akan mengabari Papa kalau kita sedang pergi ke rumah sakit untuk menjenguk besan," Mama Rara kemudian berdiri dan berjalan ke lantai atas untuk mengambil tasnya yang berada di dalam kamar.
"Baiklah sayang, kita nanti makan siang di rumah sakit aja, sepertinya Mama ingin segera menjenguk ibu," ucap Keill.
"Iya mas,"
*****
Operasi tanam platina Ibu Lia akhirnya selesai dan berhasil. Fara berharap dengan begitu ibunya bisa berjalan dengan normal kembali.
Akibat dari jatuh di kamar mandi itu menyebabkan tulang bagian belakangnya retak dan engkel kaki nya patah.
Fara tidak berhenti berdoa akan kesembuhan sang ibu, karena biar bagaimanapun Fara hanya memiliki Ibu, satu-satunya keluarga di dunia ini terkecuali keluarga suaminya.
Bersambung.
Hai semuanya, aku ada rekomen novel keren punya author Eka Pradita
One Night Destiny
Eka Pradita
__ADS_1
Satu malam yang kelam di mana ketika Zoya mabuk dia dipertemukan dengan seorang pria kaya raya yang kejam hingga berakhir di atas ranjang. Tanpa sadar kesuciannya hilang. Namun, Zoya menganggapnya sebagai jalan keluar dari masalah yang kini dihadapinya.
Bagaimana jika ternyata cinta satu malam itu sampai membuatnya hamil? Apakah Lucas akan mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya? Ikuti kisahnya sampai tamat hanya di One Night Destiny.