
Happy reading.
Fara tersenyum saat menatap ibunya yang sudah bangun, wanita itu langsung menangis sambil memeluk sang ibu, rasa haru dan bahagia langsung menyelimuti seluruh jiwa dan raga wanita tersebut.
"Ibu,, Fara takut, jangan sakit lagi, ya? Jangan membuat Fara khawatir!" ujar Fara masih memeluk ibunya.
Ibu Lia tersenyum sambil mengelus jilbab Fara dengan tangan yang tidak di infus.
"Ibu nggak apa-apa, untung tadi ada nak Jimmy yang sedang mengantarkan kue buatan Bu Dahlia, jadi ibu bisa langsung di bawa ke rumah sakit," jawab Ibu Lia.
Tadi pagi saat Jimmy mengantarkan kue karena disuruh ibunya yang bernama Ibu Dahlia ke rumah Bu Lia, saat itu Ibu dari Fara ini baru saja terpeleset di kamar mandi dan tidak bisa bangun.
Karena mendengar ada orang yang memanggilnya di depan rumah, akhirnya Bu Lia meminta tolong dengan sedikit berteriak.
Untung saja Jimmy bisa langsung mendengarkan teriakan Bu Lia dan segera masuk ke dalam, pas kebetulan sekali pintu depan tidak di kunci.
"Alhamdulillah, Allah pasti selalu menolong Ibu, meskipun ibu saat itu sendirian tapi ternyata masih ada Jimmy yang di datang kan oleh Allah," ucap Fara merasa khawatir, ya memang benar bahwa saat itu Allah mendatangkan Jimmy, tapi bagaimana jika suatu saat nanti terjadi hal-hal yang tidak-tidak dan saat itu ibu hanya sendirian.
'Astagfirullah, apa yang aku pikirkan!'
Fara langsung beristighfar di dalam hati agar tidak membayangkan hal yang tidak tidak.
"Iya, Alhamdulillah, Ibu sangat berterima kasih kepada nak Jimmy," ucap Ibu Lia menatap Vera yang masih setia berdiri di samping ranjang pasien.
"Tapi tadi kata Vera, ehmm ... maksudnya dokter Vera, ibu mengalami patah tulang kaki, dan harus melakukan operasi pemasangan platina?" Tanya Fara, Bu Lia hanya tersenyum menanggapi.
"Tidak apa-apa tidak usah sedih, yang penting ibu sekarang baik-baik saja dan masih bisa melihat Putri Ibu yang cantik ini," ucap Bu Lia tersenyum membelai pipi Fara.
Sungguh Ibu Lia sangat menyayangi Putri satu-satunya itu. Untung saja Safara mendapatkan jodoh pria yang baik dan mapan, dan hal itu membuat Ibu Lia tidak perlu merasa khawatir lagi akan masa depan putrinya.
__ADS_1
Sedangkan Fara, entah kenapa mendengar ucapan ibunya itu bukannya merasa lega tetapi Fara malah semakin menangis dan kembali memeluk ibunya.
Vera yang melihat hal itu langsung mendekati Fara dan mengelus punggungnya.
"Udah nggak papa, jangan nangis, Ibu pasti sembuh kok," ucap Vera memberikan ketenangan
Tidak lama setelah itu pintu terbuka dan munculah dua sosok pria tampan yang tidak lain adalah Jimmy dan Keill.
Keduanya sudah sangat akrab dari yang terakhir kali mereka bertemu.
Fara juga baru tahu kalau ternyata Jimmy dan Vera saling mengenal, bahkan mereka sudah jadian.
Sudah banyak hal yang di lewati oleh Fara tentang sahabat nya itu, maklum setelah dia menikah tentu saja interaksi mereka berkurang. Fara benar-benar menjaga jarak dari Jimmy.
"Baiklah sekarang saatnya pasien untuk beristirahat dan untuk keluarga pasien silahkan pergi ke bagian administrasi untuk membayar semua biaya pengobatan dan juga untuk operasi yang akan dilakukan besok," ucap Jimmy formal kepada Fara dan juga Keill.
Fara terlihat enggan untuk meninggalkan ibunya sendiri.
"Iya, Ra, sebaiknya lo pulang dan istirahat, kasian tubuh lo dan Keill yang pasti sangat lelah," ucap Vera menggoda Fara.
Jimmy berdehem saat melihat kedua pengantin baru itu salah tingkah.
"Lo tenang aja, Bibi Lia biar gue yang jaga, beliau akan aman sama gue," ucap Jimmy berusaha membujuk Fara.
Mereka tahu kalau Keill dan Fara pasti kelelahan setelah berlibur di Bali, padahal baru dua hari mereka bersenang-senang, tiba-tiba sudah harus pulang ke Jakarta karena musibah yang menimpa Ibu Lia.
"Ya udah, aku pamitan sama ibu dulu," akhirnya Fara luruh, kemudian ia mendekat keranjang dan kembali memeluk ibunya. "Bu, Fara akan pulang sebentar, Ibu istirahat aja ya, nanti sore Fara akan ke sini lagi," Bu Lia tersenyum.
"Iya, sebaiknya kamu memang pulang dulu sayang, pasti kamu capek setelah perjalanan jauh dari Bali ke Jakarta, maafin ibu ya sayang, Ibu jadi merusak suasana bulan madu kalian?"
__ADS_1
"Ibu tidak perlu minta maaf karena Ibu tidak salah, semuanya karena kita sedang mendapat cobaan dari Allah, Ibu sedang terkena musibah dan tentu saja kami tidak bisa mengabaikan hal itu, aku sayang banget sama ibu hanya ibu yang aku punya setelah kepergian ayah," Kali ini kedua anak dan ibu itu sama-sama menangis.
Jimmy mengajak Vera keluar dari ruangan itu setelah memberi kode kepada kekasihnya.
"Bu,,, kami pulang dulu ya, nanti kami ke sini lagi biar dokter Jimmy yang jagain ibu selagi kita tidak di sini,"
"Iya nak, terima kasih ya," kemudian Fara dan Keill keluar dari ruangan itu dan bergegas menuju ke ruang administrasi.
Fara berharap tidak ada hal yang buruk yang menimpa ibunya, karena Fara tidak ingin melihat ibunya sakit seperti ini.
Bersambung.
Hai akak reader semuanya, aku ada rekomen novel keren nih
Blurd
Season 1
Bab 1- 127
Menceritakan awal mula dan perjalanan Kasih dalam menemukan tentang keluarga kandung dan balas dendam.
Season 2
Bab 128 - tamat.
Perjalanan cinta Kasih juga beberapa tokoh lainnya. Apakah mungkin masih bisa mempercayai dan menemukan cinta? Siapa lagi sebenarnya musuh yang masih mengganggu ketentraman keluarga ini?Rahasia apa lagi yang di tinggalkan kedua orang tuannya?
__ADS_1