
Alex : "Dia kan memang suka Anime masa sih kamu yang sudah kenal dia lebih lama tidak tahu? Imajinasi dia itu hidup seolah-olah dia mengalami juga tapi tidak pernah dia terapkan di dunia nyata. Dia selalu bilang kamu teman yang baik meski aku pikir tidak,"
Ney diam membacanya. Rita yang selalu baik padanya meski di saat semua orang jijik padanya, kenapa dia sulit menerima Rita yang sederhana itu? Dan malah menyakitinya?
Ney : "Halah, masa sih dia tidak pernah membicarakan aku yang jelek?"
Alex : "Tidak pernah. Dia mulai bicarakan kamu saat kamu bergabung dengan saran ku, dan kamu juga mulai menyerang dia. Aku hanya heran kok bisa ya dia mengistimewakan kamu?"
Ney : "Ya aku memang istimewa kok. Dianya saja yang tidak tahu,"
Ney lalu berpikir dari awal kenal sampai sebelum dia menyakiti kepercayaan Rita, memang tidak ada kata-kata mengenainya. Hanya yang umum seperti belum mengerjakan tugas, sekelompok dengan siapa, apalah.
Ada perasaan menyesaaaall kenapa dirinya begitu tidak percaya pada Rita. Kenapa dia tidak cuek seperti dirinya yang biasa, Rita juga tahu itu.
Alex : "Kalau kamu merasa istimewa seharusnya kamu bisa lebih mengerti kepribadiannya. Kalau kamu memang istimewa, tahu kalimat Rita soal "My Buddy"?"
Ney : "Ya tahu dongs. Aku sebagai sahabatnya kan dia mengakui itu kok. Tapi herannya kok kelakuannya ke aku seperti musuh ya sekarang. Aku bingung,"
Alex : "HAHAHAHA ya karena pikiran kita semua berbeda dengan yang Rita pikirkan. Kamu tahu kenapa dia meminta bantuan sama kamu?"
Ney jelas-jelas semakin pusing.
Ney : "Hah, salah apanya sih!? Semakin lama ya aku juga bingung sama kamu. Dia minta bantuan aku karena orangnya tidak peka dan super lemot. Iya kan?"
Alex : "HAHAHAHA memang benar apa kata Rita kalau kamu memang tidak tahu apa-apa. Aku juga heran kalian berteman sudah lebih dari 6 tahun, Rita kenal kamu tapi kamu, Zero. What's wrong with your brain, Ney? She always thinking you as her friend but you not. What's your problem? ( Ada apa dengan otakmu, Ney? Dia selalu berpikir kamu sebagai temannya tapi kamu sendiri tidak. Apa masalahmu )?"
Ney membacanya dia sulit mencerna jawabannya. Tidak ada solusi dan jalan keluarnya. Ney tidak mampu mengatakan yang lain lagi. Dia menunggu Alex mengatakan sesuatu tapi tidak.
Ney ; "Ya menurut aku, dia kurang masuk saja ke level strata aku,"
Alex : "Strata? Sekarang kamu katakan begitu, kenapa dulu tidak? Kamu bisa langsung katakan sama Rita begitu. Apa kamu takut?"
Kedua tangan Ney gemetaran. Wajahnya memucat, dan dia gelisah. Rita yang selalu berbicara sulit kini dia di interogasi oleh Alex.
Ney : "Ya kan dulu dia butuh teman jadi aku selalu menemani dia kemanapun,"
Alex : "Nope. It was you. You need her because you don't have ANY friend. ( Bukan. Itu kamu. Kamu yang memerlukannya karena kamu tidak punya teman LAIN ). Rita yang aku lihat dulu, dia punya banyak teman. Kalaupun tidak ada ya tidak apa-apa, dia bisa pergi kemanapun sendiri kok. But you, no ( Tapi kamu tidak ),"
Akhirnya Ney melempar bukunya ke depan pintu. Alex menebak dengan tepat, ya dia memang memerlukan teman. Tapi setelah punya, akan dia jadikan sebagai boneka. Rita menyadari itu, itulah kenapa sudah sejak lama Ney dia banned.
"GAAAAAAAH!!" Teriak Ney yang sudah di luar kendali. Dia mengusap wajahnya yang kusut, benar-benar sial hidupnya. Dia menyukai Alex dan mengagumi "Harta"nya namun ternyata Alex lebih memilih Rita sang Nerd*.
Nerd adalah seseorang yang dipandang sangat intelektual, obsesif atau kurang keterampilan sosial. Orang semacam itu mengisi waktunya untuk kegiatan tak populer.
Biasanya orang Nerd dikaitkan dengan topik fiksi atau fantasi. Ada juga Nerd dideskripsikan pemalu, pendiam, penyendiri dan kurang atraktif. Dan kesulitan untuk ikut atau bahkan mengikuti sesuatu.
~ Author pun dikatai Nerd oleh teman toxic nya dan sayangnya Author membenarkan. Memangnya itu masalah? Masalah buat dia iya karena Author seorang Nerd dipertemukan laki-laki impian si Toxic, ternyata Nerd juga 🤣🤣🤣 ~
"Apa sih hebatnya Rita!? Aku nih ya lebih pintar, banyak uang, setara dong sama kamu! Rita? Si Nerd begitu, yang jarang bersosialisasi, tidak suka lelaki. Dan aku yakin kalau jatuh cinta pasti sukanya berkirim email," kata Ney mulai stres.
Untungnya suaminya saat itu sedang dipanggil bertugas jadi dia bisa se marah dan melempar apapun. Dia ingat kalau dirinya sekarang sudah menikah meskipun begitu, rasanya tidak adil.
Rita yang tertutup dari ujung mata sampai ujung kaki bisa membuat Alex jatuh cinta. WOW! Ya iyalah, laki-laki nakal seperti apapun juga kalau cari yang serius pasti yang masih suci.
Ney : "Lalu kalau menurut kamu makna yang kita tahu, bagaimana dengan penilaian mu? Ingat ya dia juga sudah banyak kasar sama kamu, kenapa sih masih saja suka sama dia?"
Alex : "Karena dia terjaga. Dia menjaga segalanya dari laki-laki nakal. Kamu kan tidak, aku tahu sejarah kamu seperti apa. Kalau Rita, dia selain menyukai Anime, suka juga mengikuti ceramah pengajian bersama temannya. Menurut kamu apalagi yang kurang?"
Ney mengingat, benar juga apa kata Alex. Setiap Ney mengajaknya bermain, Rita selalu menolak karena akan pergi ke pengajian. Meski ujungnya untuk kuliner.
Ney juga pernah membuka buku catatan yang dia keluarkan untuk menulis. Arnila dan dirinya membaca penuh tulisan isi ilmu pengajian serta banyak doa-doa. Arnila sampai minta ijin untuk menulis doa dan isi kajian.
Ney hanya sebal dan bete karena itulah alasannya Rita berbeda dengannya. Kalau berkumpul bicaranya soal kebaikan bersama temannya di ponsel. Tidak ada hal yang berbau pamer, riya atau hal yang selalu Ney lakukan.
Itulah yang dibenci oleh Ney soal Rita. Rita baginya hanya pamer ilmu kebaikan yang Rita lakukan selalu dia pertanyakan.
Pernah waktu mereka pergi menonton, ada pengemis yang meminta uang. Rita mencari uang kecil sedangkan Ney mengusirnya lalu berkata, "Jangan dilihat nanti juga pergi,"
Tapi tidak, Rita benar-benar mencari receh. Pengemis itu usia anak-anak, karena tidak ada recehan Rita terpikirkan makanan yang dia beli.
Anak itu lusuh dan terlihat badannya kurus.
__ADS_1
"Jangan dikasih deh nanti dia minta lagi lho kalau ketemu," kata Ney dengan perkataan jutek.
Anak itu kedua matanya memerah karena tampaknya memang kelaparan. Rita lalu melirik Ney yang kesal.
"Uangnya tidak ada. Tapi kamu mau ini?" Tanya Rita ke anak itu.
Anak itu melihat bungkusan plastik berisi banyak makanan dan cemilan lalu minuman. Ingin tapi malu apalagi dia mendengar juga apa kata Ney.
"Kalau bisa uang saja, 1000 juga tidak apa-apa untuk beli cimol," katanya menunjuk ke tukang dagang.
"Aish, mana ada cimol bisa kenyang in perut. Sudah nih ambil saja jangan dipikirkan apa kata dia ya. Dia tidak tahu cari uang itu susah, nih tidak apa-apa kalau kamu merasa tidak enak bagi-bagi saja ya sama teman-teman kamu," kata Rita memaksa.
Anak itu lalu menangis dan menyeka air matanya dan menerima 1 kantung besar makanan yang Rita beli. Benar saja dia bagikan makanan itu dengan teman-temannya.
Yah, memang benar sih setelahnya saat pulang lebih banyak anak pengemis yang menghampiri Rita. 🤣🤣🤣 tapi Rita tidak masalah sekalian sedekah menghapus dosa. Kalau Ney ya jangan ditanya dia langsung kabur dan menunggu di tempat lain.
Rita lalu langsung cari angkot takutnya dicegat pengemis yang lebih dewasa. Dan Ney marah karena Rita langsung pulang begitu saja tapi tidak dihiraukan olehnya.
Back to Alex.
Alex : "Aku beritahu ya hahaha Rita itu salah mengartikan kata Buddy dengan Friend,"
Ney : "Ah, masa iya sih? Dia itu jago lho bahasa Inggrisnya sebenarnya ya,"
Ney langsung terdiam kalau benar apa kata Alex berarti... Rita menganggapnya... selama ini... hanya teman biasa? Ney langsung agak lemas dan kecewa. Ya salah sendiri sih tidak tahu The Real Rita.
Alex : "Hahaha kamu tahu dalam pikiran dia Buddy itu artinya teman biasa bukan sahabat. Jadi waktu aku tanya dulu, "Ney your buddy? Are you sure?" lalu dia bilang ya kan,"
Ney : "Iya aku juga baca kok. Jadi?"
Di sini Ney berpikir ya jelas sudah kenapa kata yang diucapkan oleh Rita sebenarnya sama sekali tidak nyambung dengan pikiran mereka bertiga. Karena memang salah!
Alex : "Intinya ya supaya kamu tidak salah paham lagi, kenapa dia selalu bilang kamu itu My Buddy kata Rita, itu maksudnya ya kamu teman biasanya tidak lebih! Paham?"
Ney melongo. Ya jadi semuanya jadi serba salah penafsiran hanya dengan 1 kata Buddy.
Ney : "T-tapi... aku yakin kok maksudnya aku itu sahabatnya dia, Alex,"
"Gila! Jadi selama ini... aku yang temenan sama dia hanya sebatas teman biasa? Bagaimana dengan... kan dia selalu ajak aku main kemana-mana," kata Ney yang langsung down dratis.
Alex : "Aku baca ini, 'Teman dekat atau sahabat tidak dapat dikatakan tersebut hanya karena lama berteman beberapa puluh tahun. Kadang sahabat itu berada di orang yang lain juga dengan teman dekat. Patokan berapa tahun atau lama berteman bukanlah syarat.' Apalagi kamu sudah membuatnya kecewa dengan ikut masuk ke saran aku. Itu hanya tes untuk kamu,"
Ney membeku saat itu juga. Dia sekarang sadar Rita kan pelupa, Buddy itu pasti dia dapatkan dari game. Game kan...
Ney : "Oke oke, intinya aku salah paham kan lalu soal dia meminta bantuan aku untum bahasa Inggris ya karena dia tidak mengerti bahasa kamu,"
Alex : "Nah kamu tahu kenapa tapi kenapa kamu selalu ikut campur masalah dia dan aku?"
Ney : "Ya karena dia pasti tidak bisa membuat keputusan dan jalan keluar. Aku ini sebenarnya sahabat sejati dia, Alex. Serius! Aku yang paling tahu segalanya tentang dia, dan kamu harus hati-hati sama dia,"
Alex : "CUKUP NEY, SUDAH CUKUP! Jangan pernah lagi mencari tahu soal aku pada Rita. Dia sudah muak! Jangan menyalahkan, kamu yang cari info bukan Rita!"
Di sini Alex benar-benar marah. Hanya salah paham soal Buddy, dirinya juga harus mengalami hal seru.
Ney terdiam dia menangis, Alex membentaknya. Well, sudah biasa sih Alex marah-marah ke siapapun. Kecuali Arnila ya hanya Arnila yang memberikan nasehat pada Alex untuk selalu percaya pada Rita. Jangan pernah melukainya berbeda dengan Ney.
"Kalau saja dulu.. saat Rita mengatakan Buddy itu aku nanya maksudnya kemana. Aku sudah menghancurkan semuanya kini kenapa Rita menjauh itu karena aku," kata Ney menangis terisak-isak.
Setelah beberapa menit tiba-tiba Ney kembali dengan pernyataan aneh.
Ney : "Oh, aku baru mengerti maksudnya begitu,"
Alex : "Hah? What!? What you talking about? ( Apa!? Apa yang kamu bicarakan? )"
Di sini Alex benar-benar bingung, dia merasa pribadi Ney menjadi aneh. Dalam pikirannya tiba-tiba soal yang dia sesali hilang begitu saja.
Ney : "Kamu kan tadi bilang kalau Rita meminta bantuan aku ya untuk bisa mengartikan bahasa kamu kan. Makanya aku dengan senang hati membantu dia,"
Alex : "You freak ( Kamu aneh ). Itulah kenapa aku keberatan Rita dekat dengan kamu. Yang punya kepribadian ganda itu bukan Rita tapi kamu, sekarang aku tahu. Aku salah menuduhnya,"
Ney lagi-lagi merasa didorong kembali ke keadaan freaknya. Dia meratap, menangis, sedih, marah, kesal semuanya!
__ADS_1
Ney : "Biarin! Toh Rita tidak akan pernah tahu kalau aku begitu,"
Alex : "Dia akan segera tahu. Kamu jangan pernah meremehkan kemampuannya. Kamu tidak akan pernah bisa lagi membaca pikirannya, ada banyak orang yang akan menjegal kamu termasuk aku. Cukup aku yang tahu. Dan... kamu akan ditinggalkan olehnya,"
Ney : "Kurang ajar ya kamu berani mengancam saya? Aku akan kirim kamu sesuatu agar koma sampai 2 tahun!"
Ney kemudian mengucapkan sesuatu seperti jampi-jampi. Namun segalanya gagal entah kenapa ada yang menghujaninya dengan ayat Al Qur'an.
Hafizh dilawan. 🙄🙄🙄 Yupz, Alex meskipun begajulan ternyata seorang Hafizh tapi bagi Rita agak disangsikan. Ney juga lupa kalau Alex ahli penghafal.
Alex : "Tidak ada efeknya. Kekuatan kamu itu jauh dengan aku dan kita lebih jauh dengan Rita. Tapi dia sama sekali tidak pernah mengucapkan kalimat hina. Kamu banyak menghinanya dan banyak memanfaatkannya, kamu barus hati-hati dia mempercayai segalanya pada Allah,"
Ney : "........." ( Ney lupa Rita selalu melafalkan banyak doa yang baginya adalah kurang kerjaan ).
Alex : "Kenapa aku berpendapat kamu tidak cocok dengan Rita, saat kamu tahu dia selalu bilang Buddy kenapa tidak kamu tanyakan makna bagi dia apa, sebelum kamu membuatnya terluka lebih parah,"
Ney : "............"
Alex : "Kamu dan kita bertiga telah salah paham selama ini. Saya yang orang asing wajar tapi kamu, kamu lho yang paling dekat ya tapi.... Ya Allah, Rita itu tidak pernah berpikir jelek soal kamu. Dia lurus! Seharusnya kamu lebih melihat diri sendiri apa lantas disebut Sahabat sedangkan kamu tidak pernah ada buat dia?"
Ney menangis bombay membacanya, sekarang semua kata-kata yang pernah dia berikan pada Rita, terngiang semua. Dia pikir Rita menganggapnya sahabat jadi dia berlaku lebih kejam dari biasanya dan ternyata... membuat levelnya menjadi nol.
Alex : "Bagaimana rasanya mengkhianati teman sendiri yang sudah lama mempercayai kamu? Meskipun dia tidak pernah mendapat feedback dari kamu? Sama dengan yang terjadi sama kamu, dikhianati sahabat sendiri sewaktu kamu SD,"
Ney : "Ka-kamu! Bagaimana bisa kamu tahu itu?!"
Alex : "Rahasia. Untuk info saja, sahabat yang paling dekat bagi dia itu bukan kamu,"
Ney diam, tentu sekarang dia sudah tahu siapa sahabatnya. Teman dekat Rita pun sangat banyak sulit bagi Ney untuk mencari celah. Sahabatnya pun sudah membuat dirinya kalah.
Alex : "Sekarang jelaslah sudah kenapa Rita menurutku ber pantulan dengan kamu karena kalian memang tidak cocok. Mau berusaha satu pendapat, tidak mungkin. Rita dengan pemikiran terbuka mengenai banyak orang, sedangkan kamu hanya memikirkan diri sendiri,"
Ney : "Eh, tapi Rita itu Nerd lho. Masa sih kamu mau sama dia? Nanti kalau kamu sama dia pasti akan malu total. Dia kan tidak modis, pelit lho punya banyak uang tapi kalau jalan-jalan bawa uangnya hanya 100,"
Alex : "Aku rasa itu tidak aneh. Karena aku juga Nerd. Aku bisa paham pemikirannya tapi kamu tidak. Aku senang memiliki kesamaan dengannya, kamu tidak akan mengerti,"
Ney : "Aku mengerti dia kok itulah kenapa..."
Alex : "Kalau dia Nerd seperti dugaan kamu, mana ada sampai sekarang sahabatnya bertambah? Lalu kenapa kamu sendiri temannya hanya ada Arnila?"
Ney sudah mentok! Tidak Alex tidak Rita, mereka berdua pintar melawan kenyataan!
Ney : "Mau kamu apa sih bule kampret?"
Alex : "Mau aku, kamu berhenti memancing emosinya dan kalau memang kamu anggap teman yang baik, kalau tidak bisa bicara lembut lebih baik diam. Dan... jaga kewarasan kamu kalau tidak mau Rita tahu penyakit kamu,"
Ney : "Aku selalu memikirkan dia kok meski dia tidak pernah peduli,"
Alex : "Kamu ingat waktu aku bertanya hal apa saja yang pernah Rita ceritakan masalahnya sama kamu, kamu tidak pernah menjawabnya,"
Ney menggigiti jarinya. Dia mencari percakapan itu dengan Alex dan memang benar dia tidak memberikan jawabannya sama sekali. Malah mengalihkan topik.
Ney : "Tapi aku memang ingin membantu dia sama kamu kok, Alex makanya aku sengaja soal merebut kamu,"
Alex : "Iya aku tahu, Rita juga tahu kok. Dia sudah tahu sejak awal daripada aku,"
Ney : "Sungguh?! Tapi dia orangnya tidak tahu terima kasih, Alex"
Alex : "Oh ya? Dia sama sekali tidak pernah mengucapkan terima kasih? Sekalipun?"
Ney : "Iya, serius. Jadi dia kan yang lebih egois,"
Di sini Ney sudah semangat menceritakan soal jeleknya Rita, yang tidak dia ketahui Alex sudah tahu semuanya.
Alex : "Oh ya? Aku punya sesuatu coba kamu simak ya,"
Ney : "Of Course what is it? Surprise for me? ( Tentu saja apa itu? Kejutan untukku )?"
Alex mengirimkan banyak chat saat Rita banyak mengatakan terima kasih. Membuat Ney sangaaaaat terkezut kezut. Mulutnya menganga, percakapan itu banyaaakkk sekali yang Rita katakan Terima kasih.
Alex : "Ini yang kamu sebut tidak pernah ucapkan kata terima kasih? Sesulit itukah untukmu menerima rasa terima kasihnya? Mau kamu itu apa sih dari Rita? Selama yang aku tahu Rita itu senang mengobrol sama kamu tapi sekarang alirannya berubah,"
__ADS_1
Bersambung ...