ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(314)


__ADS_3

"Iya sih," kata Alex merasa salah.


"Yah jadikan pembelajaran hidup saja memangnya kamu pikir semua orang itu sempurna? Diluar sempurna tapi dalamnya bagaimana? Aku juga tidak sempurna," kata Rita mengingatkan.


"Iya iya lalu kamu mau ada rencana ruqyah?" Tanya Alex memastikan. Dia juga penasaran apakah Rita memang ada Gift juga atau tidak.


"Pastinya tapi sampai sekarang masih belum dapat yang bisa benar ahli mengusir. Tapi setidaknya sekarang aku cukup bisa mengendalikannya," kata Rita dengan senang.


"Iya kemarin - jin yang menempeli kamu datang ke aku untuk menantang," kata Alex. Entah memang datang atau tidak, Rita sama sekali tidak bisa melihat.


"Lebay," kata Rita yang tidak percaya.


"Serius!" Kata Alex dia heran Rita sama sekali tidak bisa lihat dan tahu kalau Rita itu penakut.


"Lalu?" Tanya Rita kalau memang benar.


"Kan aku punya Tengku dia langsung kena tendangan dan kabur juga sebelum sempat memukulku. Pemilik dan jinnya sama - sama tidak kenal takut," kata Alex mengelus dada.


"Coward ya tuh jin kampret," kata Rita menggelengkan kepala. Berani datang tapi langsung kabur setelah ditendang.


"Iya. Kemarin kamu lagi apa?" Tanya Alex.


"Lagi biasa saja mungkin dia tidak suka kamu semakin dekat," kata Rita yang jijik dengan jin kampret itu.


"Hehehehe dia cemburu. Karena saya ada suka sama kamu. OPS!" Kata Alex lalu berusaha menghapus.


Rita melihatnya dan hanya tersenyum. "Jin bisa cemburu? Aku kira hanya manusia saja. Tapi aku tidak suka lebih baik dia suka sesamanya saja,"


"Tidak bisa dia entah kenapa sudah jatuh hati sama kamu dan menyadari aku juga jadi dia cemburu," kata Alex yang mengungkapkan bahwa dia memang ada hati dengan Rita.


"Cieee yang mengaku," kata Rita malu.


"Apanya? Mengaku apa?" Tanya Alex yang pura - pura wajahnya memerah.


"Ini," kata Rita yang meng-crop chat yang Alex katakan tadi.


Alex semakin memerah wajahnya dan berdehem. "Jadi kita klop ya. Aku sekarang tahu kamu suka aku, begitu juga sebaliknya. Dia sakit hati setelah melakukan itu ke kamu disangkanya kamu akan mengingatnya tapi malah ruqyah bermaksud mengusirnya," kata Alex menjelaskan.


"Siapa juga yang mau begituan sama dia? Aku masih lebih ingin dengan manusia lelaki pula. Buka jin amit - amit! Itu sih dia saja yang kepedean!" Kata Rita yang sangat membenci jin kampret itu. Pasti masih ada.


"Bagus! Bersentuhan dengan kulit dan kulit memang sangat memuaskan. Dengan aku saja, aku bisa lebih memuaskan kamu hehe," kata Alex dengan menggemaskan.


"Mulai mulai 😑😑kamu juga terpuaskan kan? Tampaknya tidak mungkin hanya dengan cukup membuat aku puas," kata Rita curiga.

__ADS_1


"Hehehe aku bisa mengajarkan kamu gaya. Tugas kamu hanya memeluk aku lalu mendesah saja selebihnya biar aku yang kerja," kata Alex tertawa, setelahnya pasti Rita marah.


"#Lempar Lemari Baju," balas Rita.


Alex tertawa keras hampir memuncratkan yoghurt nya. "HAHAHA!! Hampir muncrat yoghurt nya nih,"


"Kalau ada kesempatan pasti mesum. Kamu ngebet banget ya sudah tidak tahan? Cari dong!" Kata Rita sebal.


"Sudah. Sudah ada kok, dekat pula tapi orangnya tidak sadar - sadar juga," kata Alex mendengus.


"Oh ya? Ya sadarkan dong. Tapi kebanyakan lelaki suka bilang "Kamu adalah jodoh saya" berakhir bulshit!" Kata Rita.


"Jadi bagaimana dong?" Tanya Alex tersenyum.


"Biar Allah yang atur. Kalau jodoh kemanapun dia pergi, kamu pergi pasti akan bertemu lagi," kata Rita.


"Benar juga," kata Alex tertawa membacanya.


"Senang niiih?" Tanya Rita menggoda.


"Apa?" Tanya Apex bingung.


"Dapat hati yang berjilbab? Jangan sampai kamu punya pikiran jorok ya," kata Rita mengingatkan.


"Hahahaha senang sekali. Tapi mesum pun kamu pasti mau melayani kan. Memangnya kamu tak mau?" Tanya Alex menggoda.


"Bilang kapan saja aku bisa kok," kata Alex tertawa juga, dia ingin tapi yakin bisa digampar Rita pakai gentong.


"Kalau memang jodoh dan bisa menikah. Baru aku ijinkan kamu untuk berbuat begitu sesuka kamu," kata Rita.


"Serius!? Kalau aku jadi suami kamu bisa tambah?" Tanya Alex yang kesenangan.


"Kalau sudah menikah kan wajib membahagiakan suami. Istri juga begitu, kalau menikah berhubungan intim dapat banyak pahala bukan dosa kan. Mau kamu goyang sampai hancur juga ya aku harus lakukan kan," kata Rita pasti Alex langsung semangat nih.


"Ohohoho aku senang.. Tenang saja aku akan pelan dulu kok tidak akan langsung kasar," kata Alex.


"Memangnya kamu yakin kita berjodoh? Dulu ada juga yang pesan seksual tapi nyatanya bukan berjodoh," kata Rita.


"Aku yakin. Kita berjodoh meski agak aneh juga, padahal aku tak suka orang Indon dan kamu juga tak suka kami kan. Takdir kita sangat lucu," kata Alex. Kenapa juga mereka harus bertemu dalam jalan seperti ini.


"Tapi..." kata Rita agak sangsi.


"Kenapa laa? Aku tidak akan mengecewakan kamu kok," kata Alex meyakinkan.

__ADS_1


"Bukan itu bodoh! Kamu yakin kita akan baik - baik saja. Kita ini LDR lho, kamu yakin bisa percaya aku, apa aku bisa mempercayai kamu saat kita jauh? Apa kamu yakin bisa terus setia sendirian?" Tanya Rita banyak.


Alex terdiam. Mereka memang LDR kan apalagi ditambah Alex sepertinya tidak bisa bertahan kalau terus sendirian. Tapi Rita bisa karena sudah terbiasa tapi Alex? Rita takut dia akan mengecewakan nya.


"........."


"Kamu sudah tahu kita berdua saling suka dan tak ada yang menolak. Tapi aku membebaskan kamu kalau ada yang kamu suka dan dia menyukai kamu disana, jalani saja. Aku juga begitu kita masih belum tahu apa benar - benar jodoh. Bagaimana?" Tanya Rita berharap Alex mengerti.


"Lalu untuk apa kamu bertanya begitu kalau tidak percaya?" Tanya Alex yang merasa tidak enak. Apa dia menerima cintanya tapi Rita sudah punya yang lain?


"Apa kamu bisa tahan terus sendirian? Menunggu kita saling bertemu? Kalau aku bisa, tapi kalau kamu..." kata Rita khawatir. Baru kali ini dia mendapatkan kekasih yang jauh apalagi belum pernah bertemu.


"Hohoho jadi kamu sudah punya seseorang ya makanya kamu bilang begitu, lalu untuk apa kamu mengatakan rasa suka kamu sama aku!? JADI KAMU HANYA MAU PERMAINKAN PERASAAN AKU SAJA? APA BEDANYA KAMU DENGAN YANG LAIN?! YOU FAKE JUST LIKE ANYONE! YOU DON'T KNOW WHAT I FEELING NOW! ( Kamu palsu sama seperti yang lain! Kamu tidak tahu seperti apa perasaanku! )" kata Alex yang tiba - tiba meledak membuat Rita kebingungan.


"Alex! Kamu kenapa sih? Maksudku bukan begitu! Katanya mau begadang, kamu tinggal aku tidur? Ya sudahlah," kata Rita menepuk kepalanya. Tampaknya Alex pikir dia memainkan hatinya padahal maksudnya Rita hanya cemas.


"Dengar ya, hubungan kita berakhir! Aku juga sebenarnya sudah punya orang lain. Aku nyatakan perasaanku hanya aku tak mau ada hati yang lain selain yang sudah aku punya. Hati yang aku punya untuk kamu, aku berikan tapi setelah itu tidak ada lagi! Nite!" Kata Alex yang tersenyum pahit dengan pemikiran yg super bodohnya... dan kesalahpahaman.


Rita menangis mengetahuinya, dia merasa tertipu dengan pernyataan Alex. Dia hanya ingin bilang kalau dia cemas bila ada yang menyukai Alex. Rita hanya tak ingin terlalu terikat karena mereka masih belum pernah bertemu dan berharap banyak. Lebih baik bertepuk sebelah tangan daripada dibuat seperti ini apalagi saat tahu ternyata Alex sudah punya seseorang. Apalagi ternyata untuk menyingkirkan hati Rita, dia buang begitu saja padahal Rita benar - benar menyukai Alex.


Saat Alex mau tertidur, dia melihat Rita menangis tersedu - sedu. Tapi Alex pergi tak mengacuhkannya menurutnya Rita yang salah yang ternyata mempermainkan hatinya. Toh dirinya juga sudah memilih Ameera jadi sudah sama - sama senang saja. Tapi kemudian Rita sadar dia bukan siapa - siapa, dia menerima keputusan Alex meski sakit itu ada pada Rita. Dia menghapus air matanya dan membereskan makanannya. Dia menonton film sambil memakan sisa cemilannya, dan masih terisak - isak.


Keesokan paginya Rita bangun dan memandang ponselnya berharap Alex masih mau membacanya.


"Alex..." kata Rita berharap penuh dibalas.


"Ini Rita ya. Alex sedang diperiksa. Dia melakukan kesalahan lagi ya?" Tanya Jasmine kakaknya yang membalas.


"Eh? Ini siapa ya? Tante?" Tanya Rita, kalimatnya agak berbeda agak gaul apa bagaimana.


"Bukan. Ini sama kakaknya, kamu kok masih saja membuat dia jatuh ya? Kamu bicara apa saja sih? Punya dendam ya sama adik saya?" Kakaknya bertanya banyak membuat Rita pusing.


"Hah? Buat apa saya menjatuhkan dia, orang dianya duluan yang salah tanggap. Kalau saya punya niat begitu, ke semua orang saya lakukan tidak hanya Alex. Kenapa saya terus yang disalahkan? Dari malam saja dia tiba - tiba meledak. Coba teteh baca saja isinya juga kebanyakan salah paham sampai sekarang," jelas Rita.


Jasmine tertawa sedikit Rita juga cemas pasti dikiranya Alex ambruk. "Kamu kira Alex koma lagi ya? Tenang saja maksudku dia sedang diperiksa oleh dokter untuk jadwal rutinnya. Masih sadar kok, saya salah kalimatnya saya hanya mau bertanya kenapa kamu membuat dia semakin menyukai kamu?" Tanya Jasmine terkekeh - kekeh.


"Ooh aku tidak bermaksud begitu dia saja yang begitu ya aku juga merasakan yang sama sih. Saya bicaranya biasa saja kok cuma keterima sama dianya yang beda," kata Rita yang sudah lega.


"Alasan kamu suka sama adik saya apa?" Tanya Jasmine penasaran. Baru kali ini ada juga yang bisa bertahan sama dia.


"Lucu karena kebodohannya," jawab Rita.


"Hanya itu?" Tanya Jasmine heran.

__ADS_1


"Iya. Memangnya tidak boleh?" Tanya Rita pada kakaknya.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2