ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(82)


__ADS_3

Menimpakan Kesalahan Pada Diri Korban. Ney dan Alex hahahaha tapi kalau Alex sih mending dia langsung merasa bersalah banget dan meminta maaf pada Rita, berbeda dengan satunya lagi. Gaslighter adalah pembohong, penipu, perundungan ( tukang bully ), tetapi dia bisa berbalik menuduh korbannya. Korban akan dibuat merasa bersalah sampai mulai membela diri dan akhirnya teralihkan dari kesalahan pelaku. Ini dia banget! Kesalahan yang dia lakukan akan dia timpakan pada Arnila atau Rita dan membuat dirinya jadi lebih aman apalagi Rita sebagai korban. Alex pun akhirnya menyadari seperti apa jeleknya Ney, dan tidak mempercayainya. Rita meyakinkan Alex bahwa apapun yang Rita katakan soal Ney adalah apa yang dia rasakan. Apalagi Ritalah yang paling banyak menderita saat memutuskan berteman dengan Ney karena Ney tidak ada rasa menghargai dan menghormatinya alias sangat egois.


Menyebarkan Cerita Bahwa Korban Tidak Bisa Dipercaya. Hal ini terjadi pada Rita saat dirinya SMP dimana semua sahabatnya Ney ceritakan soal Rita keadaan yang tidak benar. Apalagi menyebutkan kalau Rita tidak setara dengan status mereka dan berusaha merebut semua sahabatnya. Sungguh terlalu! Kalau dalam pengertiannya si pelaku melakukan merendahkan diri soal korbannya yaitu Rita dan mengatakan hal yang diluar Rita agar mereka berbalik menjauhinya. Namun sayang, mereka semua sudah mengetahui seperti apa Rita yang sesungguhnya dan malah berbalik menyerang Ney. Itulah kenapa mungkin alasannya sampai sekarang Ney hanya memiliki satu teman saja. Karena yang Rita lihat di akun Paceboknya pun memang dia punya banyak belasan ribu teman virtual tapi tidak ada satupun, dari status yang dia buat memiliki kesamaan pendapat.


Hampir semua orang yang melayangkan pendapat memblokir dia jadi Rita bertanya - tanya kenapa dia bisa segois itu tidak mampu menerima pendapat orang yang berbeda? Dan tidak mampu merendah hati sendiri setidaknya mengalah atau mengakui meskipun tidak sesuai pendapatnya. Hampir tidak ada yang membalas status atau setidaknya memberi Like pada status atau komentar yang dia kirimkan. Berbeda dengan Rita, meski temannya hanya sedikit tapi semua banyak yang memberi saran ataupun komen bercanda. Pokoknya hidup!


Seolah - Olah Bersahabat. Disini bisa disebutkan pelaku gaslighter bisa berpura - pura menjadi orang baik, yang seakan - akan berpihak pada korban. Tujuan sebenarnya adalah supaya pelaku bisa mencari tahu kelemahan korban. Jika sudah tercapai, kesalahan dan kelemahan korban akan terus diingat dan disebut - sebut, iniiii ciri yang melekat pada Ney banget!! Yang paling terakhir ini, ciri yang sesuai dengan kepribadian Ney banget. Nanti bagian ini juga akan ada cerita lainnya yang tidak kalah membuat Authornya ingin melempar hpnya sendiri. Tapi tidak bisa karena, aplikasi Noveltoon ini ada di hpnya HUEHEHEHE...


Intinya ya sifat manipulasi gaslighting ini pada awalnya tampak sebagai masalah kecil tapi kalau terjadi secara terus - menerus, perilaku tersebut dapat menyebabkan stres psikologis dan trauma emosional pada korbannya yaitu Rita. Kejadian yang membuatnya tidak percaya mengenai persetujuannya ikut membullynya saat itu telah membuat poin pertemanan yang secara Rita tahan, akhirnya meledak menjadi puing - puing. Awalnya Rita hanya berpikir kasihan pada Ney karena sedari SMP sampai sekarang, temannya hanya Arnila saja dan itu artinya ada yang salah dalam caranya berteman. Yah, sekarang Rita mengalaminya sendiri dengan penurunan poin yang drastis. Inilah cara Allah SWT memperlihatkan seperti apa aslinya Ney, dan tindakan apa yang harus Rita ambil. Oke! Kita balik ke ceritanya lagiiii....


Sejenak tidak ada jawaban lalu Arnila menjapri Rita, dengan heran Rita membacanya. Berpikir nih anak senang banget ya jadi penyampai pesan? Apa dia tidak ada keinginan menolak? Pikir Rita. "Ney bilang kamu harus bertanya ke Alex soal masa lalunya,"


Idih! Benar - benar deh tuh orang! "Kamu ngapain sih mau - maunya jadi burung hantu si Ney? Biarkan sajalah Nil, urusan banget sama masa lalu orang!" kata Rita yang tidak mau ambil pusing.


"Dia maksa aku buat menyampaikannya ke kamu!" Kata Arnila. Ini orang sama sekali tidak bisa melakukan perlindungan atau yah seperti menolak permintaan untuk menyampaikan pesan. Segitu menakutkannya Ney bagi Arnila? Gemas rasanya Rita ingin memarahi Arnila bahwa sikapnya itu yang membuat Ney semakin seenaknya memperlakukannya.

__ADS_1


"Lawan dong. Jangan mau menuruti kemauan dia kecuali kalau kamu juga penasaran soal bagaimana masa lalunya Alex. Kamu juga kan bisa galak ke dia, diamkan sajalah! Aku sudah tidak mau lagi menunduk sama dia! Maaf ya aku bukan budaknya!


"Iya juga ya sama seperti aku, kamu juga selalu disuruh dia ya. Tidak tahu aku seperti terkena sihir sama dia selalu menurut apapun yang dia mau, makanya teman grupku juga meninggalkan aku, Ri," kata Arnila. Rita hanya memejamkan kedua matanya yang agak sudah tidak tahan soal Ney dan Arnila.


"Tahu kan waktu Alex masuk rumah sakit, aku yang disalahkan oleh ibunya dan bahkan Alex. Padahal aku tidak mau lakukan hal itu tapi apa kata Ney. Di mana dia tanggung jawabnya karena sudah menyuruhku melakukan itu?" Tanya Rita.


"Iya aku juga melihatnya. Seandainya waktu itu aku mencegahnya banget dan langsung pergi mungkin kejadiannya tidak akan seperti itu. Aku tahu dia yang memaksa sewaktu semuanya salah, malah dia juga ikut menyalahkan kamu. Aku jadi berpikir kok dia begitu sih? Bukannya dia yang memaksa terus meninggalkan kamu begitu saja,"


"Kalau kamu mengerti, dengan kejadian yang menimpa aku, aku harap kamu juga mulai berhati - hati sama dia. Masalahnya hanya kamu seorang yang masih mau bertahan sama dia, yang lain apa ada? Aku yakin tidak ada yang bertahan," peringat Rita kepada Arnila. Karena Rita melihat Arnila terlalu lembut dan masalahnya karena sudah lama mengikuti Ney tidak salah juga kalau sewaktu - waktu Arnila juga sama saja. Jadi Rita harus double berhati - hati sama mereka.


"Aduh Arnila... begini ya mulai sekarang, aku akan lawan dia, aku sudah tidak berminat lagi menunduk pada semua saran dia yang menurut aku sangat buruk! Bilang saja kalau aku tidak membalas," kata Rita.


"Oke," 2 detik kemudian Arnila kembali lagi. "Dia tidak percaya, Ri. Aku harus bagaimana?" Tanya Arnila.


Nih orang ya Allah bisa tidak sih membuat alasan lain atau tidak perlu dijawab segala deh! Sama sekali tipe orang yang aku hindari juga karena dia tidak bisa memutuskan sesuatu sendiri kalau apa - apa harus diberitahu. Ada orang yang dia tidak suka tapi tidak enak karena harus meninggalkannya atau tidak dipedulikan. Jangar banget!

__ADS_1


"Ya sudah, kamu bilang kalau aku membalasnya seperti tadi. Kamu copy paste saja chat ini sampai aku memutuskan tidak akan menurut lagi sama dia!" Arnila lalu mencopynya dan mengirimkan isi chat dia dengan Rita pada Ney. Tampaknya itu cukup menampar Ney karena tidak ada balasan lagi dari Arnila. Rita hanya beristigfar berhadapan dengan 2 orang yang aneh ini. Yang satu terlalu lunak dan yang satu tidak punya hati mana hidup juga. Ujian oh ujian!


Kembali ke grup, Rita menunggu kabar lagi. Rita tahu banget seperti apa Ney dia tidak akan berhenti sampai mendapatkan apa yang dia mau. Ney tampaknya sedang berusaha mencari jalan agar dia bisa tahu informasi mengenai Alex. Kok jadi dia sendiri yang penasaran ya? Dan sekarang datang dengan topik yang lain yang dia berharap dapat jawaban dari Rita. Pemaksaan itulah sifatnya sama dengan Alex.


"Kamu tidak beritahu ibu soal Alex?" Tanya Ney. Oh, jadi sekarang soal topik ini menyangkut keluarga? Baiklah, Rita akan selalu siap menghadapinya.


"Tidak. Alex urusanku, tugas ibuku hanya restu kalau nanti aku menemukan suami," kata Rita dengan tenang.


"Tapi kan kalau urusan seperti bobroknya Alex, ibu kamu juga harus tahu," kata Ney yang merasa benar. Rita penasaran bagaimana sih orang tuanya mendidik dia? Apakah dia sendiri yang memutuskan untuk tidak mempedulikan saran orang tuanya? Karena Rita juga pernah melihatnya tidak mempedulikan omongan ibunya soal teman.


"Tidak perlu. Ibuku dan yang lain hanya perlu menerima siapapun nanti lelaki yang akan menjadi suamiku. Soal bobroknya Alex pun bukan sesuatu yang pantas diceritakan. Aku yang kenal dia, aku juga yang tahu bagaimana dia. Keluarga tidak perlu tahu seberapa negatifnya dia," terang Rita sambil menahan emosinya dengan tetap beristigfar. Dia selalu ingat akan kata - kata psikiaternya dulu, banyak - banyak istighfar kalau mulai menghadapi teman kurang ajarnya ini.


"Kalau kata aku sih ibu kamu harus tahu," Iyalah Anda inginnya membuat masalah terus sama Rita. Hobi banget sih dia membuat masalah? Apa maksudnya coba? Author saja bingung.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2