ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(200)


__ADS_3

Setelah Rita mematikan netnya, Alex kemudian dengan tiba - tiba mulai chat dengan Ney. Yang saat itu Ney tengah baru bangun. Yupz dia akan terlambat lagi untuk bertemu dengan teman - temannya. Tapi untungnya mereka berdua sudah bisa mengatasi kekesalan saat menunggu Ney.


"Why do you show my photo to your group friends?( Buat apa kamu memperlihatkan foto aku ke teman grup kamu? )" Tanya Alex secara tiba - tiba muncul di ponsel Ney.


Ney yang sudah sadar dan berganti baju, melihat notif kemudian kaget kalau Alex menanyakan soal foto dia yang sengaja Ney kirim. Ney kesal karena mengira Rita sama sekali tidak menjelaskannya pada Alex.


"What do you means? I do not understand ( Apa maksud kamu? Aku tidak mengerti)," jawab Ney yang fokus dengan ponselnya.


"Stop acting like you don't know. Should I send proof that you send my photo on purpose? ( Berhentilah seakan kami tidak tahu. Haruskah aku kirimkan bukti kalau kamu mengirimkan fotoku dengan sengaja? )" Tanya Alex lagi, tanpa menunggu jawaban Ney, dia mengirimkan bukti percakapannya dengan member grupnya.


"What!? How you..." Ney tidak berkata apa - apa lagi. Tampaknya Rita tidak mengetahui soal itu, kalau begitu jangan - jangan...


"I hacked Rita's Whatsapp so I can know very well if someone is lying. So?


( Aku meretas WA Rita jadi aku bisa tahu dengan baik bila ada yang berbohong. Jadi? )" Alex meminta penjelasan.


"I just want to show them off a little that I have acquaintances of the same level. Thats all


( Aku hanya ingin sedikit pamer kepada mereka kalau aku punya kenalan yang selevel, hanya itu )," jawab Ney yang takut pada kemarahan Alex. Sayangnya Rita sama sekali tidak membelanya dan Ney kesal banget!


"By sending my photo directly? Did you even add Rita to the group without telling her first?


( Dengan mengirimkan fotoku langsung? Bahkan kamu memasukkan Rita juga ke dalam grup tanpa memberitahukannya dulu? )" Alex sama sekali tidak bisa berpikir apa yang ada di dalam pikirannya Ney. Buat apa juga sih dia sampai harus memamerkannya segala? Pacarnya juga bukan!


"Oh, Rita already tell you?" Tanya Ney, dia jadi merasa salah karena sudah berpikiran terlalu jauh.


"Already, even though she said you sent it wrong photo but I don't believe it. Because your nature is very different from Rita


( Sudah, meski dia bilang kamu salah kirim tapi aku tidak percaya. Karena sifat kamu memang berbeda jauh dengan Rita )," kata Alex membuat Ney merasa tertohok! Rasakan!

__ADS_1


'Jadi Rita sudah bilang juga kalau aku salah kirim tapi Alex sama sekali tidak percaya? Terus kok Rita sepertinya tidak berusaha membela aku sih?!' Pikir Rita.


"Oh, well she already said so. Yes, I'm so sorry to you


( Oh, jadi dia sudah mengatakannya. Ya, aku sangat minta maaf sam kamu )," kata Ney. 'Alex sama sekali tidak memarahinya karena Rita sudah bilang tapi kok Alex masih mempermasalahkan ya?' Pikir Ney.


"Did you also say sorry to Rita? I bet you don't. Is it that hard for you to admit you were wrong? While Rita always accepts your ugliness?


( Apa kamu juga sudah bilang maaf pada Rita? Aku yakin kamu tidak melakukannya. Apa sesulit itu kamu mengakui kesalahan? Sedangkan Rita selalu menerima kejelekan kamu )," kata Alex.


"You always defend Rita. Even though you know, she always makes me a perpetrator! Do you know that she is actually very selfish?


( Kamu selalu membela Rita. Padahal kalau kamu tahu ya, dia itu selalu membuat aku sebagai pelaku! Kamu tahu tidak sih kalau dia itu aslinya egois banget? )" Kata Ney yang muak dengan Rita.


Sebenarnya orang yang bilang orang lain egois, itu biasanya dirinya sendiri yang paling egois. Apalagi Ney sama sekali tidak pernah mengatakan hal baik mengenai Rita segalanya pasti negatif. Mungkin ada ya yang dia katakan baiknya Rita tapi kembali lagi kebanyakan sisi negatifnya dan itu bukan seorang teman yang pantas dipertahankan!


"Aren't you the most selfish one? You demand Rita to always obey you, when she obey you blame her with everything. What you did is the same as what I did and I already regret it but you... like you don't feel guilty at all


Alex menyesali sekali semua perbuatannya terdahulu pada Rita, dia hanya takut kalau Rita sama dengan perempuan yang selama ini dia temui. Takut setelah tenggelam menyukainya akhirnya Rita akan mempermainkannya. Karena hatinya sudah nyaman dengan Rita dan sekilas berharap lebih tapi... Rita sangat tidak peka, dan Alex sampai terkapar di lantai membaca respon Rita. 😂😂😂


"Because what I do is for her good but she doesn't understand. Even now, she hates me!


( Karena yang aku lakukan untuk kebaikan dia tapi dia malah tidak mengerti. Malah sekarang, dia membenciku )!" Kata Ney cemberut berharap Alex lebih membelanya. Sudah lupa saja dia soal Syakieb dan sedikitnya berharap Alex lebih mempercayainya, seperti tahun lalu. Tapi memang salah sih makanya Alex menyesal.


"Because you got it wrong, as well as what I did to her. But you've known her for a long time, don't you know what Rita is like? I just got to know her already understood immediately. Especially about me asking you to bully her, why do you even agree with what I did to Rita? If you're really her friend, you should defend Rita more than me,


( Karena kamu salah mengatasinya, begitu juga dengan yang aku lakukan padanya. Tapi kamu kan sudah kenal lama dengan dia, masa kamu masih belum tahu seperti apa Rita? Aku saja yang baru mengenalnya sudah langsung mengerti. Apalagi soal aku yang mengajak kamu membullynya, kenapa kamu malah setuju dengan tindakanku pada Rita? Seharusnya kalau kamu memang benar temannya, kamu lebih membela Rita bukan aku )," Jelas Alex panjang lebar. Bisa juga dia.


Ney terdiam membaca apa yang dikatakan oleh Alex. Dia memang sama sekali tidak tahu Rita seperti apa orangnya, dia hanya bisa menebak Rita dari luaran. Dia hanya bisa begitu dan sebenarnya tidak perduli juga hanya memang dia heran, kenapa sampai usia 25 Rita masih terus menjomblo. Sedangkan dirinya sudah banyak berkelana meskipun tidak ada yang bisa setia.

__ADS_1


"She never told me," kata Ney akhirnya.


"You're weirdo huh. When does Rita have to tell her what she likes, doesn't like, what type of guy does she like? You have to open your own eyes! Don't always want instant! There's nothing like that if you live in the world,


( Kamu ini orang aneh ya. Masa Rita harus memberitahukan apa yang dia sukai, tidak suka, tipe lelaki macam apa yang dia suka? Kamu harus membuka mata kamu sendiri! Jangan selalu ingin yang instan! Tidak ada yang seperti itu kalau kamu hidup di dunia )," kata Alex. Sebenarnya ini sih tidak perlu Alex beritahu, karena harusnya Ney sendiri sudah tahu.


"It's okay if you don't want to apologize but you'll regret it later. Rita has an open heart, she can accept your flaws but you attack her instead. And even dared to tell me that she was selfish. A good friend will never say bad things even if there are. She was human not perfect too,


( Terserah kalau kamu tidak mau meminta maaf tapi kamu akan menyesalinya nanti. Rita memiliki hati yang lapang, dia bisa menerima kekurangan kamu tapi kamu malah menyerangnya. Dan bahkan dengan beraninya memberitahuku bahwa dia egois. Teman yang baik tidak akan pernah mengatakan hal buruk meskipun memang ada. Dia itu manusia tidak sempurna juga )," kata Alex dengan berusaha menyeimbangkan pekerjaannya dan chatnya dengan Ney.


"I don't think you're good for Rita either. I know who you are


( Menurut aku, kamu juga tidak baik untuk Rita. Aku tahu siapa kamu )," kata Ney dengan nada mengancam. Kalau sudah begitu dia pasti sudah merasa sangat terancam. Semua yang dikatakan Alex tampaknya menembus hatinya tapi tidak sakit. Maksudnya tidak sakit hati karena tidak punya kan. Tapi sedikitnya dia merasa senang dengan isi chat Alex dan dia menyimpannya. Suatu hari nanti semua chat yang dia simpan akan menjadi masalah besar untuknya.


"You know who I am why do you expect me to trust you? I know in your heart that you wish I could defend you more like last year


( Kamu tahu siapa aku kenapa kamu berharap aku mempercayai kamu? Aku tahu dalam hati kamu berharap aku lebih membela kamu seperti tahun kemarin )," tebak Alex.


Ney terkejut mengenai itu dan baru saja memang Ney berpikir seperti itu. 'Wow! This person is crazy! He knows what I'm saying in my heart! I missed it!"


( Dia tahu apa yang aku katakan dalam hati! Aku kecolongan! )"


"Yes,I know what's in your heart and I know what's on your mind. It's just complicated, I'm surprised by your thinking. But what I see, you will never be able to reach Rita again in the future


( Iya, aku tahu isi hati kamu dan aku tahu apa yang ada dalam pikiran kamu hanya memang rumit, aku heran dengan pemikiran kamu. Tapi yang aku lihat, kamu tidak akan pernah bisa menjangkau Rita di masa depan )." Itulah chat terakhir Alex kepada Ney.


Ney kebingungan tapi juga kaget sekali bukan hanya ibunya saja tapi Alex juga mengatakan hal yang sama mengenai dirinya dan Rita di masa depan nanti. Ney sama sekali tidak mengerti apa maksudnya dan percaya bahwa Rita tidak akan pernah meninggalkannya karena dia satu - satunya teman yang paling dekat. Dia terus meyakini itu sampai sekarang namun, bagaimana dengan perasaan Rita sendiri?


"Maksud kamu apa sih!? Kenapa kamu ucapkan sama dengan ibuku?! Hei! ALEX!" Teriak Ney tapi Alex tidak membalas lagi. Malah pesan yang dia ketikkan, sama sekali tidak terkirim. Masih dengan kebingungan yang super kepo, Ney tetap bersiap pergi keluar rumah. Dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya, dia yakin Alex hanya membual agar dia lebih baik menjauh dari Rita.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2