ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
7


__ADS_3

Rita :


"Tidak akan ada yang berubah antara kamu dan aku, yang buat kita tamat berakhir di episode ini adalah kelakuan dan keputusan kamu sendiri. Kalau kamu memang sahabat aku, seharusnya kamu tahu kalai merundung sahabat sendiri itu sudah sangat fatal resikonya. Kamu peduli? Tidak, aku yakin," kata Rita mengetikkan dengan cepat.


Ney terdiam dia terus membaca perlahan email yang dikirim oleh Rita. Iya, sebenarnya dia tahu kalau kelakuannya tahun lalu agak kelewatan, dia juga tahu kalau Rita bisa tersakiti tapi dia hanya mementingkan egonya. Beranggapan kalau tidak sekarang diubah, Rita yang akan terluka.


Padahal Rita baik-baik saja, Ney sedikit iri dan sedikit mempermainkan tanpa tahu efek samping dari kejahilannya. Ney meremas salah satu tangannya, dia menutup mulutnya merasa Rita memang sedih.


Ney teringat juga saat dia mendukung kekasih baru Alex di tahun ke dua, seharusnya dia memarahi Alex yang telah mempermainkan Rita. Awal Ney mendukung sepenuhnya namun hal tidak terduga terjadi, membuatnya mendukung kekasih Alex.


Ney ingin memutar ulang waktu namun sang Khalik tidak mengijinkan membuatnya harus berhadapan dengan Rita.


~ Hal ini terjadi saat Alex dan Rita yang asli bertengkar hebat. Alex memiliki kekasih yang hanya berjalan 2 minggu, lalu Rita tahu dan keadaan semakin buruk. Rita melihat Ney mendukung kekasih baru Alex, saat itu juga Rita mem banned kehadiran Ney sebagai Pengkhianat. ~


Rita :


"Dan bahkan kamu mengorbankan hal itu semua supaya mendapatkan pamor dari Alex? Dari keluarganya juga? Hei, kamu itu siapa? Berasa orang pentingnya dia? Kenal saja baru beberapa hari sudah merasa jadi orang penting? Sok banget!


Kalau kamu memang pintar coba pikir kelakuan kamu yang sudah menjual pertemanan kita kepada Alex. Soal penerawangan. Aku sama sekali tidak percaya hal semacam itu! Yang aku lihat, kamu sama sekali tidak memiliki kemampuan meramal jadi, semua yang kamu sebutkan tahun lalu ke aku, itu adalah doa jelek kamu.


Tidak masalah, orang iri memang semuanya begitu sih, jauh jauh hari aku sudah memaafkan kamu dan lainnya. Tapi bagaimana dengan Allah swt? Aku sudah pasrahkan urusan mengenai pembelotan kamu, mendukung kekasih Alex dan yang lainnya.


Bila nanti kamu mengalami hal yang sama dengan aku, yakinlah itu karma yang kamu buat sendiri. Aku sudah bebas dari kalian,"


Ney meneteskan air matanya dan menangis. Antara lega sudah dimaafkan tapi di balik sisi lain dia harus rela kehilangan Rita. Dia lupa bahwa teman Rita selalu ada, selalu hadir saat dia sedih, senang dan memiliki masalah.


Allah swt sang Khalik, Ney menangis sekerasnya membuat anaknya terbangun dan menangis. Pembantu yang mendengarnya bergegas lari dan menggendong.


Ney sama sekali menolak menggendong bayinya karena menurutnya urusan Rita ini paling penting. Ney selalu mendengar Rita mengancamnya dengan hukuman dari Allah, itulah yang dia lupa.


"Huh, pantas nenek anak ini ingin dirawat oleh mereka. Ibunya sendiri saja memang terus memprioritaskan masalah orang," kata pembantu sambil keluar rumah menuju rumah mertuanya.


Ney masih terus menangis, usaha untuk berbaikan dengan Rita gagal apalagi Rita sudah memasrahkan urusan masalahnya kepada yang berwajib.


"Nil, dia ternyata mendoakan aku yang buruk. Jahat banget," ketik Ney dengan wajah kesal.


Arnila menghela nafas, lagi-lagi Rita kapan sih hal soal ini berakhir? "Sudah deh ya aku muak sama urusan Rita Rita ini. Kamu tuh kenapa sih? Kalau Rita sudah memaafkan ya sudah kelar. Kamu masih terus chat sama dia ya?" Balasnya.


"Habisnya... aku kan kangen eh malah begitu sikapnya. Jahat sekali sih! Aku itu salah apa sama dia?" Tanya Ney mengusap pipinya.


"Sudah deh sekarang kamu terima saja kalau dia bilang apapun. Setelah ini cukup jangan ganggu Rita lagi," balas Arnila membuat Ney malah menangis.


"Jadi dia tidak ikhlas memaafkan aku?" Tanya Ney terisak-isak.


"Bukannya tidak ikhlas tapi kamu lupa ada saksi penting. Kan aku sudah bilang beribu-ribu kali sama kamu, jangan lakukan. Harusnya kamu tetap berpihak pada Rita bukan Alex, dan bukan menyalahkan Rita juga. Kepo itu tidak selamanya baik, Ney," kata Arnila.


Ney menangis lagi, ingat soal tahun-tahun lalu. "Harusnya aku tidak memberitahukan bagaimana masa lalu Alex ya,"


"Nah itu. Rita yang menjalani, bukan kamu. Lagipula sepengetahuan aku Rita tidak pernah membuat kamu menelusuri latar belakang Alex kan. Ya makanya Rita marah, itu bukan urusan kamu," kata Arnila.


"Aku hanya takut Rita dipermainkan sama Alex," kata Ney.


"Sudah kan. Dan buruknya, kamu mendukung dia. Lupa? Kekasih Alex itu kamu ceklis Like dan mendukung Alex dengan kekasihnya yang ternyata itu sepupu dia?" Tanya Arnila memberikan foto.


Ney menangis tersedu.


"Ney, kamu sudah jahat sama dia mulai dari perundungan, kamu dukung orang lain, ya sakit hati itu Ney. Masa teman sikapnya begitu? Jadi sekarang kalau Rita memutuskan jauh, sudah kamu terima saja. Anggap ini sebagai pembelajaran buat kamu. Kapan Rita pernah komplain soal karakter kamu?" Tanya Arnila.


"Aku menyesaaal masa aku tidak bisa dekat lagi sama dia, Nil?" Tanya Ney yang tetap keukeuh.


"Rita itu baik anaknya tapi aku lihat kamu malah membuat dia sengaja sakit. Aku tahu niat kamu baik, Ney tapi memaksakan kehendak supaya dia terima kamu kembali, egois namanya," jelas Arnila.


"Tapi aku yakin masih ada cara lain supaya aku dekat lagi," kata Ney.


"Ya Allah, Ney. Sakarepmu lah tapi jangan mengeluh lagi ke aku ya. Aku sudah malas!" Jawab Arnila menyudahi.


Net kembali lagi mengetikkan ke dalam emailnya.


Ney :


"Lalu kamu mau aku bagaimana? Supaya aku bisa diterima kamu lagi, Rita?"

__ADS_1


Rita menghela nafas benar benaaaar deh ini anak yaaa....


Rita :


"Memangnya kamu bisa lakukan?"


Ney yang membacanya langsung semangat dan senang. Rasa sedih tangisannya menghilang sekejap.


Ney :


"Iyalah. Aku pasti akan lakukan dooong. Seperti tidak tahu aku saja kamu. Demi Allah, Rita,"


Rita mendengus seperti biasanya Ney sering sekali mengucapkan sumpah dengan mudahnya.


Rita :


"Fine,"


Ney tertawa keras mengangkat tangannya, bayangkan saja semenit tadi dia sediiih sampai terisak-isak. Lalu sekarang, tertawa keras seakan skenarionya berhasil.


"Lihat kan? Benar kan? Rita itu mudah sekali. Sekali aku sudah benar-benar merasa bersalah, dia pasti iba HAHAHAHA!!" Kata Ney senang sekali sambil menari-nari. Lalu dia duduk dan menunggu apa kata Rita, kali ini dia akan lakukan supaya bisa dekat lagi.


Rita sudah memikirkannya dan langsung mengetikkan.


Rita :


"Urus kehidupan rumah tangga kamu sendiri, kamu pasti sudah punya anak kan? Urus mereka, jangan pernah KEPO lagi dengan kehidupan dengan kehidupan siapapun termasuk aku dan Alex.


Bila kamu merasa aku kesepian, itu bukan urusan kamu soal keluarga aku termasuk ibuku itu juga bukan urusan kamu. Aku tidak mau mendengar pendapat kamu soal mereka,"


Ney menganga. Dia mengetik :


"Kamu depresi itu karena Ibu kamu sendiri, Rita dan aku mengerti,"


Rita :


"Kalau kamu mau tahu, hal seperti itu sudah sejak lama dan bukan yang baru kamu tahu. See? Kamu baru ada perhatian di saat sekarang aku kenal Alex. Itu sama sekali tidak masuk hitungan, aku sejak SMP selalu curhat sama kamu, tidak ada saran kan? Karena saat itu aku hanya bagaikan tahi kambing.


Ney tidak membalas dia hanya memijat dahinya. Dulu.. pernah Rita cerita tapi dia sama sekali tidak ingin dengar semua keluhannya. Ya memang setelah Rita pergi dari rumahnya, besoknya dia dan Rita berjarak.


Rita juga semakin sulit dihubungi dan dia pernah bertemu, Rita dengan dua orang teman barunya mereka mendengarkan apa cerita Rita.


Ney :


"Oke oke aku minta maaf kalau dulu tidak pernah mendengar keluhan kamu. Tapi yang lebih banyak menceritakan soal ibu dan keluarga kamu itu bukan aku. Serius! Itu Arnila! Aku sama sekali tidak beritahukan apa-apa,"


Rita :


"Arnila? Tahu darimana dia soal keluarga aku?"


Ney :


"..... Yaaa dari aku sih. Tapiiii... aku tidak menyangka kalau dia akan ceritakan hal itu ke Alex juga. Itu... waktu aku, Arnila dan Alex membentuk grup tanpa kamu,"


Rita hanya bengong membacanya. Kok... AAAAGH!!


Rita :


"Kok bisa-bisanya ya itu teman kamu malah membeberkan soal keluarga aku ke Alex yang sama-sama baru kalian kenal!? Astagfirullaaaaah Gustiiii... Apa sih hak dia ceritakan aib aku? Kamu juga sudah sebarkan hal yang tidak seharusnya kamu gembor-gembor di grup kita waktu itu. Subhanallah sekali ya kalian berdua 11 12 sama-sama tidak benar! HUUUH!!!"


Ney merasa Arnila juga patut ikut terciduk apalagi memang kenyataannya Arnila lah yang memberitahukan pada Alex. Arnila sudah mendapatkan firasat buruk karena itu juga dia sebabnya menghindari tapi memang dasar Ney!


Ney :


"Memangnya ada yang bilang apa soal aku sama Arnila?"


Rita :


"KALIAN BERDUA SAMA SAJA!! FAKE AND TOXIC!!"


Membaca itu, Ney ternganga! Ya lah chemistry mereka berdua ada dan berkaitan meskipun Arnila juga ternyata memiliki tujuan lain mendekati Ney. Intinya mereka berdua sama-sama berbisa, sayangnya Rita baru mengetahuinya sekarang ini.

__ADS_1


"Tapi Alex tidak mengatakan apapun," kata Rita lalu ditanyai lah dengan berjilid-jilid membuat Alex sakit kepala.


"Ya, dia pernah mengatakan soal keluarga kamu. Tapi aku hanya bilang itu bukan urusan aku, aku hanya balas 'Rita itu kuat kalau lemah, mana mungkin aku ada chat sama dia? Kalau kamu punya niat baik, kamu tidak akan pernah ceritakan hal itu pada saya tapi kamu akan menjadi lebih dekat dengan Rita. Dengarkan dia, itulah gunanya teman dekat. Bukan seperti yang kamu lakukan ke saya.' Begitu. Ya kalau Ney memang diam saja sih," jelas Alex.


"Kalau ada satu mengatakan hal aib orang, lalu kamu dan dia membaca itu artinya sama saja! Kalian berdua tercemar tapi bagus sih jawaban kamu, tampaknya memantulkan cerita dia. Tapi aku tidak menyangka Arnila bisa begitu," kata Rita sekarang kecewa double.


"Aku hanya mau menyarankan. Keduanya jangan kamu dekati, jaga jarak sejauh mungkin. Yang aku lihat Arnila itu ya sama dengan satunya lagi, nanti kalau kamu ada ketemu sama salah satu dari mereka dan kamu menghindari dari perkataan serapah, diamkan saja," kata Alex.


"Diam atau pergi kan," balas Rita.


"Iya begitu. Daripada kamu tonjok dia. Aku tahu betapa kesalnya kamu sekarang kan sama yang satunya. Kalau ogah lihat wajahnya, pergi saja," balas Alex tertawa.


Rita :


"Iya bukan urusan kamulah soal keluarga, aku sudah punya teman yang lebih bisa dipercaya bila aku ada masalah. Kalau kamu merasa punya kelebihan ilmu gunakan untuk kebaikan. Bukan untuk mengintip fisik orang. Kamu sudah berkeluarga, jaga pandangan."


Ney diam lagi membaca balasan email dari Rita. Tampaknya apa yang dilakukan Arnila tidak begitu besar dampak dia kepada Rita. Ney memang memiliki kelebihan lain tapi sayang dia malah kolaborasi dengan Jin dan setan. Ya salah!


Ney :


"Oke oke aku paham. Sudah kan?"


Ney mulai jenuh, dia memang tidak suka orang yang berceramah apalagi kalau sudah menyangkut per-setan-an yang dia miliki.


Rita :


"Ingat ya kamu sudah bersumpah. Sumpah itu hutang kamu pada Allah swt. Dia akan mencatat hutang kamu itu bila dilanggar, hasilnya nanti juga akan kamu lihat,"


Ney mendongakkan kepalanya dia sudah lelah berpura-pura begini. Tapi demiiiiii bisa baikan lagi...


Ney :


"Iya iya aku tahu kok! Soal Alex aku tidak akan cari tahu lagi kok asalkan kita baikan yaaa. Kamu sebenarnya hanya tes aku saja kaaaan. Aku tabu kok kalau kamu pasti kangen sama aku, sudah berapa tahun ya? Ngaku saja deh jangan gengsi,"


Rita :


"Jauhi aku. Cari teman lain saja yang bisa menerima apa adanya kamu meskipun berbisa mulutmu. Aku sudah tidak bisa menerima kamu meski sudah tahu sosok kamu sebenarnya. Maaf ya aku tidak lagi berminat ingin kenal kamu siapa, karakter atau apapun soal kamu!


Hari ini sudah cukup ditambah kekecewaanku sama Arnila. Kasih tahu saja ke dia, 'Makasih atas rasa pertemanan palsunya. Tak disangka aku percaya kamu sejak lama, ternyata kamu juga 11 12. Hal apa yang kamu tahu seharusnya kamu bicarakan sama aku bukan ke orang lain.'


Biar dia mikir. Terima kasih ya kamu menyapa aku dan aku bisa sampaikan apa yang masih mengganjal. Makasih juga kamu sanggup memenuhinya Ney."


Rita puas sekali! Ney membacanya dan kaget dia agak panik. Kalau begitu dia... semua rencana kacau dong!


Ney :


"Tapi Rita aku masih ingin kita bisa mengobrol seperti biasanya. Apapun!"


Katanya sambil menggigiti kuku jempolnya.


Rita :


"Aku tidak tuh,"


Ney :


"Iya, aku paham kenapa kamu tidak mau. Tapi begini..."


Kata Ney, dia tahu celah agar terus bisa kontak dengan Rita dengan jalan terus memancingnya dengan suatu obrolan. Dan itu memang berhasil.


Rita yang sudah jenuh, terpaksa terus menjawab. Dia dama sekali sudah bosan dengan kebiasaan Ney yang terus akan memanjangkan obrolan. Rita kemudian berpikir, taktik apa dan info apa yang akan Ney ingin cari tahu.


Akhirnya Rita membuka aplikasi obrolan yang bisa membuatnya mudah mencari tahu. Ya sekali ini saja untuk terakhir kalinya.


"Mau apa?" Tanya Rita dalam aplikasi emailnya.


Ney kaget sekaligus senang Rita mengajaknya mengobrol di aplikasi chat.


"Wah, kamu ajak aku mengobrol disini? Nah gitu dong daripada email. Aku tuh pegal tahu kalau dalam email," balas Ney dengan senang. Lamaaa tidak ada balasan dari Rita, Ney lemas tampaknya Rita enggan basa basi busuk!


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2