
"Ya. Kamu," balas Alex singkat.
"Me? Kenapa?"
"Ada gambaran soal kamu, tapi aku masih belum bisa sampai kesana. Aku sedang mengusahakannya,"
Rita tidak mengerti apa yang dimaksud Alex, penglihatan apa yang dia lihat sebenarnya soal aku? Ada apa sih?
"Hm? Apa sih? Soal ruqyah?" Tanya Rita penasaran sayangnya kalau saja dia punya kemampuan membaca apa yang Alex bisa lihat, mungkin Rita bisa membantu memahaminya.
"Bukan. Masih lama prosesnya tapi bisakah kamu berhenti bertengkar dengan Ney?" Tanya Alex pastinya dia melihat ada banyak pertengkaran dan tidak mau Rita terlalu termakan omongan Ney.
"Dia duluan yang selalu memancing," kata Rita.
"Iya aku tahu, kamu jangan sampai terpancing. Dia itu memang sengaja buat kamu emosi seperti itu sifatnya. Tahan emosi, bisa?"
"Sepertinya tidak. Bisa kalau sudah lelah," kata Tita yang memang malas banget kalau harus mendengar ocehan tidak bermutunya dan hanya bisa diam? Bukan Rita namanya.
"Kasihan kamunya selalu saja mengeluarkan energi. Tadi ada kejadian ya? Aku merasakan energi kamu berkurang lumayan," kata Alex. Wah peka banget ya soal begituan. Rita memang kelelahan karena mengeluarkan penglihatannya tapi cukup dengan memakan dan minum saja langsung on lagi.
"Sedikit. Sudah doping minum teh madu jadi naik lagi," jawab Rita sesuai kebutuhan penanya ya.
"Kamu dapat gambaran tentang itu? Bagaimana caranya?" Tanya Rita yang dimana dia juga heran kenapa Alex tidak pernah menceritakan mengenai seseorang yang sedang dekat dengannya.
"Aku tidak tahu tapi sekilas seperti ada gelembung besar yang isinya tentang mereka. Lalu keluar sifat menonjol kasir itu yang pertama. Kamu seperti itu?" Tanya Rita.
"Iya. Sepertinya karena kamu bisa berkomunikasi dengan Tengku dan aku yang membuka kotak - kotak itu efeknya sekarang ya,"
"Gara - gara kelakuan kamu yang no manners aku harus menanggung lagi hal yang sama yang sewaktu SMA aku lakukan. Aku tidak bisa tidur dengan tenang selama 3 hari," kata Rita yang tangannya mengepal dan amarahnya mulai naik.
__ADS_1
"Kenapa? Bukannya kamu senang kan jadi bisa tahu apa yang akan kamu hadapi," Alex merasa ada bahaya pada Rita sekarang tapi dia hanya ingin ada yang menemaninya, ada yang sama dengan dirinya tapi nampaknya malah membuat lubang bencana untuk kuburannya sendiri. "Aku merasa kamu seperti mau berubah menjadi Saint Seiya," Alex menelan ludah.
"SANGAT TERGANGGU. ALEX KEPARAT! Makanya aku harus lakukan ruqyah itu dan awas ya kalau kamu mulai mengacau," Rita meledak.
Alex yang membacanya sudah bisa menebak Rita akan menebak maka dari itu dia menjauhkan hpnya dan membaca dalam jarak jauh. Sepertinya dia sudah melakukan hal yang sangat terlarang, dia pintar otaknya tapi kenapa bodoh ya? Susah banget mengerti tentang perasaan yang enggan memiliki kemampuan mistis. Dia hanya memegang dadanya agar tidak kambuh sakitnya. Wanita di sampingnya tertawa menanyakan kenapa dia seperti itu.
"Aku sedang chat dengan seorang perempuan gila," katanya sambil tertawa.
"Siapa? Jangan dipermainkanlah. Tidak semua perempuan seperti yang kamu alami," jawab wanita itu.
Wanita itu sangat cantik dengan rambutnya yang panjang sepinggang, lurus dengan ujung rambutnya bergelombang. Wajahnya mulus, agak putih tapi lebih ke sawo matang dan tampak manis. Dia memakai pakaian long dress dengan perhiasan yang WOW. Entah itu siapa tapi wanita itu memang sangat elegan dari cara berjalannya.
"Dari Indonesia," kata Alex.
"Serius!? HAHAHAHAHA kamu dapat orang Indonesia lagi? Ya ampun, aku sudah bilang kan jangan sompral kalau bicara. Ceritakan padaku seperti apa orangnya?" Wanita itu sangat penasaran sambil menggenggam erat tangan kekar Alex.
"YOU'RE CRAZY! And now you are still in contact with her? What for? She made you like that how can you still be kind to her? Let me do the talking, I will scold her if necessary I will drag her here! ( kamu gila! Dan sekarang kamu masih kontak dengannya? Buat apa? Dia membuat kamu seperti itu bagaimana bisa kamu masih baik hati sama dia. Biar aku yang bicara, aku akan memarahinya kalau perlu akan aku seret dia kemari! )", kata wanita itu dengan penuh emosi.
"NOOOOOOO!" Teriak Alex dan terjadilah pertarungan sengit memperebutkan hp yang akhirnya hpnya tentu saja Alex yang menang. Yang tentunya Alex berusaha semaksimal mungkin untuk memang, kalau wanita itu berhasil mendapatkan hpnya maka akan ada bencana nuklir.
"Kenapa kamu membela dia? Berikan hpnya aku yakin dia masih online kan," wanita itu mengulurkan tangan kirinya memaksa Alex untuk memberikan hpnya tapi Alex kemudian kabur dan berlari dengan cepat. "ALEEEEEEEEXXXXX!!!" Teriak wanita itu mengejar menyusul Alex. Alex yang berada di depan berusaha membalas chat pada Rita meski kondisinya sedang dalam bahaya.
Wanita itu juga ahli dalam berlari melihat mereka berlari sudah seperti mobil balap. Saling berusaha menyalip entah kakinya berubah menjadi tentakel gurita alias jadi banyak. Tapi karena Alex dari awal sudah kabur duluan, dia masih lebih jauh di depan dan berusaha mencari tempat perlindungan. Dengan nafas tersengal - sengal Alex memastikan keadaan aman dan cepat membalas sebisanya.
"Maaf. Aku hanya memikirkan diriku sendiri... karena..." Alex mengambil nafas dirinya sangat lelah berlari. "aku senang kita berdua memiliki kemampuan yang sama meski...ada yang berbeda.. Aku hanya..." ketiknya. Nafasnya memburu dia berharap wanita itu tidak menemukannya. Saat itu jalanan lumayan sepi tidak ada orang yang berjalan sore, jadi Alex merasa aman.
"Aku membenci kemampuanku sendiri. Bagiku itu tidak penting, aku ingin normal dan aku ingin meninggal secara normal. Untungnya aku tidak punya khodam. Alex?" Tanya Rita yang sudah lelah menunggu dan sebaiknya langsung saja.
"Ya?" Jawab Alex yang sekarang sudah mulai normal nafasnya.
__ADS_1
"Kamu selalu bebas," Alex menatap jawaban Rita dan dia kebingungan. Bebas? Dari?
"What do you mean? I'm free? From?" Tanya Alex kebingungan. Kadang Rita chat dengan kalimat yang membuatnya harus berpikir.
"Aku bilang kamu bebas, boleh melakukan apapun yang kamu mau mungkin seperti punya pacar,"kata Rita.
Alex terdiam sekarang pikirannya terbagi dua memikirkan apa maksud Rita dan terus mengulur waktu dari kejaran wanita yang berbahaya itu. Alex merasa ada sesuatu yang menakutkan menunggunya saat itu tapi tidak tahu apa, dia hanya berharap apa yang pernah dia lihat tidak menjadi kenyataan.
"Kamu sedang tidak di kantor kan, aku melihat ada kilatan, jujur saja. Aku memang suka kamu tapi kita sama - sama orang asing. Kamu punya pacar pun silakan,"
Alex membaca isinya dan dia tersenyum malu. Entah kenapa dia merasa berbunga - bunga. 'Oh she like me!' Alex tertawa pelan tapi sangat gembira. Sampai tidak menyadari kalau wanita itu semakin mendekati persembunyiannya. Alex hanya berharap Rita menyadari sesuatu mengenai dirinya juga.
"Kamu beralasan besok tidak bisa chat mungkin karena perempuan yang disebelah kamu meminta pergi ke suatu tempat? Pergilah," kata Rita yang sepertinya sedih.
Alex kebingungan jadi dia akan menanggapinya dengan biasa saja. "Maaf aku tidak bermaksud begitu. Aku tidak mau mengganggu kamu. Aku..." sebelum Alex menjawab lagi, Rita mengirimkan chat lagi. Yang membuat Alex merasa dilempar batu besar di atas kepalanya.
"Aku juga sibuk sebaiknya kita tidak chat dulu ya. Aku takut pacar kamu salah paham. Aku juga mulai banyak kegiatan dan juga masalah dengan Ney,"
"Oh! Ya, good luck," kata Alex lalu memukul kepalanya bukan ituuu yang mau dia katakan.
"Good luck juga dengan pacar kamu ya. Bye!" Setelah itu Rita membanned nama Alex. Dengan pearasaan sedih, Rita membiarkan perasaan itu pernah ada dan mengistirahatkan pikirannya.
Di tempat lain setelah dia membaca balasan dari Rita dan akan membalasnya tapi kemudian, isi chatnya tidak bisa dia kirim, dia mulai aneh. Dan memeriksanya, nama Rita tidak ada lagi di akunnya. Dia hanya bengong di tempat lalu tiba - tiba...
"I FOUND YOU!!!" Teriak wanita itu dengan suara keras. Alex kaget dan memandangi kepala wanita itu di atas kepalanya yang sedang tersenyum mengerikan. Alex hanya terus bengong dengan kedua matanya yang mulai kosong dan mulutnya menganga. Alex tengah berjongkok bersembunyi di belakang tong sampah. Melihat kelakuan aneh Alex, wanita itu langsung menyambar hpnya dan membaca isi chat. "She must have told you something to the point where you seem to be in such shock. Let's see if she says something outrageous to you ( dia pasti mengatakan kamu sesuatu sampai sepertinya kamu syok seperti itu. Kita lihat awas saja kalau dia mengatakan sesuatu pada kamu yang keterlaluan ),"
Wanita itu membaca isi chat lalu melihat lagi ke arah Alex yang masih seperti kosong jiwanya, lalu kembali membaca untuk yang kedua kalinya. Wanita itu lalu tertawa terbahak - bahak lebih keras dari sebelumnya, membuat beberapa orang bertanya - tanya ada apa. Alex lalu berdiri dan berjalan tertatih. Apa kata Rita masih memutari kepalanya semua kalimatnya terutama kata 'Bye.' Dia terkena banned.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1