
Rita yang berada di Indomaret belanja banyak makanan, untuk dia simpan juga di rumah nanti. "Hmmm, Ney sukanya snack ini, dia pasti suka ini juga. Kalau Arnila ini ini. Ah, beli es krim juga deh sekalian bento buat makan siang sepertinya akan lama juga disini,"
Banyak sekali yang Rita ambil, dia juga mengambil beberapa makanan berat hampir seperti mau piknik ke luar kota. Kebetulan dirinya dapat uang transportasi dan uang makan selama seminggu dari sekolahnya. Dan dia tabungkan untuk jajannya dan cemilan simpanannya. Ada onigiri isi mayonaise, tuna, telur, berbagai macam snack dan juga 3 bento yang isinya berbeda - beda. Rita memang hobi makan tentu saja kuliner juga.
Keluar dari sana Rita membawa kantong kresek yang lumayan besar. Arnila melihatnya kaget banget lalu Ney juga tapi dia senang banget. "Banyak banget!"
"Hehehe aku belum makan sih. Nih bento sekalian aku beli buat siang sih. Aku beli bento dengan 1 set untuk sarapan hehehe.. nih, ada cemilan yang kalian suka. Es krim juga ada," kata Rita yang mengeluarkan bento dan membagikannya untuk mereka berdua.
Ney langsung menerima dan membukanya lalu memakannya, Arnila memandang Ney dengan wajah yang datar karena Ney sama sekali tidak mengucapkan terima kasih.
"Aduh, banyak banget! Aku buat nanti siang saja deh sudah sarapan. Kamu suka makan tapi tidak gemuk ya. Enak banget!" Kata Arnila.
Rita tertawa lalu mengeluarkan semuanya di tengah. Banyak banget! Arnila menakan es krim Cone semuanya sama rasa cokelat. Ada roti juga dengan berbagai macam rasa.
"Makanya aku tidak pernah takut gemuk. Makan banyak tetap saja kurus. Nih aku traktir kalian bento. Ternyata isinya ada sushi juga jadi tidak akan bosan," kata Rita.
Ney kemudian sibuk mencari - cari sesuatu dan Arnila memandanginya dengan tidak sopan. "Cari apaan lu?"
"Kamu kok tidak beli cokelat sih? Aku kan suka cokelat bukan makanan seperti ini! Katanya kenal aku tapi makanan kesukaan aku pun kamu tidak beli!" Kata Ney manyun.
"Perasaan kamu cokelat bukan kesukaan deh. Aku tidak beli cokelat karena sakit gigi terlalu banyak makan cokelat! Kamu beli saja tuh. Kalau tidak mau, ya sudah bisa Arnila bawa buat pulang nanti," kata Rita kesal. Bukannya bersyukur sudah dibelikan malah minta yang lain.
"Yah, tidak seru ah kamu!" Kata Ney.
Arnila tahulah pasti Rita kesal juga semuanya jadi serba kesal. "Ya sudah, cemilan bagian Ney buat aku saja ya. Terma kasih ya Ri, sudah ditraktir. Cemilannya makasih juga dapat banyak nih aku hehehe," kata Arnila yang langsung ambil bagian Ney.
Terlihat Ney yang agak ragu melihat Arnila mengambil bagiannya. Gengsi dipelihara! Rita tertawa melihatnya, "Iya buat kamu saja. Tahu begini, aku beli buat Arnila sama aku saja deh,"
"Yang ada di sebelah kamu apa?" Tanya Ney melihat masih ada kantong makanan besar sebelah Rita.
"Ini?" Rita lalu memperlihatkan kepada mereka. Isinya 4 bungkus topokki, ada mie samyang juga, lalu ada bungkusan odeng sekitar 4 juga, lalu ada rumput laut yang original, minuman chocolatos matcha, roti cheesecake rasa keju, keripik pedas dan juga takoyaki beku.
"Buset! Banyak banget itu buat apa?" Tanya Arnila. Ney masih menganga melihatnya tentu saja dia ngiler melihatnya.
"Cemilan aku hehehe," lalu Rita ikat lagi.
"Kamu dirumah punya brankas ya? Sebanyak itu kamu simpan dimana?" Tanya Ney yang memandangi Rita tidak biasa. Dia memang kaget banget sebanyak itu, berapa gaji yang Rita punya?
"Lemari bajuku kan yang kosong tengahnya, ya aku simpan disitu. Aku lapisi dengan laporan kain flanel sekotak itu lalu aku masukkan cemilan yang aku beli," jelas Rita sambil memakan sarapannya. Ney dan Arnila boleh memintanya dan mereka makan bersama juga.
"Kamu banyak uang ya? Guru TK bukannya gajinya kecil? Apa kamu berhutang?" Tanya Ney dengan suara nyap nyap.
"Hush!" Kata Arnila melemparkan Ney serpihan plastik.
"Aku tidak pernah pinjam uang. Ini hasil dari tabungan dong, aku kan dapat uang saku per bulan Rp 50.000, lalu dapat uang transportasi Rp 100.000, terus uang lembur Rp 150.000. Kalau lembur sih hanya ada acara sekolah saja seperti minggu kemarin kan aku pulang sampai jam 5 sore. Uang saku selalu dapat tiap bulan, alhamdulillah deh aku sudah jarang minta uang malah aku bantu ibu sama bapak soal bayar listrik. Aku selalu tabung uang tambahan itu lalu gaji juga aku simpan sebagian, aku pakai sebagian untuk jajan dan beli cemilan," jelasnya sambil makan.
__ADS_1
"Wooow! Kaya nih! Pantas kamu beli banyak makanan," kata Arnila.
"Hehehehe di rumah kalau teteh sama adik lapar, langsung ke kamar. Kalau aku tidak ada mereka pasti chat WA kalau ambil seenaknya, aku bisa marah sampai seminggu," Rita tertawa menjelaskannya. Mulutnya penuh dengan makanan tapi masih bisa bicara.
"Aku mau dong yang kamu simpan buat cemilan," kata Ney sambil berusaha mengambil.
"Eits! Enak saja. Beli sana! Ini tidak akan aku bagikan. Maaf ya," kata Rita mengikatnya dengan erat. Ney selain seenaknya memang suka ambil barang atau makanan orang lain tanpa ada rasa malu.
"Iya. Kenapa sih kamu sering minta? Tuh Rita sudah belikan banyak makanan, kamu sama sekali tidak pernah bilang makasih kek, ini kan kesukaan kamu kok bilangnya bukan? Sepele begini saja kamu tidak bisa menerima pemberian orang," kata Arnila melihat kelakuan Ney yang sama sekali tidak banget!
Ney menarik dirinya lalu memakan lagi makanan yang ada pada Rita tanpa bertanya. Dia makan hampir semua makanan Rita, lalu Rita menolak karena dia baru makan sedikit. Melihat gelagatnya seperti tidak makan selama beberapa bulan, dia tampak rakus banget. Rita melihatnya agak heran begitu juga Arnila. Seperti baru kali ini makan bento atau makanan yang enak. Saat dirinya mau mengambil lagi, dia menyadari kalau Rita sudah memindahkannya dan dia kesal.
"Buka dong yang kamu. Kok punya aku yang kamu habiskan," Rita cemberut.
"Yang kamu kelihatan lebih enak sih daripada punya yang aku," kata Ney seenaknya.
"Ya sudah sini punya kamu, aku makan," Rita meminta lagi punyanya tapi Ney jauhkan.
"Makanya makan punya sendiri jangan mau punya orang lain, yang kamu disimpan," kata Arnila jutek.
Mau tidak mau akhirnya dia memakan punya dia sendiri sambil jelalatan melihat bagian Arnila dan Rita, di saat ada kesempatan Ney menyambar tapi gagal. Akhirnya dia kesal sendiri lalu menghabiskan makanannya. Rita dan Arnila tertawa melihatnya.
"Menurut aku ini ada hubungannya dengan Alex banget. Apa jangan - jangan dia masih mempermainkan kita ya? Soal adu domba itu aku setuju, aku juga ada perasaan ke situ deh," kata Arnila yang mulai memakan punyanya. Dia takut Ney nanti akan meminta bagian dia juga.
"Bisa jadi. Dia tuh suka buat masalah ada kemungkinan dia mau tes kamu, Ney," kata Rita yang membuka bentonya juga.
"Sepertinya Alex sedang menguji kita bertiga. Kalau soal kamu sih, kamu kan tipe gampangan sesuai kejadian yang terjadi sekarang contohnya. Buat menguji kamu mah gampang, orang yang baru kamu kenal saja bisa - bisanya kamu gampang terima pemberian dari Syakieb," kata Rita.
"Ya tapi kenapa aku juga kena? Aku kan bantu kamu," kata Ney keberatan kalau dia juga kena masalah dari Alex.
"Bantu apanya lu? Bantu buat masalah jadi besar, iya," kata Rita sebal.
"Bukan cuma kamu saja yang dites, kita berdua juga. Siap - siap giliran aku dong?" Tanya Arnila sambil pegang kepala.
"Kamu sih menurut aku lewat, paling ke aku lagi. Kamu kan mau menikah kalau sampai kejadian, dia dalam bahaya kan bisa - bisa didatangin sama Imron," kata Rita melihat Arnila yang panik.
"Wah, aku selamat hahaha!" Kata Arnila bangga.
"Asyik ya. Jadi ini semuanya kena? Arnila, masa kamu duluan sih jadinya? Aku kan niat pertama," kata Ney.
"Ah, kamu mah lama! Belum dalam persiapan juga kan? Sekarang saja malah main sama orang lain pantas Dinsnya jadi pundungan. Sudah aku saja dulu hahaha!" Kata Arnila yang sekarang kesenangan.
"Kamu mah baru niat sih makanya Allah SWT milih Arnila duluan yang maju. Yang ada pergerakan itu yang pertama. Kalau hanya bicara saja semua orang juga bisa," Rita sibuk memakan nasi memakai katsu.
"Sekarang aku yakin hanya dengan Dins saja!" Kata Ney yang dijawab anggukan Rita dan Arnila tanpa menjawab. Mereka berdua sudah lelah dengan janji Ney yang tidak pernah bisa dipegang.
__ADS_1
"Serius! Kalian tidak percaya?" Tanya Ney melihat mereka berdua. Lagi - lagi mereka hanya menganggukkan kepala sambil makan. Ney langsung makan juga dan menghabiskan semua. Untungnya dia membawa minuman begitu juga mereka berdua.
Setelahnya mereka memakan cemilan ringan. Hanya Ney yang masih memilih makanan dan melihat Rita dengan kesal. Karena tidak ada cokelat.
"Alex saja bisa beli cokelat mahal ya. Memang kamu tidak bisa?" Tanya Ney tiba - tiba.
"Cokelat bukan kesukaan aku sih. Lagipula aku tidak begitu tahan makan cokelat," jawab Rita tahu tujuan Ney berbicara begitu.
"Terus cokelat dari pemberian Alex sama sekali tidak kamu makan? Padahal bawa saja, aku pasti habiskan!" Kata Ney dengan penuh harapan.
"Yeee itu mah kamu saja yang mau. Kenapa tidak beli saja sih? Daripada nunggu Rita yang kasih? Kamu kan selalu bilang punya banyak uang," kata Arnila yang melahap sushi.
"Soalnya..." saat Ney mau melanjutkan dia mendapatkan isi chat masuk.
"Kak, nih paket!" Adiknya mengirimkan foto paket yang berbentuk kotak persegi panjang kecil.
"Wah! Cokelatnya sudah sampai!" Kata Ney antusias.
Arnila menyikut lengan Rita dan memandang Ney yang senang. Rita memandangi Ney dengan tawa yang ditahan.
"Nih lihat deh Alex kirim aku cokelat karena aku buat makanan sendiri buat dia. Iri kan?" Tanyanya dengan mata yang genit dan tampak sengaja membuat mereka berdua cemburu.
"Buat apa iri? Rita kan..." kata Arnila lalu mulutnya ditutup oleh tangannya Rita. Rita menaruh jari telunjuknya di mulut untuk menghentikan Arnila bicara lagi.
"Biarkan saja!" Kata Rita dengan mengedipkan matanya. Penasaran sih kira - kira Alex nitip cokelat apa ya?
"Iya selamat ya," kata Rita dan Arnila berbarengan.
"Kamu mau? Nanti aku kasih tahu Alex deh," kata Ney dengan bangga dia lupa dari siapa juga dia bisa dapat cokelat itu.
"Tidak usah. Aku kan bisa minta Imron belikan berapapun yang aku mau buat apa minta sama orang?" Tanya Arnila yang mendelik.
Tapi meski hanya segitu juga membuat Ney menjadi sombong dan mereka berdua hanya menepuk dahinya. Ney terus saja berbicara kalau Alex pasti memberinya cokelat yang lebih mahal. Memang terlihat banget kalau Ney terlalu tinggi pengharapannya dan memang lebih suka dengan barang bermerk yang harganya mahal.
Apapun yang mereka bicarakan, Ney selalu membicarakan soal harga, merk, status, benar matre banget! Semua hal dihubungkan dengan hal - hal keduniawian.
"Eh, aku pulang sekarang ya," kata Ney.
"Lah lho kenapa?" Tanya Rita heran. Lebay banget!
"Iya kan Alex kirimin aku cokelat jadi harus cepat dimakan nanti kalau lama dibuka jadi cair bagaimana?" Tanyanya yang siap - siap mau pulang.
"Ya terserah sih. Kita masih disini saja ya," kedip Rita ke Arnila.
"Iyalah. Aku juga masih banyak yang mau diceritakan mungkin saja kamu bisa kasih saran," kata Arnila yang mengerti maksudnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...