ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(286)


__ADS_3

Akhirnya malam pun poek ( gelap ), setelah Alex meminta Arnila untuk membujuk Rita agar menerimanya kembali, Arnila kemudian mau tak mau menghubungi Rita.


Arnila: "Rita, kamu blokir si Alex? Ney juga?" Tanya Arnila dengan mengirimkan emoji ketawa.


"Iya. Alex tiba - tiba bentak aku lagi, aku kira dia sudah tidak akan melakukan itu, kalau si Ney yah kamu pasti lihatlah seperti apa dia di PB kesannya mau ajak berantem," kata Rita yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya.


Arnila : "Iya aku baca juga tapi tidak ada yang membalas dia kan terus memang sengaja dia mau memancing reaksi semua orang kalau kamu membalas ke dia. Tapi dia terkejut sih komennya kamu hapus hahaha,"


Rita : "Ya begitulah. Dia ada chat sama kamu?" Tanya Rita. Biasanya Ney selalu banyak cas cis cus pada Arnila.


"Tidak ada, tumben juga sih mungkin dia sudah tidak mau dengar pendapat aku lagi, Ri," katanya yang juga sedang rebahan di sofa.


"Oh, begitu mungkin kamu sudah marahi dia sesuatu? Hehehe," tebak Rita.


"Iya sih hehehe yahh sama seperti kamu deh, gue juga mulai agak cukuplah sama kelakuannya ditambah lebih parah pas kamu kenal Alex. Kalau aku sih misalkan aku niatnya tidak mau mempermalukan kamu pasti aku langsung ngomel di WA ya tapi dia malah di komen PB, memang sengaja Rita," kata Arnila setelah melihat perilaku Ney di PB.


Rita : "Alex dia hack akun aku untuk add akun dia dan Ney lagi,"


Arnila kaget membacanya. "HAAAAH!? Serius!? Ya Allah sampai segitunya terus kamu blokir lagi? Hahahahaha! Pantas dia tiba - tiba chat aku, kalau ke Ney sih tidak mungkin. Dia juga di blokir,"


"Iya serius. Ya memang aku blokir lagi hahahaha habis kok bisa ya dia seenaknya begitu," kata Rita bete.


"Yah, harap maklumlah dia kan sepertinya orang yang seperti artis mungkin keluarganya jadi banyak orang palsu disekitar dia yang pansos terus yaa.. sangat mengganggu dia. Tapi memang harusnya dia bisa sesopan mungkin ya terutama kamu kan usianya di atas dia," kata Arnila, dia memang pernah juga mendapati Ney kena bentak.


Rita : "Lalu soal dia beritahu begitu saja soal nama asli Alex, ih maunya apa sih dia itu. Lupa kalau Alex juga aktif? Menyebalkan sekali! Memang kegemaran dia itu memancing emosi orang ya atau bagaimana?"


Arnila : "Iya memang senangnya dia itu begitu entah katanya menguji tapi kalau ke beberapa orang ya oke tapi bukan hanya kamu kok, ke aku juga, teman - teman dia dulu begitu. Sampai akhirnya ya kena tinggal karena mereka jenuh. Makanya aku jarang banget cerita soal apapun ke dia karena orangnya tidak amanah, sering lho cerita aku dijadikan versi cerita dia,"


Rita : "HAH!? Buat apa sih dia seperti itu? Aku baru tahu banget kalau dia senang begitu. Mencari perhatian?"


Arnila : "Iya. Kamu tidak tahu dulu dia seperti apa sih. Dia jarang cerita ya soal bagaimana dia,"

__ADS_1


Rita : "Mana ada. Dia kan sukanya cerita soal pacar - pacarnya atau barang yang baru dia beli,"


Arnila : "Kalau dia cerita jangan percaya dulu, Rita. Kebanyakan itu versi cerita orang - orang lho yang suka curhat ke dia. Pokoknya saran aku hati - hati saja deh, terus jangan cerita soal Alex lagi ke dia, kamu kan tidak tahu nanti dia akan cerita versinya seperti apa. Bisa saja lho dia ngaku - ngaku ke orang ada hubungan spesial sama Alex. Nanti kamunya kena masalah lagi,"


Wah, parah dong kalau begitu. Hanya untuk mendapatkan perhatian banyak orang dia sampai sejahat itu memanfaatkan cerita orang lain?


Rita : "Ah masa sih dia sampai sejahat itu Nila, hanya untuk mencari perhatian orang?"


Arnila : "Aslinya, Rita lu kan tahu gue lebih lama sama dia kan. Semua watak dia sudah terbuka lebar lah kalau sama gue. Dia itu bukan jenis yang cocok buat lu deh. Aku nanti kalau sudah menikah juga sepertinya mau mulai jaga jarak sama dia dan kamu,"


Rita : "Lho, aku juga?"


Arnila : "Rita, untuk saat ini aku tidak mungkin jadi teman kamu karena ada si penghalang. Kalau jadi teman, nanti aku yakin dia akan kirim guna - guna ke kamu supaya kamu entah dijauhi banyak orang. Seperti sekarang Jin yang menempel selalu cari ulah kan ke Alex, nah Ney juga bisa begitu. Aku takut banget kalau kamu sampai di santet sama dia,"


Rita : "Santet!? Ah luu bercanda mulu mana mungkin Ney bisa kirim seperti gituan?"


Arnila : "Ya susah sih ya sama orang yang tidak percaya tapi serius dia bisa, dia tidak punya Gift yang kamu miliki Rita, kamu pure punya dari Allah SWT sama dengan aku. Tapi kalau Ney, itu dari ayahnya yang dulu sering meditasi untuk dapat kekayaan pokoknya mengerikan deh!"


Arnila : "Hmmm... kalau kita ada jodoh pasti bertemu lagi saat kita bertemu in sha allah, saat itu juga aku sudah jauh dari Ney. Kalau nanti saat itu kamu memaafkan aku dan menerima, aku bisa jadi teman kamu tapi kalaupun kamu masih belum bisa menerima atau takut aku akan balik lagi ke Ney, tidak apa - apa kamu tolak. Aku juga tidak akan memaksa kamu untuk jadi teman aku. Toh kamu saat ini juga sudah punya banyak teman baik kan,"


Rita : "Iya sudah banyak. Jadi aku kalau jauh dari Ney juga memang tidak terlalu bagaimana, tidak sesuai dengan yang dikatakan Ney. Lihat saja kan siapa yang pertama datang. Lagipula kalau sudah menikah memang dunianya bertambah kan atau ter-upgrade. Ya memang lebih baik jaga jarak deh sama teman yang tidak bisa mendukung kamu,"


Arnila : "Rita, maafkan Alex ya kasihan dia sepertinya kesepian sekali. Banyak bersabar saja maklum dia kan anak bungsu seperti adikku juga super manja padahal laki - laki. Kalau dia bentak lagi, ancam saja apa gitu tapi jangan blokir. Denda saja bagaimana? Hehehehe,"


Rita : "Denda ya? Ide bagus tuh! Makasih ya idenya!"


Arnila : "Hahaha! Pokoknya kamu atur - atur dia kena denda kalau bilang apa siapa tahu lama kelamaan dia akan lebih menjaga mulutnya,"


Rita : "Harusnya itu kita terapkan sama Ney juga deh,"


Arnila : "Hahaha boleh juga tuh!"

__ADS_1


Tiba - tiba saja Ney merasa merinding, dia tahu kalau Arnila dan Rita pasti sedang membicarakannya tapi saat itu dia tidak bisa menanyakannya. Ayahnya sedang menelepon dekan pembimbingnya dan berdiskusi untuk semua mata pelajaran perkuliahan yang kurang. Dia juga bisa sedikit tahu secara samar - samar perkiraan apa yang sedang mereka bicarakan. Dia tidak suka apa yang Arnila idekan kepadanya karena bisa gawat kalau dirinya terkena denda. Ayahnya bisa lebih marah dari itu maka dari itu sepertinya dia akan mulai lebih fokus pada kuliahnya, Arnila tentu saja sudah lulus soal sidang skripsinya.


Akhirnya dengan berat hati, terpaksa Rita membuka lagi blokiran Alex dan dia menerima banyak chat dari Alex. Alex tentu saja terus menunggu sampai Rita memberikan lagi kesempatan padanya. Padahal dia sangat senang sekali bisa bebas dari Lelaki Kasar super Bodoh itu.


"Hai," sapa Alex.


"Mau apa lagi kamu? Mau bentak saya!" Langsung Rita mengatakannya.


"😞😞😞," balas Alex dia mengakui kalau sudah salah besar memarahinya.


"Puas ya kamu marah bentak ke orang lain mending kalau yang kerja sama kamu! Baru kenal sudah sok dekat? Terus apa maksud kamu hack akun aku segala? KAMU PUNYA HAK!?" Teriak Rita yang sudah hilang kesabaran.


"Maaaaafff aku kira akun kamu error makanya aku betulkan dan memasukkan akun aku dan Ney kembali ternyata kamu memang blokir kita berdua?" Tanya Alex. Dia benar salah perhitungan ternyata Rita memang sudah sangat terganggu dengan kehadirannya.


"IYA! AKU CAPEK SAMA KALIAN BERDUA. PUAS!?" Teriak Rita lagi.


Sontak saja jantungnya Alex berdebar kesakitan membaca apa yang diketik oleh Rita. Dia memegang ujung mejanya dan menahan rasa itu 🤣🤣🤣🤣serangan jantung mendadak. Alex tahu dia yang salah dari awal harusnya di perhitungkan kalau Rita mulai marah meledak, itu berakibat fatal untuk jantungnya. Tapi kalau Alex yang marah, maka banned telah menunggunya, yah ini itu semua ada resikonya. Tapi dia dengan cepat meminum obat jantungnya saat itu juga.


"Maaf aku membentak kamu, harusnya aku berpikir kalau banyak orang seperti aku. Aku kira kamu punya niat tidak baik. Aku sedih setelah tahu kamu memblokir aku," kata Alex yang masih menenangkan jantungnya. Sebisa mungkin Rita harus dibuat tenang kalau tidak, dia akan koma lagi dan dia tidak mau mengalami itu. Karena kesempatan chat dengan Rita akan lama lagi.


"Makanya jaga itu ucapan kamu seenaknya banget sih pakai bentak - bentak harusnya kamu tahu dong perempuan itu tidak boleh sampai kena bentakan. Bisa kan kamu marah tapi kalimatnya masih halus? Apa ayah kamu juga seperti itu ya?" Tanya Rita yang penasaran. Kalau iya sangat mengerikan dan entah bagaimana cara ibunya menghadapi suaminya.


"Iya, ayahku juga sama 😞," jawab Alex dan memang dia jadi sedih dan berhati - hati.


"Kalau sudah tahu ya jangan sampai kamu gunakan ke semua orang dong. Kalau sampai begitu itu artinya kamu cari musuh dan aku juga bisa berbalik jadi musuh kamu! Cukup kamu gunakan nada tinggi kamu saat bekerja, kalau sedang santai ya biasa. Kalau nanti kamu punya istri terus selalu kamu bentak, aku yakin istri kamu lebih memilih pisah daripada setia sampai tutup usia!" Kata Rita yang mulai membabi buta.


Alex merasa saat ini tidak tepat waktunya, Rita memang masih sangat kesal kepadanya. Kejadian tahun lalu ternyata tidak bisa hilang begitu saja dari benaknya, dan Rita akan terus mengomelinya lagi - lagi dia salah melangkah.


"Kamu tahu tidak sih memangnya hanya kamu saja yang sering kena bentak? Aku juga kena marah kemana - mana terus kamu bentak aku, kamu pikir aku tidak stres apa!? HEH, aku sama sekali tidak pernah ya hack akun kamu dimanapun. Jadi orang jangan sok!!!" Rita kembali membara.


Alex terus istighfar membacanya sambil menahan sakit jantungnya. Dia berjanji tidak akan lagi deh berbuat ulah, mau Rita memblokirnya nanti sampai bertahun - tahun dia hanya akan mengiriminya email saja. Dan tidak akan lagi benar - benar membentaknya untuk kebaikan jantungnya juga. Dia akan mengubah semua yang biasa dia lakukan demi kebaikannya juga. Begitu juga dengan kebiasaannya meminum wine atau alkohol, dia butuh Rita untuk selalu ada dengannya. Merokok pun akan dia kurangi, kebiasaannya yang selalu "jajan" di luar pun dia mulai dihilangkan.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2