ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(285)


__ADS_3

Keesokan paginya kegiatan Rita yang tidak jauh beda seperti itulah dan dia berangkat mengajar dengan perasaan yang enak. Perasaannya jadi enteng karena dia sudah memblokir Alex dan Ney. Entah kenapa dunia jadi lebih luas! Lalu di tempat lain, Alex bangun lalu mandi, sarapan lalu bekerja. Dia melirik ponselnya dan membuka chat tapi tidak ada chat Rita yang masuk biasanya Rita selalu menyapanya di pagi hari.


Dia bertanya - tanya apa Rita masih marah padanya? Kemudian dia chat Rita lalu mengirim pesannya tapi.... ternyata chatnya tidak bisa terkirim. "Pengguna telah memblokir Anda." Alex terdiam melihat pengumuman itu setelah dia periksa menuju akunnya, Rita sudah tidak terdaftar dalam List Pacebuknya. Dia berpikir mungkin ada yang mengeluarkan akun Rita dari akunnya. Sambil berpikir dia sarapan dengan wajah penyesalan lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan berjalan lemas ke arah pintu.


Ibunya hanya menggelengkan kepalanya sudah pasti anaknya itu berbuat ulah lagi pada Rita. Mau diberitahu pun anaknya selalu berbuat sesuai dan seenaknya memang harus merasakan sendiri akibatnya. Supir Alex sudah menunggu lalu terheran - heran ada apa dengan tuannya yang tidak biasanya selalu tersenyum cerah. Kemudian dengan langkah lunglai dia memasuki mobil pribadinya dan menuju kantornya.


Dia juga memeriksa akunnya lagi dan dengan terpaksa dan sok tahu, dia hack akun Rita dan juga meng add lagi akun milik Ney sambil tersenyum. Rita pasti akan terkejut sekali apa yang dilakukannya, tentu saja Ney juga tersenyum atas apa yang dilakukan oleh Alex. Dia merasa Alex berada di pihaknya jadi Ney teringat kalau ada orang yang lebih bisa dia gantungkan. Selama Alex yg selalu terus membela lalu memasukkan Ney ke dalam akunnya Alex, dia agak tenang tok Alex berada di sisinya.


Tempat Rita mengajar saat itu sedang ditugaskan menjaga semua kelas karena kedatangan beberapa guru baru, sambil berjaga, Rita mengaktifkan ponsel dan memeriksa PB-nya. Alangkah terkejutnya saat dia melihat pemberitahuan bahwa akun Alex dan Ney berada di berandanya. 'Perasaan sudah aku blokir mereka.' Jelas pasti Alex kampret itu hack akunnya, lalu Rita blokir lagi mereka berdua. 'Memangnya lu pikir gue bakalan diem saja lihat kalian tuyul masuk akun gue lagi?' Pikir Rita.


Ney tidak sempat melihat akunnya lagi karena saat itu dia tengah dimarahi lagi oleh ayahnya, dan dipaksa untuk kuliah. Meskipun Ney menolak karena malu, tapi ayahnya lebih malu lagi karena perbuatan Ney yang memang sudah mencoreng nama baik di kampusnya. Kemudian Alex bekerja seperti biasa saat ada celah, dia memeriksa akunnya dan Rita sudah memblokirnya lagi 🤣🤣🤣🤣. Disitu dia sadar bahwa dia memang salah waktu malam membentak Rita padahal kondisi yang Rita jelaskan bisa jadi ada orang lain juga yang begitu. Salahnya lagi kenapa juga dia begitu marah dan kesal padahal Rita sama sekali tidak punya niat jelek.


"Pakcik ( Pak / Bapak ), jangan terlalu sering memarahi puan kerana puan tu lemah, sekali Pakcik meledak, saraf ulunya akan putus. Apa Pakcik mahu kalau puannya mati rasa?" Tanya supirnya yang kadang memang suka memberi saran.


Mendengar saran itu, Alex terkejut. Iya dia pernah membaca soal itu dan mungkinkah apa yang Rita rasakan sekarang itu memang minat padanya mulai menurun karena terlalu banyak membentaknya? Dia mengingat dulu juga pernah seperti ini dengan mantan calon istrinya, yang membuatnya selingkuh dengan pria lain dan pernah juga memutuskan untuk menikahi yang lain. Bagaimana sakitnya perempuan dibentak dengan dibantingnya barang di hadapannya itu kan termasuk kekerasan ya. Alex sangat menyesal sekali karena selama ini sudah ada yang lebih sabar padanya, yang berkali - kali juga memaafkan sikapnya.


"Kalau begitu aku sama saja dengan Ney dong kenapa ada di sisinya tapi selalu menyakitinya," katanya pada dirinya sendiri. 'Tapi bagaimana menghubunginya? Sedangkan dia kembali memblokir Ney juga sepertinya aku banyak salah paham padanya. Soal Ney juga, memang lebih baik dia jauh dari Ney. Ahhh!! Sial!' Kata Alex dalam pikirannya dan menyisir rambutnya dengan tangannya yang berotot.


Satu - satunya jalan hanya dengan Arnila, kemudian Alex meminta kepada Arnila untuk berbicara dengan Rita dan menyampaikan kekhilafannya yang sudah membentaknya.


"Tolonglah Alex kalau kamu benar - benar menyukai Rita, tolong pahami dia juga. Jangan hanya kamu terus yang ingin dipahami, kalau seperti itu sebenarnya siapa yang egois?" Tanya Arnila.


"Ya aku paham. Tapi aku inginnya dimengerti sama dia," kata Alex.


"Kamu mengerti kan kalau Rita memang tidak peka. Langsung bilang saja mau sampai kapanpun kamu berkode, Rita tidak akan mengerti nanti ujungnya dia cari yang lain lho atau ada orang lain yang lebih cepat geraknya dari kamu yang suka berkode," kata Arnila menakuti Alex.


"Jadi bisakah kamu memberitahu Rita? Biar aku yang bicara," kata Alex.

__ADS_1


"Dan aku sebulan lagi akan menikah jadi kalau bisa, ada masalah kamu harus sendiri mencari solusinya jangan sampai kamu meminta tolong pada Ney. Aku katakan jujur ya kamu akan menyesal kalau banyak meminta tolong sama dia, karena Rita sudah tidak mau tahu soal dia dan kamu. Kamu pasti mengerti kan apa tujuan Ney sama kalian berdua sampai dia bilang sendiri kalau Rita bisa kenal kamu itu atas jasa dia?" Tanya Arnila memastikan lagi.


"Eh? Dia bilang begitu? Aku kok yang add Rita secara pribadi bukan karena bantuan siapapun. Kenapa dia malah mengangkat dirinya sendiri sih?" Tanya Alex yang terkejut pada pernyataan Arnila.


"Ney itu gila pujian, mungkin sama saja seperti kamu. Dia sangat suka orang lain berhutang budi sama dia, jadi dia akan bisa seenaknya memperlakukan kalian berdua. Temannya ada yang seperti itu sampai akhirnya dia dipermalukan depan orang banyak hanya karena tidak mau lagi menuruti apa kata Ney," kata Arnila membeberkan.


"Apa!? Lalu bagaimana nasib temannya?" Alex berpikir memang Ney bukan orang yang bisa tulus dengan orang lain. Bahkan dengan Dins yang dulu dia kenal pun, juga sering sekali disakiti.


"Temannya memilih menjauh dari dia daripada harus menjadi budaknya. Ya memang jadinya Ney meminta sesuatu sih tapi sekarang temannya bahagia kok, dia sudah menikah dan suaminya diluar ekspektasi Ney. Pokoknya semua orang yang sudah disakiti Ney selalu berakhir Happy Ending sedangkan Ney yah... masih seperti sekarang," kata Arnila lagi kebetulan ya bisa chat dengan Alex jadi sekalian dia juga memperingatkan soal Ney.


"Kamu bukannya teman dekat yang paling dekat? Kenapa kamu juga hampir sama dengan Rita?" Tanya Alex penasaran.


"Karena aku dan Rita sama - sama bodoh yang selalu menuruti keinginannya tapi kalau Rita sih dari dulu juga tidak pernah terlalu menurut. Kasus kita sama, apa yang aku rasakan pada Ney itu lebih menyakitkan dibanding Rita. Aku sudah sering di sia - siakan apalagi secara terang - terangan juga Ney selalu bilang ke banyak orang kalau aku bukan sahabatnya dia, aku sudah sering makan hati sama Ney, Rita sih yah lumayan," kata Arnila dengan jujur.


"Oh, begitu. Aku minta maaf juga ya kalau selama ini pernah mengadu domba kamu juga, aku hanya ingin tahu warna asli kalian seperti apa setelah semuanya, aku menyesal seharusnya aku tidak pernah berani melakukan hal itu. Hubunganku dengan Rita juga jadinya agak koyak," kata Alex.


Alex memperhatikan Arnila lebih lembut dan sangat perhatian lebih cocok menjadi teman Rita daripada Ney. Rita bisa lebih menghormatinya dan menghargai Arnila seperti apapun, sedangkan Ney memang Alex merasa pun seperti dirinya yang terlalu egois ingin menang sendiri, ingin dirinya lebih berada di pusat dan semua memandangnya. Tepat seperti apa yang Rita katakan, kalau dirinya tidak ingin orang lain dipahami tapi dialah yang ingin lebih dipahami kalau begitu memang apa gunanya dia punya orang di sisinya? Dia punya segalanya cukup sewa saja sekumpulan perempuan yang selalu dia lakukan. Bayar mereka dengan uang, keinginannya pasti terpenuhi.


"Kamu lebih cocok dengan Rita," kata Alex.


"Terima kasih aku juga sadar itu tapi..." kata Arnila.


"Kamu takut Ney menyakiti Rita kan? Soal uang kamu atau Rita yang selalu hilang itu, memang dia punya tuyul tapi anehnya dia sama sekali tidak mengusir justru itulah letak kesalahannya. Aku heran buat apa dia melihara tuyul segala, keluarganya kan lumayan mampu," kata Alex yang merasa aneh.


Arnila yang membacanya melongo, jadi memang ada tuyul? Walah! Jangan - jangan uang yang Ney punya dalam dompetnya itu... ah, masa iya?


"Wallahu alam ya tapi setiap orang hilang uang, dompetnya tiba - tiba jadi gendut. Selama ini dia juga kan sudah cuti kuliah selama 3 bulan. Kamu tidak tahu? Dia membeli ijazahnya di orang lain, gila parah kan," kata Arnila yang memberitahu Alex.

__ADS_1


'Apa semua perempuan seperti ini ya? Tapi mungkin Arnila memberitahu kalau nanti Ney mendekati aku lagi ya.' Pikir Alex, yah positif thinking sajalah!


"Aku tahu itu dan masalah dia yang katanya sedang pulang ke Jakarta, dia sedang dimarahi habis - habisan oleh keluarganya dan Rita juga tidak terlalu peduli soal dia yang sedang dalam masalah," kata Alex.


"Yah, wajarlah Alex. Selama ini juga kalau aku ada masalah, curhatnya bukan ke dia tapi ke teman aku adabyang masih sekarang kontak dan dia juga bentrok sama Ney. Rita juga ada masalah bukan sama dia curhatnya tapi ke teman masa SMA-nya. Jadi ya memang begitu keadaannya. Jangan salahkan Rita karena kamu orang yang baru kenal dia, sedangkan Rita sudah banyak memakan garam bersama Ney," kata Arnila.


Sekarang semuanya jelas. Memang benar apa kata Rita kalau Ney tidak pernah ada saat dirinya ada masalah. Selama ini Alex pikir itu hanya akal bulus Rita agar Alex tidak berdekatan atau percaya pada Ney, dipikirnya Rita cemburu🙄🙄padahal Rita hanya ingin memperingatkan Alex untuk lebih hati - hati.


"Dia hanya ada kalau kamu sedang senang?" Tanya Alex lagi.


"Iya dan sama seperti Rita, kalau aku punya banyak uang, dia suka tiba - tiba datang, ajak aku ke mana. Ya begitu, Rita juga sama jadi tidak heran sih waktu Rita bilang sendiri di grup kalau dia merasa Ney bukan sahabatnya. Aku juga jadi puas banget terbalaskan lah apa yang Ney perbuat ke aku, Rita gamblang kan semua pada Ney. Dan dia salah makna dari Buddy itu, aku pikir Rita benar - benar tidak tahu artinya hahahaha!" Kata Arnila tertawa ngakak.


"Lalu setelah itu Ney ada respon?" Tanya Alex.


"Tidak ada. Aku yakin dia membacanya juga, dan pastinya terkejut ternyata selama ini Rita bilang dia sebagai Buddy hanya salah paham karena maknanya salah. Tapi kamu lihat sendiri kan perilaku dan otaknya sama sekali tidak bekerja kompak. Saat dia baca Rita menganggapnya sebagai Buddy dia, ada rasa bangga yang naik tapi perilakunya tidak mencerminkan. Karena dia berpikir..." kata Arnila.


"Merasa Rita menganggapnya sebagai Buddy nya dia lalu bertindak seenaknya?" Tanya Alex menebak.


"Iya begitu. Dan ya Rita salah kan dia jelaskan selama ini salah makna maksud dia bilang ke Alex itu 'teman biasa' sebagai arti Buddy. Yang kita tahu kalau Buddy sendiri itu Sobat artinya. Ya menurut aku sih, Ney agak shock ternyata dia juga sama sekali tidak tahu kalau yang dipikirkan Rita tidak sejajar sama dia," terang Arnila pada Alex.


"Aku juga sempat aneh sama Rita. Aku kan lihat juga soal Ney, tapi dia tetap memaksa kalau Ney itu Buddy nya. Lama - lama aku pikir lalu aku bilang ke Rita. 'Buddy itu menurut kamu artinya apa?' lalu kata dia, 'Teman biasa'. Dari situ aku langsung OMAYGAAAATTT SHE WRONG ABOUT WHAT IT MEAN! Aku langsung jatuh dari kursi dan tertawa keras dimana semua orang menatapku heran," kata Alex yang teringat lagi soal itu.


Arnila juga tertawa membacanya. Ya ampun, Rita Rita... "Dia kan bilang kalau ilmu Inggrisnya dasar hanya setara anak TK sampai SD, jadi yahh kamu maklumkan sajalah ya, daripada kamu mengetes ketulusan dia atau yang lainnya lebih baik kamu tes dia dalam bahasa saja," kata Arnila yang tertawa ngakak.


"Ya ampun. Yea, I will better do that than she angry then block me. Jadi kamu akan bicara dengan dia kan?" Tanya Alex penuh harap.


"Iya tapi jangan terlalu berharap ya, beri dia waktu untuk me time." Janji Arnila pada Alex.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2