
Berbagai spekulasi bermunculan, ini sama sekali tidak mudah membuat mereka berpikir kalau wanita itu adalah Ameera. Ameera sangat senang dihujani oleh lampu sorot dan kamera, hanya dia sendiri yang tersenyum dan melambaikan tangan berlebihan. Sedangkan Alex dingin sekali tatapannya dan langsung mengajak Ameera untuk masuk ke dalam mobil.
"Haduh! Mereka heboh sekali tadi mom sempat mendengar ada jabar soal perempuan Indo?" Tanya ibunya keheranan.
"Tidak ada. Aku tidak dengar deh bagian itu," kata Jasmine yang memasang seat beltnya.
"Mom salah dengar kebanyakan makan vitamin," kata Alex yang pura - pura tidak dengar juga.
"Masa kalian tidak dengar? Jelas - jelas ada wartawan bilang wanita negara sebelah siapa sih yang dimaksud? Kamu berapa orang perempuan yang berkenalan dari negara Indo?" Tanya ibunya memandang tajam Alex karena memang dia paling senang "bermain" dengan wanita Indonesia. Dan tampaknya tidak ada kapok - kapoknya juga.
Di saat merasa semakin genting, Ameera berceletuk, "Itu saya, makcik. Siapa lagi? Maksudnya negeri sebelah, saya kan di sebelah negeri kalian. Sebenarnya kita sudah lama berhubungan hanya secara sembunyi - sembunyi, Alex sangat malu kalau ketahuan," katanya menyenggol Alex.
Alex mengangguk saja agar masalahnya kelar, meski agak sedikit tidak jelas juga sih. "Ya ampun jadi begitu, kalian sudah lama? Kamu ini kenapa sih tidak jujur saja? Mom pikir kamu sama..." kata ibunya yang langsung dipotong oleh kakaknya.
"Harap maklumlah mom, Alex kan sangat menjaga harga dirinya apalagi privasinya. Kita saja tidak cukup tahu kan dengan yang baru," kata kakaknya mendelik ke arah Alex membuatnya tertunduk.
Alex hanya bisa terdiam selama di dalam mobil itu, dia enggan mengompor seperti yang dilakukan Ameera nanti ujungnya malah semakin sulit. Alex sangat sering memikirkan apapun semakin rumit membuat dirinya kesulitan bergerak dengan semua isi pikirannya.
Sesampainya di rumah mereka yang bagaikan istana, Ameera mengajak Alex untuk berjalan - jalan di halaman depannya yang luas. "Boleh aku tahu siapa perempuan yang beruntung bisa dekat dengan kamu? Kamu terlihat begitu sedih jangan bilang kamu salah paham pada perkataan puan ( perempuan ) Indo itu," tebal Ameera.
Mereka akhirnya duduk di batu karang yang besar. "Buat apa kamu mau tahu? Lebih baik jangan bertanya tentang siapa dia," kata Alex enggan menjawabnya.
"Kalau kamu mau, kamu bisa cerita soal masalah dia kepadaku," kata Ameera meyakinkan Alex. Dia sangat sayang Alex sekarang ya karena sudah berubah menjadi seorang ksatria berotot seksi.
Alex malas karena dia tahu apa yang ada di isi hatinya. Apalagi? Ameera ingin memiliki tubuh kekar Alex untuk menindihnya 😶😶😶. Godaan tubuh Ameera memang bisa melumatkan hasratnya tapi Alex masih bisa menahannya, dia tidak ingin mengecewakan lagi untuk istrinya nanti. Apalagi Rita yang sangat menjaga badannya untuk suaminya kelak. Munafik kalau Alex tidak ingin merasakan tubuh Rita yang dia pernah lihat meski tanpa kacamatanya tapi dia bisa memeluknya sudah cukup.
__ADS_1
Bibir Rita pun sangat terjaga dia tidak sembarangan memberikan bibirnya pada siapapun. Meski Alex sadar, kalau dirinya sudah lama ternoda tapi apa salahnya bila berharap mendapatkan yang bersih? "Oh ya bagaimana kabarnya dengan lelaki bernama aneh itu? Ozon?"
"Ojon! Meski namanya kampungan, tapi orangnya bisa memuaskan tahu!" Tapi langsung Ameera menutup mulutnya dan menatap Alex yang sudah menyengir duluan.
"Tidak apa - apa aku sudah tahu kalau kalian sudah sampai jauh. Kamu tidak takut tiba - tiba hamil?" Tanya Alex memandang Ameera yang masih saja tetap cantik.
Ameera menunjukkan 3 kartu nama dirinya, Alex bengong memandanginya. "Dia berikan 3 kartu ini padaku, katanya kalau nanti ternyata aku hamil. Aku bisa menggunakannya,"
"Maksudnya dia ingin kamu aborsi!?" Tanya Alex yang tinggi lalu dipukul oleh Ameera.
"Enak saja! Uang ini mahar dia untuk menikah denganku!" Kata Ameera lalu Alex merebut satu dan memeriksa isinya. Takutnya Ameera dibohongi, ternyata... 1 kartu isinya ada 5 M!!
"MAHAR!?" Teriak Alex yang langsung dihentikan oleh Ameera.
"Kamu tahu kan kalau terlalu berisik, bisa - bisa orang tua kamu salah paham?" Kata Ameera yang membekap mulut Alex.
Ameera terdiam tapi dia tersenyum mendengarnya. "Rahasia. Tapi bukan teluh ya,"
Alex tertawa ya mana mungkin meski Ameera begajulan juga tapi dia paling anti memakai pelet. Toh dia sudah punya segalanya terutama sering ikut gym pastilah badannya terjaga. "Kamu juga tampaknya sudah bahagia dengan dia, kita hanya berhubungan sampai beritanya hilang ya setelah itu, kamu bisa kembali kepadanya,"
Ameera mengangguk lalu disimpannya lagi 3 kartu itu ke dalam tasnya. Ameera ingin menguji kesetiaan Alex, "Apa aku tidak bisa mengisi kekosongan hati kamu?"
"HAHAHAHA hati saya sudah ada yang memiliki meski kami selalu bersalah paham," kata Alex yang menarik kedua tangan ke langit memperlihatkan lekukan tangannya. Alex memandangi Ameera yang jelalatan pada tangannya. "Berhentilah memandangiku," kata Alex menjitak kepala Ameera.
Sambil mengelus kepalanya yang kena jitak, Ameera berkata "Aku bisa menjadi titik cahaya di dalam hatimu yang gelap daripada wanita itu,"
__ADS_1
"Iya bisa dengan cara berharap kamu menindih aku kan. Berhubungan bukan soal badan saja, Meera. Banyak!" Meskipun saat menatap Ameera lagi, Alex merasakan desiran hasrat ingin menjamahnya tapi itulah godaan setan dan dia sudah tidak mau melakukannya lagi. Apalagi Ameera sudah ada yang punya, lalu kalau tidak punya? Alex menggelengkan kepalanya.
"Tidak usah. Kamu fokuskan saja pada calon suami plus calon ayah nanti," kata Alex. Ameera kaget jadi nanti dia akan punya anak?
"Aku hamil?" Tanya Ameera bertanya - tanya.
"Kamu kalau menikah pasti hamil kan?" Tanya Alex membuat Ameera membuat ekspresi datar.
"Itu sih sudah pasti lagipula wanita kamu itu tidak ada disini, dia tidak akan tahu apa yang akan kita lakukan!" Kata Ameera yang bermaksud memegang tangan kanan Alex namun Alex sudah keburu berdiri dan memasukkan kedua tangannya ke saku celana panjangnya.
Ameera kesal tapi juga senang kebiasaan Alex masih saja sama seperti dulu itulah kenapa Ameera sangat menyukainya. Dengan pose itu, Alex tampak lebih gentleman dan macho. Ibunya lalu datang membawakan banyak makanan dan juga beberapa minuman. Mereka semua lalu berkumpul bersama meski malas Alex juga mau tak mau harus bergabung.
"Meera, kalau begitu kamu mau kan kalau bertu..." kata ibunya yang langsung dipotonv oleh anak tertuanya.
"Bertujuh kita makan di restoran Korea yuk!" Ajak kakaknya yabg antusias, dia sudah lama juga tidak makan disana. Ameera tentu saja senang dan Alex ikut saja. Perkataan ibunya lagi - lagi digagalkan oleh anaknya saking kesalnya, ibunya menjitak kepala anak tertuanya karena gemas. Tapi tentu saja memang sudah lama mereka tidak makan bersama di restoran Korea.
Pada akhirnya keluarga besar mereka datang dan berkumpul menuju restoran Korea. Dan tibalah mereka semua di tempat itu lalu makan dengan diiringi tawa ceria. Alex juga kadang melihat ponselnya kali saja Rita chat tapi nihil. Ameera tentu saja menangkap ekspresi Alex saat tahu tidak ada chat apapun. Lanjut saja Ameera mulai melancarkan aksi serangannya tapi tentu saja selalu gagal. Beberapa dari kelakuan pengawal Alex yang mencium adanya bahaya langsung menerobos menggagalkan rencana Ameera. Kadang juga Alex yang menghindar, kakaknya yang tiba - tiba ikut gabung, banyak sekali!
Beberapa pengawal Alex tentu saja ada yang sudah mengetahui rencana tuannya dan berpihak kepadanya. Tanpa wajah berdosa, mereka selalu berhasil mencegah Ameera berbuat keonaran pada tuan mereka.
"Kamu bisa tidak sih mereka semua pergi atau tidak ada disini? Dari tadi tampaknya mereka sengaja ya menggagalkan rencana ku," kata Ameera tidak sadar sudah mengatakan rencana jeleknya. Cantik banget sih tapi isinya lebih mesum dari Alex. Makanya dari pertama Ameera menelanjangi Ojon, seketika itu juga Ojon pun mulai ketagihan. Apalagi semenjak pisangnya,
Ameera belai lembut menggunakan kakinya.
Alex yang sedang fokus pada percampuran saus dan mayones, tidak menghiraukan Ameera. Dia dan pengawalnya memang kurang cocok karena yah, dia selalu berusaha menjebak Alex meskipun sudah memiliki kekasih. Mirip seseorang ya.
__ADS_1
"Kamu lupa? Tidak perlu bertindak berlebihan kita hanya cukup terlihat bersama saja dan aku tahu kamu berusaha memiliki aku. Tapi ingat Ojonlah orang yang paling kamu sukai." Kata Alex yang berlalu dan duduk bersama saudara lainnya dan bersenda gurau.
BERSAMBUNG ...