
Ney kemudian mulai memperlihatkan dengan gerak gerik tubuhnya dan nada yang sok seperti yang membanggakan dirinya sendiri, mereka semua juga merasakan hal yang mereka rasakan. Auranya sudah mulai berubah dari sikap perkataan saja, sebagian sudah merasa jenuh.
"Kita kenal dan dekat sejak mulai kuliah ya, Di. Mulai dari situ," kata Komariah dengan nada yang biasa tapi geram.
"Iya. Kenapa memangnya?" Tanya Diana pura - pura.
"Oh, dari kuliah jadi beda ya tidak seperti aku yang dari masa sekolah. Aku kira sudah jauh gitu soalnya Rita cerita soal kalian seperti dekat banget. Ternyata baru toh. Kalian pasti baru ya kenal Rita kalau aku sih sudah tahu semua jeleknya," kata Ney dengan genit tanpa ada rasa bersalah sudah mencoba membuka aib Rita.
Komariah melirik Diana begitu juga dengannya, lalu mereka mengangguk seakan ingin menggali lebih dalam lagi. Hanya saja apakah Komariah akan bisa bertahan?
"Saya berteman dengan Rita bukan karena niat lain. Kita sudah tahu kok jeleknya Rita seperti apa tanpa perlu kamu kasih tahu," kata Diana dengan tutur kata yang sopan.
"Oh... ya siapa tahu gitu kalian belum tahu. Kalian temannya yang paling dekat?" Tanya Ney yang penasaran, ada getaran yang tidak enak keluar dari Ney. Itu yang membuat keduanya tidak nyaman.
"Iya," jawab mereka bersamaan membuat Ney agak lebih tidak suka. 'Memangnya kenapa kalau Rita punya kejelekan? Nih orang pasti merasa dirinya suci,' Pikir Diana.
"Yakin kalian kenal Rita banget? Kan baru - baru nih kenalnya, kalau aku sih sudah hafal banget deh kejelekannya dia itu bagaimana. Kalau kalian sudah tahu, kenapa masih berteman sama dia? Kan ada yang lebih baik," saran Ney.
"Kamu bilang begitu apa merasa kamu tidak punya kejelekan?" Tanya Komariah yang mulai memanas.
"Ya aku juga punya sih," kata Ney.
"Lalu apa Rita selalu membicarakan kejelekan kamu seperti kamu yang mengumbar - umbar ke setiap orang? Sepertinya kamu tipe pemilih ya, kalau tidak suka Rita kenapa masih temenan sama dia? Punya niat jelek ya?" Tanya Komariah yang tajam.
Diana menahan tawanya, hafal sih tipe teman seperti bagi Diana memang tidak ada yang perlu diurusi. "Kita sudah tahu semuanya, Rita memang tidak pernah cerita tapi dia langsung memperlihatkannya pada kami. Kita tidak masalah," jawab Diana dengan nada dingin. Dia sama sekali tidak suka kalau ada orang yang menjelekkan Rita apalagi mereka baru kenal.
Komariah hanya menyimak tapi itu juga menahan amarahnya, mengingat apa yang dialami Rita tahun kemarin. Diana tahu juga kalau Komariah sudah agak memanas tapi Diana tahan.
"Tapi pasti ada kan yang tidak kalian sukai dari Rita? Coba dong kasih tahu," pinta Ney dengan nada lembut tapi memang berduri. Komariah dan Diana sudah jelaslah nih orang mau tusuk Rita dari depan dan belakangnya.
"Tentu saja ada," kata Diana dengan senyuman.
"Oh ya! Tuuh kan jangan deh saran aku ya jangan berteman sama Rita. Rugi banget lho ke kaliannya lebih baik cari teman yang lebih dari dia contohnya aku," kata Ney menunjuk ke dirinya sendiri.
__ADS_1
"Rita itu terlalu baik sama orang jahat yang sama sekali minus perilakunya. Dia punya banyak hati kebaikan tapi kurang sadar kalau temannya ada yang berusaha menjahatinya. Mungkin teman itu kamu ya," kata Komariah, membuat Ney kaget mendengarnya.
"Iya itu jeleknya. Kita mau apa, selalu dia kasih. Jeleknya, dia lagi makan apa juga kalau kita mau, ya dikasih juga tapi kita juga tidak pernah tidak memberi dia sesuatu. Ya kan, Kom? Rita itu teman De Best!" Kata Diana mengacungkan jempolnya.
"Markotop pisan. Bodor oge! Di kelas kalau Rita tidak masuk, berasa di Rumah Sakit," kata Komariah tertawa keras.
"Soalnya Rita selalu bawa banyak makanan sih, kalau suntuk dia bagi makanan sampai dosennya juga. Dan memang sih kita kan kuliah sampai agak malam ya, Kom," kata Diana dengan senang.
"Iya hahahaha sampai akhirnya formasi kuliah jadi botram ya hahahahaha," kata Komariah. Akhirnya mereka berdua malah membahas kejadian itu dan membuat Ney tampak kalah atau bagaimana ya dia memukulkan tangannya ke batu.
Mereka sadari itu juga dan sengaja membalikkan keadaan. Ney kurang strategi dia malah merasa mereka berdua sedang melawannya. Ya memang kenapa juga sih kalau punya kejelekan? Namanya juga manusia.
"Rita itu tidak suka sama orang yang manja. Aku juga pernah manja sama dia tapi sama sekali tidak digubris. Kan itu jahat ya," kata Ney dengan nada merajuk pada mereka.
'Baru juga kenal sudah merasa dekat? Enak saja!' Pikir Diana.
"Eh, dia juga pernah cerita lho kalau jalan - jalan sama kalian dia itu malu banget!" Kata Ney dengan nada semangat. Ini mah seperti karakter di sinetron, yang pemeran tokoh jahatnya berusaha memfitnah orang. Hum!
"Malu kenapa?" Tanya Komariah penasaran.
"Masa sih? Sepertinya kamu salah deh. Rita seringnya iri sama pakaian yang kita pakai deh. Iya kan, Kom?" Tanya Diana yang langsung memandang Komariah dengan pandangan dingin. Mengisyaratkan mereka harus mengalahkannya!
"Oh iya benar! Apalagi kalau aku, Rita suka bilang 'Bajunya beli dimana? Bagus ey!' Padahal baju - baku yang aku pakai itu diskonan! Hahahaha..!" Kata Komariah membuat Ney diam memaklumi.
"Rita kan malah nanyain tempat kamu belinya dimana. Kalau tidak salah dia sempat beli yang modelnya sama kan tapi beda ukuran," kata Diana.
"Rita kan tinggi, pas dipakai katanya menggantung bajunya hayang seuri!" Mereka berdua tertawa ngakak saat itu sampai terbatuk. Ney diam sambil tersenyum kecut. Gagal lagi gagal lagi.
"Kalian memangnya tidak merasa sakit hati Rita memang bilang begitu kok," kata Ney meyakinkan mereka.
"Ya itu sih hak Rita mau bilang kita kampungan soal aku, mau bilang kita itu rusuh, rungsing, sampai risih sampai tidak menyukai kita, ya silakan.Tapi kan aneh ya selama ini kita lihat Rita ya cuek - cuek saja tuh. Justru dia terlihat gembira terus kalau dengan kita," kata Komariah dengan nada ketus.
Ney memandang Komariah, dia tahu Komariah tidak menyukainya karena dia mengatakan hal yang tidak pantas. Seakan memang sengaja menelanjangi Rita dihadapan mereka berdua. Komariah memandangnya dengan tatapan tajam setajam silet! Dengan kedua tangannya yang menyilang di depan dadanya, mengungkapkan 'Rek ngomong naon deui maneh?! ( Mau bicara apa lagi kamu!? )' Itulah.
__ADS_1
Ney menunduk dia tampak ketakutan tapi memang sudah jelaslah arah bicaranya dia itu kemana, dengan suara yang agak terbata dia bertanya lagi. "Ta tapi pasti ada kan dimana kalian jarang komunikasi sama dia? Kan rumah kalian beda," kata Ney tanpa melihat Komariah.
"Aku bukan rumah tapi kos, letaknya di Setiabudhi. Kalau Kokom eh Komariah dia di Cimahi. Kita komunikasi intens kok via WA, telepon atau bertemu. Rita tidak pernah cerita ya? Tidak berkaitan selalu tentang kuliah, percintaan juga apalagi Rita cerita kalau sekarang dia kenalan dengan lelaki ganteng," kata Diana tertawa.
"Akhirnya Rita tidak jomblo!" Kata Komariah antusias.
"Hahaha benar! Semoga rukun ya mereka berdua," kata Diana.
Ney tidak percaya dia ternyata menceritakan perihal Alex pada mereka berdua. Padahal bagi dia itu adalah informasi rahasia ( 🙄🙄🙄 ) dan harusnya Rita tidak ceritakan soal Alex begitu saja. Dia geram banget pada Rita ( 😒😒😒 ) yang tidak bisa menyimpan rahasia soal Alex. Seharusnya hanya dia dan Arnila saja yang tahu, buat apa sampai mereka tahu juga?
"Lho! Kok bisa kalian tahu soal itu? Kenapa juga Rita cerita ke kalian? Harusnya hanya aku yang tahu dong, orang aku penting," kata Ney menggerutu.
Tentunya itu terdengar tidak enak ya berasa sok penting! "Karena kita berdua itu SAHABATNYA bukan teman biasa ya. Tolong bedakan antara kita berdua sama kamu sendiri, buat apa kita bertiga sudah hampir 2 tahun ya saling kenal, menerima lebih kurang masing - masing. Tahu kok jeleknya kita masing - masing, menuntut? Atau tidak suka, ya silakan pergi saja. Kalau Rita cerita soal Alex karena dia LEBIH percaya sama kita, karena kita sahabatnya yang tidak pernah berkoar - koar gosipin jeleknya dia. Kamu harus lebih pintar berpikir, punya otak kok bisa tidak dipakai?" Tanya Komariah dengan judesnya. Diana mengangguk setuju. Ney merasa kalah. Loser!
"Kalau bicara tolong dijaga ya urusan Rita tidak suka kita, mana mungkin. Sudah 2 tahun menuju setengah kita nih, kuliah bareng, duduk bareng, kelompok juga. Kita tahu kok perbedaan orang yang manis di muka dengan yang tulus. Kamu tidak perlu capek - capek memberitahu kita ini itu soal Rita, kamu tahu jeleknya Rita ya sudah simpan buat kamu bukan untuk jadi obrolan ke orang lain," kata Diana yang geram juga. Berharap Ney sadar apa makna perkataan Diana padanya well, dia bilang kan peka ya.
Ney memandangi mereka berdua dengan wajah juteknya tapi tetap saja kalah dengan pandangan Komariah yang menyepelekannya. Mengira Diana membelanya, dia lebih suka padanya. Melihat tampilan juga Diana lebih Wah daripada Komariah.
"Diana, aku susul Rita dulu ya! Kelamaan disini bisa busuk!" Kata Komariah dengan jutek.
"Oke!" Balas Diana. Kebetulan karena dia melihat Linda dan Tamada sedang menuju ke arahnya. Tapi ternyata mereka berbelok dahulu ke salah satu kedai untuk membeli sesuatu.
Kesempatan bagi Ney untuk lebih memanasi Diana dan merebutnya dari Rita. "Diana, kamu kok masih mau sih sama Rita?"
Diana sudah tahu banget kenapa hanya ke dia saja nada bicaranya dan kelakuannya sopan, pastinya itu berhubungan dengan barang yang dia punya. Diana sudah banyak pengalaman dengan orang seperti Ney, makanya dia berpura - pura seperti tidak tahu. Karena kedua matanya Ney terlihat dia melihat tas, sepatu serta dompet yang Diana punya.
"Maksudnya bagaimana?" Tanya Diana yang tidak tahu.
"Iya, aku tahu banget sih bedanya kamu sama Rita dengan yang satu lagi," kata Ney yang sengaja dia tidak mau menyebut namanya.
"Komariah," kata Diana mengingatkan namanya.
"Nah iya itu. Kalau menurut aku nih ya sebagai orang yang baik, kamu tidak cocok deh berteman sama mereka berdua. Sama aku saja, aku ini setara lho sama kamu. Kamu pasti dari keluarga kaya kan, jadi agak aneh kalau kamu lebih suka berteman dengan Rita dan Komariah," kata Ney sambil berdekatan duduknya.
__ADS_1
Diana? Sama sekali tidak suka dari wajahnya sudah berasa bete banget! Tanpa diketahui oleh Ney, ternyata apa yang dia katakan didengar oleh Linda dan Tamada, dan mereka kaget mendengarnya. Diana pastilah sama sekali marah banget tahu dua sahabatnya dijelekkan oleh orang yang tidak dikenal. Karena semenjak dia berteman dengan Rita dan Komariah, mereka bahkan sama sekali tidak pernah membicarakan barang - barang yang dia punya. Rita saja cuek yang penting bisa makan! Kalau Komariah yang penting ya bisa senang - senang.
BERSAMBUNG ....