ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(94)


__ADS_3

Di sisi lain percakapan Ney dan Arnila terjadi. Ney chat dengannya dengan penuh emosi sedangkan Arnila hanya berkata seperlunya.


"Aku tuh heran ya sama si Rita kok bisa sih segitu cueknya?" Tanya Ney pada Arnila.


"Ya mau bagaimana lagi, kamu juga baca kan apa kata Rita. Alex juga sepertinya tidak masalah soal Rita bekerja. Kamu kenapa sih maksa banget!" Kata Arnila yang sangat tidak suka pada sifat memaksanya Ney.


"Bukan memaksa hanya memberi tahu saja kalau Alex itu kesepian. Kok sama sekali tidak memikirkan dia ya, kata aku sih Rita tidak cocok dengan Alex,"


"Terus kamu yang cocok? Jangan mimpi deh. Buktinya Alex masih tetap mau kontak sama Rita meski Rita sibuk," kata Arnila yang melirik jam sudah waktunya tidur. Tapi kalau dengan Ney, dia sudah terbiasa harus begadang.


"Ya mauku begitu tapi kalau harus mengurus saat sakit dia kambuh sih, aku mana tahan,"


"Ya memang mana mungkin kamu bisa. Kamu mau nya lelaki itu harus ikut tunduk sama kamu terus tanpa ada Omelan kan. Alex tidak begitu yang bisa tahan sama dia, hanya Rita. Jangan cemas deh, aku percaya sama Rita kalau dia bisa melaluinya bersama Alex. Kamu juga berhenti memaksa kehendak, yang kenal sama dia itu Rita bukan kamu," balas Arnila.

__ADS_1


"Aku cuma mau membantu kok tapi kenapa hasilnya jadi seperti ini?" Tanya Ney tidak mengerti di bagian mananya dia salah.


"Kamu memang membantu tapi kamu juga terlalu mendalami peran kamu. Yang aku lihat, kamu sampai menendang aku tanpa ada perasaan bersalah. Siapa yang bisa menerima perlakuan seperti itu? Urusan Alex atau Rita, biarkan sajalah. Kamu cukup urus dirimu sendiri toh aku juga akan mulai sibuk kedepannya mungkin aku tidak bisa ikut chat di grup sementara waktu. Imron ingin banyak diskusi denganku. Sudah ya, besok aku juga ada perlu sama keluargaku. Oh ya, dan coba berhenti kamu memaksa orang agar mau melakukan apa yang kamu inginkan, tidak semua orang bisa menerima itu. Dah!" Arnila pun mematikan net di hpnya dan bersiap untuk tidur.


Ney hanya mendengus kesal tidak Rita tidak juga Arnila, mereka berdua seperti kompak tentang urusan ini. Ney masih belum puas dengan apa yang didapat dan masih akan terus berusaha menggali lebih banyak informasi. Kira - kira apa sih yang direncanakannya? Mungkin seperti yang ditakuti oleh kedua temannya. Pamer. Saat dia mencapai tingkat informasi termasuk kelemahan Rita, dia akan bisa menguasai sesuatu dan itu tidak baik.


Saat dia sedang kesal tiba - tiba hpnya bergetar, Ney langsung sigap membukanya berharap itu adalah Rita yang berubah pikiran. Tapi bukan dia melainkan Alex. Ney punya firasat tidak enak soal ini, dia menggigit bibir bagian bawahnya yang bersiap - siap untuk kabar terburuk. Isinya sudah tentu rasa amarah dari Alex.


~Author tidak akan mengetiknya dengan kapital besar karena akan mengganggu kedua mata pembaca. Tapi apa yang Alex katakan bacalah dengan imajinasi dia sedang emosi, ya~


Kenapa Rita cerita tentang informasi yang aku dapatkan? Ya ampun! Seharusnya aku tidak menceritakannya kalau tahu akan jadi begini! Pikir Ney yang langsung mengepalkan tangannya dan menahan kebodohannya. Sekarang masalahnya Alex tidak akan menerima begitu saja alasan Ney kalau tidak lengkap.


"I just wish Rita knew the truth about you but why is she so angry? ( aku hanya berharap Rita tahu yang sebenarnya soal kamu tapi kenapa dia malah marah? )" Tanya Ney yang keheranan. Harusnya dia berterima kasih karena Ney membeberkan informasi tergila soal Alex tapi dia malah terkena bom dari Rita. Di mananya yang salah? Meski Rita terpaksa berterima kasih tapi itu tidak memuaskan Ney sama sekali, masih ada yang kurang.

__ADS_1


"It's not your business! Why is Rita angry, I'm sure because you've gone too far into our area! I'm sure it wasn't Rita's wish to find out what my past was like. Because from what I see, Rita doesn't matter what I look like. I will tell her that in my own words! Stop meddling in peoples problems! ( itu bukan urusan kamu! Kenapa Rita marah, aku yakin karena kamu sudah terlalu jauh masuk ke area kita berdua! Aku yakin itu bukan keinginan Rita mencari tahu seperti apa masa laluku. Karena yang aku lihat, Rita tidak masalah seperti apa aku. Aku akan menceritakan itu kepadanya dengan kalimatku! Berhentilah ikut campur dalam masalah orang! ),"


Ney yang membacanya tidak tahu harus mengatakan apa. Ini pasti jadi masalah! Harusnya Ney bilang pada Rita kalau hal itu cukup untuk dirinya sendiri dan dia menyesal memaksa Rita untuk bertanya soal bagaimana masa lalu Alex. Tapi semuanya sudah terlanjur terjadi. Ney tidak bisa mundur kabur begitu saja, dia tahu Alex bukan sosok lelaki yang akan menganggapnya sebagai angin. Jadi harus diteruskan!


"Yes, I want her to see you for real! So I searched about you a lot but it was the other way around. She doesn't know how to thank me at all for what I've done! ( ya, aku mau dia melihat kamu secara nyata! Jadi aku mencari tahu soal kamu banyak tapi malah terbalik. Dia sama sekali tidak tahu cara berterima kasih dengan apa yang sudah aku lakukan! )" Hmmmm! Ya aku harus tunjukkan kalau Rita bersalah padaku! Aku harus membuatkan alasan agar Alex menyadari bahwa Rita bukan orang yang baik dan dia berdiri untuk membelaku sama seperti waktu itu. Pikir Ney sambil tersenyum.


"Do you respect every decision your friend makes? Without questioning it? ( apa kamu menghargai setiap keputusan teman kamu yang dia buat? Tanpa terus mempertanyakannya? )" 1-0! Ney tidak percaya kalau Alex akan menanyakan hal itu. Baru saja tadi dia di nasehati Rita dan Arnila soal jangan memaksakan kehendak lalu sekarang Alex? Ney penasaran apa dia menyadap WhatsApp mereka bertiga? Ataukah milik Rita? Karena sangat tepat sekali kebetulan Alex mempertanyakan itu.


"............." itulah jawaban Ney alias dia tidak membalasnya. Alex tahu sekarang seperti apa Ney yang sesungguhnya, meskipun kasihan tapi untuk dekat dengan seseorang setidaknya jangan terlalu berlebihan. Ingin dipuji oleh Rita dan Arnila malah membuat mereka tidak nyaman. Sama seperti yang dilakukan Alex pada Rita saat kejadian mereka bersama - sama membullynya tanpa menyadari betapa sakitnya.


"Do not like that. Let Rita stand alone, I'm sure she can finds a way put of every problem that exist even though you might think she can only run away. But look how she can face my mother when she scolds her a bit. Rita answeres calmly and of course with an excuse too ( jangan seperti itu. Biarkan Rita berdiri sendiri, aku yakin dia bisa mencari jalan keluar dari setiap masalah yang ada meski mungkin kamu menganggap dia hanya bisa kabur. Tapi lihat bagaimana dia bisa menghadapi ibuku saat beliau sedikit memarahinya. Rita menjawabnya dengan tenang dan tentu saja dengan alasan juga ),"


Ney tidak tahan dengan orang yang membela Rita menurutnya Rita pantas diperlakukan sebaliknya karena dia sudah terlalu banyak memiliki kebahagiaan. Hah, hitungan sekali ya. Rejeki tiap orang kan berbeda termasuk kebahagiaan. Ney sama sekali tidak tahu bagaimana dalamnya Rita. Dia hanya melihat Rita dari kulitnya saja tanpa bisa mengerti kalau Rita juga sama seperti manusia yang lain, memiliki banyak kesedihan, putus asa dan masalah.

__ADS_1


"I always appreciate her! She who never respects me! Do you know how Rita treats me all this time? ( aku selalu menghargai dia! Dia yang tidak pernah menghargai aku! Apa kamu tahu bagaimana cara Rita memperlakukan aku selama ini? )" jawab Ney secara gamblang. Tidak menerima selama ini yang Ney lihat, Rita selalu tersenyum pada siapa saja dan membuat mereka beranggapan kalau Rita baik bagaikan seorang malaikat. Selama ini Ney berusaha keras untuk selalu ada diatasnya atau didepannya, agar orang - orang berpaling dan memujanya tapi kenapa selalu saja semuanya serba Rita lagi?


BERSAMBUNG ...


__ADS_2