ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
Bali


__ADS_3

Happy Reading.


Pagi ini semua persiapan yang dilakukan oleh Fara dan Keill sudah siap sqeratus persen. Mama Rara merasa ikut antusias saat melihat keduanya benar-benar akan berangkat berbulan madu.


Rencananya mereka akan pergi ke Bali menggunakan pesawat pribadi pukul 8 pagi dan bisa dipastikan sampai sana pada pukul 10 WITA.


Fara sudah menyelipkan beberapa lingerie yang dia beli kemarin bersama Vera di dalam tas kecil yang ia masukkan ke dalam koper, tentu saja dia harus menyembunyikan ini dari suaminya.


"Sebaiknya aku taruh di sini, Keill pasti tidak tahu," gumam Fara.


Kalau sampai Keill tahu tentang lingerie itu, nanti tidak akan jadi kejutan lagi.


"Sayang! kaosku yang berwarna biru tua udah masuk ke koper belum, ya?" tiba-tiba Keill masuk ke dalam kamar dan membuat Fara langsung menutup kopernya.


Keill menata Fara dengan memicingkan matanya, "kamu kenapa sayang? kok tiba-tiba jadi gugup seperti itu?"


"Oh,, nggak kok, Mas! siapa yang gugup, ini .... cuman kaget aja tiba-tiba kamu langsung masuk dengan berteriak, jadinya aku ya, kaget," jawab Fara menyembunyikan kegugupannya.


Fara berusaha bersikap biasa saja saat ini, jangan sampai sikap anehnya membuat Keill kecuriga.


"Baiklah, kalau begitu, yuk kita berangkat sekarang!!"


****


Akhirnya Keill dan Fara sudah sampai di Bali dan langsung menuju ke hotel yang sudah di referensikan oleh Mama Rara.


Siang ini mereka akan beristirahat dan rencananya sore hari baru mereka jalan-jalan keluar hotel dan menyusuri pantai.


Fara langsung terlelap setelah sampai di kamar hotel. Keill ikut menyusul ke dalam selimut dan memeluk istrinya.


Fara merasakan sentuhan lembut dari jemari yang mengenai pipi nya, mata gadis itu yang sebelumnya tertutup perlahan terbuka


Yang pertama dilihat para adalah wajah suaminya yang sedang tersenyum ke arahnya, Keill mencium bibir Fara sekilas, "udah bangun, sayang?"


"Ini di mana Mas?" matanya mulai menjelajah sekeliling


Setelah beberapa saat merasa bingung, sekarang kembali memalingkan perhatiannya pada Keill.


"Di Bali, sayang!"

__ADS_1


Fata Tersenyum otomatis secara langsung menutup wajahnya dengan selimut, tapi Fara kalah cepat dibandingkan suaminya yang langsung menarik selimut itu hingga wajah Fara kembali muncul, namun dengan cepat Farah menutup nya lagi.


"Kenapa ditutup, sayang?"


"Malu Mas, aku sempat lupa kalau kita sekarang berada di mana, eh ternyata kita sedang honeymoon di Bali, pantesan aja ruangan kamarnya berbeda."


Keill tertawa kemudian ia mengecup ujung hidung istrinya dengan penuh kasih sayang, senang rasanya bisa selalu berduaan menghabiskan waktu bersama Fara.


Tentu saja momen bulan madu ini akan dilakukan untuk membuat Fara bahagia dan tentunya puas.


"Ih,, mas kok ketawa, sih?" Fara mengerucutkan bibirnya.


Dan saat itu langsung digunakan oleh Keill untuk menyambar bibir istrinya itu. Mamagut lembut dan menyesap bibir itu dengan kuat, Keill pun menyelusup kan lidahnya masuk ke dalam untuk mencari lidah sang istri dan saling bertaut.


Setelah Keill melepaskan ciuman mereka, Fara langsung berlari menuju kamar mandi.


Keill hanya tertawa melihat tingkah istrinya yang baru saja bangun tidur itu, mungkin Fara memang kelelahan, tadi istrinya itu juga sempat jet lag dan langsung tepar saat sudah berada di dalam hotel.


Hari pertama liburan mereka, Keill dan Fara berjalan-jalan di pesisir pantai, menikmati indahnya sunset disertai desiran ombak dan semilir angin di pantai tersebut.


"Sayang, katanya kamu udah sering ke Bali, ya?" Tanya kill


Fara tahu dia telah salah bicara, karena Keill langsung mendekat segera setelah ia menutup mulutnya.


"Apa suami kamu ini nggak gagah, hemm??" Tanya Keill.


Dengan malu-malu Fara mengangguk," gagah kok, apalagi roti sobeknya banyak."


keill menatap Istrinya dengan tatapan bingung "roti sobek apaan itu sayang?"


Fara menolak untuk menjawab kemudian yang berjalan lebih cepat dan terkikik malu saat dirinya menyebutkan bahwa tubuh Keill seperti roti sobek.


'Untung saja dia tidak peka!'


Keill mengejar istrinya dan berteriak, "Fara, tunggu!!"


Bukannya berhenti Fara semakin mempercepat jalannya dan kemudian berlari menghindari sang suami


"Sayang, jelasin dulu apa itu roti sobek? jangan bikin mas penasaran dong!!"

__ADS_1


"Nggak mau!!" Jadilah mereka berkejaran di sepanjang pantai yang bersih dan banyak pengunjung itu, mereka terus berlari sampai kelelahan dan akhirnya keill berhasil menangkap tubuh Fara dan terjatuh bersama-sama.


"Mas, geli, lepas!!" Keill menggelitik Fara.


"Habisnya kamu gak mau bilang!"


"Oke-oke, aku akan bilang, tapi lepasin!" akhirnya Keill menghentikan tangannya dan menarik Fara agar duduk.


"Ini lo mas, yang namanya roti sobek!" Fara menyentuh dada suaminya turun ke bawah sampai ke perutnya yang terasa keras.


"Fara, jangan menggoda mas di sini, kalau mau nanti dihotel saja," Keill mengerang ketika Fara mengelus perutnya.


"Mas!! Siapa juga yang lagi menggoda, udah yuk, jalan lagi!" Fara menarik tangan suaminya untuk berdiri.


Keduanya melanjutkan berjalan-jalan untuk menikmati udara sore hari yang begitu cerah. Pantai di sini memiliki butiran pasir yang sangat halus, pasir itu juga terbentang sepanjang garis pantai yang berwarna gradasi begitu indah sehingga membuatnya menjadi salah satu pulau dengan pemandangan paling memikat di Indonesia.


Fara melepaskan pegangan tangannya dan berlari ke arah ombak kecil yang datang, wanita itu sedikit berjengit ketika ombak menyapu kakinya dan menggerus pasir itu.


Sementara keil memandang istrinya yang terlihat begitu cantik sore ini, semilir angin menerpa hijabnya yang sedikit berterbangan.


Bulu mata lentik itu terlihat bersinar karena pantulan cahaya matahari yang semakin tenggelam, hidung mungil sedikit mancung dan juga bibir kecil namun berisi yang selalu membuat nya kecanduan untuk menciumnya


"Mas!! lihat itu sunsetnya bagus banget," Fara menunjuk ke arah matahari yang semakin lama semakin tenggelam itu.


Keill berjalan mendekati istrinya, menarik tubuh Fara dan mendekapnya dari belakang. "Gimana kamu suka, sayang?"


"Suka banget! baru kali ini kalau melihat sunset meskipun udah tiga kali ke Bali," Fara terkekeh.


Keill mencium puncuk kepala istrinya yang tertutup hijab berkali-kali mengeratkan pelukannya sambil terus memperhatikan matahari yang benar-benar sudah tenggelam


"Sayang, terima kasih karena kamu mau menerimaku, menjadi istri ku, aku berjanji akan selalu mencintai mu, membahagiakanmu dan melindungimu, i love you Fara, always love you forever!"


"Me too!" Keill tersenyum lebar kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Fara, menempelkan bibirnya dan memagut nya lembut.


Perlahan sinar rembulan berganti menyinari dua sejoli yang sedang kasmaran, suasana temaram dan ramai di tempat itu tidak membuat mereka terpengaruh.


Mungkin karena bukan hanya mereka saja yang sedang menikmati bulan madunya di pulau ini.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2