
Setelah itu Arnila memikirkan apa yang baru saja dia baca dari kiriman Alex sendiri kepada dirinya. Dia juga kaget tiba - tiba Alex mengirimkan bukti chat dengan Ney tahun kemarin.
"Aku tahu kamu ingin tahu apa yang Ney bicarakan dengan aku kan. Dia tidak menceritakan apapun soal ini?" Tanya Alex.
"Dia tidak pernah mau menceritakannya, aku tidak tahu kenapa," jawab Arnila.
Alex merasa aneh pada kelakuan Ney, dia mendekati Rita dengan niat bukan seorang teman tapi saat dia tahu kalau Rita semakin dekat dengan Alex, dia seperti yang mengejar Rita lagi. Sedangkan Arnila, Ney tinggalkan begitu saja dengan anggapan kalau Arnila bukanlah orang yang penting lagipula tidak setara dengan Rita.
"Aku tahu kamulah teman dekat Ney dan bukan Rita. Syukurnya Rita tahu juga kalau dia memang bukan teman dekatnya Ney. Tapi kamu tahu kalau Ney selalu merasa dia Sahabat Rita?" Tanya Alex. Intinya baik Rita ataupun Arnila, mereka berdua menolak berteman dengan Ney.
"Aku sudah lebih lama dari Rita kenal Ney dan juga lebih sering mengalami hal yang tidak mengenakkan bersama Ney. Bukan Rita yang salah, kamu sadar kan? Kita semua terlalu menekan Rita. Kamu yang selama ini lebih lama dengan Rita, kenapa kamu menyarankan hal yang jahat? Kalau kamu benar - benar suka Rita, terima dia apa adanya. Toh kamu juga banyak hal yang kurang jangan merasa sempurna sendiri," kata Arnila. Dia tahu persis kalau Alex ingin Rita menjadi perempuan yang sesuai dengan tipenya.
"Ya aku sadar, aku terlalu banyak menuntut. Saat itu ketika membaca apa kata Ney, aku langsung merasa malu kalau harus menyukai Rita yang memang dirinya begitu. Jadinya, Rita juga menjaga jarak kepada aku. Aku ingin dia diterima oleh keluargaku, aku...tidak mau malu 😞😞😞," jelas Alex yang saat itu memang sedih menanggapi Arnila. Dalam hatinya bergemuruh rasa penyesalan yang dalam. Alex bingung harus bagaimana agar Rita mau menerimanya lagi, karena dia tahu Rita masih tidak mau dekat dengannya.
"Percayalah sama Rita seperti apapun. Rita baik kok tidak seperti Ney. Dia setia banget kalau sudah suka sama orang, dia akan terus menyukainya sampai orang itu menikah, kalau bukan jodoh dia. Masa sudah kenal Rita lama kamu malah percaya sama orang yang bukan temannya sih? Beri penilaian yang lurus jangan kamu membela orang yang sedang ada masalah sama dia, beri kenyamanan aku yakin perlahan Rita akan mulai percaya sama kamu. Dan tolong jangan terlalu percaya sama Ney. Kamu juga tahu kan Ney orangnya bagaimana," kata Arnila. Baru kali ini dia chat dengan Alex dan memang sedikit salah paham soal Ney dan Rita.
"Rita sangat baik. Aku suka berada di dekatnya, dia menerima aku yang masa lalu kelam atau aku yang sangat nakal," kata Alex tersenyum.
"Nah itu kamu bisa nyaman. Jangan sampai kamu nyaman tapi Rita tidak. Rita memang begitu orangnya dia tidak pernah judge siapapun dari kulitnya. Dia biasanya mulai judge kalau lawannya macam - macam contohnya Ney ya. Banyak yang nyaman dengan Rita, dia orangnya easy going banget sih. Aku juga suka sama pembawaannya dia menerima banget pemikiran orang lain bukan tipe pemberontak kalau dengan orang," kata Arnila saat itu yang juga tersenyum. Untunglah Imron sedang pergi jadi dia bisa bebas membalas Alex.
"Ah ya, kalau tidak ada Ney, kamu bisa jadi teman yang baik untuk Rita ya," Alex lalu mencoba menyelami seperti apakah nasib Arnila kedepannya dan dia tertegun melihat penerawangan itu. Bukan dengan Ney dia nanti tapi ada kemungkinan dengan Rita sendiri sedangkan Ney, tidak ada disekitar Arnila. Kenapa ya?
"Yah, tapi aku tidak mau Rita disakiti oleh Ney jadi aku tidak memilih siapapun," kata Arnila. Tiba - tiba Ney menchatnya.
__ADS_1
"Lu chat sama siapa?" Tanya Ney, dia sebenarnya bisa tahu apapun soal yang dilakukan oleh Arnila karena memang dia mengirimkan Jin Jun yang akan selalu mengikuti Arnila.
Arnila mencoba tidak memikirkan soal Alex dan berhasil, Ney sama sekali tidak bisa mengetahui apa yang Arnila pikirkan. Ney sangat yakin kalau Arnila sedang chat seseorang tapi tidak tahu siapa.
"Buat apa kamu tahu?" Tanya Arnila. Lalu dia menghentikan chat dengan Alex tapi Alex tahu apa yang sedang Arnila hadapi.
"Baca 1x surat Ayat Kursi, Al-Falaq, An-Nas sambil Taawudz dulu. Jin yang dia kirimkan akan musnah saat itu juga dan kamu bisa bebas chat dengan siapapun," kata Alex. Lalu Arnila mengikuti apa yang Alex katakan.
"Kok aku kepanasan ya? Padahal jendela kamar aku buka deh," kata Ney yang saat itu mengipasi dirinya sendiri dengan menggunakan kipas sakunya.
"Buat apa kamu kirimin Jin ke rumah aku? Apa urusan kamu? Kepo ya," kata Arnila. Alex ternyata bisa lihat kalau Neylah yang mengirimkan jin jun kepada Arnila.
"Habisnya kamu sering berduaan sama Rita sih, aku tidak pernah kamu ajak. Terus kamu apain?" Tanya Ney yang sama sekali tidak membantah kalau dirinya memang mengirimkan jin.
Semenjak itulah Ney mulai dijauhi termasuk teman - teman kampusnya karena siapapun yang menyentuh Ney, mereka selalu terkena sial. Kenapa Arnila tidak pernah kena karena dia punya khodam level tinggi yang selalu siap menolongnya. Kalau diukur dari tingkat spiritual dan khodam, Arnila lebih tinggi dari Ney tapi Arnila orangnya sangat baik hati dan tidak pernah menyombongkan dirinya. Berbeda dengan Ney yang level bawah tapi sombongnya minta ampun.
"Memangnya kenapa? Aku tidak takut tuh! Rita itu lemah!" Kata Ney yang terlintas dia mau mencoba kirim jin junnya itu kepada Rita.
"Kamu tidak tahu apa - apa sih, Alex saja tahu kalau Rita lebih berbahaya tapi untungnya Rita cuek banget. Soal kejadian yang kamu alami itu bukan semerta - merta hukuman alam sih. Tapi ada yang menghukum kamu. Aku serius, jangan coba - coba," kata Arnila. Ney sama sekali tidak perduli dan akan terus mencoba sampi benar - benar terbukti kalau akan ada akibat parah karena mengganggu Rita.
"Hah? Masa sih Alex juga tahu? Memangnya kalian berdua lihat apa sih? Kok cuma gue saja deh yang tidak bisa?" Tanya Ney yang kaget kalau sudah berurusan Alex juga sih dia tidak akan bisa berkutik.
"Intinya ya lebih baik mulai dari sekarang lu lihat Rita biasa saja deh. Rita anaknya baik hanya kamu saja yang mikirnya berlebihan. Aku lihat Rita tidak seperti yang selalu kamu ceritain ke aku kok. Kalau lu tidak tahu sesuatu soal Rita, ya jangan sok tahu jangan asal bilang Rita ini Rita itu. Kamu sama sekali tidak tahu apa - apa soal Rita. Kamu tidak bisa lihat, Rita tahu jawabannya. Nanti juga kamu akan tahu sendiri dari Rita. Kalau dikasih tahu kamu jangan sampai mikir yang negatif, Rita tidak pernah punya niat jahat sama kamu justru kamu sendiri yang begitu," kata Arnila.
__ADS_1
Ney membacanya dan sama sekali tidak percaya karena yang dia lihat dari sudut pandangnya, Rita itu lemah karena sering sakit. Masa iya kekuatan spiritualnya lebih besar dari dia? Ney sama sekali tidak bisa terima kalau memang benar Rita lebih hebat dari dia. Selama ini dia berteman dengan Rita memang selalu menganggapnya sebagai musuh yang bisa dimanfaatkan secara skala besar.
"Iya iya. Aku tidak akan ngapa - ngapain Rita kok. Kamu curiga banget sih?" Tanya Ney yang kesal.
"Karena aku tahu kamu selalu ingkar janji. Janji ya jangan mainin Rita," kata Arnila.
"Bagaimana? Berhasil?" Tanya Alex.
"Iya. Kamu tahu juga kalau Ney mengirimi jin junnya ke aku?" Tanya Arnila yang heran.
"Tahu. Kemampuannya asli jelek sekali dia pakai untuk keuntungan dirinya sendiri. Kamu harus ekstra hati - hati dengannya. Sekarang dia tidak akan bisa melihat kamu lagi, dia pasti akan kebingungan karena panah kamu sudah tidak ada. Apa kamu selalu diperlakukan seperti itu? Kalau dengan Rita, kamu akan bisa bebas bertemu siapapun," kata Alex. Sayang sekali Arnila malah bertemu dengan Ney di tempat awal bukannya dengan Rita.
"Aku tahu. Tidak apa, setiap bulan aku selalu melakukan ruqyah kok. Terbukti bisa menghilangkan jejak tak kasat matanya. Terima kasih ya dan tolong jangan sakiti Rita lagi," kata Arnila. Alex di tempatnya tersenyum takdir apa yang membuatnya seperti ini?
"Ya tentu saja." kata Alex terakhir chat dengan Arnila. Sekarang Arnila sudah tahu ceritanya dan akan diceritakan kepada Ney nanti.
Ney lalu memfokuskan dirinya lagi dan dia tidak mendapatkan apapun, jin jun yang dia kirim untuk memata - matai Arnila sama sekali tidak ada. Ney kebingungan apa yang baru saja terjadi dengan suruhannya. Dan lagi, dia tidak tahu sekarang Arnila berada di mana. Ney kesal bukan main ternyata Alex menutup kehadirannya agar tidak diketahui oleh Ney.
"Kamu bicara dengan siapa sih? Hati - hati orang jahat," kata Ney yang sudah putus asa.
"Seseorang yang memberikan aku saran untuk memusnahkan suruhan kamu. Ingat ya aku juga sudah tahu kalau kamu selalu kirim jin ke aku dan aku bisa mengatasinya. Dan mengingatkan aku kalau kamu bukan orang baik."Itulah chat terakhir dari Arnila.
Ney syok banget membaca chat dari Arnila. Dia tiba - tiba jadi seperti yang putus asa, ternyata selama ini dia selalu kepanasan meski berada di ruangan ber AC itu karena Arnila mengetahui keberadaan suruhannya dan memusnahkannya saat itu juga. Dia mondar mandir dalam kamarnya dan menggigiti kuku jarinya dengan panik. Dia kesal bukan main kepada seseorang yang memberikan Arnila tips untuk menghindarinya. Lalu dia ingat apa jangan - jangan ...
__ADS_1
BERSAMBUNG ....