
Happy Reading.
Hari ini Fara untuk terakhir kalinya akan menginjakkan kaki di perusahaan sebagai resepsionis, karena besok dia sudah tidak akan bekerja lagi.
Wanita itu sangat merindukan sahabatnya, 'Yuni' yang sudah hampir dua minggu lebih mereka tidak bertemu.
Tentu karena perjalanan bulan madu dan juga karena Fara merawat ibunya yang sakit, membuat Fara dan Yuni harus berpisah sementara, meskipun begitu mereka juga masih sering berbalas pesan karena biar bagaimanapun hanya Yuni yang selalu baik padanya di perusahaan sebelum dia menikah dengan Keill.
"Mbak gue kangen banget sama elo!" Fara memeluk perempuan yang menatapnya sinis itu.
"Cih, bilang aja kalau udah lupa sama gue dan bahkan sekarang lo masuk kerja hanya cuma ingin berpamitan, lo tega banget sih sama gue, ninggalin gue di sini sendiri!" Yuni merajuk, bahkan bibirnya sudah monyong 5 centi.
"Gimana donk mbak, duit gue sekarang udah banyak, gue juga udah punya suami yang kaya tujuh turunan, nggak perlu kerja hidup gue udah enak mbak," Fara terkikik melihat reaksi Yuni yang semakin kesal karena dengan sombongnya Fara mengatakan hal itu.
"Iya-iya yang udah jadi orang kaya, tapi awas kalau lo sampai nggak mau sahabatan sama gue lagi!"
"Ya ampun, Mbak Yuni nggak usah khawatir gue sampai kapanpun akan selalu jadi sahabat lo kok Mbak," jawab Fara.
Tiba-tiba Yuni menunduk, bahunya sedikit bergetar dan terdengar suara isakan, Fara yang melihat hal itu langsung khawatir, "eh Mbak, kenapa lo nangis? lo nggak apa-apa 'kan? apa lo lagi ada masalah, cerita dong sama gue siapa tahu gue bisa bantu!"
Yuni menghapus air matanya yang mengalir, tiba-tiba dia merasa sedih karena akan kehilangan sahabatnya yang biasanya selalu bersama.
"Gue nggak apa-apa, tiba-tiba aja gue berasa melow, karena lo akan resign dari perusahaan, meskipun emang sebenarnya emang udah harus dilakukan pertama kali lo nikah, kan suami lo pemilik perusahaan," Yuni tersenyum sambil memegang tangan Fara.
"Kita masih bisa ketemu kok mbak, gue sering-sering ajak makan siang lo deh," ucap Fara.
"Iya, gue tagih besok,"
******
Malam hari Keill mengajak istrinya makan malam di sebuah restoran, pria itu sudah lama ingin mengajak Fara dinner romantis, seperti pasangan-pasangan yang lain.
"Mas, sepertinya kamu terlalu berlebihan," ucap Fara saat melihat restoran tersebut bukanlah restoran biasa, mainkan restoran bintang 5 yang terkenal sangat mahal makanannya.
"Berlebihan gimana, sayang?"
"Ya, ini kan restoran mahal, bahkan menunya bukan berasal dari Indonesia, kan kita bisa makan malam di warung pinggir jalan, kayak lesehan gitu, aku mah suka kalau kita beli pecel lele pecel ayam aja," ujar Fara polos.
__ADS_1
Membuat Keill benar-benar mengagumi istrinya itu, Fara memang sangat berbeda dengan wanita kebanyakan di luar sana.
Biasanya para wanita akan senang jika diajak ke tempat yang mahal seperti ini, tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk Fara karena istrinya itu baru saja menggerutu, ternyata restoran itu tidak sesuai dengan ekspektasinya.
"Apa kamu mau kita nyari warung lesehan di pinggir jalan aja?"
Fara langsung menggeleng, tentu saja dia tidak akan menyulitkan suaminya untuk mencari warung yang seperti keinginannya.
"Enggak usah mas, nanggung, mending kita makan di sini aja, lagian kan kita juga udah masuk ke sini," jawab Fara.
Keill semakin mengembangkan senyumnya dia benar-benar tidak menyangka jika istrinya sedewasa itu.
"Mas, bukankah itu Pak Dion, ya? sama siapa?" Fara menunjuk dua orang yang duduk di pojokan dekat jendela.
Yang pria sudah teridentifikasi bahwa dia adalah Dion, tetapi yang perempuan entah dia siapa karena yang pasti perempuan itu bukanlah Joice.
"Biarin aja mungkin mereka juga sedang kencan,"
"Tapi mas, bukannya Pak Dion lagi pendekatan sama Joice ya?"
Keill hanya mengedikkan bahu, kemudian mengajak Fara duduk di kursi yang kosong, restoran itu memang cukup ramai karena terkenal di kalangan elit bahwa masakan di situ memang sangat enak.
"Mit, gue lakuin ini karena orang tua kita, jadi gue minta sama elo gak perlu anggap makan malam ini spesial, ini bukan dinner date, tapi hanya makan malam biasa!" Fara dan Keill bisa mendengar ucapan Dion untuk wanita didepannya itu.
"Kenapa lo nggak bisa nerima gue, padahal Lo tau sendiri kalau kita itu dijodohin, orang tua kita juga udah saling cocok!" ucap wanita itu.
Dion menatap tajam wanita yang bernama Mitha tersebut, "udah ada yang gue suka, jadi bilang ke orang tua lo kalau kita nggak cocok!"
"Enggak, gue gak mau, kalau lo mau, lo sendiri yang bilang ke mereka, jangan ajak-ajak gue, lagian gue juga nggak suka sama lo!" tegas wanita berambut hitam panjang itu.
"Oke, besok gue akan bilang ke mereka!" ucap Dion.
"Mas, sepertinya Pak Dion dijodohin sama wanita itu, tapi keduanya sama-sama gak saling cinta," bisik Fara.
"Udah sayang, biarin aja, itu urusan mereka bukan urusan kita," ucap Keill memanggil pelayan untuk memesan makanan.
"Iya juga, sih!"
__ADS_1
Akhirnya Keill dan Fara memesan makanan yang menjadi menu favorit di restoran tersebut.
"Loh, Fara, Keill, kalian juga makan di sini?" keduanya kompak mendongak menatap seorang wanita yang amat mereka kenal.
"Vera, Jimmy, kebetulan sekali!" ucap Keill.
"Kalian sedang berkencan?" tanya Fara to the poin, membuat kedua sejoli itu merasa sedikit malu.
"Iya, kita memang sedang berkencan, ya udah kalau gitu kita mencari tempat duduk di sana," ujar Jimmy berpamitan. Kemudian dia menarik tangan Vera lembut menuju di kursi yang di tunjuk oleh Jimmy tadi.
"Aku benar-benar gak nyangka jika sepupuku akhirnya menemukan pria yang tepat," ujar Keill menatap kedua orang yang sedang kasmaran itu.
Bersambung.
*
*
*
Hai akak reader semuanya, aku ada rekomendasi karya bagus loh
Back To Mantan
Author: Bhebz
Kata orang, mantan itu seharusnya dilupakan dan dibuang di tempat yang sewajarnya.
Tapi bagi Hazel Almondo, mantan harus diraih kembali untuk memperbaiki ketidaksempurnaan hubungan dimasa lalu.
Dan Bagi Vanila Granola, kembali ke mantan adalah hal yang sangat luar biasa jika itu bisa terjadi dalam hidupnya. Karena ia bahkan tidak pernah lagi menjadikannya tujuan.
Sakit hati pada sang mantan membuatnya jadi perempuan kuat dan tangguh.
Perempuan itu ingin memulai lembaran baru yang lebih berwarna.
__ADS_1
Mampukah mereka merajut kembali kisah yang pernah hancur?
Nantikan di Back To Mantan hanya di Noveltoon.