Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 189 Petualangan Ke Wilayah Timur


__ADS_3

Di wilayah kerajaan, Pangeran Abhiseka mendengar berita tentang kemajuan pesat perguruan di perbukitan Gunung Jambu. Setelah meyakinkan raja, untuk mendapatkan ijin melakukan petualangan, akhirnya dengan membawa dua abdi yang sekaligus pengawal, Pangeran Abhiseka mempersiapkan diri untuk berkunjung ke perguruan tersebut. Malam hari, di saat orang-orang terlelap dalam peraduannya, Pangeran Abhiseka sudah bersiap untuk keluar dari wilayah kerajaan.


"Apakah kamu sudah memastikan untuk semua bekal, dan peralatan sudah kamu siapkan Andhika?" Pangeran Wisanggeni melakukan pengecekan perlengkapan yang akan mereka bawa.


"Sepertinya sudah Pangeran.., Jatmiko juga sudah membantu melakukan pengecekan kembali. Saat ini kita tinggal memberangkatkan tubuh kita untuk menempuh perjalanan jauh. Beberapa makanan kering untuk makan kita, saat kita tersesat di tengah hutan, juga sudah kami persiapkan." Andhika melaporkan apa yang sudah mereka persiapkan.


"Iya Pangeran, saya sendiri ikut menemani Andhika dalam mempersiapkannya. Sepertinya kita sudah siap untuk meninggalkan kerajaan," Jatmiko menimpali perkataan Andhika.


Pangeran Abhiseka membalikkan badannya ke belakang, laki-laki itu melihat kembali istana dan bangunan yang ada di sekitarnya. Sejak dari kecil, Pangeran Abhiseka memang kurang begitu menyukai tinggal di wilayah istana. Laki-laki itu selalu mencari alasan untuk dapat hidup bebas di luaran, tidak mau diributkan dengan urusan kerajaan. Setelah beberapa saat memperhatikan bangunan, Pangeran Abhiseka mengambil nafas panjang dan menghembuskan lagi secara perlahan.


"Mari kita segera berangkat Andhika, Jatmiko. Persiapkan diri kalian!" dengan suara tegas, Pangera Abhiseka memerintah kedua abdi dalemnya untuk segera berangkat.


"Baik Pangeran, kami berdua sudah siap untuk berangkat. Monggo.., Pangeran berjalan di depan kami.." Andhika meminta Pangeran Abhiseka untuk berjalan di depan mereka.


Tanpa berbicara, Pangeran Abhiseka langsung menghentakkan kaki. Laki-laki itu melompat dan menghilang di kegelapan. Jatmiko memandang Andhika, setelah menganggukkan kepala, kedua laki-laki itu segera melompat mengikuti langkah Pangeran Abhiseka.


Beberapa saat Pangeran Abhiseka dan kedua pengawalnya keluar dari kerajaan tanpa diketahui oleh pengawal kerajaan yang lain. Tanpa istirahat, mereka mengerahkan kekuatannya untuk meninggalkan tempat tersebut. Setelah beberapa waktu melakukan perjalanan, mereka tiba di sebuah kedai makan. Mengingat jika mereka harus menjaga kondisi fisiknya, Pangeran mengajak kedua pengawal untuk melakukan istirahat.

__ADS_1


Terlihat di dalam kedai, dua orang sedang makan dengan sangat lahap.Sepertinya kedua orang itu, sudah lama tidak menemukan makanan. Mengamati penampilannya, kedua orang itu memang seperti seorang petualang, dengan pakaian yang masih tanah yang menempel di atasnya.


"Paman.., minta tolong ditambahkan minuman jahe panasnya!" salah satu dari orang tersebut mengajak bicara pada pelayan kedai makanan.


"Siap Ki Sanak..:" tidak berapa lama, pelayan datang membawakan pesanan orang tersebut. Melihat Pangeran Abhiseka dan dua pengawalnya belum memiliki makanan atau minuman di depannya, pelayan tersebut menghampiri mereka.


"Apa yang perlu kami siapkan untuk Ki sanak bertiga?" dengan nada sopan, pelayan itu bertanya pada Pangeran ABhiseka.


"Siapkan saya minuman dari bubuk kopi saja, dengan gula merah untuk pemanisnya. Siapkan juga makanan nasi beserta lauk untuk kami bertiga." untuk menghilangkan rasa kantuk dan capai, Pangeran Abhiseka memesan minuman bubuk kopi. Mendengar pesanan itu, laki-laki yang duduk di samping mereka melihat dengan penuh minat pada Pangeran Abhiseka.


"Sepertinya KI Sanak bukan berasal dari wilayah sekitar sini." tiba-tiba orang tersebut bertanya pada Pangeran Abhiseka.


************


Selesai Makan


Pangeran Abhiseka akhirnya terlibat pembicaraan serius dengan kedua orang yang mereka temui di kedai makanan. Alasan Pangeran membiarkan orang itu beristirahat bersamanya, karena dari cerita perjalanan mereka, nama Wisanggeni turut disebut-sebut.

__ADS_1


"Jadi laki-laki muda yang bernama Wisanggeni yang akhirnya menyelamatkan kalian berdua?" tanya Pangeran Abhiseka dengan penuh perhatian.


"Iya.., jika tidak ada laki-laki itu, mungkin kami berdua hanya tinggal nama. Karena banyak sekali korban yang berjatuhan dan tertimbuh reruntuhan tebing itu. Tetapi yang sangat kami sayangkan, kami tidak dapat berjumpa kembali dengan Wisanggeni, karena kami terperosok ke dalam tanah, dan rupanya kami ditempatkan di tempat yang berbeda-beda. Setelah tiga hari tersekap di ruangan bawah tanah, akhirnya kami menemukan simbol yang mengantarkan kami untuk sampai di dalam hutan kembali." ucap laki-laki itu pelan. Ternyata kedua orang itu adalah Sumpeno dan Santosa, teman perjalanan Wisanggeni. Rupanya mereka sudah berhasil membebaskan dirinya dari ruang bawah tanah.


"Saat ini ada dimana Wisanggeni?? Kalian berdua meninggalkannya begitu saja di dalam hutan?" Pangeran Abhiseka melanjutkan pertanyaannya. Kening kedua orang itu berkerenyit, melihat sikap Pangeran Abhiseka yang terlihat antusias mendengarkan ceritanya.


"Sebentar... sebentar.., sepertinya Ki Sanak sangat antusias untuk mendengarkan cerita kami?" Sumpeno merasa curiga dengan pertanyaan Pangeran Abhiseka, dan memutuskan untuk mencari kejelasan.


"He..., he.., he..., jangan salah sangka dulu Ki Sanak. Jujur saja..., karena yang kalian ceritakan itu sepertinya adalah teman baik saya, Wisanggeni dari perguruan di perbukitan Gunung Jambu," akhirnya, Pangera Abhiseka membuka rahasianya. Mendengar perkataan itu, Sumpeno dan Santosa terkejut, mereka merasa tidak percaya.


"Terserah bagaimana pendapat kalian berdua, apakah akan mempercayai omongan saya atau tidak. Keberadaanku di tempat ini sekarang, dalam rangka aku akan mengunjungi perguruan tersebut. Sudah sekian lama, aku tidak ketemu dengan anak laki-laki itu. Untungnya aku mendengar cerita kalian, sehingga aku akan mengurungkan sementara niatku untuk pergi ke perbukitan Gunung Jambu. Aku akan mencari jejak teman baikku, di hutan yang barusan kalian ceritakan." untuk menghilangkan kecurigaan dua orang itu, akhirnya Pangeran Abhiseka membuka hubungannya dengan Wisanggeni.


"Ha..., ha..., ha..., ternyata dunia ini sempit. Di tempat yang belum begitu jauh.., ternyata kita bisa menemukan keluarga. Baiklah aku akan melanjutkan ceritaku." Sumpeno akhirnya tertawa mendengar perkataan Pangeran Abhiseka.


"Lima hari aku dan Santosa menunggu Wisanggeni di tempat itu. Tetapi sedikitpun kami tidak melihat tanda-tanda Wisanggeni keluar dari bawah tanah. Akhirnya.., karena tidak mau menghadapi gangguan binatang-binatang hutan, akhirnya kami memutuskan untuk keluar." Sumpeno melanjutkan ceritanya.


Akhirnya Sumpeno dan Santosa, menjelaskan posisi terakhir mereka bertemu dengan Wisanggeni pada Pangeran Abhiseka. Setelah berhasil menangkap penjelasan itu, Pangeran Abhiseka mengucapkan terima kasih pada kedua orang itu.

__ADS_1


"Terima kasih Ki Sanak.., aku dan kedua temanku akan menggantikan tugas kalian. Kami akan masuk ke dalam hutan, dan akan berusaha untuk menemukan jejak Wisanggeni. Jika kami sudah bertemu dengan laki-laki itu, aku akan menyampaikan rasa persaudaraan dari kalian berdua kepadanya."


***********


__ADS_2