Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 424 Balasan


__ADS_3

Kedua laki-laki itu terjatuh ke atas tanah dengan bersimbah darah, dan tanpa ada sedikitpun terlihat rasa kasihan, Rengganis hanya melihatnya dengan sinis. Perempuan itu tanpa ampun, mengambil tali dari dalam kepisnya, dengan kekuatannya, Rengganis mengikat kedua laki-laki itu. Karena mereka dalam keadaan pingsan, kedua laki-laki itu tidak memberikan perlawanan kepada perempuan itu. Setelah mengikat kedua laki-laki itu, dengan mengeluarkan energinya, Rengganis mengangkat tubuh dua laki-laki itu kemudian membawanya melompat ke atas genteng.


"Aku akan mengembalikan tubuh dua cecunguk ini ke tempat mereka berasal. Mereka dan orang-orangnya harus berpikir cerdas, untuk tidak membuat ketakutan warga masyarakat lain untuk melakukan sebuah usaha." Rengganis tersenyum, kemudian mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat tersebut.


Terlihat suasana sepi di sekitar tempat itu, hanya penginapan yang memiliki banyak pengunjung itu menunjukkan ada kehidupan di depannya. Lampu yang terang tampak bersinar, sangat berlawanan dengan lampu redup di tempat penginapan dimana saat ini Rengganis dan keluarganya berada.


"Hmmm... kedua laki-laki ini tidak bisa menyembunyikan lagi identitasnya. Satu teman laki-lakinya yang berhasil kabur tadi, sepertinya sedang berada di pos penjagaan depan penginapan yang ada di depan. Laki-laki itu sedang mengadu dan menceritakan pengalamannya pada temannya yang lain. Sepertinya menarik.. aku ingin meramaikan keadaan ini." sambil tersenyum dengan seringai di bibirnya, Rengganis membuat keputusan.


Tanpa berpikir lagi, dengan menggunakan tenaga dalamnya, Rengganis mengirimkan kedua laki-laki yang dalam keadaan pingsan, dan sudah terikat, melalui tendangan kakinya. Tubuh dua laki-laki yang terikat itu melayang di udara, dan Rengganis mengikuti di belakangnya.


"Brukkk..." tubuh dua laki-laki yang terikat itu terjatuh tepat di depan pos penjagaan.


Mendengar suara keras di depan pos penjagaan, orang-orang yang berada di dalam pos jaga saling berpandangan. Salah satu dari mereka berdiri, dan melihat keluar pos penjagaan. Mata laki-laki itu terbelalak melihat kedua teman mereka, dalam keadaan terikat dengan darah membanjiri tubuh mereka.


"Tarjo.. Somad.. apa yang terjadi dengan kalian berdua.." laki-laki itu berteriak histeris melihat kondisi kedua temannya itu. Tetapi karena kedua orang itu dalam keadaan pingsan, keduanya tidak dapat menjawab pertanyaan laki-laki itu.

__ADS_1


Sesaat keheningan malam menjadi riuh di depan penginapan tersebut. Orang-orang yang berada di dalam pos jaga berlari keluar untuk melihat kedua temannya. Satu orang yang melihat bagaimana Rengganis tadi merubah selendang menjadi sebilah pedang, tampak menggigil ketakutan. Laki-laki itu tetap berada di dalam pos jaga, tidak berani melihat ke arah teman-temannya yang terluka.


Empat orang yang berjaga segera mengeluarkan pisau untuk memutus tali yang mengikat tubuh kedua rekannya itu. Setelah tali terputus, mereka segera mengangkat tubuh dua temannya itu untuk memberi mereka perawatan. Dua laki-laki yang lain melompat ke tengah jalan, dan mengedarkan pandangan mereka ke sekitar tempat itu. Tetapi mereka tidak dapat menemukan apa-apa. Rengganis tersenyum dan melihat orang-orang itu dari atas dahan sebuah pohon besar yang ada di samping penginapan tersebut,.


"Seorang gadis cantik yang melakukannya, kita bisa mencarinya ke penginapan di ujung jalan." laki-laki yang tadi melarikan diri memberi tahu siapa pelaku penyiksaan kedua teman mereka itu.


"Yang tidak melakukan kegiatan apapun, ikuti aku. Kita akan membalaskan dendam Tarjo dan Somat." tanpa melihat kesalahan apa yang sudah dilakukan oleh kedua temannya itu, salah satu orang yang berpenampilan sangar mengajak temannya yang lain.


"Ayo.. aku akan mengikutimu ke penginapan itu. Kita harus memberi pelajaran pada pemilik penginapan, sudah diperingatkan, tapi masih berani membuka penginapan tersebut. Malah berani mengirim orang untuk menyiksa orang-orang kita.." empat orang bergegas meninggalkan pos jaga. mereka berjalan menuju ke penginapan di ujung jalan.


"Hmmm.. rupanya ini malam keberuntungan kita teman-teman. Lihatlah.. ada perempuan cantik yang sudah menghadang kedatangan kita. Ha.. ha.. ha.." salah satu laki-laki yang bertubuh gempal tertawa, dan memberi tahu teman-temannya.


Ketiga laki-laki yang bersama dengan orang itu ikut menatap Rengganis yang berdiri, dengan secercah senyuman terbit di bibir cantik perempuan itu. Mata Rengganis memindai ke empat orang yang berdiri di depannya itu.


"Apakah Ki Sanak sedang mencariku..?" dengan mengerlingkan mata, Rengganis bertanya dengan suara dibuat manja. Dalam kegelapan, dan sinar lampu temaram yang menyinari wajah Rengganis, perempuan itu bertambah cantik dan menggemaskan,

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari perempuan cantik itu, ke empat laki-laki itu melihatnya dengan mata bersinar. Dua orang dari laki-laki itu, berjalan lebih mendekati Rengganis.


"Hmmm.. ternyata kamu benar-benar cantik. Sangat menggemaskan, dan terlihat sangat menggairahkan kami melihatmu. Tidak masalah, kami akan menunda kepentingan kami untuk mendatangi manusia kurang ajar di penginapan busuk itu. Kita akan bersenang-senang dulu, baru kita akan menyeret orang yang sudah melukai teman-teman kami.." dengan senyum melecehkan, laki-laki berbadan gempal itu mendekati Rengganis.


Tangan laki-laki itu terulur ke wajah perempuan itu, dan akan mencolek dagu Rengganis. Namun dengan cepat, tangan Rengganis terangkat ke atas, dan dengan menggunakan tenaga dalam tangan perempuan itu menangkap tangan laki-laki gempal itu, kemudian memutarnya.


"Kretek.. kretek.. aaaawww.., gedebuk.." Laki-laki itu merasa sangat kesakitan, dan tulang tangannya terasa patah. Belum selesai rasa sakit di tangannya yang patah, Rengganis menggunakan tenaga dalamnya mengangkat laki-laki itu dan membantingnya dengan keras ke atas tanah.


Ketiga laki-laki teman dari laki-laki yang terjatuh itu terkejut dan membelalakkan matanya, melihat kemampuan dashyat yang dimiliki Rengganis. Mereka hanya berdiri terpaku dalam kebingungan, antara ingin melarikan diri atau menyelamatkan laki-laki berbadan gempal tersebut. Ternyata laki-laki berbadan gempal itu juga merupakan Kepala Keamanan di penginapan tempat mereka bekerja. Melihat hal itu, perlahan Rengganis berjalan mendekati mereka dengan tersenyum pada ketiga laki-laki itu.


"Mau kemana kalian bertiga, tadi bilangnya ingin mengajakku bersama dengan kalian. Kenapa malah kalian seperti ketakutan melihatku.." Rengganis menegur ketiga laki-laki yang tempak ketakutan itu.


"Ampun.. ampuni kami Nimas.. Kami hanya ikut-ikutan saja, tidak bermaksud untuk melecehkan Nimas tadinya.." salah satu dari tiga laki-laki itu memohon ampun pada Rengganis. Kedua teman laki-lakinya ikut menjatuhkan kakinya ke tanah, mereka betul-betul merasa ketakutan.


"Baiklah.. aku akan memberi ampunan pada kalian. Namun ada syarat yang harus kalian penuhi, tetapi jika kalian tidak sanggup memenuhinya, maka hanya kematian atau menderita cacat tetap yang layak untuk kalian semuanya." dengan nada tinggi, Rengganis menanggapi ketiga laki-laki itu. Laki-laki yang terluka tadi, sudah pingsan menahan rasa sakit.

__ADS_1


**********


__ADS_2