Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 392 Sadar Diri


__ADS_3

Setelah membereskan urusan di desa yang masih masuk dalam tlatah kerajaan Laksa, akhirnya Chakra Ashanka tidak menunda lagi keberangkatan untuk menuju perguruan Gunung Jambu. Masih ada tanggung jawab besar yang harus diselesaikan di perguruan tersebut, dimana di tempat itu anak muda itu meninggalkan sebuah janji pada Raden Bhadra Arsyanendra. Berdasarkan masukan dari keluarga besar Trah Bhirawa, anak muda itu sudah siap untuk menyongsong pengalaman baru yang akan dilaluinya.


"Nimas Putri.. Nimas Ratih.. kita kembali pulang ke perguruan Gunung Jambu bersama-sama saja. Kita mengendaria SInga Resti, biar naga terbang kali ini istirahat dulu. Aku sudah memaksakan binatang yang belum cukup umur untuk melewati perjalanan jauh, yang aku khawatir akan berdampak pada perkembangannya nanti." ucapan anak muda itu mengejutkan kedua gadis itu.


Namun setelah melihat kesungguhan dalam mata anak muda itu, kedua gadis itu tidak banyak bicara. Karena pada dasarnya mereka hanya mengikuti Chakra Ashanka, dan binatang yang selama ini mengantarnya kemanapun juga merupakan binatang magic milik anak muda itu. Kedua gadis itu secara bersama-sama menganggukkan kepala sebagai tanda jika mereka menyetujuinya,


Anak muda itu kemudian memasukkan tangan di kepis dan menarik keluar SInga Resti dari dalam kepis. Setelah beberapa saat berada di luar kepis, anak muda itu menepuk atas paha kanan binatang itu. Tidak lama kemudian, kucing yang terlihat lucu menggemaskan itu sudah berubah menjadi seekor binatang singa besar yang siap menerkam siapapun yang menghalangi jalannya.


"Segeralah kalian naik, aku akan mengikuti kalian dari belakang." Chakra Ashanka segera menyuruh kedua gadis itu untuk segera naik ke atas punggung SInga Resti.


Ayodya Putri melompat naik di atas punggung SInga Resti terlebih dulu, kemudian diikuti Sekar Ratih di belakangnya. Setelah memastikan kedua gadis itu merasa nyaman dalam posisi duduknya, Chakra Ashanka segera melompat dan duduk di paling belakang binatang itu. Meskipun sebelum kali ini, Sekar Ratih sudah sering berdua dengan Chakra Ashanka di punggung binatang singa ini, tetapi kali ini tidak tahu sebabnya gadis itu merasa gundah. Bahkan ketika kedua tangan anak muda itu berada di kanan kiri pinggangnya, gadis itu merasa berdebar.


"Tenanglah Nimas Ratih.. debaran jantungmu terdengar sampai di telingaku.." dari belakang anak muda itu menggoda Sekar Ratih dengan berbisik di telinga gadis itu.


Muka Sekar Ratih menjadi terlihat merah, gadis itu merasa malu. Namun tidak ada yang bisa dilakukannya kecuali pura-pura tidak mendengar perkataan itu.


"Jangan khawatir Nimas.. aku hanya menggodamu saja." kembali terdengar suara anak muda itu dari belakang. Sekar Ratih mencubit paha anak muda itu, dan sambil tertawa, tangan Chakra Ashanka mengusap perlahan perut SInga Resti, dan perlahan binatang magic itu mulai terbang membubung tinggi di atas langit.

__ADS_1


Desa tempat terakhir yang mereka datangi, lambat laun tidak terlihat dari atas binatang itu. Berganti dengan pemandangan hutan dan bukit yang terlihat jelas dari atas sana. Beberapa saat di atas punggung SInga Resti, tiba-tiba Chakra Ashanka memberi isyarat agar binatang itu mengurangi kecepatannya.


"Kendalikan kecepatanmu Resti.. aku merasa ada kekuatan besar di depan kita. Tidak perlu kita mendahuluinya, apalagi kita tidak mengetahui siapa yang ada di depan kita." dengan cepat anak muda itu mengajak bicara binatang itu.


"Auuuummm..." dengan cepat, singa putih itu menjawab perkataan anak muda itu. Binatang itu segera mengurangi kecepatan terbangnya.


"Siapakah itu kakang, yang memiliki kemampuan terbang di atas langit selain binatang ini?" mendengar perkataan Chakra Ashanka pada SInga Resti, Sekar Ratih bertanya pada anak muda itu.


"Aku juga tidak tahu Nimas.. Di dunia ini banyak para tokoh dan ahli yang tidak kita kenal. Tokoh-tokoh sakti biasanya mereka akan lebih suka menyembunyikan diri mereka, dan menjauhkan diri dari peradaban manusia. Namun.. yang memiliki kesaktian setengah-setengah, mereka lebih suka menyombongkan diri dan menunjukkannya pada khalayak ramai." anak muda itu memberikan tanggapan.


Dengan tenang, Singa Resti menerbangkan sayapnya secara perlahan. Binatang itu juga merasakan ada kekuatan besar yang menindas kekuatannya, sehingga tanpa ada perkataan Chakra Ashanka pun.. Singa Resti juga tidak akan berani untuk melaju lebih dulu.


********


Dari atas langit, Chakra Ashanka tersenyum. Anak muda itu sudah melihat umbul-umbul dan gapura besar pintu masuk perguruan Gunung Jambu sudah terlihat jauh di depannya. Kedua gadis muda di depannya, saat ini sedang dalam keadaan tertidur. Sejak tadi, anak muda itu memang sengaja tidak membangunkan mereka.


"Rupanya umbul-umbul itu tetap terawat dengan baik, meskipun tidak ada aku ataupun ayahnda dan ibunda di perguruan. Aku yakin, Raden Bhadra betul-betul menjalankan perannya di perguruan. Anak itu menggantikan ketidak beradaan kami di perguruan dengan sangat baik." Chakra Ashanka menggumam.

__ADS_1


"Resti... mulai turunkan arah terbangmu. Bukannya kamu juga melihat, umbul-umbul dan gapura selamat datang menuju perguruan Gunung Jambu sudah terlihat di depan mata?" anak muda itu mengajak bicara SInga Resti.


"Auuummm.." auman binatang itu menjawab perkataan Chakra Ashanka. Tidak menunggu lama, binatang itu mulai terbang merendah, dan mengarahkan tujuan menuju ke umbul-umbul yang terlihat jelas dari atas udara.


Tetapi tiba-tiba Chakra Ashanka teringat dengan kekuatan yang dirasakannya di atas angkasa tadi. Anak muda itu merasa heran, karena tidak mendapat gangguan dari kekuatan itu yang jelas sangat menekan kekuatannya ketika mereka berada di atas sana.


"Siapa tokoh ahli yang berada di depanku tadi..? Aku yakin, orang itu mengetahui keberadaan kami di atas sana, karena tidak banyak orang yang memiliki binatang magic yang bisa terbang melintasi udara. Tetapi sedikitpun, orang itu tidak mengganggu kami.. bahkan terkesan membiarkan kami hingga sampai di tapal batas perguruan." Chakra Ashanka berpikir sendiri.


Baru saja anak muda itu berpikir, gerakan gadis muda di depannya membuyarkan lamuanannya. Anak muda itu menengok wajah Sekar Ratih yang mungil di depannya dan dalam keadaan tidur.


"Ternyata wajah gadis gunung ini cantik juga, tidak kalah dengan wajah Ayodya Putri yang berasal dari kota." tanpa sadar, memandangi wajah Sekar Ratih, terlontar pujian untuk gadis muda itu.


"Mmmm... benar-benar aku sangat beruntung. Kemanapun aku pergi, kedua gadis ini selalu bersama denganku, kira-kira akan sampai kapan mereka akan berada di sisiku." wajah Chakra Ashanka tanpa disadari memerah, baru kali ini anak muda ini menyadari jika dirinya sangat beruntung.


Anak muda lainnya harus berusaha keras untuk mendapatkan perhatian dari seorang gadis muda, sedangkan dirinya tanpa dia sadari, malah dikelilingi oleh dua gadis muda yang sangat cantik.


********

__ADS_1


__ADS_2