
Beberapa saat Parvati bertahan menahan goncangan angon kencang yang seakan membungkus tubuhnya. Gadis itu tetap tegak berdiri, tidak terlihat ada ketakutan yang terbayang. Perempuan tua itu terkejut melihat hal itu, tidak menyangka begitu besar kekuatan yang dimiliki oleh gadis muda itu. Tiba-tiba tidak disangka-sangka, Parvati menarik satu kakinya ke belakang dan menekuknya. Tidak lama kemudian kedua tangannya seakan menarik pusaran angin yang mengarah kepadanya, kemudian mempermainkan beberapa saat di tangannya.
"Kenapa kekuatan gadis muda itu sangat besar, padahal aku yang sudah mempelajari ilmu itu tidak akan secepat itu untuk mengendalikannya. Parvati bisa dengan cepatnya mengendalikan gerakan angin kencang itu, dan mengolahnya dengan menggunakan kedua tangannya.." perempuan tua itu tampak terkagum-kagum dengan kekuatan Parvati.
Tidak disangka, angin yang sudah berkumpul menjadi satu dan berubah bentuk menjadi sebuah bola, tiba-tiba dengan mudahnya dipermainkan Parvati di tangannya. Sebuah senyuman muncul di bibir gadis muda itu, dan membuat perempuan tua yang melatihnya menjadi semakin terkejut.
"Apa yang dilakukan oelh Parvati.. kenapa gadis muda itu malah membuat pusaran anginku menjadi sebuah mainan.." perempuan tua itu bergumam.
Seperti tidak ada orang yang melihat kemampuannya itu, Parvati tiba-tiba mengangkat bola angin itu menggunakan satu tangannya ke atas, dan tidak lama kemudian...
"Swoosshh...." bola angin itu dengan cepat, dilemparkan oleh Parvati ke tempat yang terlihat jauh dari tempat itu. Keanehan di tempat itu terjadi, angin yang semula banyak berhembus di tempat itu, seketika menjadi diam. Tidak ada sedikitpun angin yang tertinggal, angin yang semula berhembus dan berputar-putar di tempat itu, semua mengikuti bola angin dan pergi dari tempat itu.
Perempuan tua itu kembali terdiam, dengan kedua matanya melotot mengikuti arah angin itu pergi. Beberapa saat kemudian, tempat itu menjadi sepi, dan akhirnya..
"Bagus Parvati.. ujian pertama sudah kamu lalui dengan sangat cepat. Bersiaplah untuk ujian yang kedua, jika kamu bisa melewatinya.. maka aku anggap kamu bebas untuk pergi dari tempat ini. Selain itu, kamu juga memiliki kebebasan untuk kembali datang ke tempat ini.." akhirnya perempuan tua itu mengakui kehebatan Parvati.
"Baik Eyang.. ijin Parvati untuk istirahat dan membersihkan diri terlebih dahulu.." dengan sikap sopan, Parvati membungkukkan badan kemudian berjalan pelan meninggalkan tempat itu,
__ADS_1
"Aku sudah salah menilai gadis muda itu. Ayahndanya merupakan petarung yang sangat ditakuti, demikian juga dengan ibundanya. meskipun gadis itu tidak pernah menunjukkan kemampuannya, dan sembarang berlatih, aku yakin dasar kekuatannya sudah sangat besar,. Garis keturunan yang sangat cemerlang.." sambil melihat punggung Parvati yang berjalan meninggalkannya, perempuan tua itu memuji Parvati.
Selama ini belum pernah ada, seseorang yang sudah dilatihnya memecahkan ujian serangan angin dengan secepat itu. dan bahkan tidak ada cela sedikitpun. Apalagi gadis muda itu belum sepenuhnya menyelesaikan waktu pelatihan yang diberikan kepadanya. Perempuan tua itu tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"Aku yakin, gadis muda itu akan melampau katangguhan kedua ibundanya baik Rengganis maupun Maharani. Teknik penyelesaian dan penyerapan ilmunya sangat mengerikan, hanya dalam waktu singkat saja. Kita akan lihat, saat ujian kecepatan besok, apakah Parvati akan dapat menyelesaikannya dengan sempurna atau tidak.." kembali perempuan tua itu bergumam, mengakui kecerdikan yang dimiliki Parvati.
Beberapa saat kemudian, perempuan tua itu berjalan meninggalkan tempat itu, mengikuti jejak Parvati yang berpamitan untuk beristirahat.
****************
"Jeglarr... blaammm..." hampir separo bukit yang ada tidak jauh dari padhepokan perempuan tua itu hancur lebur, setelah Parvati mengirimkan serangan kepada bukit tersebut.
Untungnya sebelum Parvati mengirimkan serangan, gadis muda itu sudah menitip pesan pada binatang melata di tempat itu, untuk memberi tahukan pada binatang lainnya agar menyingkir dari wilayah bukit. Dengan menggabungkan kekuatan Pasopati yang belum selesai dipelajarinya dengan, kekuatan yang diajarkan perempuan tua itu, ternyata menimbulkan dampak sebesar itu.
Dari depan padhepokan, perempuan tua itu terkesima melihat akibat yang ditimbulkan oleh serangan Parvati. Sama sekali tidak tergambar dalam pikirannya, akan muncul dampak yang sangat mengerikan.
"Prok.. prok.. prok.., bagus Parvati.. kamu ternyata sangat memuaskanku untuk mendapatkan kesempatan menularkan padamu beberapa keahlian. Kekuatanmu sangat mengerikan gadis muda.." dengan ucapan tulus, perempuan tua itu menyelamati tindakan Parvati.
__ADS_1
Dengan sikap sopan, Parvati membalikkan badan kemudian membungkuk, mengucapkan terima kasih pada perempuan tua itu. Perlahan perempuan tua itu berjalan lebih mendekat ke tempat Parvati, kemudian perlahan tangannya mengusap kepala gadis muda itu dengan penuh kasih sayang.
"Eyang.. Parvati sudah menyelesaikan apa yang Eyang sampaikan pada Parvati. Sudah bolehkah Parvati saat ini untuk pergi keluar meninggalkan tempat ini.." dengan pandangan yang layak dikasihani, Parvati kembali meminta ijin untuk keluar.
Perempuan tua itu terkejut mendengar kejujuran Parvati dalam memberikan tanggapan kepadanya. Tidak silau atau menjadi sombong atas pencapaian dan pujian yang sudah diterimanya, tetapi gadis muda itu tetap pada keinginan awalnya. Pergi dari tempat itu untuk mencari tahu keberadaan orang tuanya. Akhirnya dengan tersenyum pahit,...
"Sepertinya tekadmu sudah bulat Parvati, dan eyang juga tidak bisa untuk menahanmu. Istirahatlah dulu untuk beberapa saat, baru kemudian kamu bisa meninggalkan tempat ini." ucapan kecewa akhirnya keluar dari mulut perempuan tua itu.
"Terima kasih Eyang.. sepertinya Parvati sudah terlalu lama beristirahat. Saat ini juga, Parvati minta ijin untuk keluar dari tempat ini, dan bisa menggunakan waktu dalam perjalanan untuk beristirahat." dengan tegas Parvati menjawab perkataan perempuan tua itu. Rupanya gadis muda itu tidak mau terlalu banyak untuk menyia-nyiakan waktunya, sehingga harus cepat-cepat pergi dari tempat ini.
"Hmm... baiklah gadis muda.. pergilah. Tempat ini masih terbuka bagimu untuk kembali, datanglah. Ucapkan namaku tiga kali, ketika kamu sudah sampai di pintu gerbang yang sama, tatkala kamu datang ke tempat ini. Pintu itu akan terbuka dengan leabr menyambutmu.." akhirnya setelah berpikir sebentar, perempuan tua itu mengijinkan Parvati untuk keluar.
Terlihat senyuman di bibir gadis muda itu, dan tidak mau terlalu lama membuang waktunya, Parvati segera mendekat pada perempuan tua itu kemudian mencium tangannya, Kembali usapan lembut di kepala Parvati, diberikan oleh perempuan tua itu, yang kemudian memeluk gadis muda itu dengan erat. Setelah beberapa saat, perempuan tua itu menghentakkan kaki dan mengangkat tangannya. Tiba-tiba pagar yang mengedari tempat itu menjadi hilang tidak terlihat.
"Cepatlah keluar.." ucap tegas perempuan tua itu. Tidak mau menghabiskan waktu, Parvati segera melompat dan pergi dari tempat itu.
**********
__ADS_1