Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 290 Lantai Ketiga


__ADS_3

Untuk menemani orang-orang yang dibawa oleh Widayat, Pangeran Abhiseka mengajak semua orang untuk mengurungkan niat untuk naik ke lantai tiga terlebih dahulu. Semua anggota kelompok diminta untuk mencoba untuk melakukan semedi di lantai dua. Demi kebersamaan semua anggota kelompok, akhirnya Chakra Ashanka mengalah, anak muda itu mengikuti arahan yang diberikan Pangeran Abhiseka sebagai ketua kelompok untuk saat ini. Setelah mendapat sebuah tempat untuk mereka berdelapan, akhirnya mereka memposisikan diri mereka dalam sikap untuk melakukan semedi.


Chakra Ashanka mulai mengangkat kedua tangannya dan meletakkan masing-masing di atas kedua lututnya. Anak muda itu mencoba untuk memejamkan matanya, dan tidak lama kemudian Chakra Ashanka sudah masuk ke suasana yang lain. Suasana sepi sangat terasa setelah semua orang yang ada disitu masuk dalam posisi berlatih. Udara yang sedikit lebih berat dari suasana di luar bangunan, menandakan jika suasana disitu memiliki daya dukung untuk mempercepat latihan seseorang.


Udara yang masuk melalui lubang hidung terasa memiliki serat-serat yang terbawa masuk melalui udara, dan anak muda itu mencoba menggunakan serat itu untuk membersihkan penyekat yang menyumbat aliran darahnya. Tetapi tidak sampai beberapa saat, dengan mudah nafasnya sudah kembali longgar. Rupanya udara disitu tidak terlalu memberikan daya dukung untuk penambahan kekuatan Chakra Ashanka.


"Aku tidak boleh hanya bertahan di lantai ini.. Kekuatan dan kemampuan berlatihku tidak akan mengalami peningkatan yang berarti, jika aku masih bertahan di tempat ini." Chakra Ashanka berpikir sendiri.


Mata anak muda itu terbuka, dan diedarkan panadangan ke arah seluruh teman-temannya. Tetapi terlihat delapan orang yang datang bersamanya, semua terlihat sedang memasuki posisi berlatih.


"Aku akan meninggalkan mereka untuk naik ke lantai tiga terlebih dahulu. Aku yakin pihak yang lebih tua akan dapat memahami keadaanku, aku tidak bisa mendapatkan apa-apa, jika masih saja bertahan di lantai dua ini." kembali Chakra Ashanka berbicara pada dirinya sendiri.


Beberapa saat kemudian, anak muda itu mengakhiri sesi latihannya. Chakra Ashanka berdiri, dan setelah sekali lagi melihat ke arah teman-temannya, dengan mantap Chakra Ashanka menggeserkan langkah meninggalkan tempat tersebut. Langkah demi langkah mengantarkan anak muda itu ke arah tangga untuk naik ke lantai yang ada di atasnya. Pada saat, kaki anak muda itu baru menginjak anak tangga yang pertama, dari arah samping sedang naik bersamanya dua orang yang terlihat memiliki usia lebih tua dari dirinya.


Melihat keberadaan orang-oang tersebut yang memiliki penampilan terpelajar, Chakra Ashanka tersenyum dan menganggukkan kepala. Anak muda itu merasa penting baginya untuk mendapatkan teman untuk menuju ke lantai di atasnya. Kedua orang itu melakukan hal yang sama, mereka juga memberikan senyuman pada anak muda itu dan menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Apakah anak muda akan mencoba untuk berlatih di lantai tiga?" dengan ramah, salah satu dari orang itu bertanya kepada Chakra Ashanka.


"Iya Ki Sanak.., perkenalkan nama saya Chakra Ashanka, Ki Sanak dapat memanggilku dengan sebutan Ashan. Saya terpaksa meninggalkan teman-temanku yang sedang berlatih di lantai dua, karena saya merasa tidak ada peningkatan apapun dalam kekuatan raga ketika saya mencoba berlatih di bawah." Chakra Ashanka mengenalkan dirinya, sambil mengulurkan tangan untuk mengajak mereka berjabat tangan.


"Saya Aditya..., dan ini saudaraku Aditama. Mari kita naik bertiga ke lantai atas, karena menurutku akan lebih baik kita berkelompok daripada sendiri-sendiri. Hal ini akan lebih memberikan rasa aman untuk kita." Aditya mengenalkan dirinya dan saudaranya. Ketiga laki-laki itu kemudian berjabat tangan, kemudian naik ke lantai atas secara bersama-sama.


*********


Hembusan udara yang lebih padat bercampur aura terasa lebih pekat ketika ketiga anak muda itu menaiki lantai tiga. Jumlah orang yang berlatih di lantai ini terlihat lebih sedikit jika dibanding dengan yang ada di lantai yang ada di bawahnya. Mereka memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan bagi mereka agar dapat berlatih, menyerap energi dan aura yang lebih banyak di lantai ini.


"Aku di sudut ruangan saja Aditya.., Aditama.. Sepertinya lokasi yang aku pilih, tidak banyak dilirik dan dilalui orang-orang yang lewat di depannya. Di sudut sebelah sana, aku lihat belum ada orang yang melakukan pelatihan disana. Aku akan segera menempatinya." dengan sopan pula, Chakra Ashanka menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh kedua saudara itu.


"Baiklah Ashan.., kita untuk sementara berpisah di tempat ini dulu. Besar harapan, kita bisa bersama-sama dapat naik ke lantai yang lebih di atasnya." Aditya menyetujui tempat yang dipilih oleh anak muda itu.


Setelah mengangkat kedua tangannya ke depan dadanya, Chakra Ashanka kemudian berpamitan, dan meninggalkan kedua saudara itu untuk menuju tempat yang sudah dia pilih. Di depan pintu masuk ruangan, anak muda itu tersenyum. Energi yang lebih pekat dapat dirasakan oleh anak muda itu. Perlahan, anak muda itu mulai memasuki tempat yang akan digunakan untuknya berlatih.

__ADS_1


"Dukk...., minggir..." baru saja separo badan Chakra Ashanka memasuki tempat yang sudah dia pilih, tiba-tiba tubuhnya terdorong ke samping oleh seseorang dari belakang. Anak muda itu berhenti, dan menatap ke orang yang memiliki sifat sombong dan arogan itu. Seorang laki-laki bertubuh gempal sedang menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Minggir kataku..., apakah kamu tidak dapat mendengar perkataanku..?" dengan nada tinggi, laki-laki bertubuh gempal itu bertanya pada Chakra Ashanka.


"Maaf..., saya sudah lebih dahulu memilih tempat ini untuk berlatih. Jadi seharusnya anda yang menyingkir dari tempat ini." merasa jika laki-laki itu memiliki sikap dan niatan yang tidak baik, anak muda itu dengan berani menanggapi perkataan orang tersebut.


"Kamu berani membantah kata-kataku.. Apakah kamu tidak tahu siapa aku..?" dengan nada tinggi, orang itu terus berbicara kasar pada Chakra Ashanka.


Mendengar perkataan kasar tersebut, anak muda itu tidak terpengaruh. Chakra Ashanka malah menanggapinya dengan tersenyum sinis.


"Ki Sanak..., latar belakang dari mana kita berasal, sepertinya tidak berlaku ketika berada di dalam bangunan candi ini, Di dalam sini, kita hanya membawa nama kita sendiri. Bukankah demikian..?" dengan masih mengulum senyuman, anak muda itu berbicara dengan pelan.


"Bangsat...., beraninya kamu bermain kata denganku. Terimalah ini...., blam..., blam..." tidak diduga, laki-laki bertubuh gempal itu mengeluarkan sebuah serangan pada Chakra Ashanka. Dengan mudah anak muda itu berkelit, dan menghindarkan diri dari serangan tersebut. Untung saja, tempat mereka berlatih saat ini bukan merupakan tempat yang biasa, jadi meskipun Chakra Ashanka menghindari serangan tersebut, dengan cepat serangan keras itu hilang terserap oleh aura dan energi yang berputar-putar di tempat tersebut.


*************

__ADS_1


__ADS_2