
Chakra Ashanka terbangun ketika merasa ada yang menggoyang-goyangkan tubuhnya. Anak muda itu perlahan membuka matanya, dan terlihat di depannya Aditya dan Aditama yang menatapnya sambil tersenyum. Dengan segera, Chakra Ashanka kemudian menegakkan tubuhnya dan tersenyum menatap kedua anak muda itu.
"Kenapa kamu bisa berada disini Ashan, apakah kamu sengaja untuk menungguku?" Aditama bertanya pada anak muda itu.
"Iya Aditya.., Tama.. Aku sudah menyelesaikan semedinya dari beberapa waktu yang lalu. Aku sengaja menunggu kalian, untuk bersama-sama mengajak kalian untuk naik ke tangga di lantai selanjutnya." sambil tersenyum, anak muda itu menjawab pertanyaan kedua anak muda di depannya itu.
"Terima kasih atas kepercayaan kalian kepada kami berdua. Kami baru saja selesai berlatih secara bersama-sama, dan kami merasakan banyak manfaat dari energi dan aura untuk peningkatan kemampuan kami berdua." Aditama menanggapi perkataan Chakra Ashanka.
"Iya Ashan.., kebetulan ketika kamu masih tertidur, kami sudah istirahat untuk beberapa saat. Mari kita segera bergerak maju untuk ke lantai selanjutnya." Aditya mengajak anak muda itu untuk segera bergerak dari tempat itu.
"Ide yang bagus Aditya.., mari." Chakra Ashanka segera berdiri untuk menyambut baik ajakan itu.
Ketiga anak muda itu akhirnya berdiri, dan setelah melemaskan otot untuk beberapa saat, mereka segera berjalan menghampiri arah untuk menuju ke lantai ke empat. Baru saja mereka akan naik di anak tangga, terlihat ada dua orang yang lebih tua berjalan mendahului mereka. Chakra Ashanka memberi isyarat pada kedua anak muda disampingnya untuk memberikan mereka kesempatan untuk naik terlebih dahulu.
"Lihatlah kedua orang itu, kita bisa belajar dari cara mereka menaiki anak tangga." tangan Aditya menunjuk ke arah orang itu naik ke atas.
Tetapi ketika kedua orang itu akan naik ke anak tangga terakhir menuju ke lantai empat, tiba-tiba mereka menghentikan langkahnya. Sebuah kekuatan besar seperti tidak mengijinkan kedua laki-laki itu untuk naik ke lantai empat. Chakra Ashanka menoleh ke arah Aditya dan Aditama.
__ADS_1
"Energi dan aura di tempat ini lebih pekat dari pada di lantai satu. Kita harus berusaha menetralisir dengan kekuatan kita. Keluarkan energi kita, agar kita dapat lebih mudah untuk menyesuaikan diri." Chakra Ashanka memberi tahu kedua anak muda itu.
"Benar Ashan.., aku juga sudah merasakannya. Nafasku tiba-tiba sesak, merasa tertindas oleh beban yang berat. Kita akan mencobanya, siapa tahu akan ada manfaat yang lebih besar, yang akan kita peroleh di atas." Aditama menanggapi pertanyaan Chakra Ashanka.
Setelah ketiga anak muda itu menganggukkan kepala, energi inti segera meluber keluar dari tubuh mereka. Energi itu dialirkan ke seluruh bagian tubuh mereka, dan perlahan rasa sesak yang mengganggu pernafasan ketiga orang itu, lama kelamaan menjadi longgar. Mereka bisa bernafas lagi dengan perasaan lega.
"Ayo kita coba lagi untuk naik ke atas." ucap Aditya. Laki-laki itu menahan langkahnya dengan perasaan berat, dan berpikir jika mereka hanya akan bertahan sampai di ruangan yang ada di lantai empat. Mustahil untuk dapat menapaki ruangan yang ada di lantai-lantai yang lebih atas.
Tanpa banyak bicara, kedua orang itu segera mengikuti langkah Aditya mulai menaikkan kaki ke anak tangga untuk menuju ke atas. Mereka fokus pada perasaan dan kekuatan mereka masing-masing, karena harus menyeimbangkan antara energi, aura dan pernafasan mereka.
Aditya terkejut melihat jumlah orang-orang yang berhasil naik ke lantai empat. Jumlah orang yang berada disitu hanya dapat dihitung dengan hitungan jari. Rasa pengap yang mengganggu pernafasan kembali terasa berat begitu mereka naik ke atas. Bahkan langkah kaki juga semakin susah untuk diangkat.
"Apakah ada yang tidak beres dengan kalian?" merasa ada perbedaan pada Aditya dan Aditama, Chakra Ashanka menanyakannya pada mereka. Muka kedua saudara kakak beradik itu terlihat pucat.
"Iya Ashan..., tiba-tiba saja nafasku terasa berat, dan kaki terasa susah untuk diangkat. Semua energiku seperti tersedot habis." Aditya berkeluh kesah sama Chakra Ashanka.
"Kemarilah kalian berdua, aku akan mencoba mentransfer sebagian energiku untuk melancarkan peredaran darah kalian. Tetapi sesudahnya, kalian mengurus diri kalian sendiri." Chakra Ashanka memanggil kedua anak muda itu. Ketika keduanya sudah berada di depan anak Muda itu, Chakra Ashanka mengangkat kedua tangannya dan meletakkan di punggung kedua saudara itu.
__ADS_1
"Uufft...., longgarkan pernafasan kalian. Bersantailah..." sambil menyalurkan energi melalui punggung kedua anak muda itu, Chakra Ashanka mengarahkan keduanya. Kejadian itu berlangsung untuk beberapa saat, rasa hangat mengalir dari tangan anak muda itu dan perlahan menerobosnya ke dalam punggung Aditya dan Aditama.
Beberapa waktu dihabiskan Chakra Ashanka untuk melakukan transfer tenaga dalam untuk menambah energi Aditya dan Aditama. Setelah melihat kulit kedua anak muda itu sudah bersemburat merah, Chakra Ashanka mengakhiri transfer energinya. Anak muda itu kembali menyalurkan energi yang sudah mengalir ke kedua tangannya, dibelokkan kembali untuk masuk dan beredar ke seluruh aliran darahnya.
"Bagaimana perasaan kalian berdua, apakah sudah jauh lebih baik?" Chakra Ashanka bertanya pada kedua anak muda itu.
"Sudah terasa ringan rasanya. Terima kasih Ashan, tetapi sepertinya kami berdua sudah kehabisan energi untuk naik ke lantai yang ada di atas. Kami akan memanfaatkan kekayaan energi yang terkandung dan melimpah ruah di lantai ini. Semoga ada hasil yang bisa kami peroleh." Aditya menanggapi perkataan yang diberikan anak muda itu.
"Baiklah jika begitu.., kita jangan banyak membuang waktu. Keadaan yang kamu hadapi bukan hanya masalahmu saja. Yang lain juga merasakannya. Aku hanya cukup beruntung karena limpahan energi dari leluhurku." Chakra Ashanka tersenyum, anak muda itu berdiri dan segera mengajak kedua anak muda itu untuk segera bersiap memulai latihannya.
Tanpa banyak kata dan bicara, Aditya dan Aditama segera berdiri dan mengikuti anak muda itu. Di tempat yang sudah berisi beberapa orang, terlihat mereka cukup kewalahan mengelola aliran energi yang terus mengalir. Melihat ada satu tempat yang masih kosong, Chakra Ashanka segera mengajak kedua anak muda itu untuk segera memasukinya.
Ketiga anak muda itu akhirnya segera masuk ke dalam ruangan, dan dalam satu ruangan, ketiganya segera duduk untuk menyiapkan diri mereka. Chakra Ashanka tersenyum dan menganggukkan kepala, kemudian tanpa bicara anak Muda itu sudah masuk dan terpekur dalam posisi semedinya.
Baru saja anak muda itu merasa masuk dalam keadaan kosong, tiba-tiba sebuah pukulan berat terasa menghantam dada dan punggungnya secara bersamaan. Dengan cepat, Chakra Ashanka mengatur pernafasan dan menggunakan auranya untuk melindungi area sekitar dadanya itu. Hal ini berulang beberapa kali. Ketika baru saja beberapa saat, anak muda itu merasa bisa mengembalikan tenaga, sebuah belitan terasa menjepit tubuhnya.
******
__ADS_1