Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 291 Energi dan Aura yang Pekat


__ADS_3

Melihat serangan yang dikirimkan olehnya, dengan mudah dipatahkan oleh Chakra Ashanka, wajah laki-laki bertubuh gempal itu terlihat merah bertambah marah. Chakra Ashanka tidak mau memperhatikan laki-laki itu, anak muda itu segera berkelit dan menyusup masuk ke dalam. Tidak diduga, baru saja Chakra Ashanka akan mengeluarkan kekuatannya untuk mengolah energi dan aura yang pekat itu, laki-laki bertubuh gempal itu sudah menyusulnya masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Kamu berani menunjukkan kesombongan di depanku, anak muda? Apa kamu berpikir, hanya dengan berkelit menghindari seranganku tadi, kamu sudah bisa aku biarkan dapat mengungguliku. Kamu terlalu naif anak muda.." dengan tatapan licik, laki-laki bertubuh gempal itu kembali berbicara pada Chakra Ashanka.


Anak muda itu bukan merupakan orang yang mudah terpancing oleh provokasi, Chakra Ashanka hanya melihati orang itu sambil tersenyum. Tangan kanannya masuk ke dalam kepis, kemudian mengeluarkan naga terbang, dan tanpa sadar tangannya menyentuh kulit lembut seperti bulu binatang. Memang sampai saat ini, Chakra Ashanka belum menyadari jika tanpa sepengetahuannya, Wisanggeni sudah meletakkan SInga Ulung di dalam kepisnya, dengan maksud untuk menjaga dan mengawasinya.


Selain naga terbang yang sudah diletakkan di samping tempatnya duduk, anak muda itu juga mengeluarkan SInga Ulung dari dalam kepis. Anak muda ini memiliki gagasan, untuk menggunakan kedua binatang ini untuk menjaganya, ketika dia sedang dalam posisi semedi untuk menguatkan energi dan auranya. Tanpa perlu diminta, sesampainya di luar, Singa Ulung dengan cepat berubah wujud menjadi seekor binatang singa terbang. Mata laki-laki bertubuh gempal, yang sejak tadi memancing urusan dengan Chakra Ashanka menjadi terbelalak.


Selama ini jarang dapat ditemui, jika satu orang bisa memiliki binatang kelangenan untuk kategori binatang magic lebih dari satu. Tetapi di depannya saat ini, terlihat anak muda yang sedang berurusan dengannya memiliki dua binatang magic yang terlihat mengerikan. Satu ekor binatang singa terbang, dan satunya lagi seekor naga terbang,  Mata laki-laki itu tiba-tiba memiliki naf**su untuk ikut menguasai kedua binatang itu.


"Roarrrr...." baru saja laki-laki itu akan mendekati kedua binatang itu, aura dingin terasa berhembus dan menindas laki-laki bertubuh gempal tersebut. Dengan tatapan tajam, kedua binatang itu melihatnya dengan pandangan tidak suka. Chakra Ashanka tersenyum melihat pemandangan tersebut, dengan cepat anak muda itu mengambil posisi duduk bersila.

__ADS_1


"Ulung..., naga terbang.., aku butuh bantuan dari kalian berdua saat ini. Tandai tempat ini sebagai wilayahku untuk berlatih, dan tanpa pandang bulu.., usir semua orang yang ingin menggangguku." dengan suara tegas, Chakra Ashanka memberi perintah pada kedua binatang itu. Mata laki-laki bertubuh gempal itu terbelalak, dan ketika melihat ke arah mata kedua binatang itu, tatapan menindas membuatnya mengurungkan niat untuk mengganggu anak muda dan kedua binatang peliharaannya itu.


"Sialan.., beraninya kamu menyuruh kedua binatang ini untuk melawanku.. bangsat." laki-laki bertubuh gempal itu dengan geram, berpikir sendiri. Tanpa bicara dan dengan pandangan jengkel penuh iri dan dendam, laki-laki bertubuh gempal perlahan mundur dari tempat itu. Laki-laki itu bergeser mencari tempat lain untuk digunakannya berlatih. Melihat kepergian laki-laki itu tanpa bertarung, senyuman muncul di bibir anak muda itu. Perlahan tangannya mengusap kedua kepala binatang itu, dan akhirnya anak muda itu segera memulai posisi berlatihnya.


*********


Dua hari dihabiskan oleh Chakra Ashanka berlatih di lantai tiga ini. Ternyata energi dan aura yang pekat di lantai ini, tidak perlu diragukan lagi merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kekuatannya. Anak muda itu tidak menghiraukan kelelahan tubuhnya setelah beberapa hari menempuh perjalanan. dan akhirnya sampai di tempat tersebut. Chakra Ashanka mengeluarkan energi esensi yang sudah dia oleh di dalam perutnya, kemudian dengan kedua tangannya anak muda ini mencoba untuk memegang di tangannya. Beberapa saat membiarkan energi itu di tangannya, dengan cepat anak muda itu kembali mengalirkan kekuatan energi murni itu masuk melalui [pori-pori kulitnya.


"Ulung..., naga terbang..., aku sudah menyerap habis kekuatan di dalam ruangan ini. Sepertinya energi dan aura pekat di lantai ini, sudah tidak akan mendukung kekuatanku lagi. Aku ingin mencoba untuk naik ke lantai yang ada di lantai ke empat. Apakah kalian menyetujui keinginanku?" dengan suara lirih, anak muda itu mengajak bicara kedua binatang yang menemaninya itu. Mata Chakra Ashanka menatap pada kedua binatang itu dengan tajam,


"Roaar..., sssshh..." kedua binatang itu bersuara lirih, seakan menyetujui apa yang diinginkan oleh anak muda ini. Chakra Ashanka tersenyum, perlahan anak muda ini berdiri dan melemaskan otot-otot di pinggangnya. Duduk tidak bergerak selama dua hari penuh, ternyata cukup membuat sendi-sendi tubuhnya terasa tegang dan pegal.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Aditia dan Aditama. Apakah kedua saudara itu sudah melewati lantai ini dengan aman, dan sudah mulai naik ke lantai ke empat?? Aku akan melihatnya..." sambil mengulum senyuman di bibirnya, perlahan Chakra Ashanka keluar dari dalam ruangan yang ada di tempat paling sudut. Terlihat beberapa orang yang sedang tidak berlatih, melihat anak muda ini dengan perasaan iri. Kedua binatang magic mengikuti di belakang anak muda itu.


Di tiga kubik setelah ruangan berlatihnya, Chakra Ashanka menengok ke dalam. Terlihat Aditya dan Aditama masih berjuang keras mencoba mengendalikan esensi energi dan aura yang pekat itu. Anak muda itu tersenyum melihatnya.


"Apakah aku akan menunggu mereka terlebih dahulu.., ataukah akan meninggalkannya seperti aku meninggalkan kelompokku?" Chakra Ashanka berpikir, dia bertanya pada dirinya sendiri.


"Hmm..., mungkin sebaiknya aku menunggu mereka terlebih dahulu. Tadi kami sudah berbicara, dan memutuskan untuk bergabung dalam satu kelompok. Sembari beristirahat, aku akan menunggu sampai mereka terbangun dari semedinya. Sepertinya tidak ada masalah dan hambatan yang terjadi pada mereka, dan aku akan menanyakan pada mereka, jika mereka sudah kembali sadar." menyadari dengan perkataan sebelum mereka melakukan semedi, akhirnya anak muda itu memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.


Chakra Ashanka tidak kembali ke dalam kubiknya, tetapi anak muda itu menyandarkan punggung di penyekat kubik yang terbuat dari batu, di tempat Aditya dan Aditama berlatih. Tanpa bicara, tidak lama kemudian Chakra Ashanka sudah tertidur.


***********

__ADS_1


__ADS_2