Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 371 Pengalaman Baru


__ADS_3

Mata Chakra Ashanka bersinar cerah, melihat keberadaan Ayodya Putri yang berdiri di depannya. Rengganis dan Sekar Ratih juga tidak kalah terkejutnya. kedua perempuan itu segera melangkahkan kaki menghampiri gadis muda itu, kemudian berdiri di samping Chakra Ashanka. Tampak wajah malu-malu Ayodya Putri semakin bertambah cantik terkena sinar dari lampu yang ada di belakangnya.


"Nimas Putri.., apa yang kamu lakukan disini, ini masih dini hari..?" dengan suara terkejut, Chakra Ashanka bertanya pada gadis muda itu. Ayodya Putri tersenyum, kemudian menatap Rengganis dan Sekar ratih.


"Putri ingin ikut pergi bersama kalian, dan keluargaku sudah memberikan ijin. Tetapi itupun, jika Kang Ashan dan Bibi Rengganis mengijinkanku. Putri ingin mencari pengalaman di luar kota ini, tetapi sampai saat ini Putri belum menemukan teman yang cocok untuk pergi bersama. Bagaimana Bibi Rengganis, kang Ashan, Nimas Ratih.. apakah kalian menerima dan mengabulkan keinginanku ini?" dengan suara lirih, Ayodya Putri mengutarakan maksudnya.


Chakra Ashanka terkejut, anak muda itu menatap wajah ibundanya Rengganis untuk meminta pertimbangan dari ibundanya itu. Rengganis terdiam tidak memberi tanggapan untuk beberapa saat, tetapi kemudian terdengar perempuan itu menghela nafas.


"Nimas Putri sudah memasuki tahapan untuk memasuki tahapan dewasa, sehingga ucapannya akan menjadi tanggung jawab dari dirinya sendiri. Jika memang itu sudah menjadi kehendak dan keinginan hatimu, Bibi tidak akan melarangnya. Namun.., semua yang terjadi dalam perjalanan ini, semua akan menjadi tanggung jawab yang akan kamu pikul sendiri. Kamu tidak bisa melemparkan tanggung jawab itu kepadaku, kepada Nimas Ratih, atau bahkan kepada putraku Chakra Ashanka." dengan berat hati, Rengganis memberikan ijin pada gadis muda itu.


"Benarkah itu Bibi Rengganis..., kang Ashan dengarlah.. ternyata Bibi Rengganis memberi Putri ijin untuk ikut pergi bersama kalian. Jangan khawatir, Putri juga sudah menyiapkan semua perlengkapan yang akan Putri butuhkan selama perjalanan," dengan wajah berbinar bahagia, Ayodya Putri menyampaikan kesenangannya itu pada Chakra Ashanka.


"Ya.. segera bersiaplah. Aku juga sudah mendengarnya sendiri dari Ibunda.." sambil menelan ludah, Chakra Ashanka tidak dapat membatalkan jawaban yang keluar dari ibundanya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Chakra Ashanka segera mengeluarkan Singa Resti, dan naga terbang dari kepisnya. Kedua binatang itu segera mempersiapkan diri, dan siap untuk membawa ke empat orang itu bersamanya,


"Bunda.., Nimas Putri, dan Nimas Ratih terbang bersama dengan Singa Resti. Aku akan mengawal kalian bertiga dari belakang dengan mengendarai naga terbang. Naiklah segera.., mumpung saat ini masih terlihat malam, belum banyak orang yang keluar pada waktu-waktu seperti ini." Chakra Ashanka segera membuat pengaturan. Melihat kedua binatang dengan tubuh yang tinggi besar, mata Ayodya Putri mengerjap. Gadis muda itu sama sekali tidak menduga, jika akan mendapatkan fasilitas mengendarai binatang itu untuk meninggalkan kota ini.


"Baik putraku.. Ratih, naiklah terlebih dahulu, kemudian diikuti AYodya Putri. Bibi akan duduk paling belakang di punggung SInga Resti." setelah mendengar kata-kata dari Rengganis, Sekar Ratih segera melompat ke punggung binatang itu. Ayodya Putri terdiam sejenak, gadis itu mulai ragu-ragu, karena untuk pertama kalinya gadis itu akan pergi dengan mengendarai binatang.


"Masih ada waktu untuk membatalkan niatmu Nimas.." terdengar ucapan sarkasme dari Chakra Ashanka di sampingnya. Merasa tertantang, gadis muda itu langsung melompat ke punggung SInga Resti, dan Rengganis tersenyum dan mengikuti kedua gadis itu.


Setelah semuanya berada di atas Singa Resti, perlahan Chakra Ashanka mengusap punggung naga terbang, kemudian anak muda itu segera melompat ke atas punggung  binatang itu. Tidak lama kemudian, terlihat kedua binatang sudah menyibak kegelapan malam, terbang meninggalkan kota itu.


***********


"Kita akan langsung menuju kota Laksa, atau masih ada tempat yang akan kita singgahi Bibi..?" merasa tertarik untuk melihat dengan mata secara langsung, satu tempat yang tampak indah dari atas, Ayodya Putri pura-pura bertanya pada Rengganis.

__ADS_1


"Sekarang semua terserah padamu Nimas Putri.. Karena kamu adalah tamu kami, dan baru pertama kali mendapat kesempatan untuk terbang bersama Singa Resti, pilihan apa yang akan kamu ambil. Tanpa menjawab, kami pasti akan menyetujui keinginanmu." bukannya Rengganis tidak tahu dengan apa yang dipikirkan oleh Ayodya Putri. Perempuan itu hanya menggoda gadis itu saja.


Tidak diduga, Ayodya Putri menengadahkan wajahnya ke atas kemudian menoleh ke belakang. Gadis muda itu ingin melihat ekspresi tatapan mata dari ibunda Chakra Ashanka itu.


"Jika Bibi dan lainnya tidak keberatan, di arah depan terlihat sebuah gunung yang menjulang. Terlihat ada batu besar di sisi lereng sebelah sana. Ayodya Putri ingin melihat dan menikmati pemandangan disana secara langsung. Apakah diperbolehkan Bibi..?" dengan malu-malu, gadis itu mengutarakan keinginannya.


"Boleh Nimas Putri. Bersabarlah sebentar.., aku akan memberikan isyarat pada Singa Resti. Binatang ini yang memiliki kendali penuh atas perjalanan kita." sambil tersenyum, Rengganis menjawab pertanyaan Ayodya putri.


Rengganis mengusap punggung bagian bawah dari Singa Resti, kemudian menoleh ke belakang untuk menatap putranya Chakra Ashanka. Dari belakang, Chakra Ashanka membaca kode yang diberikan oleh ibundanya, dan dengan mengangkat ibu jari tangan kanannya, anak muda itu menyetujui apa yang diisyaratkan oleh Rengganis. tidak lama kemudian, Singa Resti mengurangi kecepatan terbangnya. Perlahan binatang itu mulai menukik turun. Terlihat wajah gembira Ayodya Putri ketika mengetahui semua menyetujui keinginannya.


Setelah beberapa saat Singa Resti menukik, akhirnya ke empat kaki binatang itu menginjakkan kakinya di atas tanah. Satu persatu semua yang ada di punggung binatang itu segera melompat turun. Tidak lama kemudian, tampak naga terbang dengan Chakra Ashanka di atasnya juga sudah mulai mendarat di atas tanah.


Rengganis dan Sekar Ratih menggerakkan kedua tangan serta pinggangnya, kedua perempuan itu meregangkan otot-otot mereka yang terasa kaku. Ayodya Putri melihat ke arah mereka, kemudian tersenyum dan mengikuti apa yang dilakukan oleh kedua perempuan itu. Chakra Ashanka mengambil tempat air, kemudian meminumnya beberapa teguk. Melihat hal itu, Sekar ratih yang sudah terbiasa dengan anak muda itu segera mendatangi anak muda itu. Tanpa ragu, Chakra Ashanka menyerahkan tempat minum pada gadis kecil itu. Di depan ketiga orang, Sekar ratih meminum air dari tempat yang diberikan anak muda itu secara langsung.

__ADS_1


Pipi Ayodya Putri memerah melihat adegan itu, baginya sangat tabu bagi seorang gadis untuk minum dari gelas atau tempat minum laki-laki. Karena sama halnya, hal itu dengan melakukan ciuman bibir secara langsung. Menyadari ketidak nyamanan gadis muda itu, Rengganis tersenyum kemudian perempuan itu mengambil tempat minum dari tangan Sekar Ratih. Tanpa ada yang mencegah, Rengganis meminum beberapa teguk minuman dari tempatnya langsung.


***********


__ADS_2