
Chakra Ashanka berjalan cepat dengan menarik tangan Ratih. Gadis kecil itu sebenarnya malu, dengan niat untuk mengabdi pada anak muda itu, sebagai balas jasa bantuan pada kedua orang tuanya, malah anak muda sudah membantunya kembali. Tetapi karena tidak ada pilihan lain, akhirnya perempuan kecil itu mengikuti apa yang diperintahkan anak muda itu.
Di sebuah pasar yang agak mendekati sebuah kota, Chakra Ashanka mengajak Ratih untuk mendatangi sebuah kedai yang menjual pakaian. Gadis kecil itu tidak mengetahui rencana yang akan dilakukan oleh anak muda itu, dia hanya mengikuti anak muda itu masuk ke dalam kedai. Sesampainya di dalam, Chakra Ashanka memanggil pelayan kedai, kemudian meminta pelayan untuk menyiapkan beberapa pakaian dengan ukuran gadis kecil itu.
"Kang Ashan..., apa yang kang Ashan lakukan..?? Ratih tidak memiliki uang untuk membayarnya kang.." ucap Ratih lirih. gadis kecil itu merasa malu dan menundukkan kepalanya,
"Jangan banyak bicara.., turuti permintaanku. Aku tidak memintamu untuk membayarnya, kamu adalah adikku, jangan terlalu banyak berpikir. Duduklah.., pelayan itu akan melayanimu." Chakra Ashanka meminta Ratih untuk diam. Dengan pandangan penuh rasa khawatir, gadis kecil itu diam. Untuk sementara dia mengikuti keinginan dari anak muda itu.
Tidak lama kemudian, pelayan berjalan keluar dengan membawa beberapa pakaian, dengan berbagai warna dan model, dengan ukuran tubuh Ratih. Mata Chakra Ashanka berbinar, kemudian menyuruh Ratih untuk mencoba ukurannya.
"Ratih.., silakan kamu coba semua pakaian ini. Dan kamu pelayan kedai.., jika semua baju ini pas dan cocok di ukuran adikku, bungkus semuanya. Aku akan membayarnya.., aku minta ijin sebentar untuk mencari jeding. AKu akan buang air terlebih dahulu.." melihat model baju yang pas untuk gadis seusia Ratih, Chakra Ashanka meminta pelayan untuk memberikan pelayanan.
"Baik kangmas..., jeding ada di samping kedai pakaian ini. Silakan gunakan untuk melepaskan hajat kangmas.." mata pelayan itu berbinar, karena tanpa diduga mereka sudah mendapatkan calon pembeli yang memiliki banyak keping uang.
Setelah memastikan Ratih masuk ruang ganti untuk mencoba pakaian, Chakra Ashanka meninggalkan perempuan kecil itu hanya dengan pelayan kedai pakaian itu. Anak muda itu segera bergegas menuju jeding yang sudah diberi tahukan oleh pelayan kedai tersebut. Tidak lama kemudian, Sekar Ratih keluar dari ruangan tempat untuk berganti pakaian. Mata pelayan tidak berkedip melihat perubahan yang terjadi pada gadis kecil itu. Seorang gadis yang tadi terlihat kucel dan kumuh, saat ini menjadi bersinar. Paras cantik gadis kecil itu terlihat bersih dengan pakaian baru yang dikenakannya.
"Bagaimana dhenok..., apakah kamu sudah selesai mencoba semuanya..? Baju yang kamu kenakan saat ini, sangat cocok dengan kulitmu, lihatlah kulitmu menjadi lebih bersinar.." pelayan memuji penampilan baru Sekar Ratih.
__ADS_1
"Cukup dua saja mbakyu.., warna hijau yang saat ini aku pakai, dan tambah satu yang warna kuning muda.." Sekar Ratih hanya memiliki dua pakaian untuknya. Gadis kecil itu berpikir, jika tidak akan menjadi silau dan serakah dengan kemudahan yang diberikan oleh Chakra Ashanka. Akan terlalu egois bagi dirinya, jika tidak memikirkan anak muda itu.
"Tapi dhenok..., kakangmas tadi memintamu untuk mencoba semuanya. Aku tidak mau mendapatkan teguran dari pembeli, hanya karena kamu tidak menginginkan baju ini." tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan, penjual berusaha merayu Sekar Ratih.
Sekar Ratih tetap tidak mau beranjak dari tempat duduknya saat ini. Gadis kecil ini tetap bersikeras hanya akan membawa dua potong baju untuknya. Pelayan diam, kemudian tanpa sepengetahuan gadis kecil itu, pelayan membungkus semua pakaian dengan ukuran yang sama untuk gadis kecil itu.
"Mbakyu... siapkan baju terbarumu untukku..!" tiba-tiba dari arah luar terdengar suara perempuan muda. Dari arah pintu masuk, terlihat seorang perempuan muda dengan dikawal oleh dua orang pengawal di belakangnya memasuki kedai tersebut.
"Oh ada Den Ayu Sukma.., silakan masuk Den Ayu. Saya akan menyiapkan baju untuk Den Ayu.., mohon untuk ditunggu sebentar." melihat kedatangan perempuan muda itu, pelayan segera meninggalkan Sekar Ratih, kemudian melayani perempuan muda bernama Sukma itu,
"Maaf Den Ayu..., itu baju sudah dipilih dan disiapkan untuk saya. Saya hanya menunggu kakak saya datang untuk membayarnya.." dengan suara tergagap, Sekar Ratih memberi tahu pada perempuan muda itu.
Perempuan muda itu melirik pada gadis kecil itu, dan dengan tatapan jijik menatap gadis kecil itu dengan meremehkan.
"Baru kamu pesan kan, belum kamu bayar kan? Jika belum.., berarti pakaian ini masih milik kedai pakaian, setiap orang memiliki hak untuk melihat dan membelinya. Apalagi melihat tubuhmu yang dekil seperti itu, aku sangsi apakah kamu memiliki keping uang atau tidak untuk membayarnya." dengan kata-kata pedas, perempuan muda bernama Sukma itu berbicara pada Sekar Ayu.
"Ada apa Den Ayu.., apakah ada masalah..?" tiba-tiba tiga pengawal perempuan muda itu menghampiri Sekar Ratih dan Sukma,
__ADS_1
"Ini ada kere yang berlagak menjadi orang kaya. Lihatlah penampilannya, penampilan dekil dan kumuh begini saja, katanya sudah memesan tumpukan pakaian ini. Begitu ditanya, sepertinya dia tidak memiliki uang untuk membayarnya." dengan mencibir, perempuan itu mengadukan Sekar Ratih pada ketiga pengawalnya.
"Berani-beraninya kamu membuat kekacauan disini, pada Den Ayu kami..?" salah satu dari pengawal menunjuk ke arah Sekar Ratih. Satu dari mereka yang lain, menarik tangan Sekar Ratih untuk membawanya keluar kedai pakaian,
"Jangan.., jangan lakukan ini padaku. Aku harus menunggu kakakku untuk menjemputku disini, silakan jika mau diambil semua pakaian itu..., tapi jangan usir aku dari sini." Sekar Ratih menghiba, memohon untuk tidak dikeluarkan dari kedai pakaian itu.
Dari dalam, mulut pelayan ternganga melihat pemandangan yang ada di depannya. Merasa sudah mendapatkan pesan dari saudara laki-laki gadis kecil itu, pelayan berlari dari dalam ruangan.
"Jangan sakiti tamu kami.., jangan sakiti dia. Gadis kecil ini sudah lebih dulu berada di kedai pakaian ini.." pelayan merentangkan kedua tangannya ke kanan dan ke kiri, menghalangi pengawal yang akan memaksa Sekar Ratih keluar.
Sekar Ratih langsung memeluk erat pelayan kedai, berusaha untuk meminta pertolongan pada pelayan tersebut. Mata Sukma terlihat merah menahan amarah, melihat bagaimana pelayan kedai menghalangi keinginannya.
"Jika kamu berani menghalangi perempuan dekil itu, maka pengawalku akan mengobrak-abrik tempat ini." terdengar suara Sukma bergema di dalam ruangan.
"Lakukan jika kamu berani melakukannya..." dari arah pintu, terdengar suara menggelegar, yang penuh dengan tindasan pada orang-orang yang mendengarnya.
*********
__ADS_1