
Chakra Ashanka mengabaikan perasaan sedang dilihati oleh banyak makhluk, anak muda itu mengikuti naga terbang masuk ke dalam goa. Baru beberapa langkah, telinga anak muda itu mendengar bunyi seperti rintihan kesakitan. Naga terbang semakin masuk ke dalam goa, dan di sudut goa terlihat seekor naga besar berada di pinggir dinding goa. Mata naga itu seperti menyiratkan kesedihan, tetapi Chakra Ashanka berdiri dan hanya melihat ke arah binatang itu.
"Apakah aku akan kesana, tetapi saat ini tidak ada ayahnda. Tidak akan yang membantuku jika naga itu mengamuk dan membuat masalah padaku. Naga terbang yang kita temukan badannya lebih kecil, tidak sebanding dengan naga yang ada di sudut ruangan itu." Chakra Ashanka berpikir sendiri, anak muda itu mempertimbangkan keselamatan dan pertolongan untuknya yang belum dia temukan. Sambil menunggu naga terbang, anak muda itu berdiri di dekat pintu kelar dari dalam goa.
Tiba-tiba tidak diduga, naga terbang kembali berjalan menuju ke arah anak muda itu. Binatang itu mengegsek-gesekkan kepalanya ke kaki Chakra Ashanka, dan anak muda itu merasa kebingungan. Tetapi melihat tatapan sendu binatang itu, akhirnya anak muda itu berlahan menghampiri naga yang sedang kesakitan itu. Di depan naga itu, Chakra Ashanka membungkukkan tubuhnya ke bawah, kemudian perlahan anak muda itu berjongkok di depan naga tersebut.
Dahi anak muda itu berkerut, ternyata ada luka di bagian belakang naga tersebut, sebuah anak panah yang terbuat dari perak tertancap di dekat kepala binatang itu. Selain luka tersebut, ,mata Chakra Ashanka juga melihat ke arah perut binatang itu, dan perut itu terlihat besar, sepertinya naga itu sedang mengalami kehamilan.
"Ternyata naga ini seperti naga yang hidup di laut, tidak bertelur tetapi mengandung bayi naga secara langsung. Tampaknya binatang ini terluka parah, aku harus segera menolongnya." melihat penderitaan yang dialami naga itu, Chakra Ashanka tidak bisa tinggal diam. Muncul belas kasihan dalam hatinya yang paling dalam.., laki-laki itu mengeluarkan pil dari dalam kepis kemudian memasukkan ke mulut binatang itu.
"Tahan sedikit rasa sakitnya naga..., aku akan mencoba untuk mencabut anak panah yang tertancap di belakang tubuhmu." ucap anak muda itu pelan, sambil mengusap kulit naga di bagian punggung.
__ADS_1
Setelah memberi tahu naga tersebut, Chakra Ashanka mengeluarkan energi intinya, kemudian tangannya memegang anak panah perak di tubuh naga tersebut. Sambil mengerahkan kesaktian, anak muda itu mencabut anak panah itu dengan sekuat tenaga, Keringat tampak mengalir deras di tubuh anak muda itu, tetapi Chakra Ashanka terus berusaha untuk mencabut anak panah yang seperti sudah menyatu dengan kulit naga tersebut.
Tiba-tiba perut naga itu bergerak-gerak mengarah ke bawah. Mata naga itu seperti meminta Chakra Ashanka untuk menghentikan upayanya mencabut anak panah tersebut, kemudiah beralih pandangan ke perutnya. Seperti ada yang menggerakkannya, tangan Chakra Ashanka mengusap perut naga itu secara perlahan, kemudian mendorong perutnya ke bawah. Binatang itu menahan rasa sakit teramat sangat, tetapi anak muda itu terus mendorong perut binatang itu.
Tidak lama kemudian, setelah beberapa waktu, keluar tiga naga kecil dari perut naga tersebut. Chakra Ashanka mengangkat ketiga naga kecil yang terlihat sangat menurut kepadanya, kemudian menunjukkan pada binatang itu. Terlihat kebahagiaan terlintas di mata binatang itu, dan setelah melihat sebentar pada bayi-bayi naga yang baru saja dilahirkannya, mata naga itu tiba-tiba menutup. Chakra Ashanka merasa tersentak, tangannya meletakkan ketiga naga kecil itu di lantai goa, dan mengusap tubuh naga besar itu.
**********
"Ha..., ha..., ha.., ternyata menjadi keberuntungan bagi kita semua. Anak muda itu sudah berhasil membantu naga yang sudah kita lumpuhkan melahirkan bayi naga, Kita bisa memaksa anak muda itu untuk memberikannya pada kita, dan juga naga yang berjalan ke arah kita saat ini." salah satu orang yang berada di pintu goa berteriak. Chakra Ashanka diam, kedua tangannya segera menyembunyikan ketiga bayi naga itu di belakangnya.
Mata naga terbang menatap orang-orang di depan pintu goa dengan tatapan marah. Tetapi orang-orang itu malah melihatnya dengan tertawa terbahak-bahak. Tidak diduga..., naga terbang itu segera melompat terbang dan membuka mulutnya, dan api menyembur dari mulut binatang itu. Melihat binatang itu mengamuk, para tokoh persilatan itu segera mundur ke belakang. Beberapa di antaranya menyiapkan anak panah dengan besi yang dilapisi perak di luarnya. Benda tajam yang dilapisi perak atau emas memang dapat melukai binatang naga terbang itu. Jika hanya menggunakan anak panah biasa, maka naga terbang tidak akan dapat terluka.
__ADS_1
"Mundurlah naga terbang.., kamu bukan lawan dari manusia-manusia serakah itu. Biar aku saja yang akan menghadapi mereka. Temani binatang-binatang ini..!" sambil berjalan ke arah pintu goa, Chakra Ashanka berbicara pada naga terbang itu. Binatang itu menatap pada anak muda itu, tetapi Chakra Ashanka hanya menganggukkan kepala.
"Ha..., ha..., ha..., anak muda ini membilangi kita sebagai manusia serakah... Dia tidak melihat pada dirinya sendiri, satu orang memegang empat ekor naga terbang, siapakah yang serakah, dia atau kita... ha... ha.., ha..." mendengar perkataan Chakra Ashanka, orang-orang itu malah tertawa terbahak-bahak.
Anak muda itu bersiaga dan menatap mata orang-orang yang ada di sekitar goa dengan tatapan kebencian. Anak muda itu memang tidak menyukai penindasan, dan di depan matanya dia melihat sendiri bagaimana orang-orang itu melakukan penindasan pada binatang yang sedang mengandung. Mereka tega melakukan pembunuhan terhadapnya.
"Apa yang Ki sanak inginkan di tempat ini..? Beri aku jalan, aku akan melewati pintu goa ini?"tanpa senyum sedikitpun, Chakra Ashanka meminta ijin untuk keluar dari tempat itu.
"Tidak perlu mengalihkan perhatian kami anak muda.., serahkan bayi-bayi naga itu kepada kami. Maka kami akan membiarkan bebas untuk meninggalkan tempat ini." jawab salah satu tokoh tersebut. Chakra Ashanka hanya tersenyum sinis, matanya menatap orang-orang itu satu persatu.
"Hanya dalam mimpi kalian, jika aku menyerahkan kaum yang tertindas kepada kalian semua. Hadapi aku, atau pergilah dari tempat ini segera." dengan nada tinggi, Chakra Ashanka menanggapi perkataan para tokoh tersebut.
__ADS_1
************