
Dari kursi kayu tempatnya duduk, Chakra Ashanka tersenyum melihat kedatangan Sekar Ratih. Memang sudah beberapa hari, anak muda itu merasa jika sudah mengabaikan keberadaan teman-temannya itu. Kesibukan melakukan pembenahan dan mengatur tata cara baru di kerajaan, sudah banyak menyita waktu dan kesibukannya. Sehingga, beberapa kali kedua gadis itu mendatanginya di tempat anak muda itu tinggal, selalu tidak bisa bertemu. Jikapun ada, Chakra Ashanka sedang dalam keadaan istirahat, dan kedua gadis itu segan atau sungkan untuk mengganggu waktu istirahatnya.
"Kang Ashan.. Raja Bahdra,, apakah kedatangan kami ke Kraton ini mengganggu kegiatan kalian berdua..?" sebelum lebih berjalan mendekati kedua anak muda itu, Sekar Ratih bertanya terlebih dulu pada mereka. Gadis itu memang tidak merasa canggung atas keberadaan dua anak muda di depannya itu. Tinggal dan bahkan melakukan perjalanan dengan anak muda itu, sudah membuatnya tidak ada batas dengan Chakra Ashanka,
Chakra Ashanka tersenyum mendengar pertanyaan itu, dan Bhadra Arsyanendra yang duduk di samping anak muda itu, ikut menoleh ke arah kedua gadis itu datang. Senyuman juga muncul di bibir raja kerajaan Logandheng itu, melihat kedatangan kedua gadis ke tempat mereka.
"Apa yang kamu katakan Nimas Ratih.. kemarilah. Kakang juga sangat merindukanmu, sudah beberapa waktu kamu tidak pernah datang menghiburku, dan menghilangkan kepenatanku.." tanpa merasa malu, Chakra Ashanka menyambut baik kedatangan Sekar Ratih. Anak muda itu berdiri dari tempat duduknya menghadap ke atah kedatangan teman gadisnya itu. Senyuman dan tatapan anak muda itu terpukau pada gadis itu, dan bahkan terkesan mengabaikan keberadaan Ayodya Putri di belakang Sekar Ratih.
Sekar Ratih datang, dan sebelum menghampiri Chakra Ashanka, gadis itu akan mengangkat tangan untuk memberikan sungkem pada raja Bhadra Arsyanendra, tapi dengan sigap Bhadra Arsyanendra menurunkan tangan gadis itu. Chakra Ashanka segera melepaskan tangan raja kerajaan Logandheng itu dari pergelangan tangan Sekar Ratih. Mata laki-laki itu menatap tajam ke arah Bhadra Arsyanendra
"Kang Ashan... jangan salah sangka dengan sikapku pada Nimas Ratih.. Gadis ini sepertinya melupakan apa yang sudah pernah kita pernjanjikan, jika di luar Sitihinggil atau pagelara, aku masih Bhadra Arsyanendra teman kalian. Jadi aku memegang tangan Nimas Ratih, untuk mencegahnya gadis ini memberikan sungkemnya kepadaku.. Begitu cemburunya kang Ashan.. apakah memang sudah ada kepastian dari kalian berdua.." Bhadra Arsyanendra tersenyum menggoda Chakra Ashanka.
Pipi Sekar Ratih merah menahan malu, dan gadis itu segera menghampiri Chakra Ashanka, kemudian duduk di samping anak muda itu. Dari belakang, Ayodya Putri melihat kedekatan hubungan ketiga anak muda di depannya itu dengan perasaan tidak nyaman dan tidak karuan. Dengan bersusah payah, perempuan itu berusaha menekan perasaanya. Tetapi untungnya, Sekar Rtaih segera menyadarinya..
__ADS_1
"Nimas Putri.. kemarilah. Kamu bisa duduk di dekatku, atau di samping Raden Bhadra..." Sekar Ratih meminta Ayodya Putri untuk segera menduduki kursi tempat duduknya.
"Baik Nimas Ratih..." Ayodya Putri tergagap, tetapi dengan segera gadis itu menghilangkan rasa ketidak nyamanan itu. Ayodya Putri segera melangkahkan kaki, kemudian duduk di samping Sekar Putri.
Tiba-tiba tanpa ada sebab, Bhadra Arsyanendra tersenyum melihat ketiga anak muda yang duduk di depannya itu. Sekar Ratih bingung, kemudian menyenggol lengan Chakra Ashanka.,
"Hilangkan pikiran buruk dan tatapanmu dari kami bertiga Bhadra.. atau aku akan memberikan pelajaran kepadamu.." tiba-tiba Chakra Ashanka berbicara dengan nada sedikit keras, tatapan matanya tajam menatap anak muda yang duduk di depannya itu.
Tetapi belum sampai Chakra Ashanka menanggapi perkataan Bhadra Arsyanendra, tiba-tiba Sekar Ratih sudah berdiri, kemudian gadis itu melangkah maju, dan duduk di samping Bhadra Arsyanendra. Terlihat raja muda kerajaan Logandheng itu terkejut, dan menatap dengan tatapan tidak bersalah pada laki-laki yang duduk di depannya dengan Ayodya Putri itu.
"Hmm.. rupanya seperti ini yang kamu inginkan Bhadra.." terlihat Chakra Ashanka berkata dengan nada datar.
"Tidak.. tidak.. jangan salah paham kepada kami kang Ashan.. Tidak ada hubungan apapun antara aku dengan Nimas Ratih, bukankah benar demikian Nimas Ratih.." Bhadra Arsyanendra merasa serba salah. Anak muda itu meminta dukungan pada gadis yang ada di sampingnya kali ini.
__ADS_1
"Demikian apanya Raja Bhadra.. apakah kanjeng SInuhun akan mengingkarinya, Bukankah, jika tidak ada kang Ashan disini, kanjeng SInuhun selalu berusaha merayu Nimas.." tidak diduga, Sekar Ratih ikut memanasi suasana. Gadis itu ikut mengerjai raja muda kerajaan Logandheng itu.
Dari depan, Ayodya Putri hanya tersenyum melihat suasana yang terjalin akrab secara alami itu. Tinggal dan hidup bersama mereka, ternyata sudah banyak memberi warna baru dalam pengalaman yang didapatkan Ayodya Putri. Tidak ada kepura-puraan, kepalsuan.., mereka berhubungan tanpa ada apa-apanya, semuanya didasarkan pada rasa ketulusan sebagai seorang teman, sahabat dan juga sebagai seorang saudara.
"Ampun.. ampun.. kang Ashan.. Tetapi ngomong-ngomong, apakah memang sudah ada kepastian mengenai hubungan kalian berdua. Karena kang Ashan sudah sedemikian perlindungannya untuk menjaga Nimas Ratih.." tanpa berhenti, Bhadra Arsyanendra terus menggoda Chakra Ashanka. Tetapi sedikitpun, anak muda di depannya itu tidak sedikitpun merasa malu. Chakra Ashanka tetap datar menatap ke depan.
"Hmm.. bagiku Rayi.. Tidak perlu ada kata-kata di antara kami berdua. Sikap dan perbuatanku terhadapnya, sudah dengan jelas menunjukkan rasa dan perasaanku terhadap gadis ini. Dan perlu kalian ketahui semuanya.. jika aku tidak begitu suka dengan kata penolakan. Semua akan berjalan sesuai dengan kehendakku, atau menjadi tidak sama sekali.." tidak disangka, semua yang ada disitu terkejut dengan penryataan Chakra Ashanka,
Sekar Ratih yang sejak tadi terlibat dalam kejadian konyol ini, menundukkan kepala ke bawah. Tiba-tiba saja gadis itu merasa malu, dan hatinya berdetak keras. Sedangkan AYodya Putri menjadi serba salah. Dari awal kepergiannya mengikuti perjalanan Chakra Ashanka dan Sekar Ratih, dengan memendam harapan suatu ketika anak muda itu akan memintanya. Tetapi perkataannya di waktu sore ini, dengan tanpa ada perasaan sudah meluluh lantakkan harapannya,
"Sudah.. sudah.. ganti topik. Sejak tadi kita bicara tidak ada manfaat dan juntrungannya, aku juga ingin ikut menikmati minuman dan kudapan ini. Bukankah begitu NImas Putri.. ambillah cangkir ini dan isi dengan minuman hangat ini.. Kita abaikan dua laki-laki yang sejak tadi ga jelas ini.." dengan cepat, Sekar Ratih mencoba mengalihkan suasana. Gadis itu mengajak Ayodya Putri untuk menikmati minuman hangat dan kudapan yang sudah tersaji di depan mereka.
**********
__ADS_1