
Setelah memantapkan hati dan pikirannya, Chakra Ashanka mempersiapkan diri untuk pergi meninggalkan Trah Bhirawa pada dini hari. Wisanggeni dan Rengganis juga sudah memberikan ijin untuk putranya yang akan kembali pulang terlebih dahulu. Pasangan suami istri itu juga mengijinkan Chakra Ashanka untuk pergi bersama dengan membawa Sekar Ratih. Gadis kecil itu sangat bisa diandalkan untuk memperhatikan dan memberikan bantuan pada putranya.
Dari senthong tempatnya istirahat, Chakra Ashanka membuka pintu dan berjalan keluar dari dalam. Halaman dan lingkungan di sekitar tempat itu sangat sepi. Hanya suara binatang malam yang terdengar mengisi kesunyian malam. Setelah menghirup udara sebentar, laki-laki itu bergegas menuju ke senthong tempat istimewa Sekar Ratih. Sejak tadi malam, anak muda itu sudah memberi tahu pada gadis itu jika dini hari akan mengajaknya pergi.
"Miaaaw..." seekor kucing menyingkir dari jalan yang dilewati anak muda itu.
Chakra Ashanka tersenyum, anak muda itu membungkukkan badan kemudian mengangguk tubuh binatang itu dan membawanya pergi. Tangan kanannya mengusap-usap kepala binatang itu, kemudian setelah sampai di depan senthong Sekar Ratih, anak muda itu melepaskan binatang itu kembali.
"Krettt.." belum sampai Chakra Ashanka mengetik pintu kamar, pintu sudah dibuka dari dalam.
Yang mengejutkan laki-laki itu,. bukannya Sekar Ratih yang muncul dari balik pintu, melainkan Ayodya Putri. Tatapan anak muda itu melihat tajam ke wajah gadis itu. Belum sampai Chakra Ashanka membuka mulut untuk bertanya pada gadis itu, muncullah Sekar Ratih di belakang gadis Muda itu.
"Kakang.., maafkan Ratih, karena tidak mampu menolak keinginan Nimas Putri yang akan ikut bersama kita." merasa bersalah sudah mengijinkan Ayodya Putri bersamanya, Sekar Ratih meminta maaf pada Chakra Ashanka.
Chakra Ashanka memandang kedua gadis itu dengan perasaan kesal. Namun ketika pikiran laki-laki itu kembali pada saat dia dan ibundanya setuju untuk mengajar gadis itu, akhirnya anak muda itu hanya diam.
"Tapi ingat Nimas Putri.. jika dalam perjalanan nanti kamu melakukan sebuah kesalahan, sekecil apapun.. maka aku tidak akan mentolerir. Ingat itu, hati-hati dengan sikap dan perbuatanmu ke depan nantinya." dengan suara tegas, Chakra Ashanka membuat peringatan.
Ayodya Putri bertatapan dengan Sekar Ratih, dan keduanya saling menganggukkan kepala. Kemudian kedua gadis itu segera keluar dari dalam senthong, kemudian mengikuti langkah anak muda itu ke depan. Karena merasa dingin, kedua gadis itu bersedekap sambil mempercepat langkah mereka mengejar Chakra Ashanka.
__ADS_1
"Di halaman depan, kedua gadis itu melihat Singa Resti dan Naga terbang sudah siap menunggu kedatangan mereka. Keduanya saling bertatapan, kemudian memberanikan diri untuk melihat ke arah anak muda itu. Chakra Ashanka berhenti di depan mereka berdua.
"Kalian berdua terbang bersama Singa Resti, dan aku akan bersama dengan naga terbang. Jangan membuat ulah selama perjalanan atau binatang itu akan melempar kalian ke bawah." dengan nada sedikit keras, anak muda itu berbicara pada kedua gadis itu.
"Baik Kang Ashan.. kami akan menuruti kemauan dan perintah kakang." Sekar Ratih menanggapi perkataan anak muda itu. Sedangkan Ayodya Putri hanya terdiam namun menganggukkan kepala.
Setelah sampai di depan kedua binatang itu, perlahan anak muda itu mengusap kepala kedua binatang dan mengajaknya berbincang. Kedua gadis itu tidak melakukan apapun, mereka hanya melihat pemain itu dengan muka takjub. Tidak lama kemudian, tubuh Chakra Ashanka sudah berada di atas punggung naga terbang. Tanpa banyak bicara, Sekar Ratih dan Ayodya Putri mengikutinya jejak anak muda itu, keduanya segera melompat ke punggung Singa'Resti.
********
Sampai tengah hari, Chakra Ashanka belum menawarkan istirahat pada kedua gadis muda itu. Bahkan anak muda itu sedikitpun tidak mengajak mereka untuk berbicara. Muncul keusilan dalam dirinya untuk menguji kekuatan dan ketangguhan kedua gadis yang memutuskan untuk pergi bersamanya itu.
Di depan sebuah kedai makan, naga terbang menginjakkan kakinya di atas tanah. Tidak lama kemudian, singa itu juga mengikutinya. Melihat Chakra Ashanka sudah melompat turun, Sekar Ratih segera melompat mengikuti arah anak muda itu.
"Kakang..., kang Ashan. Tunjukkan salah dan kekeliruan Ratih ada dimana! Sejak tadi, kakang tidak pernah sedikitpun mengajak Ratih bicara. Seakan-akan Ratih sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal." tidak diduga, Sekar Ratih mengejar langkah Chakra Ashanka. Sambil bergelayut di salah satu lengan laki-laki itu, gadis itu mengajaknya bicara.
Anak muda itu terus mendiamkannya, tetapi gadis itu tidak kurang usaha untuk membuat anak muda itu bicara. Tiba-tiba seperti tidak sengaja, gadis itu menjatuhkan kaki ke bawah seolah-olah sedang tersandung.
"Aaakkh.. sakit.." teriakan gadis itu membuat Chakra Ashanka terkejut. Dengan reflek, laki-laki itu menoleh dan mengangkat tubuh Sekar Ratih ke atas. Tatapan mata kedua anak muda itu bersinggungan, dan gadis itu tersenyum malu dan menolehkan kepalanya.
__ADS_1
"Nimas.., Nimas Ratih maafkan aku. Apakah sakit?" dengan penuh rasa khawatir, Chakra Ashanka mengamati kaki gadis itu.
Ayodya Putri terkejut, dan membandingkan perlakuan laki-laki itu terhadapnya, dan Sekar Ratih. Gadis muda itu merasakan perbedaan jauh antara dirinya dengan gadis yang saat ini berada dalam gendongan laki-laki itu. Tampak kecemburuan melintas di mata Ayodya Putri, namun gadis itu hanya bisa tersenyum kecut.
Setelah melakukan pengamatan pada kondisi Sekar Ratih, anak muda itu baru tersadar jika saat ini, gadis itu sukses sudah mengerjainya. Tetapi belum sampai kemarahannya meledak, Sekar Ratih sudah merosot turun dari gendongan Chakra Ashanka dan menutup mukanya dengan menggunakan kedua tangannya.
"Mmmm.. sudah semakin berani kepadaku ya sekarang.." ucap Chakra Ashanka datar
"Ampun kang.., ampuni Ratih. Habisnya kakang sejak tadi mendiamkan kami berdua, tanpa jelas menyampaikan apa yang menjadi kesalahan kami." dengan tatapan polos, gadis itu meminta ampun pada anak muda itu.
Chakra Ashanka melihat ke arah Sekar Ratih beberapa saat, tetapi akhirnya senyum muncul juga di wajah laki-laki itu. Tangan anak muda itu mengacak-acak rambut Sekar Ratih, dan keduanya tertawa bersama.
"Ha.. ha.. ha.. ternyata sangat mudah untuk melunakkan kang Ashan." ucap Sekar Ratih.
Melihat keakraban kedua orang di depannya itu, Ayodya Putri menjadi merasa tidak enak. Gadis muda itu membalikan badannya untuk meninggalkan kedua orang itu.
"Nimas Putri.. kemarilah." Ayodya Putri terkejut mendengar panggilan Chakra Ashanka untuknya.
********
__ADS_1