
Beberapa saat Chakra Ashanka dan ketiga temannya beristirahat di dalam goa. Mereka meluruskan kaki dan tubuh mereka yang pegal-pegal, karena belum terbiasa melakukan perjalanan jauh. Di sudut Goa.., terlihat Chakra Ashanka sedang melakukan semedi. Anak muda itu merasakan ada tekanan energi gelap, yang mendekati tempatnya berada. Untuk menghilangkan tekanan yang bisa berdampak kerugian pada teman-temannya, Chakra Ashanka memilih untuk menggunakan energinya menangkal pengaruh negatif dari energi gelap tersebut.
"Hmmm..., tangguh juga tenagamu anak muda.." terdengar suara gumaman laki-laki tua yang mencoba menggoyahkan semedi anak muda itu. Chakra Ashanka tetap terdiam, mencoba untuk menahan pengaruh negatif itu agar tidak berdampak buruk pada dirinya. Kekuatan dari dalam tubuhnya, tiba-tiba membanjir keluar dengan deras.
"Sialan..., tenaga dari mana ini. Bagaimana anak muda ini bisa memiliki kekuatan sebesar ini. Di usiaku yang sudah tua ini, apalagi tanpa raga yang membungkus rohku.., aku merasa sulit untuk masuk dan mengendalikan anak muda ini." suara keluhan dari laki-laki tua kembali terdengar. Anak muda itu bukannya tidak mendengar suara-suara itu, tetapi Chakra Ashanka memang sebisa mungkin membungkus suara itu dengan kekuatannya. Laki-laki muda itu tidak ingin, suara laki-laki tua yang tidak terlihat itu terdengar di telinga ketiga temannya. Bukannya mereka akan membantu, tetapi ketiganya malah akan ketakutan dan mendekat ke arahnya. Jika hal itu terjadi, bukannya semakin mudah mengendalikan kekuatan gelap roh itu, tetapi malah akan mempersulitnya.
Tiba-tiba Chakra Ashanka menarik energi intinya keluar dari dalam tubuhnya, energi murni itu dengan deras melapisi aura batin yang sudah dikeluarkannya terlebih dulu. Tangan anak muda itu di tarik ke atas, kemudian dengan cepat ditarik kembali ke bawah. Tanpa melihat, dengan tetap memejamkan mata, telapak tangan kanan Chakra Ashanka terlihat membuat dorongan keras ke depan.
"Uftt..., hups..." dengan deras, energi yang kaya akan aura inti terlepas keluar dari telapak tangan anak muda itu.
"Sialan..., energi anak muda itu semakin menekanku. Jika aku tidak memiliki raga untuk aku masuki.., aku akan tersudut oleh energinya." aliran deras energi Chakra Ashanka terus menyerang dan mengurung kekuatan roh yang menghuni di dalam gua itu, Sebenarnya, roh itu ingin masuk dan menguasai tubuh laki-laki muda itu, tetapi sifat energi keduanya bertolak belakang. Lama roh itu menunggu munculnya orang sakti yang masuk ke goa tersebut, dan menggunakan tubuhnya untuk menyusupkan rohnya. Tetapi kali ini, roh itu bertemu dengan lawan yang tangguh. Semakin lama, aliran energi dan aura batin Chakra Ashanka semakin deras mengarah dan menyedot kekuatan dari roh tersebut, yang akhirnya...
__ADS_1
"Aku harus segera merelakan goa ini untuk dijadikan tempat beristirahat bagi anak-anak muda ini, jika tidak maka rohku akan terbakar dan hancur. Lihat saja anak muda.., aku akan menuntut balas jika aku sudah menemukan sebuah jasad untuk meletakkan rohku kembali. Aakhh...." dengan cepat roh itu melesat keluar meninggalkan goa itu. Anak muda itu masih terus mengeluarkan energinya untuk membersihkan kekuatan negatif yang masih menyelubungi tempat itu.
Setelah beberapa saat, Chakra Ashanka merasakan tekanan berat energi di dalam goa itu mulai menipis dan akhirnya menghilang. Anak muda itu mengembalikan energi dan aura ke dalam tubuhnya, kemudian perlahan membuka matanya. Senyuman muncul di bibir anak muda itu..
"Untunglah... pertarungan energi kami tidak mengganggu istirahat anak-anak muda itu." Chakra Ashanka bergumam lirih. Setelah merasakan energi dan auranya kembali stabil seperti sedia kala, anak muda itu mengakhiri semedinya. Perlahan Chakra Ashanka berdiri dan berjalan ke gua bagian luar. Matahari yang bersinar terlihat sangat terik, meskipun sinar panasnya terhalang oleh rimbunnya daun-daunan dari pohon-pohon yang ada di hutan itu.
***********
"Sayogyo.., apakah Chakra Ashanka meninggalkan kita bertiga disini..?" dengan rasa khawatir, Tarjono bertanya pada Sayogyo. Berada di tengah hutan lebat seperti itu, muncul ketakutan dan kegamangan di hati mereka. Melihat ke sekitar, di tengah pohon-pohon besar dan tinggi, mereka betul-betul merasa bukan apa-apa.
"Hilangkan rasa khawatirmu Tarjono.., kamu malah menakuti kami. Ingat.., bagaimana perjuangan anak muda itu untuk membawamu dan kita berlatih ke perguruan di Gunung Jambu, Bahkan Ashan rela berpisah dengan kedua orang tuanya, hanya karena ingin membawa kita. Tidak mungkin jika Ashan akan meninggalkan kita bertiga di tengah hutan ini." Prastowo menenangkan Tarjono, sebenarnya di lubuk hatinya, juga muncul kekhawatiran jika anak muda itu pergi meninggalkannya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Baiklah.., kita akan menunggunya beberapa saat disini." ucap Tarjono. Akhirnya ketiga laki-laki itu mencoba berpikiran positif dan meyakini jika Chakra Ashanka akan kembali datang ke goa ini. Pada saat mereka pertama kali masuk ke dalam goa, aura ketakutan menyelimuti mereka, tetapi ketika mereka terbangun, suasana goa menjadi dingin dan menyejukkan.
"Aku pernah melihat.., di sebelah sana ada goa yang bisa kita gunakan untuk bersembunyi sementara. Kita bisa memanfaatkan tempat itu sebagai tempat kita bersembunyi, dan menyusun kekuatan baru." tiba-tiba terdengar suara tapak kaki beberapa orang menuju ke arah Tarjono dan kawan-kawan. Ketiga anak muda itu saling berpandangan, semula mereka mengira jika itu adalah suara Chakra Ashanka, tetapi ternyata suara tapak kaki itu lebih dari satu orang.
"Prastowo.., Tarjono.., apakah kamu mendengarnya..?" Sayogyo berbisik kepada dua teman yang ada di belakangnya. Kedua anak muda itu mengangguk, dan Sayogyo memundurkan langkahnya ke belakang. Ketiga anak muda itu bersiap membuat sebuah pertahanan kuda-kuda.
"Ha..., ha..., ha... Kandar... lihatlah di depan sana! Ternyata merupakan kehormatan bagi kita kali ini, ada orang yang menyambut kedatangan kita dengan terbuka.." tiba-tiba terlihat ada lima orang yang tertawa terbahak-bahak melihat pada ketiga anak muda itu. Dilihat dari penampilan mereka, dan cara mereka memegang senjata, terlihat jika mereka bukan orang baik.baik.
"Benar..., lumayan kita sore ini. Akan ada orang yang menyiapkan makanan untuk kita, dan memijat tubuh kita kali ini., Ha..ha..., ha..." salah satu dari orang tersebut semakin tertawa keras. Kelima orang itu dengan tatapan nanar melangkah mendekati ketiga anak muda itu, kemudian mengelilingi mereka.
"Bersikap baiklah kalian ..., jika kalian mau kami bersikap sopan terhadap kalian.." Sayogyo maju ke depan, tanpa takut laki-laki itu menanggapi kelima orang yang menatap mereka dengan tatapan nanar.
__ADS_1
**********