Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 366 Kekacauan


__ADS_3

Ayodya Putri menoleh ke arah sumber suara, dan ketika ada seorang gadis muda tersenyum cerah menghampiri anak muda di depannya itu, reaksinya jadi tidak menyenangkan. Apalagi dengan cepat, Chakra Ashanka juga mengalihkan pandangannya dari Ayodya Putri menuju ke Sekar Ratih.


"Kang Ashan dari mana? Bibi Rengganis sejak tadi menanyakan keberadaan kakang." Sekar Ratih langsung bertanggung pada anak muda itu.


"Tadi aku ada urusan sebentar Ratih.., berjalan-jalan di jalan yang tadi. Ada dimana saat ini ibunda berada?" dengan cepat, anak muda itu melupakan keberadaan Ayodya Putri. Tangan kanannya mengusap kepala Sekar Ratih perlahan, dan gadis kecil itu terlihat sangat senang mendapat perlakuan itu dari anak muda itu.


"Bibi Ratih saat ini sedang beristirahat, setelah tadi beberapa saat menghabiskan waktu untuk mengatur energi pernafasannya. Melihat bibir tidur, akhirnya Ratih berani untuk keluar dari dalam kamar." gadis itu menanggapi perkataan Chakra Ashanka.


Muka Ayodya Putri seperti sedang ditekuk, melihat bagaimana kehadiran gadis kecil itu dapat mengalihkan perhatian Chakra Ashanka darinya. Melihat keakraban anak muda dan gadis muda itu di depannya, emosi gadis itu seperti kembali terpompa naik.


"Uhuk.. uhuk..., apakah kang Ashan lupa jika masih ada Putri disini?" merasa jengkel dengan apa yang ada di depannya, Ayodya Putri pura-pura terbatuk-batuk.


Chakra Ashanka dan Sekar Ratih menoleh dan mengarahkannya pandangan pada gadis Muda itu.


"Ternyata kamu masih berada di sini, aku pikir kamu sudah berlalu pergi meninggalkan aku." dengan wajah datar seperti tidak merasa bersalah, Chakra Ashanka kembali menghadap ke arah Ayodya Putri. Sekar Ratih melihat ke arah gadis muda itu dengan pandangan kurang suka.


"Apakah begitu cepatnya kang Ashan mengabaikan Putri? Bukannya tadi kita sedang berbicara, dan gadis kecil.ini mengganggu pembicaraan kita." dengan tatapan sinis seperti mengisyaratkan rasa cemburu, Ayodya Putri berbicara sedikit ketus.


Merasa sudah memberi pelajaran pada Ayodya Putri sejak tadi, akhirnya Chakra Ashanka jatuh kasihan terhadap gadis itu.


"Baiklah.., jika kamu belum mau kembali ke tempat asalmu, tidak enak kita menjadi objek tontonan orang sejak tadi. Kita duduk di kedai minuman yang ada dalam penginapan ini. Kenalkan Putri, gadis kecil ini adalah adikku yang bernama Sekar Ratih. Panggil dia dengan sebutan Ratih." anak muda itu mengenalkan Sekar Ratih sebagai adiknya, dan raut wajah gadis kecil itu menjadi berubah.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Chakra Ashanka tentang Sekar Ratih, dengan cepat raut wajah Ayodya Putri kembali terlihat cerah. Ketiga orang itu akhirnya berjalan menuju kedai minuman, dan ternyata para pengawal Ayodya Putri sudah menyiapkan tempat untuk mereka.


*******


Di luar penginapan


Dua orang yang tadi bertarung dengan Chakra Ashanka karena Ayodya Putri, tiba-tiba sudah datang ke depan penginapan. Kali ini kedatangannya tidak sendiri, melainkan ditemani oleh lima orang laki-laki lain, dan satu laki-laki yang berpakaian mewah.


Kedatangan beberapa orang itu menimbulkan kericuhan, karena dengan pongahnya mereka akan membuat keributan jika ada orang yang mereka pikir menghalangi mereka. Dengan tatapan tajam dan penuh ekspresi kemarahan, mereka mengedarkan pandangan ke sekeliling penginapan.


"Bagaimana juragan.., apakah kita akan mengacaukan tempat ini, atau menanyakan informasi terlebih dahulu dengan pemilik penginapan?" salah satu dari para pengawal bertanya pada laki-laki yang berpakaian mewah tersebut.


"Kami melihat para pengawal Den Ayu Ayodya Putri berada di sekitar penginapan ini juragan. Lihatlah dua laki-laki yang tampak bersiap di bagian depan itu. Mereka pengawal gadis muda itu Juragan, dan kami yakin Den Ayu juga sedang berada di dalam penginapan itu." melihat keberadaan para pengawal Ayodya Putri, orang-orang itu menyimpulkan.


"Jika begitu.. tunggu apalagi. Ayo kita segera cari mereka.." tanpa berlama-lama, laki-laki itu memasuki bagian depan pengiriman dengan beberapa orang bersamanya. Penjaga keamanan penginapan bergegas berlari dan menghalangi langkah mereka, yang tampak beramai-ramai memasuki penginapan.


"Hentikan langkah kalian Ki Sanak.., apakah ada kepentingan di penginapan ini?" dengan hati-hati, dua penjaga bertanya pada mereka.


"Kami mencari Den Ayu Ayodya Putri dan seorang anak muda. Kami melihat jika mereka memasuki penginapan ini. Minggir, jangan halangi kami!" dengan nada bicara kasar, orang-orang itu menjawab pertanyaan penjaga keamanan. Mereka nekad langsing menerobosnya penjagaan, dan laki-laki berpakaian mewah itu hanya menatap dengan pandangan menyeramkan.


"Tunggulah sebentar, kami akan Carikan dulu Ki Sanak. Jangan masuk dengan cara seperti ini, akan dapat mengganggu para pengunjung penginapan." dengan wajah penuh rasa khawatir, penjaga berusaha menghalang-halangi mereka.

__ADS_1


"Brukk.., aaakh.." tanpa bicara, orang-orang itu mendorong tubuh dua penjaga itu ke belakang. Tanpa persiapan, kedua tubuh penjaga penginapan terjengkang ke belakang.


Tanpa menoleh, orang-orang itu dengan sombongnya menyelonong masuk ke dalam penginapan. Beberapa penjaga yang berada di luar penginapan turut berlari ke dalam untuk ikut menghalangi orang-orang sombong itu.


"Blamm..., brakkk" beberapa meja dan kursi yang ada di ruang depan penginapan berhamburan. Tanpa rasa takut sedikitpun, orang-orang itu membuat huru hara di tempat itu.


Para pengunjung berlari untuk bersembunyi, mereka ketakutan melihat kekacauan yang terjadi. Teriakan para perempuan dan anak-anak terdengar di dalam penginapan, melihat orang-orang itu mengacau.


"Den Ayu Ayodya Putri.. keluarlah dari dalam penginapan. Atau penginapan ini akan kami.hancurkan..." dengan suara keras, orang-orang itu berteriak memanggilnya Ayodya Putri.


Tidak terdengar jawaban dari orang-orang yang berada di situ. Para penjaga keamanan berusaha menarik para pengawal untuk dibawa keluar.


"Jangan buat kekacauan di sini. Kami harap kalian segera keluar dari dalam penginapan." para penjaga sudah berusaha untuk menurunkan nada bicara mereka. Tetapi rupanya orang-orang itu sudah kehilangan akal sehat. Dengan kasar, orang-orang itu semakin mengamuk.


"Pang..., pang... Klang.." pertarungan kecil terjadi di penginapan bagaian depan. Perabotan terlihat sudah banyak yang hancur, dan tiba-tiba sebuah pedang meluncur tanpa terkendali ke tempat tamu penginapan yang tampak berlarian menyelamatkan diri. Wajah penjaga keamanan terlihat pucat, karena dia tidak akan bisa menjangkau pedang itu meskipun dia berlari dan melompat.


"Srettt... Klang..." tiba-tiba dari dalam penginapan sebuah kain panjang tampak berkelebat, di depan mata orang-orang yang ada di situ, selendang itu membelit batang pedang. Tanpa menunggu lama, pedang itu terlempar kembali ke arah pelakunya dan terjatuh di atas lantai.


Mata orang-orang terbelalak melihat pemilik selendang itu. Seorang perempuan cantik yang sudah tidak muda lagi, Tampak memegang kain panjang dan menatap orang-orang dengan tajam.


********

__ADS_1


__ADS_2