
Para murid yang menjaga pintu gerbang masuk ke perguruan Gunung Jambu bersorak sorai, melihat kedatangan Chakra Ashanka kembali ke perguruan itu. Meskipun beberapa di antara mereka bertanya-tanya dengan ikutnya Ayodya Putri bersama dengan Chakra Ashanka dan Sekar Ratih. Namun.. kedatangan putra dari guru mereka yang juga sering melatih dan mengawasi mereka itu, menimbulkan kegembiraan dan semangat baru bagi mereka.
"Sugeng rawuh kembali di tlatah perguruan Gunung Jambu Den Bagus.. Nimas Ratih.." beberapa murid segera menyambut kedatangan ketiga anak muda itu.
"Terima kasih atas bakti dan penjagaan kalian pada perguruan ini. Bagaimana kabar perguruan selama kami pergi, dan tidak berada di perguruan ini." dengan senyuman, Chakra Ashanka menerima penyambutan itu. Anak muda itu menjawab sapaan para murid.
"Perguruan dalam keadaan baik dan aman Den Bagus.. Banyak pasokan bahan makanan yang dikirim dari kerajaan Logandheng masuk ke dalam perguruan. Kita sebenarnya sudah menolaknya, tetapi Raden Bhadra meminta kami untuk tetap menerima pasokan bahan makanan tersebut. Jadi untuk masalah logistik pangan, bisa dipastikan dalam keadaan aman. Begitu juga dengan latihan para murid, semua sudah berjalan sesuai dengan perjanjian kita ketika masuk dan memutuskan untuk bergabung pada perguruan." salah satu murid memberikan laporan pada anak muda itu.
"Bagus sekali.. kalian memang para murid yang memiliki tanggung jawab yang luar biasa, Lanjutkan penjagaan kalian.. kami harus segera meninggalkan tempat ini, untuk menuju ke perguruan bagian dalam. Kami harus segera beristirahat, setelah beberapa hari menempuh perjalanan jauh." Chakra Ashanka menanggapi laporan tersebut, kemudian menyampaikan perkataan sebagai kata pamit pada para murid tersebut,
Memahami jika putra dari pemilik perguruan baru datang dari perjalanan jauh dan melelahkan, para murid kemudian menyibakkan diri untuk memberi jalan pada ketiga anak muda itu. Meskipun mereka belum tahu tentang Ayodya Putri, tetapi mereka tidak melecehkan dan berprasangka buruk pada anak muda itu., Mereka tetap menghormati Chakra Ashanka dan kedua gadis yang bersamanya.
"Monggo Den Bagus, jika akan meninggalkan tempat ini. Kami juga harus segera kembali ke tempat penjagaan masing-masing." salah satu murid mempersilakan pada Chakra Ashanka,
Anak muda itu mengangkat tangannya ke atas, dan melambaikannya sebagai isyarat salam perpisahan kepada para murid. Ketiga anak muda itu terus berjalan masuk, dan ketika sampai di pinggiran bukit..
__ADS_1
"Kakang.. dimana letak perguruan bagian dalam. Apakah kita akan menaiki lereng bukit, dan kemudian menuruninya kembali?" melihat medan lebat yang penuh dengan pepohonan, Ayodya Putri menjadi ragu. Untuk mengetahui arah tujuannya, gadis itu bertanya pada laki-laki yang membawanya.
"Perguruan Gunung Jambu bagian dalam berada di balik bukit ini Nimas.. Kita harus menerobosnya untuk dapat masuk ke dalam, karena untuk menjaga dari gangguan orang-orang luar, perguruan ini memasang tabir pelindung. Hanya orang-orang dari perguruan ini yang dapat melewatinya, jika ada orang luar yang memaksa masuk, dapat dipastikan mereka pasti akan tersesat di dalamnya." Chakra Ashanka memberikan penjelasan pada gadis itu.
"Sama denganku Nimas Putri. Pertama kali aku menginjakkan kaki di tempat ini, aku juga sempat kebingungan dan malu untuk menyampaikan pertanyaan pada kang Ashan, Tapi akhirnya bersama dengan kang Ashan.. akhirnya kami sampai juga di perguruan bagian dalam." Sekar Ratih menambahkan penjelasan.
Ayodya Putri menganggukkan kepalanya, dan dia menyadari jika saat ini dia sedang bersama dengan anak muda yang tidak biasa. Tanpa bicara lagi, kedua tangan Chakra Ashanka meraih pergelangan tangan Ayodya Putri dan Sekar Ratih, kemudian mereka melayang melewati pepohonan.
**********
Karena hari sudah malam, tanpa kata dan bicara pada penjaga perguruan bagian dalam, Chakra Ashanka menurunkan kedua gadis itu di pendhopo tempat anak muda itu tinggal, Kedua gadis itu saling berpandangan, tetapi tanpa memprotes tindakan laki-laki itu, mereka segera mengikuti Chakra Ashanka dari belakang. Di dalam sebuah ruangan yang sudah dinyalakan lampu senthir, mereka mendudukkan diri di kursi panjang yang terbuat dari batang bambu.
"IniĀ pendhopo Kanoman Nimas.. tempat kang Ashan biasanya berdiam diri. Di senthong yang ada di pojok ruangan itu, biasanya kang Ashan beristirahat, dan di halaman samping laki-laki itu berlatih ilmu kanuragan." Sekar Ratih menjelaskan pada gadis itu. Ayodya Putri hanya menganggukkan kepala, mencoba memahami perkataan Sekar Ratihh.
Tiba-tiba Chakra Ashanka datang ke depan kedua gadis itu, dengan membawa sebuah kendi dan tiga gelas cangkir kayu. Anak muda itu meletakkan kendi dan cangkir minuman di depan Ayodya Putri dan Sekar Ratih.
__ADS_1
"Minumlah.. jangan khawatir. Air di dalam kendi ini merupakan air baru. Para plekathik dan biyung sudah terbiasa menyediakan minuman dan kudapan di pendhopo ini dan juga pendhopo ibunda serta ayahnda, Mereka sudah menduga dengan kebiasaan kami, yang tidak pernah memberi tahu mereka kapan kami akan datang dan pergi. Untuk itu, kapanpun mereka akan selalu menyediakan minuman dan kudapan, untuk jaga-jaga jika kami datang sewaktu-waktu." untuk meyakinkan kedua gadis itu, Chakra Ashanka menjelaskan. Anak muda itu menuangkan air minum pada cangkirnya, kemudian meminumnya beberapa teguk.
"Aku juga mau.." Sekar Ratih yang sudah terbiasa melihat kebiasaan pada keluarga itu, tidak ragu lagi segera meniru apa yang dilakukan Chakra Ashanka. Gadis itu segera menuangkan minuman ke dalam cangkirnya, dan juga meminumnya beberapa teguk.
"Nimas Ratih.. aku yakin jika senthongmu belum dibersihkan. Untuk sementara, malam ini kamu dan Nimas Putri bisa beristirahat di senthongku. Aku akan beristirahat di senthong ibunda Rengganis." melihat kedua gadis itu tampak kelelahan, Chakra Ashanka meminta mereka untuk segera istirahat.
"Baik kang Ashan.. aku juga ingin segera membaringkan badanku." Sekar Ratih segera mengajak Ayodya Putri untuk masuk ke senthong Chakra Ashanka. Gadis itu sebenarnya merasa rikuh dan malu untuk masuk ke senthong laki-laki, namun Sekar Ratih sudah menarik tangan untuk mengikutinya.
Melihat kedua gadis itu sudah masuk ke dalam senthongnya, anak muda itu segera keluar dari dalam pendhopo. Baru saja laki-laki itu akan menutup pintu, tiba-tiba terlihat temannya Wardoyo datang menghampiri,
"Ashan.. sejak kapan kamu datang, kenapa tidak melewati halaman depan?" Wardoyo bertanya pada anak muda itu.
"Baru saja aku masuk ke dalam pendhopo Wardoyo.. Mau kemana kamu malam-malam begini?" anak muda itu menanggapi pertanyaan yang disampaikan Wardoyo.
"Mau berkeliling Ashan.. kebetulan aku dan beberapa teman yang lain mendapatkan giliran jaga malam ini. Tadi ada laporan, katanya mendengar suara berbincang-bincang dari dalam senthongmu. Untuk memastikannya, akhirnya aku datang menyambangi pendhopo ini. Ternyata kamu sendiri yang datang." Wardoyo menjelaskan keberadaannya di tempat itu.
__ADS_1
"Baiklah.. lanjutkan tugasmu Wardoyo. Besok kita lanjutkan bicaranya, kebetulan aku merasa lelah dan akan istirahat di senthong ibunda, karena senthongku digunakan oleh Ratih dan temannya untuk beristirahat." Chakra Ashanka mengakhiri pembicaraan.
********