Sang Petarung

Sang Petarung
Chapter 461 Dua Kekuatan


__ADS_3

Padhepokan Ki Bawono


Laki-laki yang sedang bersemedi dalam ruangan tertutup itu tiba-tiba membuka matanya dengan cepat. Ada sesuatu yang mengusik semedinya, karena udara di tempatnya berada tiba-tiba menjadi panas. Padahal di tempat padhepokannya berada, udara sekitar sangat dingin karena padhepokan itu berada di lereng bukit, dan juga berada di tengah hutan. Tidak banyak orang yang menjangkau keberadaannya.


"Kenapa tiba-tiba hatiku terasa berdebar, dan jantung berdegup keras. Samar-samar aku mendengar ada suara ledakan tidak jauh dari tempat ini." Ki Bawono berbicara pada dirinya sendiri.


Laki-laki itu kemudian berdiri, dan melangkah keluar. Beberapa orangnya yang akan datang menghampirinya, ditolak tegas dengan mengangkat telapak tangannya ke atas. Ki Bawono berdiri di tengah latar, kemudian sembari berdiri, laki-laki itu memejamkan mata dan mencoba mneghirup udara panas yang sampai ke tempatnya itu.


"Apakah sesuatu terjadi pada warga Alas Kedhaton, aku merasa sepertinya hawa panas ini berasal dari daerah sana. Jika itu benar, maka akan terjadi sesuatu yang besar, jika kekuatan kuno Gerombolan Alap-alap itu bangkit kembali, ketika berhasil diserap dan dikendalikan oleh orang jahat.." tiba-tiba muncul kekhawatiran dalam diri laki-laki itu ketika teringat dengan kekuatan kuno dari energi hitam Gerombolan Alap-alap.


Ki Bawono kemudian membuka matanya, dan untuk mengurangi rasa keingin tahuannya, laki-laki yang pernah bergabung dengan aliansi Waspodho, untuk menumpas Gerombolan Alap-alap itu, bermaksud untuk datang melihat langsung ke Alas Kedhaton, Tetapi baru beberapa langkah laki-laki itu akan meninggalkan padhepokannya, terlihat Ki Bawono seperti mempertimbangkan sesuatu.


"Jika memang benar itu adanya, hal apa yang bisa aku lakukan. Diriku yang tua ini, tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan kekuatan itu, jika bisa.. sudah sejak dulu, kami akan mencoba membantu leluhur Alas Kedhaton agar cepat mencapai Moksa.." beberapa pikiran berkelebat dalam pikiran Ki Bawono.


"Namun.. terkendali maupun tidak, energi kekuatan hitam itu akan dapat membahayakan peradaban manusia. Aku tidak peduli.. aku harus cepat melihatnya.." akhirnya Ki Bawono menguatkan pikirannya.

__ADS_1


"Jueglarr... blaaamm.." baru saja laki-laki itu akan melangkahkan kaki, terdengar suara ledakan dan dentuman yang mengguncangkan tanah tempatnya berdiri. Kembali Ki Bawono terdiam, dan..


"Aki... aki.. suara keributan apakah itu.. Bukannya bukit tempat kita berada ini bukan gunung berapi, tetapi kenapa bisa mengeluarkan suara dentuman sekeras ini.." orang-orang yang tinggal di padhepokan berlari keluar, dan mereka berlari mendatangi Ki Bawono. Beberapa di antaranya bertanya pada laki-laki itu.


"Tanah tempat kita berdiri sampai ikut berguncang Aki.. apa yang harus kita lakukan.." Ki Bawono menatap orang-orang di padhepokan ini yang sudah berkumpul di tempatnya berdiri. Laki-laki itu menghela nafas.


"Akupun belum tahu sebenarnya apa yang terjadi. Tetapi aku yakin, jika hal itu merupakan sesuatu yang buruk, tetaplah di padhepokan. Jaga keamanannya, aku akan pergi untuk melihatnya sebentar.." merasa juga tidak mengetahui apa yang terjadi, laki-laki itu meminta ornag-orang itu tidak melakukan apa-apa. Ki bawono berpamitan untuk melihat keadaan yang terjadi sebenarnya.


"Baik Ki bawono.. tidak akan ada yang melarang kepergian Aki.." sahut beberapa orang itu.


********


Beberapa saat setelah sampai di padang rumput, mata Ki Bawono terbelalak. Dari atas pohon, laki-laki itu melihat ke arah padang rumput, dan beberapa goa yang selama ini sebagai tempat penyekapan leluhur Alas Kedhaton, sudah tidak terlihat lagi. Hanya satu buah goa, dengan atap yang sudah hancur. Namun.. ketika melihat siapa yang berada di dalam goa yang sudah tidak memiliki atap itu, hati Ki Bawono menjadi tersentak.


"Bukankah itu Den Bagus Wisanggeni putra Ki Mahesa, dan Den Ayu Rengganis putri dari Trah Jagadklana, untuk apa mereka turut campur dalam masalah leluhur Alas Kedhaton." berbagai pertanyaan bergolak dalam pikiran laki-laki itu. Mata Ki Bawono mengamati langsung ke tengah padang rumput.

__ADS_1


"Hmm.. apakah karena kekuatan hitam yang menawan leluhur Alas Kedhaton itu merupakan kekuatan kuno Gerombolan Alap-alap, sehingga pasangan suami istri mau berurusan dengannya." kembali pertanyaan mengisi di benak Ki Bawono.


Laki-laki itu terus mengamati bagaimana pasangan suami istri itu mengeluarkan energi, dan kekuatannya dengan dibantu para sesepuh dan beberapa orang yang belum pernah dilihat olehnya, Dari tempatnya berada, Ki Bawono segera melapisi tubuhnya dengan aura batinnya, karena desakan kekuatan dari dalam padang rumput yang membanjir keluar.


"Siapakah orang-orang itu, melihat penampilan dan kemampuan mereka, sepertinya mereka berasal dari beberapa waktu di masa lampau. Untuk apa mereka kemari dan menolong warga Alas Kedhaton.." Ki Bawono bingung melihat keberadaan leluhur Alas Kedhaton yang sudah berhasil dibebaskan.


Dari tempatnya berada, beberapa kali laki-laki itu harus mengeluarkan kekuatan untuk melindungi dirinya, karena desakan energi yang berimbas sampai tempatnya saat ini. Mata Ki Bawono dengan teliti terus mengamati bagaimana orang-orang di dalam goa yang sudah tidak beratap itu, beradu kekuatan. Namun.. tiba-tiba..


"Jueglarr...." sebuah ledakan besar terjadi di tempat itu. Seketika pohon tempatnya berada tercabut dari akarnya, dan tanah di bawah terlihat berguncang. Dengan sekuat tenaga, Ki bawono berpegang erat dengan batang pohon, dan mengikuti alur kemana pohon itu akan roboh. Dari tempatnya saat ini, laki-laki itu bisa melihat bagaimana banyak tubuh terpental naik dan terbanting ke atas tanah. Namun.. juga terlihat ada dua orang dengan penampilan seperti orang-orang yang bersama dengan Wisanggeni dan Rengganis, terlihat bebas.


Suasana menjadi kacau, laki-laki itu ingin melompat memberikan pertolongan pada pasangan suami istri itu, tetapi tekanan aura  masih sangat terasa menghalanginya untuk melangkah maju. Jadilah.. Ki Bawono melihat semua kekacauan dari tempat itu. Keadaan pinggiran dimana banyak warga Alas Kedhaton tidak berwujud lagi, puluhan orang berguling-guling di tanah tidak mampu mempertahankan dirinya,


"Woooshh... srettt.." tiba-tiba mata Ki Bawono terbelalak, tiba-tiba ada dua kekuatan yang melintas dengan cepat meluncur ke tempat adu kekuatan tadi berada. Tidak lama kemudian, dua kekuatan tadi segera melesat kembali meninggalkan tempat itu.


"Kekuatan apakah itu, sepertinya aku mengenal salah satu orang yang berada di punggung binatang itu. Tetapi untuk saat ini aku belum bisa menebaknya dengan benar," melihat melesatnya dua kekuatan itu meninggalkan tempat itu, menarik perhatian Ki Bawono. Laki-laki itu, tanpa ragu mengerahkan segenap kekuatannya berusaha mengejar mereka,

__ADS_1


********


__ADS_2